Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Wednesday, May 8, 2019

Redaksi sukabumiNews

New York Times Sebut Trump Hindari Bayar Pajak

sukabumiNews, WASHINGTON - Bisnis Presiden AS Donald Trump kehilangan lebih dari $ 1 miliar dari tahun 1985 hingga 1994 dan ia menghindari membayar pajak penghasilan selama delapan dari 10 tahun, menurut media AS.

Bisnis inti Trump, termasuk kasino, hotel dan gedung apartemen, kehilangan $ 1,17 miliar selama satu dekade, The New York Times melaporkan Selasa kemarin.

Surat kabar itu mengatakan memperoleh cetakan dari transkrip resmi pajak Internal Revenue Service (IRS).

Trump membukukan kerugian lebih dari $ 250 juta pada tahun 1990 dan 1991, yang tampaknya lebih dari dua kali lipat setiap pembayar pajak AS, kata Times, seperti dilansir Voa-Islam.

Laporan itu muncul di tengah pertempuran baru antara Demokrat di Kongres dan pemerintahan Trump mengenai pembebasan pajak penghasilan presiden.

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin pada hari Senin membantah permintaan dari Perwakilan AS Richard Neal, ketua Demokrat Dewan Ways and Means Committee, untuk pengembalian pajak Trump.

Mnuchin mengatakan permintaan Neal "tidak memiliki tujuan yang sah," menimbulkan pertanyaan konstitusional dan mengancam privasi wajib pajak.

Demokrat menginginkan data pajak Trump sebagai bagian dari penyelidikan mereka atas kemungkinan konflik kepentingan yang ditimbulkan oleh kepemilikannya yang terus-menerus terhadap kepentingan bisnis yang luas, bahkan ketika ia menjabat sebagai presiden. []
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Komentari

close