Breaking
loading...
Showing posts with label surabaya. Show all posts
Showing posts with label surabaya. Show all posts

Tuesday, June 11, 2019

Redaksi sukabumiNews

Ahmad Dhani Divonis 1 Tahun Penjara

sukabumiNews, SURABAYA – Politisi Partai Gerindra, Ahmad Dhani Prasetyo, divonis pidana 1 tahun penjara. Vonis ini dijatuhkan dalam sidang putusan kasus pencemaran nama baik di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (11/6/2016).

Pria yang dikenal sebagai musisi ini pun nampak menunduk saat Hakim Ketua, R. Anton Widyopriyono membacakan vonis. "Menjatuhkan pidana penjara selama 1 tahun," ujar Anton, Selasa (11/6).

Putusan ini lebih rendah dari pada tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Pasalnya, JPU menuntut pidana 1 tahun 6 bulan penjara.

Kasus ini bermula dari video vlog yang dibuat oleh Dhani saat akan menghadiri peringatan #2019GantiPresiden, 26 Agustus 2018. Dalam videonya, ia melontarkan kata "Idiot".

Dhani merekam video vlognya di lobby Hotel Majapahit Surabaya. Karena ia sedang didemo oleh massa koalisi Bela NKRI yang menolak adanya deklarasi #2019GantiPresiden.

Mengetahui ada video vlog itu, koalisi elemen Bela NKRI pun memutuskan melaporkan pengarang lagu "Hadapi dengan Senyuman" ini ke Polda Jatim. Atas dasar itulah, ia ditetapkan sebagai tersangka dan terjerat Pasal 27 ayat 3, UU ITE.


Pewarta: IDN Times
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Friday, April 19, 2019

Redaksi sukabumiNews

Kiai Sepuh Pendukung Jokowi dan Prabowo Bersatu Serukan Perdamaian

Kiai sepuh Jawa Timur pendukung Jokowi dan Prabowo berkumpul di kediaman Ketua PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) Jumat (18/4/2019) petang, menyikapi dinamika politik pascapemilu 2019. (Foto: iNews.id/Ihya' Ulumuddin)
----------------
sukabumiNews, SURABAYA – Puluhan kiai sepuh pendukung Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandi berkumpul di kediaman Ketua PBNU Saifullah Yusuf, Jumat (19/4/2019) petang. Mereka bersatu dan bermusyawarah untuk menyerukan perdamaian pascapemilu 2019.

Dari kubu 01 misalnya, ada Pengasuh Pesantren Lirboyo Kediri KH Anwar Manshur dan KH Abdullah Kafabihi; Pengasuh Pesantren Miftachussunnah Surabaya KH Miftahul Ahyar; Pengasuh Pesantren Ploso Kediri, KH Zainuddin Djazuli dan KH Nurul Huda Djazuli; serta Pengasuh Pesantren Sidogiri, Pasuruan KH Nawawi Abdul Djalil.

Sedangkan dari kubu 02 ada pengasuh Ponpes Al Ihsan Sampang, KH Makhrus Malik. Sementara pengasuh Ponpes Sunan Drajat KH Abdul Ghofur dan Kiai Cholil As’as batal hadir karena ada keperluan mendadak. Kendati demikian, keduanya ikut menandatangani kesepakatan untuk mengakhiri kompetisi 01-02.

Selain itu, ada pengasuh Pesantren Syaichona Kholil Bangkalan KH Fakhrillah Aschal; Pengasuh Pesantren Al Amin Kediri, KH Anwar Iskandar; Pengasuh Pesantren Sabilurrosyad, Malang KH Marzuqi Mustamar; Pengasuh Pesantren Bumi Sholawat, Sidoarjo KH Ali Masyhuri; serta Pengasuh Pesantren Al-Ihsan Jrangoan, Sampang KH Mahrus Malik.

Juga hadir Pengasuh Pesantren Salafiyah, Pasuruan KH Idris Hamid; Pengasuh Pesantren Gersempal Sampang, KH Syafiuddin Wahid; Pengasuh Pesantren Al-Hikam Tunjung, Burneh, Bangkalan, KH Nuruddin Rahman; Pengasuh Pesantren Langitan, Tuban, KH Maksum Faqih; Pengasuh Pesantren Panji Kidul Situbondo KH Zakky Abdullah.     

Bersatunya kiai dari dua kubu menegaskan bahwa kompetisi telah berakhir. Tak ada lagi kelompok 01 dan 02. Tetapi yang ada adalah satu Bangsa Indonesia. Bagi mereka, kesatuan bangsa lebih penting daripada sekadar mempertahankan ego untuk saling menang. 

“Hari ini Kiai-kiai berkumpul setelah kemarin proses pilihan presiden. Ibaratnya, ini adalah melupakan 01-02 untuk bermusyawarah dalam menyikapi dinamika paska pilpres,” kata Ketua PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) selaku tuan rumah, seperti dikutip dari iNews.id.

Mereka mengganggap proses dukung mendukung telah usai dan saatnya kini menatap ke depan demi keutuhan dan kemajuan bangsa.

Ketua Ikatan Gus Gus Indonesia KH Ahmad Fahrur Rozi (Gus Fahrur) yang juga ikut dalam pertemuan mengatakan ada beberapa kesepakatan yang dihasilkan dalam pertemuan kali ini.

“Kami mendukung aparatur keamanan negara bertindak tegas untuk mengantisipasi segala bentuk kerawanan sosial dan potensi konflik horizontal di tengah masyarakat," kata Gus Fahrur. []

Tuesday, September 18, 2018

Redaksi sukabumiNews

Bukan Hanya Khofifa, Emil Dardak Juga Dukung La Nyalla Maju DPD RI

SURABAYA, SUKABUMINEWS.net – Belum lama ini Gubernur Jawa Timur terpilih Khofifah Indar Parawansa mengajak para Kyai mendoakan dan mendukung La Nyalla Mahmud Mattalitti saat Tasyakuran pemenangan Pilgub 2018.

Hal ini menunjukan betapa eratnya hubungan Khofifa dengan La Nyalla yang saat ini mencalonkan diri sebagai DPD RI dapil Jawa Timur.

Ternyata Wakil Gubernur Jawa Timur terpilih Emil Elestianto Dardak juga terlihat sangat dekat dan berhubungan baik dengan Ketua Kadin Jatim ini.

Hal itu terlihat pada Video yang di upload La Nyalla di Instagram miliknya, Selasa (18/9/2018). La Nyalla menuliskan kata ungkapan terimakasi kepada Bupati Trenggalek ke 16 ini.

“Terimakasih dukungannya Mas Emil Dardak, Salam L ” tulis Lanyalla.

Dalam video tersebut, Emil berpidato di depan banyak orang. “Siapa Bupati pertama yang mengundang beliau saat berencana mencalonkan diri jadi Calon Gubernur. Ayo Kita Dukung Beliau Salam Plat L ” kata Emil Dardak.

Usai pidato Emil bersama La Nyalla dan beberapa tokoh lainnya beramah tamah. Melihat video tersebut menggambarkan betapa Emil sangat dekat dan segan terhadap La Nyalla.

Artikel ini telah tayang di Abadikini.com dengan judul “Bukan Hanya Khofifa, Emil Dardak Juga Dukung La Nyalla Maju DPD RI”.
close
close
close