Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Sunday, July 1, 2018

Redaksi sukabumiNews

Kenapa Suara Asyik Melonjak di Pilkada Jabar 2018?

sukabumiNews.net, BANDUNG - Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA, Toto Izul Fatah menilai, meroketnya perolehan suara pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) di Pilkada Jawa Barat 2018 karena adanya migrasi suara dari para pasangan calon pesaing mereka di hari H pencoblosan.

"Dari hasil analisis, kenaikan signifikan pasangan Asyik diduga lebih karena pasangan ini dapat limpahan berkah suara terbanyak dari kemerosotan dua pasang lainnya, yakni Rindu dan dua DM," tulis Toto, seperti dikutip Liputan6.com, Sabtu (30/6/2018).

Selain itu, lanjut Toto, meroketnya hasil suara Asyik juga turut didukung oleh testimoni sejumlah tokoh agama yang secara gamblang menyuarakan imbauan memilih Paslon usungan PKS, PAN dan Gerindra ini.

"Tak dipungkiri adanya faktor testimoni sejumlah tokoh agama yang terang-terangan mengajak memilih pasangan nomor urut tiga ini, seperti dari ustaz Arifin Ilham, Mamah Dedeh," ujar Toto.

Namun, terlepas dari beberapa faktor tersebut, Toto melihat memang ada tren pergeseran peta suara di Jawa Barat. Hal itu terlihat dari hasil dua kali survei LSI Denny JA pada Maret dan Juni 2018.

Survey LSI pada Maret dan Juni, Ridwan Kamil-Uu (Rindu) dan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi mengalami tren penurunan. Rindu yang pada Maret 39% dan turun pada Juni ke 38%, lalu turun lagi ke 32% pada quick count kemarin (Juni). Begitu juga Dua DM yang andalan pengumpul suaranya ada di Dedi Mulyadi, karena Deddy Mizwar sudah mentok. (Red*)
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

close