Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Monday, January 21, 2019

Redaksi sukabumiNews

WhatsApp Ancam Tutup Akun Penyebar Hoaks

Pengguna WhatsApp yang menyebarkan hoaks di platform disebut akan tidak lagi bisa menggunakan akunnya. Communication Lead Facebook Indonesia Putri Dewanti mengatakan WhatsApp akan menghapus akun pelaku hoaks.
sukabumiNews, JAKARTA – Pengguna WhatsApp yang menyebarkan hoaks di platform disebut akan tidak lagi bisa menggunakan akunnya. Communication Lead Facebook Indonesia Putri Dewanti mengatakan WhatsApp akan menghapus akun pelaku hoaks.

Putri mengatakan pengguna harus mengganti nomor ponsel apabila ingin menggunakan layanan WhatsApp lagi.  WhatsApp bisa mengetahui akun spam ini lewat laporan di layanan atau call center anti hoaks.

"Tidak ( akun WhatsApp tidak bisa balik lagi). Sudah dihapus, hilang nomornya tidak bisa dipakai WhatsAppnya lagi," ujar Putri di kantor Komenkominfo, Senin (21/1).

Kendati demikian Putri mengatakan WhatsApp belum bisa mengungkapkan jumlah akun yang melakukan perilaku spamming atau meneruskan pesan berkali-kali.

"Belum ada jumlahnya, karena kalau di Indonesia sudah ada hotlinenya baru bisa terlacak berapa banyak. Kita masih explore, tapi kalau di take down akun-akun yang dilaporkan," kata Putri.

WhatsApp juga membuka layanan pelaporan untuk akun-akun yang dianggap menyebarkan berita hoaks. Selain itu, WhatsApp juga disebut akan bekerja sama dengan pemeriksa fakta pihak ketiga di Indonesia.

"Di Indonesia mitra lokal kita ada lima. Kami sedang diskusi dan eksplorasi dengan mereka untuk buat hotline hoaks di Indonesia. Sejauh ini kami sudah berdiskusi dengan Mafindo," ujar Putri. 

Putri kemudian menjelaskan cara kerja call center anti hoaks di Indonesia. Menurutnya pemeriksa ketiga akan bekerja mengecek fakta ketika mendapatkan laporan dari masyarakat ke call center.

"Jadi kalau berita palsu di WhatsApp dikirim ke call center, nanti pihak ketiga akan fact check. Kalau mereka sudah dapat yang benar, mereka akan share lagi ke yang lain," kata Putri.

Baca juga: WhatsApp Disusupi Spyware Israel, Pengguna Diminta Lebih Waspada


Sumber: CNN Indonesia
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

close