Breaking
Showing posts with label video. Show all posts
Showing posts with label video. Show all posts

Friday, September 6, 2019

Redaksi sukabumiNews

Warga RT12 Desa Cibatu Rasakan Suka Dukanya Main Film

sukabumiNews, CISAAT – Warga Kampung Cibatu RT.12/RW.03 Desa Cibatu, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi merasakan bagaimana suka dan dukanya ikut bermain Film.

Meski diproduksi secara sederhana, namun para pemain terlihat semangat mengikuti alur cerita yang diarahkan oleh Bang Dadi selaku Sutradara dan Kang Malik selaku Asisten Pengarah (sutradara).

Bang Dadi dan Kang Malik, keduanya adalah warga yang tinggal di desa Cibatu. Secara sepontan, keduanya berinisiatif mengajak warga sekitar untuk mengisi HUT RI ke-74 dengan membuat film drama berjudul “Ditagih Pocong”.

“Film drama ini dibuat secara dadakan dan disiapkan secara mendadak pula," ungkap Bang Dadi kepada sukabumiNews, saat menyuguhkan hasil produksi filmnya kepada warga sekitar.

Menurut Bang Dadi, segala property yang menunjang pembuatan film ini juga serba sederhana alias seadanya. “Alhamdulillah bisa rampung dan diputar di penghujung bulan kemeriahan HUT RI ke-74 ini,” tuturnya.

Sementara itu, Andika Alief Utama, salah satu pemain yang saat ini tengah duduk di bangku kelas 9 SMPN 1 Cisaat, mengaku bangga bisa memerankan seorang Udung dalam drama singkat berdurasi 30 menit itu .

Meski bukan bermain dalam film yang diproduksi oleh perusahaan Film besar atau Production House (PH, red.) namun sebagai pemula, dirinya cukup puas mengikuti alur cerita yang diperankannya.

"Inilah hasil hasilnya," tutup Bang Dadi, semangat.


Monday, August 19, 2019

Redaksi sukabumiNews

Papua Membara, Kedaulatan Meregang!

Oleh: Harits Abu Ulya

Pengamat Intelijen dan Terorisme


papua membara
Papua membara | Gambar Istimewa
KASUS mahasiswa asal Papua di Surabaya dan Malang hanyalah pemantik saja. Sejatinya Papua sudah sejak zaman orde baru berlanjut sampai rezim Jokowi ini menyimpan kompleksitas persoalan yang belum tuntas.

Selama ini terkesan Papua dielus dengan "kemanjaan" oleh seluruh orde.

Satu sisi Papua adalah sumber keuntungan ekonomi yang sangat besar kontribusinya untuk Jakarta, dan disisi lain Jakarta juga di bayang-bayangi rasa kawatir Papua lepas dari NKRI. Disamping pola penanganan masalah selalu gagap karena takut sorotan pihak asing (Luar Negeri). Banyak spionase asing dengan beragam cover fokus di Papua dengan agenda yang bisa mengancam kedaulatan NKRI atas Papua.

Laksana bara dalam sekam, kompleksitas persoalan yang menahun tersebut jika ada pemantiknya maka  dengan mudah Papua terbakar.

Pemantik itu bisa saja by design oleh oknum-oknum tertentu di saat ada momentum yang tepat. Aparat perlu memburu sumber-sumber pusat provokasi.

Kasus Papua tidak boleh di anggap sederhana, kecil bahkan dianggap kejadian biasa. Jika Jakarta tidak cepat bertindak maka berpeluang menjadi buah simalakama.

Jangan lupa bahwa di Papua ada gerakan separatis OPM yang terus bekerja untuk melepaskan Papua dari NKRI. Pihak asing juga melihat Papua sangat seksi dan menarik untuk dikangkangi. Di saat ada momentum yang menguntungkan, maka tidak menutup kemungkinan kontraksi di Papua kali ini akan sulit di selesaikan dan OPM bisa saja menunggangi. Dan pihak asing juga terus bekerja "mengawal" isu Papua sampai target mereka tercapai.

Seyogyanya *Pertama*,  pemerintah Pusat melalui tokoh-tokoh kunci di Papua secepatnya membangun komunikasi persuasif dan softh agar reda dan eskalasi aksi, keresahan bahkan potensi kerusuhan berikutnya bisa terkendali.

*Kedua*, Di waktu berikutnya, pemerintah pusat harus punya komitmen tinggi untuk menjaga kadaulatan NKRI di Papua, tegas bersikap terhadap setiap anasir yang bisa mengancam kadaulatan tanpa risih atau takut sorotan pihak asing.

*Ketiga,*  yang lebih penting adalah pembangunan  yang memakmurkan, mencerdaskan, mamanusiakan orang Papua, berperadaban tinggi dan berkeadilan harus tegak berkibar di Papua.

Saya rasa kecondongan ingin memisahkan diri dari NKRI baik melalui ranah politik, referendum atau perlawanan fisik dengan sendirinya bisa tereduksi jika pembangunan berhasil. Karena orang Papua akan bangga menjadi orang Indonesia seutuhnya. Tidak lagi diposisikan laksana "sapi perah" sementara hidupnya tetap terus di "kandang".Semoga Papua segera dingin damai.

Artikel ini telah tayang di voa-islam.id

Tonton VIDEO LIVE Berita Kerusuhan di Papua


Thursday, August 15, 2019

Redaksi sukabumiNews

Talk Show BKK SMK YASTI, Kerja di Jerman atau Malaysia Bukan Sekedar Impian

Talk Show BKK SMK Yasti Cisaat
Ratusan Siswa kelas XII SMK Yasti Cisaat saat menyimak pemberi materi di acara Talk Show BKK SMK YASTI di aula sekolahnya.  
sukabumiNews, CISAAT – Berbagai usaha dilakukan baik oleh instansi, lembaga-lembaga terkait maupun elemen masyarakat lain untuk menanggulangi pengangguran. Namun demikian, banyak juga usaha-usaha yang telah dilakukan seolah kandas lantaran tidak didukung oleh skil (keahlian) dan SDM yang memadai.

Sekaitan dengan usaha tersebut, Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK Yayasan Tarbiyah Islamiyah (YASTI) YASTI Cisaat Sukabumi membuka diri, memberikan informasi terutama kepada anak-anak SMK, agar bisa lebih terbuka wawasannya mengenai bagaimana peluang kerja, dengan menggelar  Talk Show BKK yang mengangkat beberapa hal terkait pungsi dan keberadaan BKK di sekolahnya.

Kepala BKK SMK YASTI Cisaat, Ade Puri saat menggelar acara tersebut di SMK yang berlokasi di Jl. Raya Veteran No.66, Cisaat, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat beberapa waktu lalu, kepada wartawan mengatakan bahwa kegiatan yang digelarnya merupakan salah satu langkah untuk menanggulangi pengangguran di Sukabumi.

Tidak tanggung-tanggung, kegiatan yang bertajuk ‘Kerja di Jerman atau Malaysia Bukan Sekedar Impian” itu, pihak YASTI mendatangkan salah satu pembicara dari LPK Jerman.

“Kebetulan hari ini kita kedatangan tamu dari beberapa LPK yang resmi, yang diakui oleh pemerintah mulai dari Jerman, Jepang, dan Korea. Informasi-informasi ini tentu saja sangt bermanfaat buat anak-anak, sehingga memungkinkan anak itu bisa mempunyai pilihan-pilihan ketika nanti mereka keluar dari YASTI ini. Itulah yang menjadi tujuan kegiatan kita hari ini,” jelas Kepala BKK SMK YASTI Cisaat, Ade Puri saat Talk Show berlangsung.

Dia menambahkan, kegiatan yang dilaksanaknnya bekerjasama dengan beberapa LPK, untuk mempasilitasi kerja ke luar negeri. “Kalau yang lain-lainnya, dalam negeri, saya rasa sering,” tuturnya.

Lebih lanjut Ade mengatakan, keahlian yang banyak dibutuhkan oleh lapangan kerja lebih ke pekerjaan yang sifatnya formal, seperti pegawai rumah tangga dan lain-lain. “Jadi mereka, agen-agen ini mempersiapkan lapangan kerja untuk jadi pekerja yang sifatnya formal, seperti di pabrik yang berada di Malaysia dan negara yang lain,” ujar Ade.

