![]() |
| Kementerian Pertahanan Suriah memberi kelompok-kelompok bersenjata waktu hingga pukul 9 pagi hari Jumat untuk meninggalkan wilayah tersebut guna mengakhiri situasi militer. (Foto: AP) |
Istambul (SUKABUMINEWS.net) – Kementerian Pertahanan Suriah pada Jum’at (9/1/2026) mengumumkan pemberlakuan gencatan senjata mulai pukul 3 pagi waktu setempat di lingkungan Ashrafieh Sheikh Maqsoud dan Bani Zeid di kota Aleppo utara, setelah berhasil menguasai distrik-distrik tersebut.
Kementerian tersebut memberi kelompok-kelompok bersenjata waktu hingga pukul 9 pagi hari Jum'at untuk meninggalkan lingkungan ini, guna mengakhiri situasi militer, menurut pernyataan kementerian yang diterbitkan oleh Kantor Berita Arab Suriah (SANA), dilansir BERNAMA.
Pernyataan itu disampaikan setelah Kementerian Dalam Negeri mengumumkan bahwa pasukan keamanan internal mulai dikerahkan ke lingkungan Ashrafieh pada hari Kamis, menyusul penarikan kelompok teroris PKK/YPG yang beroperasi dengan nama Pasukan Demokratik Suriah (SDF).
Pengerahan pasukan dilakukan setelah sejumlah besar anggota SDF di lingkungan Sheikh Maqsoud dan Ashrafieh membelot, sementara yang lainnya melarikan diri.
Tentara Suriah mulai melancarkan tembakan berat dan terkonsentrasi ke arah posisi SDF di Aleppo pada Kamis pagi sebagai tanggapan atas serangan kelompok tersebut yang menewaskan sedikitnya sembilan warga sipil dan melukai puluhan lainnya.
Pada tanggal 10 Maret
2025, Kepresidenan Suriah mengumumkan penandatanganan perjanjian untuk
integrasi SDF ke dalam lembaga-lembaga negara, sehingga menegaskan kembali
persatuan teritorial negara tersebut dan menolak segala upaya untuk memecah
belahnya.
Pihak berwenang menyatakan bahwa dalam beberapa bulan terakhir, SDF belum menunjukkan upaya apa pun untuk memenuhi ketentuan perjanjian tersebut.
Pemerintah Suriah telah meningkatkan upaya untuk menjaga keamanan di seluruh negeri sejak penggulingan rezim Bashar al-Assad pada 8 Desember 2024, yang telah berkuasa selama 24 tahun. (Red*)

0Komentar