Breaking
Showing posts with label suara-rakyat. Show all posts
Showing posts with label suara-rakyat. Show all posts

Friday, April 5, 2019

Redaksi sukabumiNews

Pada Akhirnya Nanti PBB dan Yusril Menjadi Benteng Terakhir Politik Islam


sukabumiNews – SETELAH berjuang dalam sunyinya jalan pembela Islam dibidang politik, karena semua orang diam melihat kekuasaan mulai lupa diri, akibat hiruk pikuk tuduhan dan kriminalisasi, semua orang tidak berani melawan kezaliman, meskipun ketidakpastian hukum dan ketidakadilan semakin menampilkan diri dalam bentuk yang vulgar.

Saat itulah Yusril Ihza Mahendra dan Partai Bulan Bintang berdiri untuk melawan kedzaliman, memperjuangkan keadilan, menegakkah hukum, dan membela Islam secara konsisten tanpa abu-abu.

Yusril tampil dengan gayanya yang khas, tanpa rasa takut akan resiko, melawan keangkuhan kekuasaan, dengan argumentasi hukum yang jelas dan terang, dengan sikap yang konsisten, dengan keberanian yang tak pernah surut.

Adakah keberanian seperti itu dari para politisi, akademisi dan intelektual Islam seperti Yusril Ihza Mahendra?

Mungkin ada, tapi sedikit yang mau berjuang terus terang seperti itu. Semangatnya, keberaniannya dan harapannya akan peradaban politik indonesia yang baik, membuatnya semangat meskipun harus menghadapi kekuasaan yang besar. Pendiriannya tidak bisa digoyah oleh terpaan propaganda dan agitasi politik yang menyudutkan perjuangannya.

Kekuatannya dimedia sosial tidak seperti orang lain, karena ia tidak mencitrakan diri. Ia ikhlas berjuang meskipun sunyi dari riak tepuk tangan.

Yusril tidak memiliki tim cyber khusus seperti Politisi yang lain, ia tidak berjuang hanya sebatas memainkan issue, tapi berjuang dalam dunia nyata dengan gerakan nyata, tidak sebatas argumentasi dan opini, tapi fakta dan gerakan nyata, dirasakan oleh rakyat Indonesia.

Pengalamannya dalam pemerintahan tidak meninggalkan jejak yang buruk, mulai dari menulis pidato Presiden Soeharto hingga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Menjadi menteri dalam tiga kabinet, dari Menteri Kehakiman dan HAM hingga Menteri Sekretaris Negara.

Ada gerakan yang ingin menghancurkan kredibilitasnya, namun karena ia melawan dengan kebenaran, ia memenangkan pertarungan itu, meskipun melawan kekuasaan negara. Kita pasti tahu kasus SISMIMBAKUM, yang menjadi jejak hukum seorang pakar hukum.

Idealisme terpatri dalam dirinya, mengakar nilai-nilai keagamaan, sehingga segala bentuk keburukan ditolaknya, ia benar-benar menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar dalam kehidupan bernegara.

Keinginan sederhana, agar ummat Islam menjadi bagian yang menentukan bagi jalannya negara. Hukum dijalankan dengan sebenar-benarnya, keadilan dilaksanakan dengan baik.

Baginya keadaban politik dan kemajuan politik, baik itu untuk ummat maupun untuk bangsa hanya bisa dilakukan dengan mengedepankan nilai transendental dan nilai kemanusiaan.

Bagi Yusril semua Itu hanya bisa terwujud apabila hukum dijadikan sebagai sarana untuk menyelesaikan persoalan dengan tujuan utamannya mencapai keadilan universal.

Cita-citanya terhadap Pembangunan Bangsa dan Negara, telah diwariskan secara baik oleh beberapa pahlawan nasional yang konsisten berjuang dalam garis perjuangan dan barisan ummat Islam.