Adapun jelas Ade selain ada alumni, mereka yang mengikuti BKK ini adalah kelas XII. Mereka berasal dari 4 jurusan yaitu jurusan Bisnis Daring dan Pemasaran (BDP), Tata Busana,  Otomatisasi Tata Kelola Perkantoran (OTKP), dan Teknik Komputer Jaringan (TKJ).

“Kami berharap, ketika ada kerja ke luar, lulusan-lulusan SMK dari YASTI ini sudah punya pilihan yang pasti, mau ke perguruan tinggi atau bekerja. Jangan sampi nanti pas keluar itu dia tidak mempunyai keinginan apa-apa atau cita-ciata. Makanya kami mecoba untuk memberikan pilihan-pilihan kepada anak-anak,” harap Ade Puri.

Di tempat yang sama, Ketua Dewan Pembina YASTI Asep Iwan menuturkan, dari pihak Yayasan selaku penyelenggara lembaga-lembaga pendidikan yang ada di YASTI kuhus SMK, berharap pada tahun ini ada revitalisasi, lebih memperkuat dari sisi kualitas penyelenggaraan pendidikan di SMK YASTI.

Sebab menurutnya, salah satu indicator keberhasilan sebuah SMK itu diantaranya, SMK tersebut bisa mendorong calon-calon lulusan, atau calon-calon alumninya, agar bisa menangkap berbagai peluang informasi kerja dalam dan luar negeri.

“Di SMK YASTI ini Alhamdulillah diantaranya ada program Bisnis Daring dan Pemasaran. Itu kita kerjasama dengan Alpamart. jadi Alpamart memberikan bantuanprogram kepada AMK YASTI berupa Alpamart Class, dan kita bisa lihat di depan ada mini market, khusus untuk praktek anak-anak jurusan pemasaran,” ungkapnya.

“Dan setiap tahun pihak Alfamart ada rekruitmen untuk bekerja di Alfamart seluruh Indonesia. Jadi Alhamdulillah SMK YASTI mendapat kepercayaan dari pihak swasta khususnya untuk jurusan pemasaran, untuk dapat bekerjam,” jelas Asep Iwan.

Kemudian untuk Tenaga Kerja Luar Negeri (TKLN), jelas dia lagi, ini sangat penting sekali karena untuk mengubah pola fikir dari masyarakat, bahwa bekerja di Luar Negeri itu, tanda kutip. Karena tutur Asep, banyak sekali pemberitaan di televisi tentang bejerja di luar negeri yang mungkin kuarang bagus.

“Kami mencoba dari SMK YASTI ini untuk mengubah pola fikir tersebut, bahwa banyak jabatan-jabatan kerja di Luar Negeri, khususnya formal, itu yang menjanjikan bagi lulusan SMK. Nah, Kita bekerjasama dengan beberapa perusahaan dan agen, serta Balai Latihan Kerja yang ada di Indonesia ini, untuk dapat menyalurkan alumni-alumni kita ke Luar Negeri,” bebernya.

Saat ini, terang Asep, ada kegiatan sosialisasi yang di inisiasi dari BKK dan Yayasan yang dihadirkan dari Bright Education Indonesia. “Ini salah satu agen untuk Jerman. Ternyata peluang kerja di Eropah itu luar biasa banyak. Dan peluang ini harus kita rebut,” tegas Asep.

Oleh karenanya tutur Asep, dari pihak Yayasan mendorong pihak SMK untuk mempersiapkan diri dan supaya lebih tanggap terhadap peluang-peluang yang begitu cepat saat ini.

Untuk mengetahui wawancara lengkap hasil liputannya, Lihat Video berikut:


Pewarta: Isman S
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Saturday, July 20, 2019

Redaksi sukabumiNews

VIDEO: Detik-detik Nunung Srimulat Digerebek Polisi di Rumahnya

Tri Retno Prayudati alias Nunung. (Gamar Istimews)
Tri Retno Prayudati alias Nunung ditangkap polisi terkait penyalahgunaan narkotika jenis sabu pada Jumat (19/7/2019) di rumahnya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.
 

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisiaris Besar Polisi Argo Yuwono mengatakan, Nunung dan suaminya bernama July Jan Sambiran telah memakai sabu sejak lima bulan lalu. Alasannya, untuk meningkatkan stamina saat beraktivitas.

