Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Wednesday, July 24, 2019

Redaksi3

Tolak UU Naker, DPD SPN Jabar Apresiasi SPN Sukabumi Kerahkan Massa ke Istana Presiden

Dadan Sudiana Ketua SPN Jabar
sukabumiNews, CIBADAK – Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Serikat Pekerja Nasional (SPN) Jawa Barat berkunjung ke Kabupaten Sukabumi guna mengapresiasi soal tenaga kerja yang akan berangkat ke Istana Presiden untuk melakukan aksi unjuk rasa menolak Revisi UU Nomor 13 Tahun 2013 tentang Ketenagakerjaan.

Rencana pemberangkatan mereka ke Gedung Istana Presiden yang dijadwalkan pada tanggal 31 Juli 2019 mendatang itu atas gagasan Federasi SPN Se-Indonesia.

"Kami mengapresiasi kawan-kawan SPN Kabupaten Sukabumi yang sudah mempersiapkan massa sebanyak 10 bus untuk mengikuti aksi di depan Istana Negara nanti, " kata Dadan Sudiana kepada sukabumiNews di Cibadak, Rabu (24/07/2019).

Dadan menilai, usulan revisi UU ketenagakerjaan tersebut belum memenuhi standar urgensi. Bagaimana pun, kata dia, merevisi UU itu harus berkesesuaian dengan dampak positif bagi masyarakat. Dia menyoal, UU yang ada saat ini masih belum maksimal dilaksanakan oleh pemerintah sehingga isu revisi menjadi tidak relevan.

Dia menegaskan, seharusnya Pemerintah Indonesia fokus pada penegakan hukum, norma dan syarat Ketenagakerjaan serta mendorong perusahaan untuk memberikan hak pesangon bagi pekerja guna mendukung terwujudnya kesejateraan para pekerja.

"Seharusnya, yang paling penting untuk tenaga kerja kita adalah menolak penghapusan pesangon, Jaminan sosial tanpa syarat, PKWT yang tidak sesuai pasal 59 dan tolak TKA Unskill. Itu baru berpihak," tegasnya.

Dadan menambahkan, ada sebanyak 20 ribu orang pekerja dari berbagai PSP yang tersebar di 18 Ko/Kab se-Jawa Barat yang sudah siap berangkat ke Jakarta. Sementara dari kota-kota lain se-Indonesia, ada 50 ribu orang. "Ada 20ribu massa dari Jabar yang siap berangkat," jelas Dadan Sudiana.

Hera Iskandar
Senada dengan Dadan Sudiana, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kabupaten Sukabumi, Hera Iskandar menegaskan menolak revisi UU tersebut dan siap akan mengerahkan ratusan massa agar mengikuti aksi demo yang akan dilaksanakan di depan Istana Negara pada 31 Juli mendatang.

"Hari ini kami menerima kunjungan kerja ketua DPD SPN Jabar. Agendanya silaturahmi dan konsolidasi membahas kesiapan aksi menolak revisi UU Naker di Istana Negara nanti," kata Hera Iskandar.

Konsolidasi untuk pengerahan massa dari Kabupaten Sukabumi, lanjut Hera, semuanya sudah dibahas matang dengan beberapa PSP perusahaan di Kabupaten Sukabumi.

"Ini, kami sedang konsolidasi juga dengan ketua PSP PT. GSI dan PT. Muara Tunggal. Insyaallah, semuanya sudah disiapkan dengan baik. Sudah siap 10 bus. Sambil menunggu waktu, kami terus melakukan konsolidasi dengan beberapa PSP dan DPC," tutur dia.


Pewarta : Azis. R
Editor : Agus. Setiawan
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

sukabumiNews tidak bertanggung jawab atas pendapat yang diungkapkan melalui artikel/berita ini. Ini adalah pandangan pribadi pemilik akun dan tidak mencerminkan posisi kami. Semua risiko yang dihasilkan dari komentar yang diposting adalah tanggung jawab pemilik akun itu sendiri. Terima kasih.

Memuat...
close