Breaking
Showing posts with label prabowo. Show all posts
Showing posts with label prabowo. Show all posts

Friday, August 9, 2019

Redaksi sukabumiNews

Gerindra Tawarkan Konsep ke Jokowi untuk Penuhi Janji Kampanye

jokowi-prabowo
Presiden RI terpilih Joko Widodo (Jokowi) bersama Prabowo Subianto memberikan pernyataan pers saat menggelar pertemuan di Stasiun MRT Senayan, Jakarta, Sabtu (13/7). (FOTO: dok. Suara.com)  
sukabumiNews, JAKARTA – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Sufmi Dasco, mengatakan partai yang diketuai Prabowo Subianto sudah menawarkan konsep membangun negara secara lisan kepada presiden terpilih Joko Widodo.

Tetapi Sufmi belum tahu apakah konsep tersebut akan diterima atau tidak. Hingga saat ini Gerindra masih menunggu keputusan tersebut.

Dasco menjelaskan, jika konsep tersebut diterima maka itu akan dijadikan upaya Gerindra untuk memenuhi janji-janji kampanye semasa Pemilu 2019.

"Kalau kosnep itu kemudian diterima ya ini kan ada target maksimal, ada target minimal. Supaya kita juga janji-janji kampanye kita bisa direalisasikan kepada pendukung kita. Pendukung kita ada sekitar 45 persen kira-kira begitu," kata Dasco di Hotel Ashley, Menteng, Jakarta Pusat, dikutip suara.com, Jumat (9/8/2019).

Gerindra kata Dasco, mengaku siap untuk berkontribusi di dalam pemerintah apabila nantinya konsep yang ditawarkan dapat diterima.

Tetapi, jika pun konsep tidak diterima karena satu dua hal, maka Gerindra juga bersedia tetap di luar pemerintahan.

"Jadi sebenarnya setelah (pertemuan Prabowo-Jokowi) MRT itu kan memang disampaikan kalau memang pemerintah yang menginginkan kita untuk ikut bersama membangun bangsa, negara," katanya.

"Bahwa kemudian kita diperlukan untuk membantu ya kita punya beberapa konsep. Konsep yang kemudian diberikan kepada mereka ini baru secara lisan kemarin, konsep antara lain konsep ketahanan pangan dan lain-lain," kata Dasco.


Pewarta: AM
Editor: Red
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Sunday, July 14, 2019

Redaksi sukabumiNews

Prabowo Bertemu Jokowi, Amien Rais Merasa Kecolongan

amien rais
Pendiri Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais, berharap agar kubu Prabowo tetap berada di luar kekuasaan. Jika mereka bergabung, menurutnya itu menjadi pertanda kematian lonceng demokrasi. (Foto: Tagar/Kurniawan Eka Mulyana)
sukabumiNews, SLEMAN - Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais, mengaku sama sekali tak mengetahui perihal rencana di balik pertemuan Joko Widodo dan Prabowo Subianto di Stasiun MRT Senayan, Jakarta, pada Sabtu (13/7/2019).

"Sama sekali belum tahu, makanya itu mengapa kok tiba-tiba nyelonong," kata Amien saat dijumpai di rumahnya, Condongcatur, Sleman, DIY, Sabtu (13/7), seperti dikutip dari IDN Times.

1. Tolak tanggapi lebih jauh

Amien pun belum mau berkomentar banyak soal pertemuan tersebut. Ia baru akan angkat bicara setelah menanyakan langsung kepada Prabowo perihal apa yang didiskusikannya dengan Jokowi.

"Itu saya akan tanya dulu, apa betul pertemuan itu sudah membahas rekonsiliasi sampai ke koalisi dan lain-lain," katanya.

2. Dapat surat dari Prabowo

Sejauh ini, Amien sendiri menyebut hanya menerima sebuah surat dari Prabowo yang diberikan lewat ajudannya.

"Surat amplop tertutup, sepertinya agak tebal, mungkin dua lembar," ungkapnya.

Mengenai apa isi surat tersebut, Amien belum membacanya. Dan surat itu sendiri tersimpan di rumahnya, Gandaria, Jakarta Selatan.

3. Tetap fokus jadi oposisi

Terlepas dari itu semua, secara prinsip, Amien lebih memilih saat kubu Prabowo tetap berada di jalurnya sebagai oposisi. Sehingga, jalannya pemerintahan ke depan ada yang mengawasi.

"Kalau parlemen sudah menyuarakan atau jadi jubirnya atau sudah dikooptasi oleh eksekutif, maka demokrasi itu mengalami musibah yang paling berat dan tidak bisa bangkit kembali. Kalau kedua kekuatan eksekutif dan legislatif jadi satu, artinya yudikatifnya mengamini. It is over," pungkasnya.


