Breaking
Showing posts with label sosial. Show all posts
Showing posts with label sosial. Show all posts

Tuesday, April 23, 2019

Redaksi sukabumiNews

Lega, Atas Bantuan SKP, Seorang Imam Mesjid Bisa Lepas dari Hutang Rentenir Selama Bertahun-Tahun

sukabumiNews, SUKARAJA - Abah Iskandar, Seorang Imam Mesjid di Kp. Kebon Manggu Rt 002/004 Desa Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, sejak beberapa tahun terakhir menjadi korban utang riba rentenir. Namun atas bantuan dari seluruh elemen masyarakat yang dipelopori oleh Sahabat Ktistiawan Peduli (SKP), Abah Iskandar kini bisa terlepas dari beban yang selama ini ditanggungnya.

Ktistiawan Saputra salah satu pegiat sosial mengatakan, pihaknya merasa tergugah ketika mendengar dan melihat kenyataan yang menimpa kepada seorang Imam salah satu Mesjid di daerah Sukaraja. Kemudian Dia bersama rekan-rekannya mengumpulkan donasi untuk membantu meringankan beban yang diderita pria paruh baya yang kesehariannya berprofesi sebagai penjual pisang keju keliling itu.

Dalam satu hari maksimal penghasilan Abah Iskandar sebesar Rp.80 ribu kotor. Akan tetapi jika di hitung dari hutangganya ke salah satu rentenir yang membengkak hingga mencapai Rp.25 juta, tentunya pendapatan dari hasil usahanya itu tidaklah mencukup untuk menutupi bebannya yang jika satu hari saja tidak dibayar, utang tersebut akan semakin membengknya . 
"Dari hasil donasi yang dikumpulkan, alhamdulilah uang sebesar Rp 30 juta sudah kita berikan dengan rincian Rp.25 juta untuk melunasi semua hutangnya sementara yang Rp.5 jutanya lagi untuk pegangan tambahan biaya pengobatan beliau," ungakap Ktistiawan kepada sukabumiNews, Selasa (23/4/2019)

Selain itu lanjut Ktistiawan, bantuan untuk Abah Iskandar akan dilanjutkan untuk membantu biaya perawatan medis bagi penyakit yang dideritanya, sebab diketahui Abah Iskandar juga mempunyai benjolan di sekitar alat kelaminnya.

"Rabu, 24 April 2019) besok sisa sumbangan yang Rp.5 juta-nya lagi akan kita memberikan untuk meringankan biaya berobatnya," jelas Ktistiawan.

Dia juga mengucapkan banyak terima kasih kepada semua masyarakat yang telah membantu menyisihkan hartanya sehingga bisa membebaskan beban hutang Abah Iskandar yang tidak kunjung lunas selama bertahun-tahun.

"Selain itu saya berpesan kepada masyarakat agar menjauhi pinjaman riba karena hutang riba membuat kehidupan tidak menjadi barokah," tegasnya.



Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Monday, April 22, 2019

Redaksi sukabumiNews

Akhirnya Rumah Reyot Mak Unah, Guru Ngaji Penyandang Disabilitas Itu akan Dibedah

Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) milik Mak Unah, Sosok Guru Ngaji penyandang disabilitas, penderita cacat sejak lahir yang tinggal di Kp. Cikundul Girang, RT 002/007 Kelurahan Cikundul, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi akan dibedah.
Mak Unah (kanan) duduk bersama sadaranya yang selama ini membantu aktifitasnya (kiri) di teras rumahnya yang berukuran 4X5 Meter Persegi yang akan dibedah. (Foto: Azis R/sukabumiNews)
------------
sukabumiNews, LEMBURSITU - Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) milik Mak Unah, Sosok Guru Ngaji penyandang disabilitas, penderita cacat sejak lahir yang tinggal di Kp. Cikundul Girang, RT. 002/007 Kelurahan Cikundul, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi akan dibedah.

Seperti diberitakan sukabumiNews sebelumnya, keberadaan Rutilahu beserta kondisi pemiliknya, Mak Unah memang membutuhkan perhatian pemerintah. Kenapa tidak, Mak Unah yang tidak memiliki tangan dan kaki normal, layaknya orang lain ini mengaku bila saat hujan turun atap rumah dan dinding biliknya yang bolong kerap kemasukan air.
Atas bantuan dari para pegiat social, kini Rumah panggung reyot milik penderita cacat sejak lahir yang berukuran 4 X 5 meter persegi ini rencananya akan di bedah pada Rabu 24 April 2019 mendatang.

Lurah Cikundul, Agus Heryanto mengatakan, pembangunan tersebut didanai oleh salah satu komunitas mobil di Sukabumi yang diperoleh dari hasil donasi antara pihak komunitas ditambah dari Kelurahan dan Kecamatan Lembursitu.

"Dana tersebut berkisar sekitar Rp40 juta dan akan di alokasikan untuk membedah Rutilahu Mak Unah dan pembangunan MCK musholla Alhidayah yang terletak di RW 03 di wilayah Kelurahan Cikundul," kata Agus kepada sukabumiNews.

Camat Lembursitu, Hj. Nuraeni Komarudin, mengawali pembuatan MCK Musholla Alhidayah untuk Tempat Pengajian Santri Mak Unah, dengan peletakan batu pondasi pertama pada Ahad (21/4/19).
Agus menjelaskan, pembangunan telah dimulai dari pembuatan MCK Musholla Alhidayah yang diawali dengan peletakan batu pondasi pertama langsung oleh Camat Lembursitu, Hj. Nuraeni Komarudin pada Ahad (21/4/19) kemarin.

"Sedangkan untuk renovasi Rutilahu Mak Unah rencananya akan di laksanakan pada Rabu 24 April 2019 sekitar pukul 08:00 WIB dan akan di hadiri oleh komunitas yang memberikan donasi," jelas Agus.

Agus jiga mengungkapkan, sebelum mendapat bantuan dari salah satu komunitas di Sukabumi, Rutilahu Mak Unah sudah dimasukan dalam daftar penerima bantuan rutilahu dari pemerintah provinsi Jawa Barat. Namun saat ini, tambah Agus, bantuan tersebut akan dicabut dan dilimpahkan kepada pemilik Rutilahu lainnya.

"Tahun ini kami mendapatkan bantuan untuk 70 unit Rutilahu dari pemerintah provinsi dan kementerian PUPR yang Insya Allah akan di realisasikan pada Bulan Juli mendatang." Pungkasnya.


Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Sunday, April 7, 2019

Redaksi sukabumiNews

BPJS Kesehatan Sukabumi Giat Lakukan Sosialisasi Program Layanan JKN

sukabumiNews, CISAAT - Salah satu tugas dari Bidang Penjaminan Manfaat Primer Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) adalah memastikan kepada masyarakat memiliki pengetahuan tentang program Jaminan kesehatan Nasional (JKN). Hal ini dikemukakan Kepala Bidang (Kabid) Penjaminan manfaat Primer, Dewi Ayu Larasati kepada sukabumiNews saat mengadakan sosialisasi kepada masyarakat di salah satu gedung di Jl. Jalur Lingkar Selatan Sabtu (6/4/2019).

Lebih jauh Dewi Ayu mengatakan, sosialisasi ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilaksanakan oleh BPJS, bekerjasama dengan Komisi IX DPR RI, yang membidangi masalah Kesehatan dan Tenaga Kerja, untuk membantu menjelaskan kepada masyarakat mengenai program jaminan kesehatan masyarakat termasuk perubahan-perubahan aturannya.

"Kami setiap tahun sudah mempunyai agenda dengan DPR RI kita berkeliling ke beberapa desa untuk menyampaikan informasi terkait jaminan kesehatan nasional," kata Dewi Ayu.

Menurut Dewi Ayu, saat ini BPJS melakukan atau membuka kanal-kanal pendaftaran agar lebih mudah untuk mendaftar tanpa harus pergi ke kantor BPJS secara langsung dan harus mengantri.

Bahkan Dewi Ayu mengungkapkan, untuk memudahkan pelayanan pihaknya juga sudah membuka akses lewat Kantor Kecamatan, Applikasi Telepon. Masyarakat peserta juga tambah dia, bisa melakukan pembayaran melalui Bank yang sudah bekerjasama dengan BPJS.

Turut hadir pada kesempatan tersebut Ketua Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Demokrasi Perjuangan (PDI P) bersama Ketua DPC PDIP Kota dan Kabupaten Sukabumi Tatan Rustandi dan Zaenudin (Jay).

Menurut Ribka Tjiptaning, pihaknya hadir pada kesempatan itu untuk mengadakan Sosialisasi Jaminan Kesehatan Nasional dengan Mitra kerjanya, Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS).

Anggota DPR RI dari Fraksi PDIP itu juga mengungkapkan bahwa sampai saat ini Pemerintah sudah mengaper sekitar 96,8 juta peserta pemakai Kartu Kesehatan Indonesia (KIS).

