Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Tuesday, February 26, 2019

Redaksi sukabumiNews

Tipu Caleg, Oknum Wartawan Ini Berhasil Gondol Uang Rp10 Juta

sukabumiNews, CIAMBAR – Seorang oknum yang mengaku wartawan dari salah satu media online berinisial AS berhasil menipu salah satu caleg dari partai PBB Kabupaten Sukabumi, Neni Nuraeni. Neni merasa tertipu setelah oknum wartawan tersebut menawarkan diri menjadi timses, dan mengarahkan agar Neni membeli kebutuhan Alat Peraga Kampanye (APK) kepadanya.

Menurut Neni, kejadian bermula sejak dirinya masih tercatat di Daftas Calon Sementara (DCS) KPUD Kabupaten Sukabumi. Saat itu, terjadi kesepakatan antara Neni dengan AS untuk berjuang bersama melalui wadah tim sukses (timses)-nya.

“Saya pesan Apk ke orang lain, dan oknum wartawan itu mulai menawarkan untuk membelinya lewat dia (timses), maka saya sepakati membeli Apk lewat dia pada tanggal16 Sep 2018 dan memberikan uang kepadanya sebesar Rp4.000.000,00,” kata Neni, melalui WA yang diterima sukabumiNews, Senin (25/2).

Neni juga menjelaskan bahwa AS kemudian mengajukan program untuk mendongkrak popularitasnya lewat pemberitaan media yang dia ada di dalammya. “Katanya sudah sepakat dengan pemrednya dengan harga Rp10 jt untuk 20 kali tayang (naik berita), namun saya tidak tertarik. Tapi dia terus memaksa dan merayu saya sampai akhirnya terjadi kesepakatan dengan harga Rp6 jt nutuk 20 kali naik berita itu,” bebernya.

“Itu saya kasih uangnnya tanggal 20 September 2018, sebelum masa kampanye tiba, karena tanggal 23 September 2018 baru masuk masa kampanye, katanya akan langsung berjalan beritanya,” jelas Neni.

“Akan tetapi ternyata itu hanya omong kosong alias bohong,” ungkap caleg PBB nomor urut 3 dapil Kabupaten Sukabumi 2 yang meliputi Kecamatan Kabandungan, Kalapanunggal, Parakansalak, Bojonggenteng, Cidahu, Parungkuda, Ciambar, dan Cicurug itu.

Ketika ditanyakan kepada AS, tutur Neni, jawabannya sedang di konsep oleh pemred. Dan jika di tanya tentang APK, jawabannya sedang proses percetakan. “Sampai pada pertengahan Desember saya tegaskan kepada dia tentang APK bahwa kalau seminggu APK tidak datang berarti kamu nipu saya dengan uang Rp6 juta untuk program pemberitaan. Dan saya minta kembali karena  dia dan pemrednya sudah membohongi saya, karena beritanya pun tak kunjung ada,” tegas Neni

Sejak itu tambah Neni, AS kemudian menghilng tidak pernah mehubunginya. Bahkan kata Neni, semua kontak baik seluler maupun akun fb-nya dia blokir sendiri. “Ternyata dia penipu,” imbuhnya, kesal.

“Saya baru mengungkap ini sekarang karena tadinya saya masih menunggu kalau saja dia mau datang lagi untuk bermusawarah. Tapi hingga sekarang saya tunggu, dia tetap menghilang tidak mau datang,” katnya.

Neni berharap oknum wartawan tersebut segera mengembalikan uangnya yang Rp10 juta. “Jika tidak, mungkin akan saya adukan sebagai modus penipuan,” tegasnya.

Tidak hanya ia, uangkap Neni, rekannya juga bayak kena tipu olehnya, bahkan kata Neni, oknum wartawan tersebut tidak segan-segan menipu rekan timsesnya dengan modus bisa membantu membuatkan KTP dan KK degan cepat.

Beberapa sumber sukabumiNews mengatakan, oknum wartawan itu juga kadang tidak tanggung-tanggung mengajak korban dengan iming-iming bisa membantu memasukkannya menjadi wartawan.

“Wartawan cemong bajingan,” ucap salah seorang korban yang mengaku pernah tertipu uang Rp1 juta dengan modus iming-imingnya itu.

Bahkan akibat ulah AS ini, sukabumiNews terkena imbasnya, karena korban saat itu pernah membicangkan kejadian yang menimpa caleg Neni di Grup WA dengan menyebutkan bahwa oknum wartawan yang menipunya mengaku wartawan sukabumiNews. Padahal oknum itu bukanlah wartawan sukabumiNews, akan tetapi wartawan dari media lain.

"Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada rekan-rekan sukabumiNews dengan adanya tulisan saya itu," sesalnya.


[Pewarta: Azis R/Team]
Edotor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

close