Breaking
Showing posts with label suara-rakyat. Show all posts
Showing posts with label suara-rakyat. Show all posts

Tuesday, January 15, 2019

Redaksi sukabumiNews

Ketua HNSI Kabupaten Sukabumi Minta pada Pemerintah agar Nelayan Tidak Dimarjinalkan

Di hadapan Cak Imin, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Sukabumi Asep JK meminta kepada pemerintah agar Nelayan tidak dimarjinalkan seperti ada kejadian pada nelayan yang tersandung kasus.
[Di hadapan Cak Imin, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Sukabumi Asep JK meminta kepada pemerintah agar Nelayan tidak dimarjinalkan]
sukabumiNews, KADUDAMPIT – Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Sukabumi Asep JK meminta kepada pemerintah agar Nelayan tidak dimarjinalkan seperti ada kejadian pada nelayan yang tersandung kasus.

Asep juga mengungkapkan, pihaknya merasa keberatan dan menyesalkan adanya Peraturan Menteri (Permen) KP No. 56/Permen-KP/2016 tentang Larangan Penangkapan dan atau Pengeluaran Lobster, Kepiting, dan Rajungan dari Indonesia yang dianggapnya sangat merugikan nelayan kecil.
“Dengan adanya Permen tersebut banyak sekali Nelayan yang ditangkap. Kalo ‘permen’ dari warung itu sangatlah manis. Akan tetapi Permen dari Susi Pujdiastuti sangat pahit bagi para Nelayan, karena dengan Permen itu banyak sekali Nelayan yang ditangkap.” ucapnya sedikit canda.

Hal tersebut di ucapkan Asep JK dihadapan Cak Imin bertempat di Cafe Rengganis Priuk Kadudampit saat kunjungan Ketua Umum PKB bersama Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo itu ke wilayah Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin (14/01/2019).

Asep juga mengatakan bahwa nelayan tidak membutuhkan naik pangkat, mereka hanya menginginkan penghidupannya tidak di usik.

“Kami dari rukun nelayan atau kepanjangan tangan dari nelayan hanya nelayan kecil yang mencari nafkah untuk menghudupi anak dan istri. Kalo memang kita tidak boleh menangkap Lobster kasih dong solusinya. Terus kenapa hanya kami yang ditangkap sementara para pengepul dan pengusaha lainnya tidak ditangkap,” keluh Asep.

Ketua HNSI Kabupaten Sukabumi itu membeberkan ketidak puasannya terhadap sikap pemerintah yang selama ini dianggap tidak memihak kepada masyarakat kecil.

“Itu kan ada bea cukainya, ekportir, bibit Lobsternya sudah berada di Singapura,  Vietnam dan lainnya kenapa tidak ditangkap. Dimana letak keadilannya untuk Nelayan kecil,” tambah Asep.

Asep juga mengungkapkan bahwa  pihknya sudah berjuang selama 2 tahun sampai harus datang ke Senayan ke Komisi IV dengan di dampingi oleh Pak Danil. Saat itu, beber Asep, dari Senayan memberikan harapan seperti yang dikatakan Pak Muhaimin Iskandar bahwa tidak akan ada penangkapan lagi terhadap nelayan.

“Tapi buktinya sampai hari ini masih terjadi penangkapan kepada para Nelayan,” tandas Ketua HNSI Kabupaten Sukabumi itu mengakhiri ucapannya.

[Pewarta: Azis. R]
Editor: Red.

Wednesday, January 9, 2019

Redaksi sukabumiNews

Lebih dari 10 Tahun Warga Desa Cikatomas Dambakan Jalan Beraspal

Jalan Desa yang menghubungkan Kp. Naga Jaya dengan.Kp. Batu Kasur di Desa Cikatomas Kec. Cilograng. Kabupaten Lebak, Provinsi Banten sudah lebih dari 10 tahun tidak kunjung dilapisi aspal.
Cilograng (Lebak), SUKABUMINEWS.net – Jalan Desa yang menghubungkan Kp. Naga Jaya dengan.Kp. Batu Kasur di Desa Cikatomas Kec. Cilograng. Kabupaten Lebak, Provinsi Banten sudah lebih dari 10 tahun tidak kunjung dilapisi aspal. Warga menilai, keinginan mereka sama sekali tidak diperhatikan pemerintah, terutama pemerintah desa setempat.

