Breaking
loading...
Showing posts with label sukabumi. Show all posts
Showing posts with label sukabumi. Show all posts

Monday, June 24, 2019

Redaksi sukabumiNews

Partai Gerindra akan Usung Kader Sendiri di Pilbup Sukabumi 2020

sukabumiNews, GUNUNG PUYUH - Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra, Yudha Sukmagara memastikan, Gerindra akan mengusung kader partainya di ajang pemilihan bupati (pilbup) Sukabumi 2020 mendatang.

Hal itu diungkapkan Yudha saat sambutan pada acara Halal Bihalal Forum Relawan Prabowo Sandi yang dilaksanakan di salah satu hotel di Jln. Bhayangkara, Kelurahan Karamat, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, Ahad (23/6/2019) malam tadi.

BACA:

“Partai Gerindra memperoleh 9 Kursi di DPRD Kabupaten Sukabumi, Jadi cukup jika kita mengusung kader sendiri sebagai calon bupati pilbup Sukabumi 2020 mendatang,” ucap Yudha.

Adapun mengenai siapa yang akan diusung,Yudha belum memastikan lantaran partainya belum melakukan penjaringan untuk nantinya bisa menghasilkan seorang figur kandidat kontestasi pilkada.

Pastinya jelas Yudha, partai Gerindra ingin mempunyai calon yang terbaik untuk bisa memenangkan kontestasi pilkada.

Yudha menjelaskan, pada pileg 2019 lalu Partai Gerindra memperoleh 9 Kursi di DPRD Kabupaten Sukabumi, 2 kursi DPRD Provinsi Jawa Barat, dan 1 kursi DPR RI.

"9 kursi diraih oleh Partai Gerindra, berarti sudah dipastikan bahwa Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi akan di pimpin oleh Partai Gerindra,” katanya.

Karena 72 persen ini milik kita semua, tambah Yudha, dan ada bentuk dukungan dari semua relawan akan berapiliasi kepada pasangan 02, maka Partai Gerindra  mengaku merasa terhormat menjadi bagian dari apiliasi dari para semua relawan ini.

“Semua ini merupakan karunia yang diberikan oleh Allah Swt bahwa masyarakat kabupaten sukabumi menginginkan kita, Alhamdulilah !,” ungkap Yudha. 

“Kami berkomitmen kami adalah milik bapak dan ibu, dan akan mendengarkan aspirasi semua masyarakat,” tandasnya.


Yudha mengaku, pihaknya mendengar bahwa semua para relawan pendukungnya akan terus bersama-sama untuk menciptakan kondisi politik di Kabupaten Sukabumi.

"Pemilihan bupati tahun 2020 ini merupakan strategi besar yang kalau saja orang mendengar pasti semua akan merinding." Tutupnya.

Di akhir sambutannya, Dia mohon do'a dan restu supaya selalu diberikan kesehatan dan kekuatan dalam membawa dan memperjuangkan aspirasi masyarakat Sukabumi dan Bangsa Indonesia pada umumnya.

Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Forum Relawan Probowo Sandi Sukabumi Raya Gelar Halal Bihalal Syawal 1440 H

sukabumiNews, GUNUNGPUYUH - Forum Relawan Sukabumi Raya menggelar silaturahmi dan Halal Bihalal Syawal 1440 Hijriyah. Acara yang mengambil tema “Satukan Tekad untuk Rakyat Berdaulat” ini digelar di salah satu Hotel yang berlokasi di Jln. Bhayangkara Kelurahan Keramat, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, Jawa Barat, pada Ahad (23/6/2019) sore.

"Halal Bihalal antar semua relawan Prabowo Sandi Sukabumi Raya ini tidak lain untuk mempererat tali silaturahmi, dimana semua relawan bisa bersatu dalam pemikiran yang sama dalam kontek kebersamaan dan turut serta dalam membangun demokrasi yang adil, baik secara nasinal maupun di setiap daerah," ucap Ketua Panitia Yana Sam, SE., kepada sukabumiNews usai acara.

Yana Sam mengatakan, relawan 02 ini sudah saatnya memberikan eksistensi atau gairah yang menggelora demi mendukung pemerintah berdaulat pro rakyat seperti yang tertuang dalam tema Halal Bihalal tersebut.

Yana juga berpesan kepada para relawan agar relawan ini jangan sampai seolah tidak nampak atau organisasi tanpa bentuk. “Kita harus tunjukkan bahwa kita masing-masing mempunyai atribut serta kita tetap eksis untuk membangun Kota dan Kabupaten Sukabumi," tegas Yana.

Ketua DPD Sang Prabu E. Ruhyana saat menandatangani Fakta Integritas.
Pada Kesempatan itu Forum Relawan Sukabumi Raya juga menandatangani dan membacakan Pakta Integritas sebagai bentuk kebersamaan untuk menjalin lebih erat antar sesama relawan guna mendukung kemajuan dan pembangunan di sukabumi. Semua relawan juga menyatakan bahwa mereka bersedia mendukung serta menyukseskan Pilbup atau pun Pilkot yang akan datang.

BACA Juga:
PartaiGerindra akan Usung Kader Sendiri di Pilbup Sukabumi 2020

Sementara itu terkait permasalahan gugatan keberatan atas hasil pilpres 2019 oleh pasangan 02 (Prabowo-Sandi) yang saat ini tengah disidangkan di Mahkamah Konstitusi (MK), para relawan sepakat akan menerima hasil keputusan akhir yang diputuskan olah MK.

“Apabila MK memberikan keputusan yang tidak berdasar dan keberpihakan kami pun pastinya merasa kecewa,” ungkap Ketua DPP Relawan Sang Prabu E. Ruhyana.

Meski pada intinya, tambah E Ruhyana, pihaknya akan taat pada aturan Hukum dan Undang-Undang yang berlaku.

Turut hadir pada acara Halal Bihalal tersebut Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Sukabumi, Yudha Sukmagara dan Anggota Dewan dari Parta Gerindra terpilih pada pileg 2019.


Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Friday, June 21, 2019

Redaksi sukabumiNews

Pemkot Sukabumi Terus Giatkan Gerakan Shalat Subuh Berjamaah

Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi ketika memimpin gerakan Shalat Subuh berjamaah di Masjid Agung Kota Sukabumi.
Dorongan terhadap gerakan shalat Subuh berjamaah ini dapat memberikan keberkahan, menguatkan silaturahmi dan mengokohkan ketaatan kepada Allah SWT.

sukabumiNews, CIKOLE – Pemerintah Kota Sukabumi terus menggiatkan gerakan shalat subuh berjamaah di masjid. Hal ini dilakukan untuk mendorong lahirnya keberkahan dengan semarak kegiatan ibadah di masjid.

‘’Pemkot berkomitmen untuk terus mendorong gerakan shalat subuh berjamaah di masjid,’’ ujar Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi ketika memimpin gerakan shalat subuh berjamaah di Masjid Agung Sukabumi, Kelurahan Gunungparang, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Jawa Barat, pada Jumat (21/6).

Fahmi menjelaskan, dorongan terhadap gerakan shalat Subuh berjamaah ini dapat memberikan keberkahan, menguatkan silaturahmi dan mengokohkan ketaatan kepada Allah SWT.

Fahmi juga mengungkapkan, gerakan yang digiatkan Pemkot Sukabumi ini dilaksanakan tiga kali dalam sepekan.

“Pertama pada setiap Jumat di Masjid Agung Sukabumi dan Sabtu berkeliling ke masjid di tujuh kecamatan. Terakhir dilakukan setiap Ahad di Masjid Al Ikhlas Pemkot Sukabumi,” ungkap Fahmi.

Progam ini juga, terang Fahmi, didorong agar masjid ramai dengan kegiatan ibadah, lantaran bila masjid makmur dan ramai dengan kegiatan ibadah maka akan memberikan keberkahan pada suatu kota. “Oleh karena itu sudah selayaknya pemerintah daerah mendorong warga untuk mengikuti gerakan tersebut,” terangnya.

Wali Kota Sukabumi merasa, semarak gerakan shalat shubuh berjamaah mulai terasa karena mendapatkan respon positif dari warga.

“Pada Jumat pagi ini misalnya jamaah shalat shubuh yang datang terutama dari aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Sukabumi dan warga sekitar selalu memenuhi masjid,” jelasnya.

Kondisi tersebut kata Fahmi, harus terus dipertahankan agar setiap waktu shalat warga bisa menjalankan sahalat berjamaah di masjid. Tujuannya, yakni untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT dengan cara memakmurkan masjid.

Dalam momen tersebut, wali kota juga menyampaikan informasi dan harapan kepada masyarakat mengenai proses penerimaan peserta didik baru (PPDB), rencana kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).

Hadir dalam kesempatan itu Wakil Wali Kota Sukabumi Andri Setiawan Hamami, Plt Sekda Kota Sukabumi Saleh Mabkbullah, dan para aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Sukabumi serta warga sekitar.


Pewarta: Telly NR
Editor: AM.
Copyright © Humas Protokol Sukabumi Kota
Redaksi sukabumiNews

Wali Kota Sukabumi Tandatangani Rencana Aksi Pencegahan Korupsi

Wali Kota Sukabumi , H. Achmad Fahmi menandatangani Rencana Aksi Pencegahan Korupsi. (Foto: dok. Humas Protokol Sukabumi Kota)  
sukabumiNews, CIKOLE – Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi melakukan penandatanganan dokumen rencana aksi daerah Pemkot Sukabumi tahun 2019/2020 di Ruang Pertemuan Balai Kota Sukabumi, Kamis (20/6) sore. Hal ini sebagai bagian dari rencana aksi daerah dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi Pemerintah Kota Sukabumi 2019/2020.

Penandatanganan dokumen rencana aksi Pemkot Sukabumi yang dilakukan oleh Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi ini disaksikan langsung oleh tim koordinasi, supervisi dan Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Wilayah Jawa Barat. Hadir dalam kesempatan itu Wakil Wali Kota Sukabumi Andri Setiawan Hamami dan Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sukabumi Saleh Makbullah.

''Saya bersyukur pada hari ini rencana aksi pencegahan korupsi ditandangani dan disepakati,'' ujar Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi dalam sambutannya. Hal ini sebagai bentuk komitmen menjaga rumah besar Pemkot Sukabumi termasuk satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang membuat komitmen.

Menurut Fahmi, yang sulit adalah melaksanakan komitmen dan diharapkan tetap menjaga komitmen dalam pencegahan korupsi. Jangan sampai justru yang bermasalah ketika anggota keluarga Pemkot Sukabumi malah tidak menjaga komitmen tersebut.

Penandatanganan aksi pencegahan korupsi ini ungkap Fahmi menjadi bekal bagi wali kota dan wakil wali Kota Sukabumi dalam menjaga komitmen kebersamaan. Sebabnya sejak awal ditekankann pentingnya kolaborasi dan sinergi serta saling mengingatkan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan sesuai aturan.

''Amanah dipegang dan dijaga sebaik-baiknya karena yang membanggakan adalah amanah yang dijaga akan menyelamatkan kita bukan mencelakakan atau menghancurkan,'' cetus Fahmi.

Pemkot Sukabumi kata dia akan berkomitmen menjaga Sukabumi dan melakukan perbaikan pelayanan kepada warga. Hal ini karena sudah menjadi harapan agar dikenang sebagai pemerintahan yang memberikan pelayanan terbaik sesuai koridor hukum yang ditetapkan.

''Insya Allah kami akan lakukan komunikasi dan kami mohon dukungan KPK wilayah Jabar untuk berbagi saran dan masukan serta arahan,'' imbuh Fahmi. Targetnya untuk perbaikan dan pencegahan korupsi. Intinya bersama kita bisa, kita kuat dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Ketua Tim Koordinasi, Supervisi dan Pencegahan (Kosuga) KPK wilayah Jawa Barat Tri Budi Rochmanto mengatakan, KPK mendorong pencegahan dan pemberantasan koruspi di daerah termasuk di Kota Sukabumi. Caranya dengan menggiatkan sosialisasi dan peningkatan pemahaman mengenai pencegahan korupsi.

Budi menerangkan, ada praktek yang harus dihindari dalam tata kelola pemerintahan. Di antaranya uang ketok palu, alokasi dana pokir karena tidak ada dasar hukumnya dalam hal perencanaan APBD.

Selain itu dicegah upaya intervensi dalam pengadaan barang dan jasa dan perizinan. Hal lainnya yang dicegah yakni jual beli jabatan, fee penempatan pegawai, rotasi dan mutasi. Selain itu dilarang melakukan pungutan atau kutipan kepada bawahan maupun memberi atau menerima suap dan gratifikasi dan melakukan pemerasan.

Intinya kata Budi, perlu ada pemahaman bersama dari pemerintah daerah agar maksimal dalam hal pencegahan dan pemberantasan korupsi.


Pewarta: Humpro.sukabumikota
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Thursday, June 20, 2019

Redaksi sukabumiNews

Partai Demokrat akan Usung Adjo Sardjono jadi Cabup Sukabumi 2020

Wakil Bupati Sukabumi, Adjo Sardjono dan Partai Demokrat.  
sukabumiNews, SUKABUMI - Pengurus Partai Demokrat Provinsi Jawa Barat berencana untuk mengusung Adjo Sardjono yang saat ini menjabat sebagai Wakil Bupati (Wabup) Sukabumi, untuk maju sebagai Calon Bupati (Cabup) pada ajang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Sukabumi tahun 2020 mendatang.

“Rencana tersebut sudah diketahui Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat Provinsi Jawa Barat yang meliputi wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi. Jika tidak percaya, tanya saja sama pak Muraz,” terang Anggota Pengurus Partai Demokrat Provinsi Jawa Barat, Aldo Andreas kepada sukabumiNews, belum lama ini.

Partai Demokrat menilai, Adjo Sardjono sudah layak maju menjadi Bupati di Kabupaten Sukabumi.

Aldo juga mengatakan, Pilkada Kabupaten Sukabumi tidak akan menarik jika Wakil Bupati Sukabumi, Adjo Sardjono kembali berpasangan dengan Bupati Sukabumi, Marwan Hamami yang saat ini masih menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati.

“Diatas kertas jika keduanya bisa bersaing dan berpisah di pilkada mendatang, sudah tentu konstalasi politik di Kabupaten Sukabumi akan menarik kita simak karena keduanya merupakan tokoh yang sama-sama cukup berpengaruh,” jelasnya.

Aldo menuturkan, Adjo Sarjono saat ini adalah merupakan Kader Partai Demokrat dimana dirinya kini selalu anggota Majelis Tinggi Daerah. Untuk itu, lanjut Aldo, sesama pengurus partai dia sangat mendukung Adjo untuk mencalonkan diri sebagai Cabup Sukabumi Periode 2020 – 2025.

“Bagi Partai Demokrat, F1 sudah merupakan harga mati dan tak bisa terbantahkan lagi. Terlebih ini merupakan prestasi bagi partai bilamana bisa menjadikan Pak Adjo sebagai F1,” tegasnya.

Adapun, jelas Aldo, dengan partai mana partainya akan berkoalisi nanti, ia akan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak DPP. “Segala sesuatu sudah jelas keputusan tergantung DPP. Tapi kalaupun ada keinginan, kami kepincut untuk menggandeng PKS,” tutupnya.

Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Korupsi Rp1,1 Milyar Dua Kades di Kabupaten Sukabumi Divonis 4,5 Tahun Penjara

sukabumiNews, CIBADAK – Dua oknum kepala desa (kades) di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat yang menggerogoti dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD) masing-masing divonis 4,5 tahun oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Bandung, Jawa Barat.

Dua oknum Kades tersebut yakni Yosef Lesmana selaku kades Cibuntu, Kecamatan Simpenan dan Kades Pagelaran Kecamatan Purabaya, Enung Nuryadi.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) meyakini, kedua Oknum Kades itu secara sah dan terbukti melanggar Pasal 2 dan 3 junto Pasal 18 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang  Nomor 20 Tahun 2001.

“Vonis tersebut sesuai dengan putusan PN Tipikor Bandung bernomor: 23/Pid.Sus/2019/PN. Bdg tanggal 17 Juni 2019,” kata Kepala Kejari Kabupaten Sukabumi, Alex Sumarna melalui Kasi Pidsus, Da’wan Manggalupang, Rabu (19/6/2019) kemarin.

Kasi Pidsus Kejari Cibadak, Da’wan Manggalupang
Dak’wan menjelaskan, selain hukuman kurungan, kepada mereka juga diharuskan harus membayar uang pengganti kerugian

Kepada Kades Yosef selain divonis 4 tahun 6 bulan, dia juga diharuskan membayar denda sebesar Rp200 juta subsider 4 bulan kurungan penjara dan uang pengganti kerugian sebesar Rp551.049.731. Sementara kepada Enung Nuryadi disamping divonis 4 tahun 6 bulan, dia juga juga diharuskan mengganti uang kerugian negara sebesar Rp 636 juta.

“Bilamana terdakwa tidak sanggup membayar dalam jangka waktu satu bulan, maka harta bendanya akan disita dan dilelang guna menutupi uang pengganti. Dalam hal terdakwa tidak memiliki harta untuk uang pengganti, diganti dengan kurungan penjara selama dua tahun,” jelas Da’wan.

Akibat perbuatan yang dilakukan kedua Kades ini Negara telah dirugikan lebih kurang sebesar Rp1,1 Miliyar.

Sementara, Vonis Majelis Hakim ini lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntu Umum (JPU) Kejari Kabupaten Sukabumi. Sebelumnya mereka masing-masing 6,5 tahun.

Hanya tuntutan nilai uang pengganti dan denda keduanya sudah sesuai dengan tuntutan JPU.



Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
close
close
close