Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Thursday, September 27, 2018

Redaksi sukabumiNews

MUI Serukan Masyarakat Nonton Film G30S/PKI

JAKARTA, SUKABUMINEWS.net - Dalam rapat pleno ke-31, Majelis Ulama Indonesia membahas mengenai pentingnya warga Indonesia, mengingat G30SPKI yang jatuh pada 30 September mendatang.

Ketua Dewan Pertimbangan MUI, Din Syamsuddin meminta kepada seluruh masyarakat untuk menyaksikan film G30S/PKI. Hal ini sangat penting dilakukan, agar masyarakat Indonesia kembali mengingat bagaimana perjuangan para pahlawan saat itu.

"Akan kami serukan kepada ormas Islam dan keluarga bangsa di Indonesia, wabil khusus keluarga para TNI, saya kira cukup relevan untuk harus menonton film ini," kata Din di Kantor MUI, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu 26 September 2018, dikutip VIVA.co.id.

Selain itu, Din juga meminta kepada generasi milenial untuk mengetahui sejarah yang ada di Indonesia ini. Ia juga mengajak masyarakat Indonesia, untuk memaafkan kesalahan sejarah yang telah berlalu.

"Anak generasi milenial harus nonton. Mereka harus tahu, tentang sejarah masa lalu. Sejarah memang harus kita maafkan, tetapi tidak boleh dilupakan," tutur Din.

Film G30S/PKI selalu diputar pada masa kekuasaan Orde Baru di bawah Presiden Soeharto. Namun, setelah Soeharto lengser, dan Indonesia memasuki masa reformasi, film itu sudah tidak diputar lagi.

Pada masa pemerintahan SBY yang berjalan 10 tahun pun, film itu tidak diputar. Namun pada tahun-tahun belakangan ini, isu kebangkitan Partai Komunis Indonesia tiba-tiba muncul, sehingga sejumlah pihak memutar lagi film tersebut.

Film ini sendiri menceritakan kekejaman PKI saat membunuh para jenderal Angkatan Darat. Dikisahkan bahwa PKI berusaha melakukan kudeta terhadap pemerintahan Presiden Soekarno dengan membantai lawan-lawan politiknya, khususnya yang mereka tuduh sebagai Dewan Jenderal. (Red*/Viva)
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Komentari

close