Breaking

Monday, December 10, 2018

Redaksi sukabumiNews

Angkut 130 Bal Ganja, Dua Oknum Polisi Ditangkap Aparat Polres Aceh Tenggara

Kedua oknum polisi ini diketahui merupakan personil Polres Gayo Luwes Aceh
Gayo Lues (Aceh), SUKABUMINEWS.net – Dua oknum polisi berhasil ditangkap aparat Polres Aceh Tenggara karena kedapatan mengangkut ganja sebanyak 130 bal. Mereka ditangkap pada Jumat, 7 Desember 2018 di Gampong Lawe Sikap, Kecamatan Babussalam, Aceh Tenggara.

Menurut Kapolres Aceh Tenggara AKBP Rahmad Har Deny Yanto Eko Sahputro SIK, kedua oknum polisi ini yakni JK (32) dan AD (32). Keduanya diketahui merupakan personil Polres Gayo Luwes Aceh. Mereka mengangkut barang haram tersebut dengan menggunakan mobil patroli.

“Saat dilakukan penangkapan, diamankan sedikitnya 130 bal ganja atau seberat 130 kg,” Kata Kapolres Rahmad Har Deny, didampingi Kasat Narkoba Iptu Rahmat.

Kapolres menjelaskan, penangkapan itu berawal dari informasi yang diterima dari pos perbatasan Agara-Gayo Lues bahwa ada pergerakan patroli pickup Isuzu Panther dengan nomor 104-48 yang merupakan mobil patroli Polres Gayo Lues. Mobil tersebut menerobos pemeriksaan di pos polisi perbatasan rumah Bundar-Putri Betung.

“Atas kejadian itu, tim opsnal Polres Agara melakukan pencarian dan memburu mobil tersebut," tambah AKBP Har Deny.

Sekitar pukul 00.30 WIB, tim opsnal gabungan Polres Agara mendapati kedua pelaku dan mobil patroli itu sedang berada di kawasan wisata Lawe Sikap, Kecamatan Babusalam. Saat itu keduanya sedang berada di kedai kopi.

"Petugas lantas memeriksa mobil patroli itu dan menemukan bungkusan berisi ganja kering itu. Di sembunyikan di bawah kursi samping supir,” lanjut dia.

Kedua oknum polisi itu langsung ditangkap dan digelandang ke Mapolres Agara. “Saat ini keduanya dan barang bukti sudah diamankan untuk pemeriksaan dan pengembangan lebih lanjut,” pungkasnya.

Pewarta: Amin Lingga.
Editor: Red.
Berlangganan update artikel/berita terbaru via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu