Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Thursday, August 17, 2017

sukabumiNewsnet

Profil Kades dan Perangkat Desa Cikembang, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi

Kadesnya Lugas, Perangkat Desanya Inovatif dan Kreatif

1. Ujang 'Kobul' Suhanda (54)Kepala Desa Cikembang periode 2016-2022  
           
Kades Cikembang Ujang Suhanda lebih dikenal dengan nama landiannya Ujang Kobul. Penampilannya nyentrik dan cara bicaranya lugas dan ceplas-ceplos, tidak berbelit-belit langsung pada tujuan. Banyak yang menganggap dia arogan, tapi sebenarnya Kobul seorang pemimpin yang hangat dan siap mendengarkan serta menampung saran dari orang lain. Dia berpandangan, kesuksesan seorang pemimpin diukur dari kinerja dan ketulusannya dalam bekerja.
           
Dia selalu membuka keran komunikasi tanpa membeda-bedakan status dan latar belakang warga maupun komponen masyarakat lainnya. Demi kepuasan masyarakat, Kobul berani memberlakukan sistem pelayanan 24 jam. Menurutnya, jajaran perangkat desa harus siap  mengantisipasi segala kemungkinan datangnya aspirasi dari masyarakat yang sangat beragam.
           
Dalam membangun desa, Kobul juga melibatkan unsur lembaga kepemudaan desa yakni Bakko (Balad Kobul Kompak Berakhlak) dan Kopasus (Komando Pasukan Ujang Suhanda) yang jumlah anggotanya sekitar 300 orang. Kedua organisasi ini ikut serta  membangun organ-organ ekonomi desa berbasis syariah untuk memperkuat Bumdes Al-Kautsar. 

2. Nanang 'Ahong' Permana (42), Sekretaris Desa Cikembang

Perawakan boleh kecil, tapi ide dan gagasan-gagasannya selalu lebih besar dari tubuhnya. Dialah Sekdes Cikembang Nanang 'Ahong' Permana yang menggagas pengelolaan lahan garapan oleh gabungan 10-15 petani. Gebrakannya selalu mengundang decak kagum teman dan orang-orang dekatnya. Berkat sepak terjangnya, Desa Cikembang yang asalnya tidak diperhitungkan menjadi desa model bagi delapan desa yang ada di Kecamatan Caringin.
           
Nanang dikenal sebagai figur yang memegang teguh prinsip dalam menjaga budaya etos kerja. Tegas, lugas, dan tanpa kompromi, bahkan terkadang agak jahil menjadi ciri khasnya selama ini. Galak untuk kebaikan, menurutnya, tidak masalah, yang tidak boleh itu bersikap lebay, tanpa orientasi dan tujuan yang jelas.


3. Andriansyah (22), Kasi Kesejahteraan

Tugas pokok dan fungsinya berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan warga desa secara keseluruhan, baik ekonomi maupun  sosial kemasyarakatan. Andriansyah sungguh-sungguh memahami bahwa muara dari perjalananan dan dinamika pemerintahan adalah mewujudkan kesejahteraan rakyat dengan menjamin kebutuhan dasar yang meliputi papan, pangan, dan sandang serta keadaan toto tengtrem kerto selamet raharjo.
          
Untuk merealisasikannya, semua kalangan harus terlibat karena hal itu bukan hanya tugas pemerintah. Dirinya selalu  siap membuka ruang komunikasi dengan seluruh elemen warga untuk membahas berbagai persoalan  sosial yang mereka hadapi. Karena mereka, maka kami ada, ujar Andriansyah.

4. Annita Mustikhasary (27), Kaur Administrasi dan TU
       
Catatan, arsip, dan dokumen pemerintahan Desa Cikembang tertata rapi berkat sentuhan tangannya. Salah satu tugas Annita adalah menata dan mendokumentasikan semua laporan untuk kepentingan pertanggungjawaban kepala desa.

Annita selalu  menyajikan data-data objektif yang lengkap tanpa rekayasa agar bermanfaat dalam jangka panjang.  “Data dan laporan selelu diperbaharui. Sehingga ketika dibutuhkan sudah siap pakai dan bisa diakses kapan dan di manapun,” kata Annita.





5. Rizki Pariana (30), Kaur Perencanaan

Ada pepatah mengatakan, hasil tidak akan mengkhianati proses. Mungkin itulah yang selalu dipegang teguh Rizki Pariana dalam menjalankan tugasnya sebagai Kaur Perencanaan. Karena keberhasilan sebuah pekerjaan, kata dia, sangat tergantung kematangan dalam perencanaan.

“Sebagai Kaur Perencanaan, saya bertanggung jawab langsung kepala desa untuk menyusun kebijakan makro dan mikro agar terarah dan terintegrasi dengan visi dan misinya dalam satu periode jabatan,” ujarnya.



