Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Tuesday, October 23, 2018

Redaksi sukabumiNews

Banser Bakar Bendera Tauhid, MUI Garut Serahkan Kasus Ini ke Polisi

Banser Bakar Bendera Tauhid, MUI Garut Serahkan Kasus Ini ke Polisi
[Photo dok: Tribunjabar/Firman Wijaksana]
Garut, SUKABUMINEWS.net – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Garut mempercayakan persoalan hukum pembakaran bendera kalimat tauhid kepada Polres Garut. Sebanyak tiga orang pelaku pembakaran pun sudah diamankan Polres Garut.

Dilansir republika, Ketua MUI Garut, Sirodjul Munir pun mengaku bahwa saat ini terdapat beraneka ragam tanggapan yang sangat mengkhawatirkan atas insiden pembakaran bendera tersebut. “Kami sepakat dan menerima jika persoalan ini diproses pihak kepolisian. Kapolres pun sigap menangani masalah ini,” ujar Sirodjul Munir, Senin (22/10).

Ia pun menyadari bahwa aksi pembakaran itu tengah viral di media sosial. MUI Garut pun segera cepat tanggap agar kasus itu tak melebar.
“Selain tiga orang pelaku pembakaran, kepolisian juga sedang mencari satu orang pembawa bendera,” ucapnya.

Ia pun mengimbau semua pihak khususnya umat Islam untuk dapat menahan diri. Jangan sampai ada tanggapan tak jelas akibat peristiwa tersebut. Apalagi menciptakan suasana provokatif.

“Umat Islam dari berbagai organisasi dan elemen masyarakat diharap dapat menahan diri. Jangan menimbulkan suasana yang keruh,” katanya.

Mengingat, saat ini kepolisian sudah menangani permasalahan tersebut. Ia yakin pihak kepolisian secara profesional dapat menangani kasus pembakaran bendera itu.

Sebelumnya, persoalan ini berawal dari insiden pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid. Pembakaran itu terjadi saat perayaan Hari Santri Nasional di Kecamatan Limbangan, Kebupaten Garut, Senin (22/10).

[SN/RN]
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Komentari

close