Pewarta: IDN Times
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Saturday, July 13, 2019

Redaksi sukabumiNews

Ketua Garda 212 Soal Pertemuan Jokowi-Prabowo: Speechless

Prabowo Subianto dan Presiden Joko Widodo. | Gambar: Istimewa* 
sukabumiNews, JAKARTA - Ketua Umum Garda 212 Ansufri Idrus Sambo mengatakan pihaknya tidak bisa berkata apapun menanggapi pertemuan yang dilakukan Prabowo Subianto dengan Presiden Joko Widodo di stasiun MRT, Lebak Bulus, Jakarta, Sabtu (12/7).

Namun Sambo mengaku pihaknya menghargai keputusan Prabowo. Ia mengatkan sebagai pendukung hanya bisa mendukung meski berbeda pandangan.

"Speechless," kata Sambo seperti dikutip sukabumiNews dari CNNIndonesia.com, Sabtu (13/7).

"Tapi kalau kita kan punya pertimbangan sendiri-sendiri. Bisa beda-beda kan pertimbangan politik dan macam-macam. Saya hanya bisa menghargai Pak Prabowo," ujar dia.

Sambo menegaskan pertemuan itu ditafsirkan belum berarti akan terjadi rekonsiliasi. Jika terjadi, kata dia, maka pihaknya belum bisa menentukan pilihan apakah akan tetap mendukung Prabowo atau tidak.

"Kita masih lihat saja ke depan bagaimana. Kalau nanti jadi rekonsiliasinya buat rakyat dan umat, juga tidak ada lagi ulama yang dikriminalisasi, janji-janji dipenuhi, mungkin kita akan adem-adem saja," jelas Sambo.

Selain itu, dia mengingatkan pihaknya akan melakukan perlawanan jika ada kepentingan-kepentingan tertentu yang diselipkan dalam pertemuan itu.

Artikel ini telah tayang di CNN Indonesia dengan judul "Ketua Garda 212 Soal Pertemuan Jokowi-Prabowo: Speechless"

Friday, June 14, 2019

Redaksi sukabumiNews

Klaim Kemenangan Berbeda-Beda, Ini Penjelasan Tim Hukum Prabowo-Sandi

Calon Presiden Prabowo Subianto sejak selesai pemungutan suara mengklaim menang dalam pilpres 2019. Enam jam setelah pemungutan dia mengaku mendapat suara 62 persen.

sukabumiNews, JAKARTA – Calon Presiden Prabowo Subianto sejak selesai pemungutan suara mengklaim menang dalam pilpres 2019. Enam jam setelah pemungutan dia mengaku mendapat suara 62 persen.

Akan tetapi berdasarkan rekapitulasi penghitungan suara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) ditetapkan Jokowi-Ma'ruf meraup 85.607.362 suara (55,50 persen) dan Prabowo-Sandi meraup 68.650.239 suara (44,50 persen).

Kuasa hukum Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02 selaku pemohon Bambang Widjojanto membacakan materi gugatan dalam sidang perdana Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Jumat (14/6). Agenda persidangan kali ini adalah pembacaan materi gugatan dari pemohon./JIBI - Bisnis/Felix Jody Kinarwan  
Tidak terima, pasangan nomor urut 02 ini mengajukan gugatan perselisihan hasil pemilihan umum. Pada revisi gugatan, Senin (10/6/2019) lalu, klaim kemenangan itu berubah dengan perolehan 68.650.239 suara (52 persen) melawan Jokowi-Ma'ruf 63.573.169 suara (48 persen). Empat hari berselang naik sedikit jadi untuk pasangan 01 62.886.362 (48 persen) dan suara 02 71.247.792 (52 persen).

Ketua Tim Hukum Prabowo-Sandi, Bambang Widjojanto mengatakan bahwa perbedaan klaim kemenangan terbaru ini diduga dilakukan dengan menggunakan teknologi informasi karena ditemukannya indikasi proses rekayasa. Ini menurutnya sedari awal sudah didesain dengan komposisi atau target tertentu.

Berdasakan hasil analisis TI dan forensik tim Prabowo-Sandi atas sistem informasi hasil penghitungan suara KPU, ada kecurangan berupa penggelembungan suara di 25 provinsi. Ini menyebar di beberapa propinsi di Pulau Jawa, Pulau Sumatera, Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi dan Bali, Nusa Tenggara Timur dan terjadi lebih dari 400 Kabupaten/Kota.

“Jika dilihat dari besar jumlah suara, penggelembungan suara terbesar terjadi di Propinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, Sumatera Utara, Sumatera Selatan dan Lampung,” jelasnya, dikutop dari laman Bisnis.com.

Jika dilihat dari persentase suara penggelembungan pasangan 01 dibandingkan dengan kehadiran pemilih, maka penggelembungan terbesar terjadi di Provinsi Jawa tengah, Jawa Timur, Banten, Jawa Barat dan Jambi, Kalimantan Selatan dan Bengkulu.

