Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Tuesday, October 30, 2018

Redaksi sukabumiNews

SMPN 2 Purabaya Gelar Rapat dengan Orang Tua Wali dalam Menghadapi Kegiatan Full Day School 2019

SMPN 2 Purabaya Gelar Rapat dengan Orang Tua Wali dalam Menghadapi Kegiatan Full Day School 2019
Purabaya - Menghadapi full day school (sekolah sepanjang hari atau proses belajar mengajar yang diberlakukan dari pagi hari sampai sore hari) yang rencananya akan dilaksanakan awal tahun 2019, SMP Negeri 2 Purabaya menggelar rapat dengan orang tua/wali murid (peserta didik).

Rapat yang di hadiri oleh Dewan Pendidik, Komite SMPN 2 Purabaya, Tokoh Agama setempat dan Pemerintah Desa Cicukang itu dilaksanakan di aula sekolah yang bedomisili di wilayah Desa Cicukang Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi, Selasa, (30/10).

“Dalam rapat ini semua wali murid kami undang agar bisa sama-sama memahami Kurikulum 2013 dan mempersiapkan anak didik kita menghadapi full day school," kata Kepala SMPN 2 Purabaya, Yana Rudiana dalam sambutannnya.

Sementara itu Ketua Komite SMPN 2 Purabaya, Suherlan menyampaikan akan pentingnya peran orang tua dalam memberikan perhatian kepada mendidik anak-anaknya

"Pendidikan di sekolah itu terbatas,  terutama pendidikan agama. Ini perlu dukungan orang tua. Alhamdulillah di sekolah kita kegiatan keagamaan, seperti pembiasaan shalat dhuha dan tadarus sudah berjalan," jelas Suherlan.

Ia menambahkan, bila saatnya nanti kegiatan full day school diberlakukan agar tidak berbenturan dengan kegiatan keagamaan di luar sekolah yang biasa peserta didik lakukan sepulang sekolah.

"Semoga kegiatan sekolah dan pesantren bisa saling mendukung." Imbuhnya.

Pewarta: Ikin S
Editor: Red.
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Komentari

close