Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Sunday, June 2, 2019

Redaksi sukabumiNews

Orangtua Riyan, Bocah Penderita Atresia ini Merasa di PHP Pemkot Sukabumi

Nasib malang yang di alami Riyan Maulana (4), warga Kp. Pangkalan Rt. 001/007 Kelurahan Jaya Mekar Kecamatan Baros, Kota Sukabumi, Jawa Barat, hingga kini kondisinya masih sangat memprihatinkan.

sukabumiNews, BAROS – Riyan yang merupakan anak ketiga dari pasangan Dedi Setiawan (55) dan Euis Sumarni (31) ini tak mampu bermain layaknya anak-anak lain seusianya. Jangankan bermain untuk berjalan pun Riyan harus mengesot karena kedua kakinya tidak normal.

Derita bocah tanpa Lubang Anus, alat kelamin dan Tulang Punggung Bengkok (Atesia) ini bertambah saat dirinya mendapat Harapan Palsu alias kena PHP.

Hal itu diungkapkan Dedi Setiawan, orang tua kandung Riyan kepada sukabumiNews saat ditemui di rumahnya pada Minggu (2/6/2019).

Menurut Dedi, Riyan sebelumnya memang sudah mendapat bantuan medis dari Pemkot melalui Dinas Kesehatan Kota Sukabumi dengan memberikan rujukan ke RS Hasan Sadikin Bandung menggunakan kartu dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang di bayarkan oleh Pemkot untuk di lakukan Operasi di bagian organ tubuhnya pada bulan Desember 2018 tahun lalu.

"Saat itu Periksaan dilakukan dan ditangani oleh Dr. Tri, spesialis tulang di RS Hasan Sadikin Bandung dengan tahapan pemeriksaan Tromboson, USG, dan Cek darah,” kenang Dedi.

Namun lanjut Dedi pemeriksaan tersendat dan hingga kini masih belum ada tindakan lebih lanjut lantaran keterbatasan ekonomi pihak keluarga.

Dedi beserta keluarganya berharap ada kepastian yang jelas dari Pemerintah, khususnya Pemkot Sukabumi untuk membantu menindak lanjuti proses selanjutnya demi mempercepat bagi penanganan Operasi anaknya, Riyan.

Kerena, jelas Dedi, dengan belum adanya kepastian, kapan akan dilakukan proses operasi, secara tidak langsung biaya yang dikeluarkan untuk mengurus segala kebutuhan Rian sebelum dilakukan operasi, cukup besar. Pasalnya, pihak keluarga harus pulang balik menju Bandung – Sukabumi.

"Sudah 6 kali kami pulang balik ke RS Hasan Sadikin Bandung. Bagi kami, biaya tersebut sudah cukup besar. Sedangkan untuk membeli pampers saja kami sudah kelabakan," tuturnya.

Dilain pihak Dedi mengaku, bebannya sedilit berkurang tatkala keberadaannya di Bandung telah disediakan rumah singgah oleh Pemkot Sukabumi.

Dedi juga juga tidak menampik kebaikan Polresta Sukabumi beserta jajara Ibu Bhayangkari yang sebelumnya pernah menyempatkan diri untuk menengok Riyan.

Keluarga berharap kepada siapapun, terlebih kepada pemerintah untuk membentu demi mempercepat proses operasi anaknya dengan tidak adanya alasan harus menunggu nomor urut antrian mengingat kondisi Rian semakin kini semakin sangat mengkhawatirkan.


Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Komentari

close