6. Evi Yulianti (32), Kasi Pelayanan Umum

Tugas pokok dan fungsinya merupakan ujung tombak dalam pelayanan umum di kantor desa. Dia harus selalu siap bertugas dalam segala situasi dan kondisi. Evi jatuh cinta pada pekerjaannya karena dia telah menentukan pilihan jalan hidup untuk melayani masyarakat.

Konsekuensinya dia harus pandai-pandai mengatur waktu untuk pekerjaan dan keluarga kecilnya. "Saya memilih pekerjaan ini adalah untuk menyumbangkan tenaga dan pikiran saya bagi kepentingan warga," katanya.







7. Cepi Firman Hidayat (33), Kasi Pemerintahan

Lingkup tugas bidang pemerintahan di lingkungan kantor desa cukup sentral dalam upadating data-data kependudukan dan hubungan antarlembaga. Cepi paling bertanggung jawab dalam fasilitasi pembuatan kartu keluarga, KTP, akta kelahiran, dan dokumen kependudukan yang lain.

“Data kependudukan itu bersifat dinamis. Maka, setiap saat saya selalu berkoordinasi dengan para ketua RT dan kepala dusun untuk memperoleh data yang valid sebagai komponen dasar dalam penentuan arah kebijakan umum pemerintahan ke depan,” ujar Cepi.





8. Cecep Imron Rosadi (31), Bendahara/Kaur Keuangan

Keberanian Cecep dalam menerapkan sistem online dalam pengelolaan keuangan di lingkungan kantor Desa Cikembang mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Dengan pengelolaan seperti itu, setiap  transaksi keuangan langsung dicatat dan dilaporkan secara daring ke internet.

Karenanya Cecep  tidak perlu repot-repot  menjelaskan rincian dan bukti dana yang masuk atau ke luar kepada masyarakat, kalangan pers, maupun LSM. Saat ini, dana desa sudah mencapai di atas satu miliar yang pengelolaannya membutuhkan kecepatan, ketepatan, dan transparansi.





9. Neng Susi Mareta (22), Kadus Cicurug

Kades Ujang Kobul mempercayai Neng Susi menjadi Kadus Cicurug karena dia ulet dan pantang menyerah. Berkat keuletannya, Neng Susi berani mentargetkan lunas PBB pada akhir bulan Juli 2017.

Perjalanan untuk mencapai target tersebut cukup sulit dan terjal, dia harus melakukan sosialisasi yang terus-menerus untuk meyakinkan masyarakat bahwa uang pajak yang disetorkan masyarakat akan dikembalikan ke masyarakat dalam bentuk kegiatan pembangunan.






10. Dian Nurdiansyah (26), Kadus Sungapan

Sebagai Kadus Sungapan, Dian menyadari posisinya sebagai kepanjangan tangan kepala desa di wilayah kedusunan mewajibkan dirinya untuk mensosialisasikan program-program pemerintah, baik bidang pembangunan  fisik maupun sosial kemasyarakatan.

Dalam kaitan ini, dia akan berupaya agar akses informasi masyarakat terhadap kebijakan pemerintah tidak boleh tersendat. Warga desa harus terus berpartisipasi dalam setiap kegiatan pembangunan, baik yang sedang dijalankan atau program yang masih dalam tahap perencanaan.





11. Deden Djamaludin (34), Kadus Pajegan I

Orangnya efektif, efisien, dan taktis dalam menyelesaikan permasalahan. Itulah ciri khas dari Deden. Dengan alasan untuk menghemat waktu, Deden tidak pernah gamang mengeksekusi sebuah keputusan dan siap dengan segala risikonya.

Jika terjadi banyak pendapat di masyarakat, Deden mengutamakan musyawarah untuk mencapai mufakat sebagai cara terbaik dalam mengambil keputusan. Menurut dia, perbedaan pendapat itu hal yang lumrah di alam demokrasi.





12. Rahmat Gustandi (27), Kadus Pajegan II

Irit bicara, itulah karakter bawaan dari Rahmat Gustandi, Kepala Dusun Pajegan II. Tapi soal sepak terjangnya sebagai seorang kadus tidak usah dipertanyakan lagi. Dia tidak pernah absen dalam kegiatan-kegiatan di lingkungan warganya.


Seorang kadus ujarnya ibarat  spionase yang memasang mata dan telinga agar bisa mendeteksi sejak dini gejala-gejala yang terjadi di tengah warga. “Cepat, tanggap, dan kreatif,  itulah yang menjadi motto kerja saya sebagai seorang kadus,” ujarnya. (USEP MULYANA).
Berlangganan update artikel/berita terbaru via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu