Breaking

Wednesday, May 30, 2018

Redaksi sukabumiNews

BPN Siap Tuntaskan Verifikasi Tanah untuk Jalan Tol di Wilayah Kota Sukabumi

sukabumiNews.net, KOTA SUKABUMI - Kantor ATR/BPN (Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional) siap menuntaskan proses verifikasi luas tanah yang terkena proyek pembangunan Jalan Tol Bocimi (Bogor-Ciawi-Sukabumi) di wilayah Kota Sukabumi. Jumlah bidang tanah yang terkena proyek besar tersebut mencapai 178 bidang dengan pemilik atau pemohon sebanyak 160 orang.

"Proses atau tahapan verifikasi lahan untuk pembangunan Jalan Tol Bocimi di Kota Sukabumi sudah dimulai dan tidak lama lagi akan segera selesai," kata Kepala Kantor ATR BPN Kota Sukabumi, A. Wajah Ganjar kepada wartawan beberapa waktu yang lalu.

Panjang Jalan Tol Bocimi di wilayah Kota Sukabumi mencapai sekitar 1,5 kilometer. Tanah-tanah yang akan dibebaskan untuk kepentingan pembangunan jalan tol tersebut tersebar di tiga kelurahan yaitu Kelurahan Karangtengah dan Karamat di Kecamatan Gunungpuyuh dan Kelurahan Subangjaya di Kecamatan Cikole.

Di Kelurahan Karangtengah terdapat 113 bidang tanah dari 113 pemohon dengan jumlah bangunan sebanyak 58 dan bidang tanah yang memiliki tanamam sebanyak 93 bidang.

Selanjutnya di Kelurahan Karamat sebanyak 3 bidang tanah dengan 2 pemohon dan Kelurahan Subangjaya sebanyak 62 bidang tanah dari 45 pemohon dengan 25 bangunan dan 47 bidang tanah yang memiliki tanaman.

"Pengukuran luas bidang tanah tersebut sudah dilakukan oleh dua Tim Satgas yang tugas dan fungsinya untuk melakukan inventarisasi dan identifikasi pengadaan tanah Jalan Tol Bocimi Sesi 4 di Kota Sukabumi," jelas Wajah.

Kedua Satgas menjalankan tugasnya masing-masing untuk menangani aspek pengukuran dan segi yuridis. Kantor ATR BPN Kota Sukabumi, kata Wajah,  sudah mendapat tugas dari Kanwil (Kantor Wilayah) ATR BPN Provinsi Jawa Barat untuk melakukan pengukuran dan pembebasan tanah di wilayah Kota Sukabumi guna memenuhi kebutuhan lahan untuk pembangunan Jalan Tol Bocimi di Kota Sukabumi.

"Pembangunan Jalan Tol Bocimi ini ditargetkan oleh pemerintah harus selesai pada tahun 2019 mendatang sebab masuk dalam proyek strategis nasional. Kami akan bekerja keras untuk memenuhi seluruh tahapan pembebasan lahan untuk menunjang pembangunan jalan tol," ujarnya. (*)

Pewarta: M. Rudi.
Editor: Red.
Berlangganan update artikel/berita terbaru via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu

close
close