Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Saturday, April 28, 2018

Redaksi sukabumiNews

Paslon 'Dermawan' Tawarkan Kemudahan Akses Modal untuk UMKM

sukabumiNews.net, KOTA SUKABUMI - Calon Wali Kota Sukabumi nomor urut empat, Dedi R Wijaya mengaku akan menyiapkan seperangkat aturan yang memberikan kewenangan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) keuangan untuk membantu permodalan bagian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Selain permodalan, jika Dedi yang berpasangan dengan Hikmat Nuristawan (calon wakil wali kota) terpilih memimpin Kota Sukabumi di Pilkada 2018 juga akan mempromosikan produk yang dihasilkan pelaku UMKM.

“Bagi pelaku UMKM yang membutuhkan pinjaman untuk modal usaha, bisa mengajukan permohonan ke BUMD yang bergerak di bidang perbankan,” tandas Dedi, Jumat, 27 April 2018.

Prosedurnya pun, jelas Dedi, juga akan diatur semudah mungkin dengan tidak berbelit-belit. Belum lagi bunga yang ringan ditambah persyaratan yang terjangkau.

“Bunga ringan bisa diberlakukan dengan cara disubsidi oleh Pemda. Ini merupakan hal yang lazim dalam praktik perbankan di lingkungan bank-bank milik pemda. Jadi, pelaku UMKM dapat memperoleh pinjaman yang tidak memberatkan untuk pengembangan usaha mereka,” katanya.

Kualitas pelaku UMKM dan produk yang dihasilkan menjadi prioritas pasangan Dermawan tersebut, seperti program pelatihan dan bintek.

“Peningkatan mutu produk penting agar komoditas yang ditawarkan ke pasar selalu mengikuti selera masyarakat dan mengikuti perkembangan zaman.  Misalkan, makanan tradisional dikemas dengan lebih baik sejalan dengan gaya masa kini, daya jualnya tentu lebih tinggi,” tutur Dedi. (*)

Pewarta: Herry Febrianto
Editor: Red
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

close