Sumber Video: Suaradotcom


Saturday, June 29, 2019

Redaksi sukabumiNews

Aktivitas Blasting oleh PT. Citatih Putra Sukabumi Diprotes Warga

peledakan tambang batu gamping
Lokasi aktifitas blasting tambang batu gamping oelh PT CPS.*
sukabumiNews, GUNUNGGURUH - Warga Kp. Jaringao Rt. 002/012 Desa Kebon Manggu, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat merasa resah akibat aktivitas pertambangan Batu Gamping oleh PT. Citatih Putra Sukabumi (CPS) dengan cara menggunakan bahan peledak (blasting).

Lihat Videonya di akhir Artikel

"Sudah kami katakan sejak pertama kali bahwa kami sebagai warga Kampung Jaringao tidak setuju dengan aktivitas pertambangan yang menggunakan bahan peledak,” ujar Bubun (39) kepada sukabumiNews, Jum'at (29/6/19) kemarin.

Masih kata Bubun, dalam dua minggu sudah terjadi 8 kali ledakan. Oleh sebab itulah, jelas pria yang lokasi rumahnya lebih dekat dengan lokasi aktivitas pertambangan PT CPS yakni di daerah Gunung Kopi ini, warga merasa ketakutan.
Bubun mengatakan, sebenarnya warga tidak keberatan dengan Aktifitas Pertambangan PT. CPS jika aktivitas penambangannya bukan dengan cara peledakan. Sebab dengan cara seperti ini tutur Bubun, satu-satunya sumber mata air yang ada di dalamnya yang selama ini menjadi andalan kebutuhan warga, akan tercemari.

“Bilaman terus-menerus PT. CPS melakukannya dengan cara di ledakan maka warga khawatir mata air tersebut akan hilang dan terjadi kekeringan. Selain itu bencana longsor juga dikhawatirkan akan terjadi,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Cicatih Putra Sukabumi (CPS), Rukmalan Somantri ketika dikonfirmasi, pihaknya membantah jika ada warga yang tidak setuju dan protes terhadap aktivitas tambang perusahaannya yang dianggap mengundang kecemasan warga sekitar.


BACA Juga:
PT. CPS Klaim Dapat Dukungan dari Warga Soal Aktivitas Tambangnya

“Kami pastikan aman dan kondusif.  Lagi pula peledakannya juga disaksikan langsung oleh aparat baik dari Polri maupun TNI. Sepengetahuan kami, tidak ada itu warga yang protes,” bantahnya.

Rukmalan mengaku bahwa sebelum melakukan aktivitas tambang dengan menggunakan bahan peledak, pihaknya terlebih dahulu  melakukan sosialiasi kepada tokoh masyarakat sekitar.

Dia juga mengklaim, peledakan yang dilakukan perusahaannya sudah sesuai dengan prosedur dan Undang-undang yang berlaku tentang Pertambangan. Dia juga mengatakan bahwa pihaknya sudah mengantongi segala perizinan terkait aktivitas perusahaannya.

“Izin Usaha Pertambangan dan izin peledakan dari Mabes Polri sudah kami kantongi. Jadi secara prosedur, sudah kami tempuh. Dan perlu diketahui juga, peledakan ini untuk mengejar terget produksi karena bila dilakukan secara manual itu sangat tidak mungkin,” jelasnya

Lantaran, tutur Rukmalan, batu di kawasan Gunung Kopi ini sangat keras. Dia juga memastikan bahwa pihaknya akan bertanggungjawab bila kedepan terjadi kerusakan lingkungan.

Klik Video Peledakannya dibawah ini!


Pewarta : Azis. R
Editor: AM
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Thursday, May 2, 2019

Redaksi sukabumiNews

Video: Hasil Ijtima Ulama III ‘Pemilu 2019 Curang dan Desak KPU-Bawaslu Diskualifikasi 01’


Ijtima Ulama 3 menyatakan, telah terjadi berbagai kecurangan dan kejahatan yang bersifat terstruktur, sistematis, dan masif pada proses Pemilu 2019.

BACA Juga: Ijtima Ulama 3 Minta KPU 'Diskualifikasi Joko Widodo-Ma'ruf Amin'


Video Sumber: Voa-Islam
close
close
close