Breaking
loading...

Monday, December 31, 2018

Redaksi sukabumiNews

BNNK Sukabumi Berhasil Sita 2.106,28.00 Gram Ganja dan 22,3087 Gram Shabu Sepanjang Tahun 2018

SUKABUMINEWS.net – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sukabumi Berhasil menyita Ganja sebanyak 2.106,28.00 Gram dan Shabu sebanyak 22,3087 Gram. Hal ini diketahui pada Press Release yang diterima sukabumiNews dari Humas BNNK Sukabumi atas Kegiatan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) BNNK Sukabumi selama Tahun 2018, Senin (31/12/2018).

Tidak hanya itu, karena BNNK memiliki 3 bidang dan 1 program yang ke-semuanya memiliki tugas, fungsi dan wewenang masing-masing, maka BNNK dalam hal ini merelease keberhasilan kinerjanya dari setiap bidang. Adapun ke-tiga bidang dan satu program tersebut yaitu Bidang Pemberantasan, Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, Bidang Rehabilitasi, dan Program Desa Bersinar di Sukabumi

Keberhasilan menyita Ganja sebanyak 2.106,28.00 Gram dan Shabu sebanyak 22,3087 Gram itu adalah merupakan keberhasilan dari kegiatan BNNK Sukabumi pada tahun 2018 oleh Bidang Pemberantasan.

Bidang pemberantasan junga telah berhasil mengungkap 4 Jaringan Narkotika Jenis Daun Ganja dan Sabu Sabu sebanyak 7 Tersangka yang terdiri dari 2 Jaringan Jakarta dan Garut yang merupakan pemasok/suplier Narkotika jenis sabu dan Ganja ke Sukabumi, kemudian 2 Jaringan Sukabumi / lokal merupakan jaringan peredaran di wilayah pesisir pantai dan kawasan wisata Kabupaten Sukabumi.

Sementara itu Kegiatan Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan oleh BNNK Sukabumi adalah:

√ Advokasi P4GN Terhadap 2.386 orang
√ Komunikasi,Informasi dan Edukasi P4GN Terhadap 20.025 orang
√ Sebaran Informasi P4GN Sebanyak 63 kali kegiatan
√ Screening Deteksi Narkoba Terhadap 1.341 orang
√ Diseminasi Informasi P4GN melalui Tatap Muka Terhadap 31.375 orang
√ Diseminasi Informasi Melalui Mobil Sosialisasi Terhadap 31.375 orang
√ Relawan Anti Narkoba Kab.Sukabumi Sebanyak 146 orang
√ Penggiat Anti Narkoba Kab.Sukabumi Sebanyak 110 orang
√ Sosialisasi P4GN sinergi dengan instansi lain terhadap 29.805 Orang.

Adapun Kegiatan Bidang Rehabilitasi, BNNK Sukabumi telah melaksanakan Rehabilitasi terhadap para penyalahguna Narkoba di wilayah Kabupaten dan Kota Sukabumi yaitu di Lembaga Rehabilitasi komponen Masyarakat (LRKM) sebanyak 70 Orang Residen dan mengikuti proses rehab rawan jalan sedangkan di Lembaga Rehabilitasi Instansi Pemerintah (LRIP) sebanyak 9 orang residen.

Adapun Penyalahguna yang Melalui proses TAT (Tim Assesment terpadu) sebanyak 7 orang Tersangka dengan Rekomendasi Rehabilitasi.

[Kepala BNN Kabupaten Sukabumi, Deni Yusdaniel saat press release Pemdes Bojongraharja Bentuk Satgas Anti Narkoba, beberapa waktu lalu. (Foto Istimewa/SN)]
Untuk Program Desa Bersinar di Sukabumi BNNK melaksanakan Program Desa Bersih Narkoba (BERSINAR) dan Sekolah Bersih Narkoba yang selaras dan relevan dengan Visi Pembangunan Kabupaten Sukabumi lebih baik yang religius, mandiri dan (bersih dari Narkoba). 

Adapun tujuan program Desa Bersinar tersebut, dalam press releasenya dijelaskan bahwa Desa harus bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba dengan melibatkan 3 (Tiga) Pilar plus yaitu Kepala Desa, Babinsa, Babinkamtibmas dan Puskesmas/Pustu.

Dijelskan, aktivitas di Desa bersinar dalam Program P4GN tersebut yaitu, Melakukan Deseminasi informasi KIE P4GN kepada Masyarakat di Desa dalam upaya mewujudkan Desa Bersinar, Membentuk Relawan dan penggiat Anti Narkoba di Desa dari unsur Masyarakat Desa, dan Membentuk Agen Pemulihan yang terdiri dari Babinsa, Babinkamtibmas, Pustu, Bides, Karang Taruna, dan lain-lain.

Harapan bersinergi dengan semua komponen yang ada dalam upaya P4GN dan terwujudnya Desa Bersinar, di ungkapkan BNNK Sukabumi di akhir press releasenya. (#stopnarkoba)

[Info #humasbnnk_sukabumi]
Kepala BNN Kabupaten Sukabumi, Deni  Yusdaniel.


[Pewarta: Azis R].
Editor: Red.
Masukan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu

close
close
close