Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Friday, December 14, 2018

Redaksi sukabumiNews

Gubernur Jabar Jadikan Kota Sukabumi Tempat Louncing Gerakan Masyarakat Magrib Mengaji

Cikole, SUKABUMINEWS.net – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menjadikan Kota Sukabumi tempat launching program unggulan Gerakan Masyarakat Magrib Mengaji. Kota Sukabumi dipilih sebagai lokasi launcing karena dinilai sebagai kota santri dan telah melaksanakan program tersebut secara maksimal.

“Kita pilih launching ini di Sukabumi, karena memang kota santri dan sudah melaksanakan juga secara maksimal. Selanjutnya, akan dibikin edaran-edaran ke seluruhnya daerah se-Jabar,” ujar Gubernur saat membuka louncing di Mesjid Agung Kota Sukabumi Jalan Alun-Alun Utara No.4b, Gunungparang, Cikole, Kota Sukabumi, Kamis (13/12/2018) kemarin.

Magrib Mengaji ini merupakan implementasi dari visi misi Jabar Juara Lahir Batin.

“Saya sebagai pemimpin Muslim saya membela Islam dengan kebijakan. Jadi dalam hal ini jihad saya dengan kebijakan. Salah satu nya Gerakan Magrib Mengaji,” tutur Gubernur yang akrab di sapa Kang Emil itu.

Sementara itu Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi menyebutkan, masjid di Kota Sukabumi berjumlah 627 unit. Dari jumlah jumlah tersebut yang masih melaksanakan gerakan maghrib mengaji hanya 165 mushola.

"Dengan adanya gerakan Maghrib Mengaji ini diharapkan semua remaja bisa kembali ke masjid dan berinteraksi dengan keagamaan," tambah Fahmi.

Pewarta: Nanan S.
Editor: Red.
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

close