"Kalau masih ada masyarakat yang belum kebagian KIS, itu tanggung jawab pemerintah daerah yang menjaminkan rakyatnya,” tegas Ribka

“Jangan sampai nanti pada saat pemilihan Kepala Daerah, Wali Kota atau pun Bupati, lalu setelah terpilih tidak mau bertanggung jawab, yang akhirnya nanti saya yang akan menanggung kesehatan rakyatnya,” tutur politisi dari PDIP yang mencalonkan kembali menjadi caleg DPR RI dari Dapil Jabar IV Kota dan Kabupaten Sukabumi itu.


Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Tuesday, April 2, 2019

Redaksi sukabumiNews

M. Rasyad Balita Pengidap Hernia Itu Dijadwalkan akan Jalani Operasi Pekan Depan

FOTO: Kades Pasirhalang RM. Yusup Purnama (kedua dari kanan) ketika menjenguk M. Rasyad  (pertama dari kanan, duduk di pangkuan ibunya).

sukabumiNews, SUKARAJA - Muhammad Rasyad Badrutaman, balita penderita Hernia yang masih berusia 18 bulan, warga Kp. Langensari, Rt 04, Rw 08, Desa Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, yang sejak usia 2 bulan menderita Hernia, telah selesai menjalani pemeriksaan di RSUD Sekarwangi Cibadak dan dijadwalkan akan menjalani Operasi pada senin (08/4/2019) mendatang.

Hal itu diungkapkan Kepala Desa Pasirhalang, RM. Yusup Purnama setelah menerima informasi hasil tes Laboratorium dari pihak RSUD Sekarwangi, Selasa (02/04/2019) siang.

"Hari ini sudah keluar hasil Lab, dan Operasi M. Rasyad dijadwalkan minggu depan," ungkap Yusup Purnama kepada Wartawan saat ditemui di kantornya Jl. Raya Gentong Km 28, Desa Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Gegerbitung, Selasa (02/04/2019) sore. 

Yusup menambahkan, sebelum ramai pemberitaan di Media Massa, 2 minggu sebelumnya Kepala Desa Pasirhalang telah menunjuk staf desa bernama Nyanyang Ilyas agar mendampingi dan membawa orangtua M. Rasyad, yakni Siti Robiah (41) dan Unang (46) untuk didaftarkan sebagai penerima manfaat Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi.

Pada saat itu orangtua M. Rasyad langsung disarankan oleh pihak Dinkes untuk membawa anaknya ke rumah sakit. Begitu juga sepulang dari sana, pihak desa menyarankan hal yang sama.

Namun entah karena alasan apa orangtua M. Rasyad masih menangguhkan pengobatan anaknya itu, hingga muncul berita di berbagai media massa di Sukabumi. 

"Kami sudah mengantisipasi hal itu sebelumnya, karena mungkin ada keterbatasan dalam komunikasi dengan keluarga M. Rasyad, pengobatan balita itu sempat tertunda. Tapi Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar. Kita doakan agar M. Rasyad dapat segera sembuh seperti anak-anak lainnya," terangnya.
Kades Pasirhalang RM Yusup Purnama (kanan) hedak menghatar M. Rasyad ke Rumah Sakit.
Yusup menuturkan, hari ini M. Rasyad telah menempuh semua proses tes Labarotorium dan tinggal menunggu jadwal operasi. "Semua biaya termasuk operasi nanti, tidak dibebankan biaya alias gratis," terang Yusup.

Sementara itu, berbagai bantuan juga terus berdatangan kepada keluarga M. Rasyad. Salahsatunya dari pimpinan Perumda Pembangunan Sarana Jaya milik BUMD Provinsi DKI Jakarta melalui karyawannya yang berasal dari Cisaat sebesar Rp10juta dan dari kawan-kawan Sahabat Kristiawan Peduli (SKP) sebesar Rp 21 juta. 

"Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada para donatur yang telah memberikan bantuannya kepada keluarga M. Rasyad. Semoga menjadi amal baik dan mendapat balasan yang setimpal dari Allah Subhanahu Wata'ala," pungkasnya.


Pewarta: Rio Bagja Gumilar
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

14 Tahun Tidak Bisa Berjalan karena Stroke, Micah Dapat Bantuan Kursi Roda dari Seorang Bhabinkamtibas

FOTO: (Dari kiri ke kanan) Brigadir Sandi Praja, anggota Polsek Cibadak, pak Bidin (suami Micah), Micah (duduk di kursi roda), Lurah Cibadak Budi Eka Andriana, Babinsa Peltu Dendin. (dok. Rudi S/SN)
sukabumiNews, CIBADAK – Micah (55) warga Kampung Papanahan RT 01/09, Cibadak Kabupaten Sukabumi yang mengalami stroke selama 14 tahun dan tidak bisa berjalan, mendapat bantuan Kursi Roda dari Aksi Sosial dalam sinergitas tiga pilar program satu bulan satu kebaikan yang diberikan oleh Brigadir Sandi Praja, anggota Polsek Cibadak, Polres Sukabumi, bersama Babinsa Peltu Dendin dan Lurah Cibadak, Budi Eka Andriana, Senin (1/4/2019).

Semboyan polisi sebagai pelindung masyarakat, benar-benar diaplikasikan seorang Brigadir Polisi anggota Polsek Cibadak, Polres Sukabumi bersama seorang Babinsa berpangkat Peltu dan Lurah Cibadak itu.

Menurut Brigadir Sandi, aksi itu tergerak ketika dirinya melakukan giat bhabinkamtibas dan melihat  ada warga yang mengalami stroke serta membutuhkan kursi roda. Ketika itu Brigadir Sandi menganggap, kursi roda yang selama ini dipakai Micah sudah rusak.

"Ketika berbincang dengan Pak Bidin (suami Micah) mereka ingin membeli kursi roda baru namun karena keadaan ekonomi, keinginan pak Bidin belum bisa terwujud, " ungkap Sandi.

Mendengar, melihat dan merasakan yang dialami keluarga, Sandi pun merasa tergerak hatinya untuk membantu keluarga pak Bidin.

"Hari ini saya dan Lurah Cibadak Pak Budi dan Babinsa Pak Dendin mengantarkan bantuan kursi roda. Kami juga berikab bantuan sembako di kepada keluarganya," terangnya.

Sementra itu Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi melalui Kapolsek Cibadak Kompol Suhardiman sangat bersyukur anggotanya mampu memberikan pelayanan yang terbaik pada masyarakat.

"Ini adalah bentuk pengabdian anggota polri kepada bangsa dan negara, juga pelayanan pada warga yang membutuhkan," katanya.

Sebagai anggota kepolisian, dirinya juga berharap, semoga kedepan banyak yang mencontoh apa yang dilakukan oleh anggota Brigadir Sandi Praja.


Pewarta : Rudi Samsidi
Editor: AM
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Sunday, March 31, 2019

Redaksi sukabumiNews

Perhutani Ajak Masyrakat Tingkatkan Kepedulian Terhadap Keasrian Lingkungan dan Hutan

sukabumiNews, CIBEUREUM - Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Perum Perhutani Sukabumi mengajak kepada semua kalangan untuk meningkatkan kepedulian terhadap keasrian lingkungan dan hutan.

Ajakan semacam ini di utarakan Agus Yulianto, Administratur/Kepala Kesatuan Pemangkuan Hutan (KKPH) Sukabumi, kepada sukabumiNews.net pada rangkaian sejumlah kegiatan sosial yang diadakan KPH dalam rangka memperingati HUT Perhutani ke 58 tahun 2019 yang di gelar di Halaman Kantor Perhutani Administratur Perhutani Sukabumi, Jumat (29/03/19) kemarin.

Pantauan sukabumiNews, salah satu kegiatan sosial yang digelarnya saat itu yakni penanaman sebanyak 150 bibit pohon Manglid di lingkungan Sekolah Dasar (SD) Cibereum Hilir V Sukabumi belum lama ini. Sebelumnya, kegiatan sosial ini juga diisi dengan donor darah dan santunan kepada yatim piatu dan yang lainnya.

Menaggapi kegiatan ini, Rosadi salah satu guru Sekolah Dasar (SD) Cibereum Hilir V Sukabumi, mengucapkan rasa terima kasih dan apreasi atas diselenggarakan kegiatan penanaman pohon di lingkungan sekolahnya.

"Penanaman pohon ini sangat bermanfaat untuk lingkunga sekolah, sekaligus sebagai pembelajaran bagi anak didik kami untuk belajar mengenal dan memelihara lingkungan," ucapnya.

Sementara itu Kepala KPH Sukabumi Agus Yulianto mengatakan, kegiatan yang diikuti oleh para pelajar, intansi terkait, serta jajaran perum perhutani, tokmas, guru, dan organisasi pencinta lingkungan ini adalah merupakan kegiatan yang rutin dilaksakan setiap tahun

"Kegiatan ini rutin dilaksakan setiap tahun, dan kegiatan ini merupakan bentuk kepeduliaan serta subangsih perusahaan kepada masyarakat," jelas Agus.

Hadir pada kesempatan itu Dinas Kehutanan Wilayah III Sukabumi, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), PMI, Ratusan Pelajar dari Kota/Kabupaten Sukabumi.


Pewarta : Rudi Samsidi.
Editor: AM
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
close
close