“Padahal jalan sepanjang lebih kurang 2 km itu merupakan jalan yang keberadaannya murni di bangun dari hasil kerja keras warga melalui gotong-royong dengan alat seadaya, seperti cangkul, tayang, garpu, parang dan lain sejenisnya, tanpa bantuan dari pihak pemerintah,” terang Bapak Dadan, warga Kp. Batu Kasur kepada sukabumiNews, Selasa (8/1/2019).

Dadan menambahkan, sebenarnya tidak banyak yang di pinta oleh penduduk asli, warga Kampung Batu Kasur ini kepada pemerintah, kecuali untuk diperbaiki agar masyarakat nyaman dalam menggunakan fasilitas sebagai sarana untuk kelancaran transportasi.

“Dari mulai jalan setapak sampai seperti ini seharusya pemerintah malu sama warga, tapi juga pemerintah harus berbangga punya warga yang peduli,” ucapnya.

“Pemerintah tinggal nerusin dengan pengaspalan, itu saja,” pintanya Dadan mewakili warga Kp. Batu Kasur.

Senada dengan pak Dadan, Abah Sukani seorang yang ditokohkan di kp. Naga Jaya juga memohon akan kepedulian pemeritah, terutama pemerintah desa bekerjasama dengan dinas terkait untuk menindak lanjuti keluahan warga. “Bayangkan, sudah 10 tahun ini,” ujarnya.

Lantaran gemas tak kunjung mendapat perhatian dari pemerintah, Sukani pun bergumam, jika saja di musim politik ini ada caleg dari partai manapun yang datang dan mau memuat perjanjian di atas materai untuk bisa melakukan usaha agar jalan yang melintasi kampungnya di aspal, dia pastikan semua penduduk kampong bakal mendukungnya.

“Kami merasa iba dan kasihan, jika musim hujan tiba anak-anak sekolah sampai ada yang nginep di sekolah karena tidak bisa pulang demi menjaga keselamatan sebab jalanan sangat licin dan belubang,” terang Bah Sukani.

Dilain pihak, salah seorang warga yang identitasnya tidak mau diisebutkan mengatakan, dulu ada seorang Kepala Desa yang sebelum ia menjabat sering datang ke wilayahnya dan berjanji mau memperbaiki jalan tersebut dengan mengaspalnya.

“Tapi setelah dia jadi, seperti kacang lupa kulitnya, semuanya omong kosong alias bohong,” sesalnya.

[Pewarta: Zahrudin]
Editor: Red.

Saturday, December 29, 2018

Redaksi sukabumiNews

Kesulitan Akses Jalan, Warga Dusun Dampit Gotong Royong Buat Jembatan

Purabaya, SUKABUMINEWS.netSejumlah warga mengeluhkan sulitnya akses transportasi penyeberangan dari Kp. Dampit Desa Cicukang Kecamatan Purabaya menuju dusun yang berada di seberangnya yaitu wilayah Kabupaten Cianjur.

"Luar biasa, kami kesulitan melewatinya. Apalagi menggunakan kendaraan dalam kondisi musim hujan. Makanya kami punya ide jembatan swadaya ini," ucap Ketua RT.007/RW.002 Dusun Dampit, Bah Ucok kepada reporter sukabumiNews yang kebetulan tengah melewati jalan tersebut, Sabtu (29/12).

Saat itu Bah Ucok bersama warganya sedang gotong royong membangun jembatan lintas dusun menuju wilayah Kabupaten Cianjur itu.

"Kami berharap agar pemerintah setempat meninjau lokasi yang sedang kami kerjakan, karena kami tidak bisa berbuat maksimal tanpa bantuan pihak pemerintah, terutama masalah bantuan dana," lirih Bah Ucok.

[Pewarta: Jaka S.]
Editor: Red.

Tuesday, December 11, 2018

Redaksi sukabumiNews

Menuju Kabupaten Sukabumi Lebih Baik, Hampir 20 Tahun Jalan Berumpur Tak Kunjung Diperbaiki

Cicantayan, SUKABUMINEWS.net – Kondisi jalan kabupaten yang melintasi Desa Hegarmanah Kecamatan Cicantayan Kabupaten Sukabumi, tepatnya di wilayah Kampung Cikareo cukup parah. Akibatnya, warga di sekitar kampung tersebut merasa kurang nyaman saat melintasi jalan rusak sepanjang 1 km itu.

"Sudah hampir 20 tahun jalan ini rusak dan tidak diperbaiki", Kata Andi Setiawan, warga kampung Cikareo Rt. 03/05 Desa Hegarmanah Kecamatan Cicantayan Kabupaten Sukabumi kepada sukabumiNews, Selasa (11/12/2018).

Tidak hanya itu, dalam kondisi musim hujan seperti sekarang ini, selain penuh dengan lubang, jalanan juga penuh dengan lumpur, sehingga setiap kali ada kendaraan yang lewat, dinding rumah yang kebetulan berada di pinggir jalan, selalu kecipratan lumpur.

“Jika datang musim kemarau, lumpur berganti dengan debu yang sangat mengganggu pernafasan,” keluh Andi.

“Meski merasa kesal namun apa boleh buat saya nikmatin saja," ucapnya sedikit nyindir kepada pemerintah,  sambil membersihkan pinggiran rumahnya yang kotor dan dipenuhi dengan bercak lumpur.

Dengan kondisi seperti ini Andi sangat berharap kepada pemerintah untuk segera memperhatikan keluhannya. “Karna saya pikir jika hal ini terus di biarkan, tidak menutup kemungkinan akan memakan korban karena banyak sekali pengendara yang terjatuh akibatnya,” tutur Andi

Pewarta: Azis R.
Editor: Red.

Thursday, September 20, 2018

Redaksi sukabumiNews

Hampir 10 Tahun Warga Cikarang Dambakan Fasilitas Jalan yang Nyaman

CIDOLOG, SUKABUMINEWS.net -- Warga Desa Cikarang Kecamatan Cidolog Kabupaten Sukabumi mengeluhkan  infrastruktur jalan kabupaten yang ada di daerahnya.

Menurut informasi dari warga setempat, sudah lebih dari 5 tahun, bahkan hampir  2 priode ganti kepemimpinan Bupati Sukabumi  jalan desa tersebut belum pernah di aspalnya.

"Kami ingin merasakan  kenyamanan saat  perjalanan. Kita ini kan sudah merdeka. Anak sekolah pun kasihan gelepotan lewat sini. Apalagi saat musim hujan." keluh Lusi Yenitasari, warga setempat kepada wartawan (20/9)

Dengan kondisi seperti ini Lusi dan masyarakat setempat berharap ada wakil rakyat yang mau peduli dan memikirkan fasilitas serta sarana umum di daerahnya. (*)

Pewarta: Jaka S.
Editor: Red.

Saturday, September 15, 2018

Redaksi sukabumiNews

Semakin Meluas, Aksi Mahasiswa Pekan Depan di Depan Istana Negara

JAKARTA, SUKABUMINEWS.net - Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa atau Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguran Tinggi Agama Islam se-Indonesia dan aliansi Mahasiswa Primordial se-Jabodetabek  menggelar aksi damai guna mengkritisi kebijakan pemerintahan Joko Widodo, Jumat (14/9/2018).

Berbeda dengan mahasiswa Islam se-Jakarta, BEM Universitas Bung Karno dan Mercu Buana akan melakukan aksi demonstrasinya pada Kamis (20/9/2018) pekan depan.

"Aksi kita terpisah mas, kami akan (berdemo) Kamis depan di depan Istana Negara," ujar Ketua BEM Fakultas Teknik UBK Wirya Dhana kepada wartawan dilansir TeropongSenayan, Jakarta, Kamis (13/9/2018).

Wirya menjelaskan, nantinya aksi tersebut tidak hanya diikuti dua kampus, tapi juga sejumlah kampus lainnya. "Nanti banyak kampus juga mas," ujarnya.

Namun, Wirya belum bisa menginformasikan semua nama-nama kampus yang akan melakukan aksinya pada kamis depan tersebut.

Wirya juga mengatakan, ada beberapa tuntutan yang akan disampaikan pada saat berdemonstrasi nanti. "Salah satunya meminta Jokowi mundur dari jabatannya," cetusnya. "Tapi aksi tersebut juga akan tetap berlangsung damai," imbuhnya.

Untuk persiapan sendiri, lanjut Wirya yang berkuliah di UBK itu, sudah masif dalam mengkonsolidasikan dengan rekan-rekan yang lainnya.

"Beberapa malam ini kita rutin adakan pertemuan, yang mungkin akan menghasilkan suatu gerakan aksi nantinya," pungkasnya.(Red*)
close
close