Dalam Barisan ini ada M. Natsir, ada Sjafruddin Prawiranegara, ada Buya Hamka, ada Mohammad Roem, dan tokoh-tokoh Islam lainnya. Dan semangat dari sentuhan tokoh itulah yang mengilhami lahirnya partai yang didirikannya bersama-sama dengan tokoh lainnya setelah gerakan Reformasi bergulir, Sebagai pelanjut dari perjuangan Keluarga Besar Bulan Bintang.

Partai Bulan Bintang (PBB) adalah salah satu partai politik Indonesia yang berasaskan Islam. PBB merupakan reinkarnasi Masyumi. Masyumi sendiri adalah partai politik Islam di Masa awal kemerdekaan, dan dibubarkan oleh Soekarno tahun 1960. Masyumi sangat konsisten dalam memperjuangkan aspirasi ummat Islam diparlemen, tidak pernah mundur apabila meyakini perjuangannya itu kebenaran, meskipun resiko besar menghadangnya.

Sedangkan Partai Bulan Bintang didirikan pada 17 Juli 1998. PBB melanjutkan perjuangan Partai Masyumi, karena Yusril secara pribadi dididik oleh tokoh Masyumi, salah satunya, yaitu Mohammad Natsir.

Bahkan Pak Natsir mewariskan peniti emas kepada Yusril Ihza Mahendra yang diberikan oleh keluarga pak Natsir, yaitu anaknya Hj. Ida Natsir pada saat mukernas I PBB di Jakarta. Dari sanalah symbol bahwasanya Partai Bulan Bintang adalah partai penerus perjuangan Masyumi.

PBB Dengan mottonya “tegakkan keadilan dan kepastian hukum” dan “Bela Islam, Bela NKRI, Bela Rakyat” berjuang dalam membela umat melalui garis politik. Kata kunci perjuangan PBB tersebut sangat mewakili perasaan ummat Islam dan seluruh bangsa Indonesia saat ini.

Persoalan hukum dan persoalan keadilan, merupakan persoalan yang paling fundamental bagi bangsa Indonesia. Apabila Kepastian dan keadilan tidak dijalankan maka yang akan tercipta kekacauan dan anarkisme, dan itu mengancam persatuan dan keutuhan bangsa yang beragam ini.

Setiap orang yang tidak diperlakukan adil, akan berpotensi melakukan pemberontakan akibat frustasi. Maka jalan perjuangan PBB Membela Islam, Membela NKRI dan membela Rakyat, adalah bentuk perlawanan terhadap kedzaliman dan ketidakadilan untuk mempertahankan kedaulatan dan keutuhan bangsa.

Dengan konsisten di jalan perjuangannya itulah, maka ummat Islam mulai menyadari bahwa PBB merupakan benteng ummat Islam dibidang politik. Dan tidak hanya ummat Islam, tokoh-tokoh politik Islam mulai menyadari, dan mulai tertarik pada perjuangan Bulan Bintang.

Membanjirnya dukungan ke PBB merupakan bayaran tunai dari perjuangan Yusril dan PBB selama ini. Oleh sebab itu konsistensi, idealisme dan kebenaran pasti akan menang, meskipun kejahatan, kedzoliman dan kepongahan bergerak cepat.

Kebenaran pasti akan menang, dengan syarat bahwa kita harus bersatu dan berjuang bersama-sama. Maka benarlah kata Ali Bin Abu Thalib yang mengatakan, “kejahatan yang terorganisasi akan mengalah kebaikan yang tidak terorganisasi dengan baik”.

Tapi apabila kebenaran mengorganisasikan gerakannya maka akan dengan mudah mengalahkan kejahatan itu. Maka jalan yang paling baik adalah mengorganisasi perjuangan bersama umat Islam khusunya lewat jalan politik bersama Partai Bulan Bintang dan Yusril Ihza Mahendra, insya Allah Ummat Islam akan memenangkan pertarungan politik dengan mudah. []

Penulis adalah Ketua Komunitas Pemuda Madani, Aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah

Tuesday, February 26, 2019

Redaksi sukabumiNews

Warga Padaraang Sukabumi Merasa Ketakutan dengan Rencana Kegiatan Tambang oleh PT CPS

[Jalan yang sedang dibuat oleh PT. Citatih Putra Sukabumi (CPS) di area Tambang sepanjang 1,5 Kilometer dengan lebar jalan 10 Meter di desa Kebonmanggu, Selasa (26/2/2019)]
sukabumiNews, GUNUNGGURUH – Kepala Desa Kebon Manggu, Kecamatan Gunungguruh Kabupaten Sukabumi, Rasmita membenarkan adanya kekhawatiran dan ketakutan warganya yang tinggal di sekitar lokasi kegiatan pertambangan oleh PT. Citatih Putra Sukabumi (CPS).

Rasa ketakutan warganya itu timbul setelah mereka mendengar rencana aktivitas tambang yang akan dilakukan oleh PT. CPS dengan menggunakan bahan peledak.

Tidak tidak bisa dipungkiri, aktivitas tambang yang menggunakan bahan peledak ini dapat mengakibatkan bencana longsor dan bangunan rumah warga rusak berat akibat dari getarannya,” kata kades kepada sukabumiNews, Selasa 26/2/2019.

Kades menilai kecemasan warga akan rencana peledakan tambang batu gamping itu adalah wajar, karena selain pertambangan tersebut berpotensi longsor, juga dapat merusak mata air yang selama ini dimanfaatkan oleh warganya.

BACA: Warga Kebon Manggu Khawatir KegiatanTambang oleh PT. CPS akan Merusak Tempat Wisata Karangpara

“Di bawah lokasi tambang ini, dikelilingi mata air yang dimanfaatkan warga dibeberapa kampung. Seperti Kampung Padaraang, Kampung Jaringan dan Kampung Cipeundey,” jelas Rasmita.

Kades Kebon manggu ini menuturkan, pihaknya sudah berusaha dengan maksimal agar lokasi tersebut tidak dijadikan sebagai daerah pertambangan. Bahkan kades mengaku, ia telah melayangkan surat keberatan yang dibubuhi dengan petisi tanda tangan oleh ratusan warganya kepada Dinas Perizinan Provinsi Jawa Barat. “Namun upaya kami itu tidak membuahkan hasil,” katanya.

Dilain piahak, Kepala Teknik Tambang (KTT) sementara PT. CPS, Hendi Trisnanto saat dikonfirmasi sukabumiNews, juga tidak memungkiri soal rencana perusahaan yang akan melakukan aktifitas tambangnya dengan menggunakan bahan peledak. Namun ia mengklaim bahwa aktifitasnya itu sudah mendapatkan izin dari pemerintah Provinsi Jawa Barat berupa Izin Usaha Pertambangan (IUP).

“Selain itu, kami juga sudah melakukan sosialisasi kepada seluruh warga yang berpotensi terdampak aktivitas perusahaan. Mereka menanggapinya bagus, karena mereka juga turut bekerja di sini,” jelasnya.
Selain itu ia menjelaskan, saat ini PT. CPS sedang melakukan pembuatan jalan untuk perlintasan alat berat dan akses lalu lintas untuk mengangkut material tambang sepanjang 1,5 kilometer dengan lebar jalan 10 meter.

“Luas area yang akan digunakan sebagai lokasi tambang sesuai dengan IUP ini seluas 12 hektare, dan ini berada di wilayah  Desa Kebonmanggu Kecamatan Gunung Guruh Kabupaten Sukabumi,” jelas Hendi Trisnanto.

“Akan tetapi untuk mengangkut material bahan tambang akan melintasi wilayah Desa Gunungguruh, Desa Cikujang, Desa Cibolang Kecamatan Gunungguruh, dan Desa Babakan Kecamatan Cisaat,” sambungnya.

Akan tetapi tambah dia, apa yang disampaikan semua warga terkait keluhan itu akan diperhatikan supaya dampaknya dapat diminimalisir.

[Pewarta:Azis.R]
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Warga Kebon Manggu Khawatir Kegiatan Tambang oleh PT. CPS akan Merusak Tempat Wisata Karangpara

sukabumiNews, GUNUNGGURUH – Warga Kebon Manggu Kecamatan Gunungguruh Kabupaten Sukabumi mengaku kaget ketika mendengar informasi bahwa PT. Citatih Putra Sukabumi (CPS) dalam waktu dekat akan melakukan aktivitas tambang dengan menggunakan bahan peledak di lokasi yang berdekatan dengan obyak wisata Karangpara.

Padahal objek wisata Karangpara yang berlokasi di Kp. Padaraang Desa Kebon Manggu Kecamatan Gunung Guruh Kabupaten Sukabumi ini merupakan salah satu destinasi (tujuan) obyek wisata di Kabupten Sukabumi yang memiliki panorama indah dengan batu besarnya yang terletak di Pucuk Bukit sebagai Ikon utama dari destinasi Wisata Karangpara ini.

Perasaan kaget warga sekitar itu diungkapkan Ketua Pengelola Objek Wisata Karangpara, Cecep Hidayat kepada sukabumiNews, Selasa 26/2/2019.

"Jika PT. CPS melakukan aktifitas tambangnya dengan menggunakan bahan peledak. Jelas ini akan menuai protes dari ratusan warga Kebon Manggu karena merasa cemas," ungkap Cecep.

Menurut Cecep, kecemasan warga sangat wajar lantaran aktivitas tambang yang akan dilakukan oleh PT CPS akan merusak lingkungan, ekosistem dan kelestarian alam serta dikhawatirkan akan menimbulkan bencana alam seperti longsor dan pergerakan tanah." Jelasnya.

Oleh sebab itu Cecep beserta warga lainnya mengaku keberatan jika PT tersebut dalam kegiatan tambangnya menggunakan bahan peledak.

Tak hanya itu aktivitas yang dilakukannya juga lanjut Cecep, akan mengganggu kenyamanan dan ketentraman para pengunjung yang datang ke tempat wisata. “Lokasi tambang ini kan berdampingan dengan objek wisata Karangpara," tuturnya.

Proses kegiatan itu juga dikhawatirkan akan berdampak pada keselamatan dan kenyamanan para  pengunjung. "Bahkan yang paling kami khawatirkan lagi, tumpukan karang yang memukau para pengunjung ini akan rusak,” tambah Cecep.

Untuk mengantisifasi dampak seperti ini Cecep dan warga lainnya berniat akan mendesak pihak Pemda untuk mengkaji ulang mengenai izin PT yang bersangkutan. Apalagi hemat Cecep, daerah yang akan ditambang merupakan Kawasan Karst, yang menurut Undang-undang harus dilindung dan tidak boleh diganggu gugat.

“Di bawah tumpukan karang itu terdapat beberapa mata air yang bisa dimanfaatkan warga sekitar, sehingga disebutlah Kawasan Karst." papar Cecep.

Dijelaskan Cecep, lokasi objek wisata Karangpara ini, pada beberapa tahun lalu merupakan daerah tambang. Namun aktifitasnya dihentikan sebab warga Desa Kebonmanggu memprotesnya saat perusahaan melakukan peledakan hingga mengakibatkan kerusakan rumah warga.

"Kini perusahaan itu berjalan kembali dan berencana akan melakukan akitifitas tambangnya lagi. Jelas kami keberatan,” tegasnya.

BACA juga: Warga Padaraang Sukabumi Merasa Ketakutan denganRencana Kegiatan Tambang oleh PT CPS

[Pewarta: Azis R]
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Tuesday, January 15, 2019

Redaksi sukabumiNews

Ketua HNSI Kabupaten Sukabumi Minta pada Pemerintah agar Nelayan Tidak Dimarjinalkan

Di hadapan Cak Imin, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Sukabumi Asep JK meminta kepada pemerintah agar Nelayan tidak dimarjinalkan seperti ada kejadian pada nelayan yang tersandung kasus.
[Di hadapan Cak Imin, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Sukabumi Asep JK meminta kepada pemerintah agar Nelayan tidak dimarjinalkan]
sukabumiNews, KADUDAMPIT – Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Sukabumi Asep JK meminta kepada pemerintah agar Nelayan tidak dimarjinalkan seperti ada kejadian pada nelayan yang tersandung kasus.

Asep juga mengungkapkan, pihaknya merasa keberatan dan menyesalkan adanya Peraturan Menteri (Permen) KP No. 56/Permen-KP/2016 tentang Larangan Penangkapan dan atau Pengeluaran Lobster, Kepiting, dan Rajungan dari Indonesia yang dianggapnya sangat merugikan nelayan kecil.
“Dengan adanya Permen tersebut banyak sekali Nelayan yang ditangkap. Kalo ‘permen’ dari warung itu sangatlah manis. Akan tetapi Permen dari Susi Pujdiastuti sangat pahit bagi para Nelayan, karena dengan Permen itu banyak sekali Nelayan yang ditangkap.” ucapnya sedikit canda.

Hal tersebut di ucapkan Asep JK dihadapan Cak Imin bertempat di Cafe Rengganis Priuk Kadudampit saat kunjungan Ketua Umum PKB bersama Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo itu ke wilayah Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin (14/01/2019).

Asep juga mengatakan bahwa nelayan tidak membutuhkan naik pangkat, mereka hanya menginginkan penghidupannya tidak di usik.

“Kami dari rukun nelayan atau kepanjangan tangan dari nelayan hanya nelayan kecil yang mencari nafkah untuk menghudupi anak dan istri. Kalo memang kita tidak boleh menangkap Lobster kasih dong solusinya. Terus kenapa hanya kami yang ditangkap sementara para pengepul dan pengusaha lainnya tidak ditangkap,” keluh Asep.

Ketua HNSI Kabupaten Sukabumi itu membeberkan ketidak puasannya terhadap sikap pemerintah yang selama ini dianggap tidak memihak kepada masyarakat kecil.

“Itu kan ada bea cukainya, ekportir, bibit Lobsternya sudah berada di Singapura,  Vietnam dan lainnya kenapa tidak ditangkap. Dimana letak keadilannya untuk Nelayan kecil,” tambah Asep.

Asep juga mengungkapkan bahwa  pihknya sudah berjuang selama 2 tahun sampai harus datang ke Senayan ke Komisi IV dengan di dampingi oleh Pak Danil. Saat itu, beber Asep, dari Senayan memberikan harapan seperti yang dikatakan Pak Muhaimin Iskandar bahwa tidak akan ada penangkapan lagi terhadap nelayan.

“Tapi buktinya sampai hari ini masih terjadi penangkapan kepada para Nelayan,” tandas Ketua HNSI Kabupaten Sukabumi itu mengakhiri ucapannya.

[Pewarta: Azis. R]
Editor: Red.

Wednesday, January 9, 2019

Redaksi sukabumiNews

Lebih dari 10 Tahun Warga Desa Cikatomas Dambakan Jalan Beraspal

Jalan Desa yang menghubungkan Kp. Naga Jaya dengan.Kp. Batu Kasur di Desa Cikatomas Kec. Cilograng. Kabupaten Lebak, Provinsi Banten sudah lebih dari 10 tahun tidak kunjung dilapisi aspal.
Cilograng (Lebak), SUKABUMINEWS.net – Jalan Desa yang menghubungkan Kp. Naga Jaya dengan.Kp. Batu Kasur di Desa Cikatomas Kec. Cilograng. Kabupaten Lebak, Provinsi Banten sudah lebih dari 10 tahun tidak kunjung dilapisi aspal. Warga menilai, keinginan mereka sama sekali tidak diperhatikan pemerintah, terutama pemerintah desa setempat.

“Padahal jalan sepanjang lebih kurang 2 km itu merupakan jalan yang keberadaannya murni di bangun dari hasil kerja keras warga melalui gotong-royong dengan alat seadaya, seperti cangkul, tayang, garpu, parang dan lain sejenisnya, tanpa bantuan dari pihak pemerintah,” terang Bapak Dadan, warga Kp. Batu Kasur kepada sukabumiNews, Selasa (8/1/2019).

Dadan menambahkan, sebenarnya tidak banyak yang di pinta oleh penduduk asli, warga Kampung Batu Kasur ini kepada pemerintah, kecuali untuk diperbaiki agar masyarakat nyaman dalam menggunakan fasilitas sebagai sarana untuk kelancaran transportasi.

“Dari mulai jalan setapak sampai seperti ini seharusya pemerintah malu sama warga, tapi juga pemerintah harus berbangga punya warga yang peduli,” ucapnya.

“Pemerintah tinggal nerusin dengan pengaspalan, itu saja,” pintanya Dadan mewakili warga Kp. Batu Kasur.

Senada dengan pak Dadan, Abah Sukani seorang yang ditokohkan di kp. Naga Jaya juga memohon akan kepedulian pemeritah, terutama pemerintah desa bekerjasama dengan dinas terkait untuk menindak lanjuti keluahan warga. “Bayangkan, sudah 10 tahun ini,” ujarnya.

Lantaran gemas tak kunjung mendapat perhatian dari pemerintah, Sukani pun bergumam, jika saja di musim politik ini ada caleg dari partai manapun yang datang dan mau memuat perjanjian di atas materai untuk bisa melakukan usaha agar jalan yang melintasi kampungnya di aspal, dia pastikan semua penduduk kampong bakal mendukungnya.

“Kami merasa iba dan kasihan, jika musim hujan tiba anak-anak sekolah sampai ada yang nginep di sekolah karena tidak bisa pulang demi menjaga keselamatan sebab jalanan sangat licin dan belubang,” terang Bah Sukani.

Dilain pihak, salah seorang warga yang identitasnya tidak mau diisebutkan mengatakan, dulu ada seorang Kepala Desa yang sebelum ia menjabat sering datang ke wilayahnya dan berjanji mau memperbaiki jalan tersebut dengan mengaspalnya.

“Tapi setelah dia jadi, seperti kacang lupa kulitnya, semuanya omong kosong alias bohong,” sesalnya.

[Pewarta: Zahrudin]
Editor: Red.

Saturday, December 29, 2018

Redaksi sukabumiNews

Kesulitan Akses Jalan, Warga Dusun Dampit Gotong Royong Buat Jembatan

Purabaya, SUKABUMINEWS.netSejumlah warga mengeluhkan sulitnya akses transportasi penyeberangan dari Kp. Dampit Desa Cicukang Kecamatan Purabaya menuju dusun yang berada di seberangnya yaitu wilayah Kabupaten Cianjur.

"Luar biasa, kami kesulitan melewatinya. Apalagi menggunakan kendaraan dalam kondisi musim hujan. Makanya kami punya ide jembatan swadaya ini," ucap Ketua RT.007/RW.002 Dusun Dampit, Bah Ucok kepada reporter sukabumiNews yang kebetulan tengah melewati jalan tersebut, Sabtu (29/12).

Saat itu Bah Ucok bersama warganya sedang gotong royong membangun jembatan lintas dusun menuju wilayah Kabupaten Cianjur itu.

"Kami berharap agar pemerintah setempat meninjau lokasi yang sedang kami kerjakan, karena kami tidak bisa berbuat maksimal tanpa bantuan pihak pemerintah, terutama masalah bantuan dana," lirih Bah Ucok.

[Pewarta: Jaka S.]
Editor: Red.
close
close