Breaking
Showing posts with label sukabumi. Show all posts
Showing posts with label sukabumi. Show all posts

Thursday, February 21, 2019

Redaksi sukabumiNews

Peringati HUT ke-32, SMAN 1 Cikembar Gebyar dengan Berbagai Kegiatan

[Iman Sofyani S,pd Kepala Sekolah SMAN 1 Cikembar saat memberikan materi Sains Robotik kepada siswa-siswi SMP Cikembar yang mengikuti kegiatan HUT ke-32, SMAN 1 Cikembar, Rabu (20/2)].
sukabumiNews, CIKEMBAR – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahunnya yang ke-32, SMAN 1 Cikembar Kabupaten Sukabumi menggelar berbagai kegiatan lomba. Diantaranya yaitu Lomba Kreasi Baris Berbaris (LKBB), Sains Ekspo, dan seminar pemateri dari Universitas Surya kencana Cianjur dengan tema penulisan karya tulis ilmiah.

Kegiatan yang diikuti oleh seluruh siswa se wilayah Cikembar mulai dari tingkat SMP hingga SMA ini dilaksanakan di lingkungan kompleks SMAN 1, Jl. Pelabuhan II No.Km. 20, Cikembar, Sukabumi, Jawa Barat, mulai Rabu (20/2) kemarin.

“Untuk hari ini ada tiga agenda yang dilaksanakan diantaranya Lomba Kreasi Baris Berbaris (LKBB), Sains Ekspo yaitu akan memperlihatkan hasil karya ilmiah Siswa-Siswi SMAN 1 Cikembar kepada masyarakat sekitar dan anak-anak tingkat SMP yang berada di wilyah Cikembar,” ujar Kepsek SMAN 1 Cikebar, Iman Sofyani S,pd kepada sukabumiNews.

Yang terakhir, tambah Iman diadakan seminar pemateri dari Universitas Surya kencana Cianjur dengan tema penulisan karya tulis ilmiah.

"Ini adalah hari yang ketiga pelaksanaan kegiatan, dan ini akan berlanjut sampai hari sabtu,” jelasnya. Sementara, lanjut Iman mengenai pelaksanaannya dalam satu hari rata-rata tiga agenda.
[Siswa-siswi SMP selaku peserta pada Kegiatan pada HUT ke-32, SMAN 1 Cikembar]
“Untuk tingkat SMP yang mengikuti Sains Ekspo sekitar 10 sekolah yang ada di Cikembar, dan untuk Lomba Kreasi Baris-Berbaris (LKBB)  jumlah pesertanya membludak  mencapai 80 peserta baik itu dari SMP yang ada di Kabupaten maupun Kota Sukabumi,” jelas Iman.

Kepsek menambahkan, sebagai langkah awal, tahun kemarin pihaknya sudah mengadakan sosialisasi dan akan dilanjutkan dengan eksibisi. Pihaknya juga mempunyai rencana akan mengadakan perlombaan dalam bidang Robotika.

Sebelum sekolah lain, kita akan lebih awal mengadakan perlombaan Robotika di sekolah. Sebagai langkah pertama di sekolah di bentuk Ekscool Robotika dan minat siswa-siswi pun sangat antusias,” kata Iman Sofyani

Tak hanya itu, berbagai Prestasi yang di raih SMAN 1 Cikembar sangat banyak dan yang paling menonjol salah satunya dalam bidang Pencak Silat,  Bulutangkis, Atletik. Untuk kategori seni, SMAN 1 Cikembar merajai dengan grup teaternya yang cukeup terkenal yaitu Teater Sajiwa.

“Teater ini sudah menjadi juara di tingkat Provinsi. Setiap tahun bila ada kegiatan perlombaan di wilayah Sukabumi Alhamdulilah kita selalu menjuarainya,” akunya.

Pada kesempatan yang sama, R. Mas Dimas P Ketua Osis SMAN 1 Cikembar mengungkapkan rasa syukurnya atas pelaksanaan kegiatan yang sampai di hari yang ketiga ini masih berjalan dengan lancar, meski menurutnya walau pun ada beberapa kegiatan yang harus di tambah atau pun di kurangi sangatlah wajar dalam suatu kegiatan.

Mas Dimas juga berpesan, semoga Smarsi All Fiesta 2019 tahun ini menjadi cerminan dan dijadikan contoh oleh sekolah lain. “Kegiatan Smarsi harus Gebyar seperti ini, loh,” ungkapnya.

“Dan saya berharap kepada adik-adik kelas saya, kepanitiaan Smarsi ini ditahun depan bisa lebih baik serta lebih gebyar, semarak, meriah dan jenjang untuk perlombaan lebih diperbanyak," tutupnya.

[Pewarta: Azis. R]
Editor: Red
COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2019

Wednesday, February 20, 2019

Redaksi sukabumiNews

Tiga Tewas dalam Kebakaran Rumah di Cikembar Diduga Bunuh Diri

sukabumiNews, CIKEMBAR – Kasus kebakaran yang terjadi di Kampung Sukasirna, Kecamatan Cikembar Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat ternyata diduga merupakan aksi bunuh diri salah seorang korban yang diketahui bernama Jamaludin. Dugaan tersebut terungkap setelah Polisi melakukan penyelidikan.

"Setelah kami memintai keterangan dari sejumlah saksi, terungkap Jamal warga Desa/Kecamatan Cikembar itu nekat mengakhiri hidupnya dan mengajak istri serta anak tirinya dengan cara membakar diri di dalam rumah karena terlilit utang," kata Kanit Reskrim Polsek Cikembar Iptu Deni Miharja kepada wartawan, Rabu, (20/2).

Informasi yang dihimpun, kronologis kejadian tersebut berawal saat almarhum Jamal pulang ke rumahnya sekitar pukul 01.00 WIB pada Rabu, (20/2), namun sekitar pukul 02.00 WIB terjadilah aksi bunuh diri yang dilakukan Jamal.

Bahkan istrinya, Iis (30) dan anak tirinya, Rahayu (10) disekap di dalam kamar. Kemudian pelaku menyiramkan bensin di rumahnya dan langsung membakar diri. Korban Iis dan Rahayu yang disekap di dalam kamar tidak bisa melarikan diri dan ikut tewas dalam peristiwa nahas tersebut.

"Hingga kini kami masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan barang bukti kasus kebakaran yang dipicu aksi bunuh diri tersebut. Untuk jenazah korban akan diotopsi untuk mengungkap kasus ini," tambah Deni, seperti dikutip dari laman ANTARA.
Sementara, Ketua RT setempat yang sekaligus merupakan ayah angkat korban, Jajun mengatakan sebelum kejadian, Iis memang kerap mengeluh bahwa suaminya banyak utang di daerah asal, yakni Depok, Jabar.

Bahkan, keberadaan Jamal pun sempat ditolak keluarga karena terlalu banyak masalah sehingga keluarganya khawatir ikut terlibat. Untuk pulang ke Depok pun almarhum takut karena masalahnya itu.

"Kerugian akibat kebakaran ini tidak hanya rumah saja tetapi dua unit motor, barang-barang dan surat tanah saya pun semuanya masih ada di rumah itu ikut terbakar. Tapi, beruntung anak kandung saya, Desi (29) yang menginap di rumah itu berhasil menyelamatkan diri lewat pintu belakang," katanya.

Sementara, Koordinator Pusat Pengendalian dan Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Pusdalops BPBD) Kabupaten Sukabumi Daeng Sutisna mengatakan akibat kejadian itu kerugian mencapai Rp100 juta. Saat kejadian rumah tersebut ada tujuh jiwa, empat lainnya berhasil selamat. [Azis R/Ant]
Redaksi sukabumiNews

Atlet Pencak Silat Tingkat Nasional Asal Purabaya: Kenakalan Remaja Masa Kini Perlu Diarahkan

Kenakalan Remaja Masa Kini Perlu Diarahkan
sukabumiNews, PURABAYA – Dalam beberapa tahun ini, masyarakat dikejutkan dengan sering terjadinya tindak kriminalitas di berbagai daerah terutama di perkotaan. Tidak dipungkiri tindakan kriminalitas yang terjadi di beberapa daerah dilakukan anak remaja, yang awalnya hanya kenakalan remaja biasa saja.

Namun seiring dengan perkembangan jaman, kenakalan remaja sudah menampakkan pergeseran kualitas kenakalan yang menjurus pada tindak kriminalitas, seperti mencuri, tawuran, membegal, memperkosa bahkan sampai membunuh.

Mencermati fenomena tersebut, atlet Pencak Silat asal Cimerang Kecamatan Purabaya, Mohamad Argi merasa prihatin.Oleh karena itu, untuk menghindari sikap dan prilaku buruk mereka, ia memberikan pandangan bahwa kenakalan remaja masa kini perlu diarahkan.

Narkoba dan pergaulan bebas adalah penyebab prilaku buruk tersebut. Narkoba dan pergaulan bebas itulah ancaman bagi generasi muda,” kata Mohamad Argi saat ditemui Reporter sukabumiNews di kediamannya di Cimerang, Kecamatan Purabaya Kabupaten Sukabumi, Rabu (20/2).

Menurut Remaja yang berusia 20 tahun dan sempat mengikuti turnamen Pencak Silat di tingkat Jawa Barat dan Nasional ini, kenakalan remaja masa kini perlu diarahkan. Maksudnya salurkan dengan kegiatan positif sesuai minat dan bakatnya,” tambah Argi.

Mohamad Argi adalah atler Sukabumi yang pernah mengiluti beberapa kejuaraan, diantaranya pada Posdawil 2014 Juara II dan di tahun yang sama ia mendapat juara II juga pada Kejurnas Gubes Cup Padjadjaran Bandung. Bahkan yang terakhir, diikuti oleh peserta dari Singapura, Brunai dan Malaysia.

"Pokoknya remaja jangan minder, hindari narkoba dan raih prestasi," ajaknya.

[Pewarta: Jaka S]
Editor: Red.

Tuesday, February 19, 2019

Redaksi sukabumiNews

Caleg PBB Dapil 4 Kabupaten Sukabumi Optimis 10 Kordes Siap Bantu Rebut 1 Kursi di Dapilnya

sukabumiNews, KADUDAMPIT – Sisa masa kampanye yang kurang dari dua bulan ini dimanfaatkan secara masip oleh caleg DPRD Dapil 4 Kabupaten Sukabumi dari Partai PBB Nomor Urut 2, Jalaludin. Jalaludin menggeber sisa masa kampanyenya dengan kegiatan Rapat Koordinasi bersama Timses se wilayah dapilnya.

Seperti yang dilakukannya kali ini. Ia bersama timses se-Kecamatan Kadudampit melakukan pertemuan untuk membahas hal terkait kinerja yang telah dilakukannya.

"Alhamdulillah 10 Kordes telah siap membantu untuk merebut 1 kursi di dapil ini," aku Jalaludin kepada sukabumiNews, di Kadudampit Kabupaten Sukabumi, Selasa (19/2).

Jalaludin menuturkan bahwa target tersebut adalah target yang realistis. "Tokoh-tokoh Masyumi dan santri di sini merindukan kejayaan Bulan Bintang. Dan memang sudah saatnya PBB di Kabupaten Sukabumi bergaung," katanya.

[Pewarta: Jaka Susila]
Editor: Red.
Copyright: sukabumiNews
Redaksi sukabumiNews

Belum Dapat Kesepakatan, Puluhan Buruh Korban PHP PT SCG Lanjutkan Aksinya

Aksi unjuk rasa yang dilakukan puluhan buruh yang merasa terkena harapan palsu (PHP) dari PT SCG pada Rabu (18/2/2019) kemarin ternya masih berlanjut.
sukabumiNews, GUNUNGGURUH – Aksi unjuk rasa yang dilakukan puluhan buruh yang merasa terkena harapan palsu (PHP) dari PT SCG pada Rabu (18/2/2019) kemarin ternya masih berlanjut. Hingga berita ini diturunkan mereka masih melakukan unjuk rasa dengan menggelar aksi duduk bersama di halaman depan luar pagar perusahaan milik Kerajaan Thailand itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, para pengunjuk rasa yang dimotori oleh Federasi Kehutanan Industri Umum Perkayuan Pertanian dan Perkebunan, Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (F Hukatan KSBSI) ini menuntut agar perusahaan milik Kerajaan Thailand ini mengangkat buruh menjadi karyawan tetap dan menghapuskan sistem kontrak.

Selain itu pada demo yang dilakukannya kemarin, mereka juga meminta agar perusahaan tersebut mempekerjakan kembali para buruh yang terkena PHK sebelah pihak serta menolak PHK massal.
Sementara, hasil dari pergerakan aksinya kemarin, mereka telah dipertemukan dengan pihak yang mewakili PT. SCG yang ditengahi oleh Kepolisian Sektor Gunung Guruh dan Polda Jabar.

Akan tetapi menurut Nendar Ketua F Hukatan KSBSI hingga kini masih belum menemui titik terang. Oleh karena itu kata Nendar, pihaknya akan melanjutkan aksinya kembali, besok sekitar pukul 10.00 wib dengan melibatkan pihak Outsourching.

"Apabila pihak perusahaan bertele-tele, maka kami tak akan segan untuk mendirikan tenda-tenda serta kita akan tegaskan bahwa pada saat mogok kerja itu tidak boleh digantikan. Maka secara otomatis pasti akan ada penjegalan untuk buruh dari perusahaan lain diarea kerja tertentu yang biasa dikerjakan oleh para buruh yang sedang mogok," jelas Nendar.

Dia menambahkan bahwa pada Kamis pekan ini pihaknya akan membawa persoalan ini kepada Bupati Sukabumi di pendopo. Mengingat persoalan ini sudah terlalu berlarut-larut, kami juga akan mendatangi Kedutaan Besar Negara Thailand yang berada di Jakarta,” tegasnya.


Terkait jumlah yang menjadi korban PHK sepihak ini Nendar mengungkapkan, seluruhnya berjumlah 160 orang. Masing-masing adalah buruh dari PT. Mandala Kurnia Abadi sebanyak 92 orang, PT. Lina Jaya Persada 51 orang, PT. Ratu Buana Indonesia 6 orang, dan dari PT. Matrix Mitra Sentosa sebanyak 11 orang.



“Dari jumlah sebanyak itu, baru buruh eks PT. Mandala yang sudah diselesaikan yaitu sebanyak 92 orang,” jelasnya.


[Pewarta: Azis R.]
Editor: Red.
Copyright: sukabumiNews
Redaksi sukabumiNews

KPU Hapuskan Dana Kampanye Pemilu di Media Massa untuk Tingkat Daerah

sukabumiNews, SUKABUMI KOTA – Menghadapi pemilu serentak yang akan dilaksanakan pada tanggal 17 April 2019 mendatang, sejumlah persiapan dan sosialisasi tahapan terus dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU Kota/Kabupaten), termasuk melakukan koordinasi dengan berbagai pihak agar pesta demokrasi ini menjadi menarik dan sukses.

Ketua KPU Kota Sukabumi Sri Utami mengatakan bahwa berdasarkan informasi yang di dapat dari jajarannya atas hasil koordinasi dengan KPU RI, KPU Kota/Kabupaten dan Provinisi tidak mengalokasikan anggaran kampanye bagi Partai Peserta Pemilu di media massa.

Hal tersebut diungkapkan Sri Utami saat dihubungi melalu WhatsApp-nya belum lama ini.

"Jadi yang 21 hari untuk kampanye di media itu ternyata tidak ada. Saya baru dapat kabar tersebut dari Ibu Ratna selaku divisi sosialiasai tadi pagi, setelah koordinasi dengan KPU Provinisi dan KPU RI," terangnya.

Sri Utami menambahkan, kampanye di media massa tetap dilaksanakan sesuai tahapan, namun dengan anggaran komersil. "Kalau kampanyeynya tetap berjalan, tapi pembayarannya secara komersil dan menjadi tanggungan masing-masing Partai Politik peserta Pemilu," jelasnya.

Sementara salah satu pengurus Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Eka Setia cukup kaget dengan informasi tersebut. Menurutnya, kalau untuk kampanye di media massa tidak didanai oleh KPU, kenapa tidak disampaikan sebelumnya.

"Harusnya KPU menyampaikan hal tersebut kepada kami sejak jauh-jauh hari, sehingga kami bisa mencari anggaran khusus untuk dapat berkampanye di media massa sesuai dengan waktu yang ditetapkan penyelenggara," ujar Eka.

[Pewarta: I.Sy]
Editor: Red.
close
close