Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Wednesday, November 7, 2018

Redaksi sukabumiNews

Cuma Jadi Pengacara, Yusril Bantah Dukung Jokowi

Cuma Jadi Pengacara, Yusril Bantah Dukung Jokowi
Jakarta, SUKABUMINEWS.net – Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra membantah dirinya merupakan pengacara Presiden Joko Widodo. Menurutnya, ia merupakan kuasa hukum dari Paslon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Pernyataan ini untuk menepis anggapan dirinya mendukung calon petahana presiden Joko Widodo.

"Jadi harus jernih memahami ini, saya tidak konteks dukung mendukung, tapi lawyer," kata Yusril kepada wartawan di pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (7/11/2018), dikutip dari Teropongsenayan.

BacaYusril Resmi Jadi Kuasa Hukum Pasangan JokoWidodo-Ma'ruf Amin pada Pilpres 2019

Meski menjadi tim pengacara Jokowi-Ma'ruf, Yusril berjanji akan tetap kritis terhadap permasalahan hukum di Indonesia. Terlebih, ujar dia, dirinya tidak mundur sebagai penasihat hukum Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Ormas yang dibubarkan pemerintah.

Sikap kritis ini, sambung Yusril sudah melekat sejak dirinya menjadi aktivis dinera 1980 an.

"Pak Jokowi tidak pernah merasa bersebrangan karena yang saya sampaikan berdasarkan profesi. Jadi dalam hal hukum soal HTI sampai ada permintaan mundur penasihat hukum HTI, saya sampaikan melakukan pembelaan HTI bukan karena menganut paham sama dengan HTI," tegas dia.(Red*/TS).
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Komentari

close