Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Wednesday, May 2, 2018

Redaksi sukabumiNews

STEKMI Menolak Keberadaan TKA di Sukabumi

[Fhoto: Jaka Susila, Ketua DPC STEKMI Kabupaten Sukabumi]
sukabumiNews.net, SUKABUMI - Dewan Pimpinan Cabang Serikat Tenaga Kerja Makmur Indonesia (DPC STEKMI) Kabupaten Sukabumi menolak keberadaan TKA di Kabupaten Sukabumi.

Penolakan itu disampaikan Ketua DPC STEKMI Kabupaten Sukabumi, Jaka Susila dalam rangka hari buruh nasional yang jatuh pada tanggal 1 Mei 2018, kemarin.

"Atas nama DPC STEKMI, kami menolak TKA di Kabupaten Sukabumi," tegas Jaka dalam pernyataan yang diterima sukabumiNews, Selasa (1/5).

Jaka menambahkan, Sukabumi tidak butuh TKA karena warga sukabumi masih banyak yang membutuhkan pekerjaan. "Mengenai sekil, boleh di uji," tambah Jaka.

Sementara itu terkait Perpres nomor 20 tahun 2018 tentang TKA, Kuasa Hukum DPC STEKMI Kabupaten Sukabumi, Saleh Hidayat, SH., memandang bahwa Perpres tersebut hanya untuk mempermudah masuknya TKA ke Indonesia.

"Kalau Perpres 20 tahun 2018 tentang TKA hanya untuk mempermudah masuknya tenaga kerja asing, maka tak perlu ada Perpres tersebut. " Tegas Saleh, yang juga salah satu Kuasa Hukum LBH Bulan Bintang (Lantang) Kabupaten Sukabumi. (Red*)
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

close