Breaking

Friday, August 31, 2018

Redaksi sukabumiNews

Pemda Harus Tanggap, Warga Desa Neglasari Butuh Jembatan Penghubung antara Desa

Kades Neglasari, Lili Rahman (atas). Anak-anak SD Neglasari harus menyebrangi sungai Cikaso dengan rakit untuk menuju ke sekolahnya
[Kades Neglasari, Lili Rahman (atas). Anak-anak SD Neglasari harus menyebrangi sungai Cikaso dengan rakit menuju ke sekolahnya]
Purabaya, SUKABUMINEWS.net - Belum dibangunnya jembatan Sungai Cikaso sebagai sarana transportasi penghubung antara Desa Neglasari Kecamatan Purabaya dengan Desa Sirnasari Kecamatan Pabuaran, membuat warga sekitar cukup kesulitan dalam mengembangkan pendidikan dan perekonomian masyarakat.

Jika keadaan ini terus dibiarkan maka pendidikan dan perekonomian masyarakat desa sekitar tidak akan maju dan berkembang. Oleh karenanya masyarakat sekitar berharap adanya perhatian serius dari Pemerintah.

Hal ini diungkapkan salah seorang penggiat sosial Desa Neglasari, Mujayin Arifin kepada sukabumiNews, Kamis (30/8) kemarin.

“Jika Pemda tidak segera mengambil tindakan perkembangan dan perekonomian masyarakat akan tersendat,” ucap Mujayin.

Kekhawatiran yang sama juga muncul dari Kades Neglasari, Lili Rahman. Ia membayangkan akan keselamatan anak-anak sekolah beserta warganya saat mereka menyebrangi derasnya air sungai Cikaso tersebut dengan rakit. “Jika musim hujan, air bisa meluap hingga ketinggiannya mencapai 5 meter,” kata Lili.

"Untuk menjaga keselamatan, saat musim hujan turun anak sekolah dari Pabuaran harus berangkat ke sekolahnya di Neglasari lebih jauh memutar menggunakan jalan lain yang jarak tempuhnya mencapai 30 Km." Jelas Kades.

Oleh karena itu kades berharap agar pemda melalui dinas terkait segera memberi solusi dengan membangunkan jembatan untuk kelancara pendidikan dan perekonomian warganya. (*)

Pewarta: Jaka Susila
Editor: Red.
Berlangganan update artikel/berita terbaru via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu