Breaking
loading...
Showing posts with label suara-rakyat. Show all posts
Showing posts with label suara-rakyat. Show all posts

Sunday, August 11, 2019

Redaksi sukabumiNews

Jembatan Gatung di Kp Tegaldatar Nyaris Dibiarkan Pemdes Setempat

Jembatan Gantung
Rusaknya Jembatan Gantung yang berada di Kp. Tegaldatar Desa Neglasari Kec. Lengkong, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, membuat warga pengguna khawatir terjatuh jika melewati jembatan dalam keadaan rusak seperti ini.

Kondisi ini seolah tidak pernah mendapat perhatian dari pemerintah desa (pemdes) setempat, meski beberapa warga sering melaporkannya.

Mohon kepada pemerintah desa untuk memperhatikan keluhan warga, demi keselamatan dan kenyamanan pengguna.

Rully Nurdiansyah (Jurnalisme Warga)

Wednesday, May 29, 2019

Redaksi sukabumiNews

[Jurnalisme Warga] Jalan Desa Bojonggenteng Belum Pernah Diperbaiki Samasekali


AKSES jalan Desa Bojongnteng, Kecamatan Bojonggenteng Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, menuju jalan utama hingga kini masih berupa tanah merah, tidak beralas batu, bahkan belum pernah ada perbaikan sama sekali.

Mohon kepada pemeritah desa dan dan instansi terkait, khususnya pemda Kabupaten Sukabumi untuk memperdulikan keluhan kami.

“Saya sudah sekian kali nya mengadu tapi tak ada tanggapan sama sekali,”


[Naomi Munandar, Warga Kp. Bokonggenteng RT. 27 RW 10]

Saturday, April 27, 2019

Redaksi sukabumiNews

Diduga Akibat Radiasi Tower, Barang-Barang Elektronik Milik Warga Kadudampit Rusak

Tower pemancar milik TBG (kiri), warga memngeluhakan akibat radiasi yang timbul (kanan atas), warga memperlihatkan elektronik yang rusak akibat radiasi tower (kanan bawah). Foto: dok. Karim R./sukabumiNews.
-----
sukabumiNews, KADUDAMPIT – Barang-barang elektronik milik warga Kp. Cisarua RT. 06/02, Desa Sukamanis, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, banyak yang mengalami kerusakan. Kerusakan diduga akibat radiasi dari salah satu tower pemancar milik Tower Bersama Grup (TBG), yang berlokasi di kampung tersebut.

Akibat rusaknya barang-barang milik warga ini, puluhan warga menuntut pertangung jawaban dari perusahan pemilik tower TBG yang telah beroperasi selama lima tahun terahkir, untuk segera menganti kerugian yang timbul akibat dampak dari radiasi tower tersebut.

"Biasanya kejadian ini terjadi ketika perubahan musim kemarau ke musim hujan. Cuaca Ekstrim kilat dan guntur yang di pantulkan oleh tower tersebut diduga menjadi pemicu kerusakan barang elektronik milik warga sekitar," beber Teguh salah satu warga yang terkena dampak radiasi kepada sukabumiNewsm, Sabtu (27/4/2019).

Teguh mengaku, meski warga sudah memiliki perjanjian dengan pihak perusahaan terkait dampak yang akan timbul dari radiasi tower, namun menurutnya, untuk saat ini pihak TBG terkesan lamban dalam menangani permasalahan ini. “Kejadiannya sudah dua kali dengan yang sekarang,” jelas Teguh

Sementara itu, Jatmiko, selaku Vendor TBG yang menanggapi dan menangani masalah keluhan warga di sekitar radius berdirinya TBG menyatakan, biasanya kejadian tersebut terjadi di radius 72 meter dari tower. “Kalau dampaknya secara global, maka akan ada tim khusus dari TBG yang akan langsung turun untuk memeriksa dampak kerusakan yang di timbulkan," ungkapnya.

Kendati demikian, pihaknya berjanji akan melakukan ganti rugi, namun tambah Dia, pengantian mungkin tidak sepenuhnya akan terialisasi, sesuai dengan laporan data awal. “Selanjutnya untuk data penambahan secepatnya akan di tanggapi,” tambah Jatmiko.

Jatmiko mengakui ada keterlambatan pendataan dari tim di lapangan, sehingga terkesan lamban dalam menangani keluhan warga.



Pewarta: Karim R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Friday, April 5, 2019

Redaksi sukabumiNews

Pada Akhirnya Nanti PBB dan Yusril Menjadi Benteng Terakhir Politik Islam


sukabumiNews – SETELAH berjuang dalam sunyinya jalan pembela Islam dibidang politik, karena semua orang diam melihat kekuasaan mulai lupa diri, akibat hiruk pikuk tuduhan dan kriminalisasi, semua orang tidak berani melawan kezaliman, meskipun ketidakpastian hukum dan ketidakadilan semakin menampilkan diri dalam bentuk yang vulgar.

Saat itulah Yusril Ihza Mahendra dan Partai Bulan Bintang berdiri untuk melawan kedzaliman, memperjuangkan keadilan, menegakkah hukum, dan membela Islam secara konsisten tanpa abu-abu.

Yusril tampil dengan gayanya yang khas, tanpa rasa takut akan resiko, melawan keangkuhan kekuasaan, dengan argumentasi hukum yang jelas dan terang, dengan sikap yang konsisten, dengan keberanian yang tak pernah surut.

Adakah keberanian seperti itu dari para politisi, akademisi dan intelektual Islam seperti Yusril Ihza Mahendra?

Mungkin ada, tapi sedikit yang mau berjuang terus terang seperti itu. Semangatnya, keberaniannya dan harapannya akan peradaban politik indonesia yang baik, membuatnya semangat meskipun harus menghadapi kekuasaan yang besar. Pendiriannya tidak bisa digoyah oleh terpaan propaganda dan agitasi politik yang menyudutkan perjuangannya.

Kekuatannya dimedia sosial tidak seperti orang lain, karena ia tidak mencitrakan diri. Ia ikhlas berjuang meskipun sunyi dari riak tepuk tangan.

Yusril tidak memiliki tim cyber khusus seperti Politisi yang lain, ia tidak berjuang hanya sebatas memainkan issue, tapi berjuang dalam dunia nyata dengan gerakan nyata, tidak sebatas argumentasi dan opini, tapi fakta dan gerakan nyata, dirasakan oleh rakyat Indonesia.

Pengalamannya dalam pemerintahan tidak meninggalkan jejak yang buruk, mulai dari menulis pidato Presiden Soeharto hingga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Menjadi menteri dalam tiga kabinet, dari Menteri Kehakiman dan HAM hingga Menteri Sekretaris Negara.

Ada gerakan yang ingin menghancurkan kredibilitasnya, namun karena ia melawan dengan kebenaran, ia memenangkan pertarungan itu, meskipun melawan kekuasaan negara. Kita pasti tahu kasus SISMIMBAKUM, yang menjadi jejak hukum seorang pakar hukum.

Idealisme terpatri dalam dirinya, mengakar nilai-nilai keagamaan, sehingga segala bentuk keburukan ditolaknya, ia benar-benar menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar dalam kehidupan bernegara.

Keinginan sederhana, agar ummat Islam menjadi bagian yang menentukan bagi jalannya negara. Hukum dijalankan dengan sebenar-benarnya, keadilan dilaksanakan dengan baik.

Baginya keadaban politik dan kemajuan politik, baik itu untuk ummat maupun untuk bangsa hanya bisa dilakukan dengan mengedepankan nilai transendental dan nilai kemanusiaan.

Bagi Yusril semua Itu hanya bisa terwujud apabila hukum dijadikan sebagai sarana untuk menyelesaikan persoalan dengan tujuan utamannya mencapai keadilan universal.

Cita-citanya terhadap Pembangunan Bangsa dan Negara, telah diwariskan secara baik oleh beberapa pahlawan nasional yang konsisten berjuang dalam garis perjuangan dan barisan ummat Islam.

Dalam Barisan ini ada M. Natsir, ada Sjafruddin Prawiranegara, ada Buya Hamka, ada Mohammad Roem, dan tokoh-tokoh Islam lainnya. Dan semangat dari sentuhan tokoh itulah yang mengilhami lahirnya partai yang didirikannya bersama-sama dengan tokoh lainnya setelah gerakan Reformasi bergulir, Sebagai pelanjut dari perjuangan Keluarga Besar Bulan Bintang.

Partai Bulan Bintang (PBB) adalah salah satu partai politik Indonesia yang berasaskan Islam. PBB merupakan reinkarnasi Masyumi. Masyumi sendiri adalah partai politik Islam di Masa awal kemerdekaan, dan dibubarkan oleh Soekarno tahun 1960. Masyumi sangat konsisten dalam memperjuangkan aspirasi ummat Islam diparlemen, tidak pernah mundur apabila meyakini perjuangannya itu kebenaran, meskipun resiko besar menghadangnya.

Sedangkan Partai Bulan Bintang didirikan pada 17 Juli 1998. PBB melanjutkan perjuangan Partai Masyumi, karena Yusril secara pribadi dididik oleh tokoh Masyumi, salah satunya, yaitu Mohammad Natsir.

Bahkan Pak Natsir mewariskan peniti emas kepada Yusril Ihza Mahendra yang diberikan oleh keluarga pak Natsir, yaitu anaknya Hj. Ida Natsir pada saat mukernas I PBB di Jakarta. Dari sanalah symbol bahwasanya Partai Bulan Bintang adalah partai penerus perjuangan Masyumi.

PBB Dengan mottonya “tegakkan keadilan dan kepastian hukum” dan “Bela Islam, Bela NKRI, Bela Rakyat” berjuang dalam membela umat melalui garis politik. Kata kunci perjuangan PBB tersebut sangat mewakili perasaan ummat Islam dan seluruh bangsa Indonesia saat ini.

Persoalan hukum dan persoalan keadilan, merupakan persoalan yang paling fundamental bagi bangsa Indonesia. Apabila Kepastian dan keadilan tidak dijalankan maka yang akan tercipta kekacauan dan anarkisme, dan itu mengancam persatuan dan keutuhan bangsa yang beragam ini.

Setiap orang yang tidak diperlakukan adil, akan berpotensi melakukan pemberontakan akibat frustasi. Maka jalan perjuangan PBB Membela Islam, Membela NKRI dan membela Rakyat, adalah bentuk perlawanan terhadap kedzaliman dan ketidakadilan untuk mempertahankan kedaulatan dan keutuhan bangsa.

Dengan konsisten di jalan perjuangannya itulah, maka ummat Islam mulai menyadari bahwa PBB merupakan benteng ummat Islam dibidang politik. Dan tidak hanya ummat Islam, tokoh-tokoh politik Islam mulai menyadari, dan mulai tertarik pada perjuangan Bulan Bintang.

Membanjirnya dukungan ke PBB merupakan bayaran tunai dari perjuangan Yusril dan PBB selama ini. Oleh sebab itu konsistensi, idealisme dan kebenaran pasti akan menang, meskipun kejahatan, kedzoliman dan kepongahan bergerak cepat.

Kebenaran pasti akan menang, dengan syarat bahwa kita harus bersatu dan berjuang bersama-sama. Maka benarlah kata Ali Bin Abu Thalib yang mengatakan, “kejahatan yang terorganisasi akan mengalah kebaikan yang tidak terorganisasi dengan baik”.

Tapi apabila kebenaran mengorganisasikan gerakannya maka akan dengan mudah mengalahkan kejahatan itu. Maka jalan yang paling baik adalah mengorganisasi perjuangan bersama umat Islam khusunya lewat jalan politik bersama Partai Bulan Bintang dan Yusril Ihza Mahendra, insya Allah Ummat Islam akan memenangkan pertarungan politik dengan mudah. []

Penulis adalah Ketua Komunitas Pemuda Madani, Aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah

Tuesday, February 26, 2019

Redaksi sukabumiNews

Warga Padaraang Sukabumi Merasa Ketakutan dengan Rencana Kegiatan Tambang oleh PT CPS

[Jalan yang sedang dibuat oleh PT. Citatih Putra Sukabumi (CPS) di area Tambang sepanjang 1,5 Kilometer dengan lebar jalan 10 Meter di desa Kebonmanggu, Selasa (26/2/2019)]
sukabumiNews, GUNUNGGURUH – Kepala Desa Kebon Manggu, Kecamatan Gunungguruh Kabupaten Sukabumi, Rasmita membenarkan adanya kekhawatiran dan ketakutan warganya yang tinggal di sekitar lokasi kegiatan pertambangan oleh PT. Citatih Putra Sukabumi (CPS).

Rasa ketakutan warganya itu timbul setelah mereka mendengar rencana aktivitas tambang yang akan dilakukan oleh PT. CPS dengan menggunakan bahan peledak.

Tidak tidak bisa dipungkiri, aktivitas tambang yang menggunakan bahan peledak ini dapat mengakibatkan bencana longsor dan bangunan rumah warga rusak berat akibat dari getarannya,” kata kades kepada sukabumiNews, Selasa 26/2/2019.

Kades menilai kecemasan warga akan rencana peledakan tambang batu gamping itu adalah wajar, karena selain pertambangan tersebut berpotensi longsor, juga dapat merusak mata air yang selama ini dimanfaatkan oleh warganya.

BACA: Warga Kebon Manggu Khawatir Kegiatan Tambang oleh PT. CPS akan Merusak Tempat Wisata Karangpara

“Di bawah lokasi tambang ini, dikelilingi mata air yang dimanfaatkan warga dibeberapa kampung. Seperti Kampung Padaraang, Kampung Jaringan dan Kampung Cipeundey,” jelas Rasmita.

Kades Kebon manggu ini menuturkan, pihaknya sudah berusaha dengan maksimal agar lokasi tersebut tidak dijadikan sebagai daerah pertambangan. Bahkan kades mengaku, ia telah melayangkan surat keberatan yang dibubuhi dengan petisi tanda tangan oleh ratusan warganya kepada Dinas Perizinan Provinsi Jawa Barat. “Namun upaya kami itu tidak membuahkan hasil,” katanya.

Dilain piahak, Kepala Teknik Tambang (KTT) sementara PT. CPS, Hendi Trisnanto saat dikonfirmasi sukabumiNews, juga tidak memungkiri soal rencana perusahaan yang akan melakukan aktifitas tambangnya dengan menggunakan bahan peledak. Namun ia mengklaim bahwa aktifitasnya itu sudah mendapatkan izin dari pemerintah Provinsi Jawa Barat berupa Izin Usaha Pertambangan (IUP).

“Selain itu, kami juga sudah melakukan sosialisasi kepada seluruh warga yang berpotensi terdampak aktivitas perusahaan. Mereka menanggapinya bagus, karena mereka juga turut bekerja di sini,” jelasnya.
Selain itu ia menjelaskan, saat ini PT. CPS sedang melakukan pembuatan jalan untuk perlintasan alat berat dan akses lalu lintas untuk mengangkut material tambang sepanjang 1,5 kilometer dengan lebar jalan 10 meter.

“Luas area yang akan digunakan sebagai lokasi tambang sesuai dengan IUP ini seluas 12 hektare, dan ini berada di wilayah  Desa Kebonmanggu Kecamatan Gunung Guruh Kabupaten Sukabumi,” jelas Hendi Trisnanto.

“Akan tetapi untuk mengangkut material bahan tambang akan melintasi wilayah Desa Gunungguruh, Desa Cikujang, Desa Cibolang Kecamatan Gunungguruh, dan Desa Babakan Kecamatan Cisaat,” sambungnya.

Akan tetapi tambah dia, apa yang disampaikan semua warga terkait keluhan itu akan diperhatikan supaya dampaknya dapat diminimalisir.


Pewarta:Azis.R
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Warga Kebon Manggu Khawatir Kegiatan Tambang oleh PT. CPS akan Merusak Tempat Wisata Karangpara

sukabumiNews, GUNUNGGURUH – Warga Kebon Manggu Kecamatan Gunungguruh Kabupaten Sukabumi mengaku kaget ketika mendengar informasi bahwa PT. Citatih Putra Sukabumi (CPS) dalam waktu dekat akan melakukan aktivitas tambang dengan menggunakan bahan peledak di lokasi yang berdekatan dengan obyak wisata Karangpara.

Padahal objek wisata Karangpara yang berlokasi di Kp. Padaraang Desa Kebon Manggu Kecamatan Gunung Guruh Kabupaten Sukabumi ini merupakan salah satu destinasi (tujuan) obyek wisata di Kabupten Sukabumi yang memiliki panorama indah dengan batu besarnya yang terletak di Pucuk Bukit sebagai Ikon utama dari destinasi Wisata Karangpara ini.

Perasaan kaget warga sekitar itu diungkapkan Ketua Pengelola Objek Wisata Karangpara, Cecep Hidayat kepada sukabumiNews, Selasa 26/2/2019.

"Jika PT. CPS melakukan aktifitas tambangnya dengan menggunakan bahan peledak. Jelas ini akan menuai protes dari ratusan warga Kebon Manggu karena merasa cemas," ungkap Cecep.

Menurut Cecep, kecemasan warga sangat wajar lantaran aktivitas tambang yang akan dilakukan oleh PT CPS akan merusak lingkungan, ekosistem dan kelestarian alam serta dikhawatirkan akan menimbulkan bencana alam seperti longsor dan pergerakan tanah." Jelasnya.


Oleh sebab itu Cecep beserta warga lainnya mengaku keberatan jika PT tersebut dalam kegiatan tambangnya menggunakan bahan peledak.

Tak hanya itu aktivitas yang dilakukannya juga lanjut Cecep, akan mengganggu kenyamanan dan ketentraman para pengunjung yang datang ke tempat wisata. “Lokasi tambang ini kan berdampingan dengan objek wisata Karangpara," tuturnya.

Proses kegiatan itu juga dikhawatirkan akan berdampak pada keselamatan dan kenyamanan para  pengunjung. "Bahkan yang paling kami khawatirkan lagi, tumpukan karang yang memukau para pengunjung ini akan rusak,” tambah Cecep.

Untuk mengantisifasi dampak seperti ini Cecep dan warga lainnya berniat akan mendesak pihak Pemda untuk mengkaji ulang mengenai izin PT yang bersangkutan. Apalagi hemat Cecep, daerah yang akan ditambang merupakan Kawasan Karst, yang menurut Undang-undang harus dilindung dan tidak boleh diganggu gugat.

“Di bawah tumpukan karang itu terdapat beberapa mata air yang bisa dimanfaatkan warga sekitar, sehingga disebutlah Kawasan Karst." papar Cecep.

Dijelaskan Cecep, lokasi objek wisata Karangpara ini, pada beberapa tahun lalu merupakan daerah tambang. Namun aktifitasnya dihentikan sebab warga Desa Kebonmanggu memprotesnya saat perusahaan melakukan peledakan hingga mengakibatkan kerusakan rumah warga.

"Kini perusahaan itu berjalan kembali dan berencana akan melakukan akitifitas tambangnya lagi. Jelas kami keberatan,” tegasnya.





[Pewarta: Azis R]
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
close
close
close