Perubahan kemenangan ini jelas Bambang karena ada perkembangan hasil perolehan dari tim TI Prabowo-Sandi. Inilah kenapa suara berubah-ubah.

“Data IT itu yang dijadikan dasar. Data itu kan lagi diproses terus menerus. Kita kan jeda saat menulis permohonan. Lalu ada perkembangan terus menerus,” jelasnya.

Pewarta: Bisnis.com
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Wednesday, May 29, 2019

Redaksi sukabumiNews

Ini 3 Negara yang Dikunjungi Prabowo Pasca Pilpres 2019

Tidak hanya dilakukan sekali, Prabowo tercatat sudah melakukan kunjungan ke 3 negara setelah berlangsungnya perhelatan Pemilu 2019 pada 17 april.

FOTO: Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto (tengah) meninggalkan lokasi seusai menghadiri aksi peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Tenis Indoor Senayan, Jakarta, Rabu (1/5/2019). - ANTARA/Rivan Awal Lingga
-- 
sukabumiNews, JAKARTA - Calon Presiden 02, Prabowo kembali jadi sorotan publik ketika pada Selasa (28/5/2019) kemarin, santer diberikan melakukan penerbangan ke luar negeri bersama warga negara asing.

Namun perjalanan ke luar negeri itu tidak hanya dilakukan sekali ini saja.Tercatat setelah berlangsungnya perhelatan Pemilu 2019 pada 17 april 2019, Ketua Umum Partai Gerindra tersebut diketahui sudah melakukan kunjungan ke 3 negara. Negara mana saja yang dikunjungi Prabowo? Berikut ini daftarnya seperti dilansir Bisnis.com

1. Brunei Darussalam

Prabowo pertama kali dikabarkan ke luar negeri pada 16 Mei atau 29 hari pasca perhelatan Pemilu 2019. Capres nomor urut 02 itu dikabarkan berangkat ke Brunei Darussalam lewat Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Menurut dokumen manifest penerbangan, ada 11 orang yang ikut dalam rombongan tersebut. Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, Sam Fernando mengatakan, rombongan bertolak ke Bandar Sri Begawan, ibu kota Brunei, pada pukul 12.10 WIB.

Prabowo dan rombongan disebutkan pergi ke Brunei menggunakan pesawat pribadinya, Embraer 190/Lineage 1000 dengan nomor registrasi 9H-NYC. Durasi kepergian ternyata tidak sampai satu hari karena Ketua Umum Partai Gerindra itu tiba kembali di Ibu Kota pada malam harinya.

"Arrived pada hari dan tanggal yang sama jam 20.12 WIB," terang Sam.

Berikut ini daftar penumpang pesawat yang menerbangkan Prabowo dan rombongan ke Brunei;

1. Muhammad Harrifar Syafar
2. Mohamad Rizki Irmansyah
3. Alvano Armi Sundah Kalalo
4. Sugiono
5. Wedi Kamaludin
6. Julius Indra Kurniawan
7. Julando Richard Mandey
8. Simon Aloysius Mantiri
9. Frangel Hendra Pantouw
10. Ansfuri ID Sambo
11. Amien Rais

Dalam manifest tersebut muncul nama Wedi Kamaludin. Yang bersangkutan merupakan Direktur Marketing anak perusahaan Pertamina, Pertamina Trans Kontinental.

Terkait hal ini, PT Pertamina (Persero) memastikan bakal mengusut keterkaitan perjalanan Wedi dengan rombongan Prabowo. Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman menerangkan bahwa pihaknya masih melakukan investigasi.

Masih diselidiki apakah perjalanan Wedi ke Brunei atas kepentingan pribadi atau untuk perusahaan. Selain itu juga dicari ketentuan-ketentuan mana saja yang dilanggar. "Sembari investigasi sedang dilakukang, yang bersangkutan sementara ini dinonaktifkan," terang sumber di Pertamina tersebut, 20 Mei lalu.

2. Uni Emirat Arab

Prabowo kemudian dikabarkan pergi ke Dubai, Uni Emirat Arab, pada Selasa (28/5/2019). Eks Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus itu lepas landas dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada pukul 08.14 WIB.

Berdasarkan manifest penerbangan yang beredar, Prabowo pelesiran ke Dubai  bersama beberapa orang seperti, asisten pribadinya Tedy Arman, Yuriko Fransiska Karundeng, dan Gibrael Habel Karapang.

Tak hanya itu, Prabowo juga pergi bersama beberapa warga negara asing seperti, Mikhail Davynov dan Amzhelika Butaeva warga negara Rusia, Justin warga negara Amerika Serikat (AS), dan Mischa Gemermann warga Jerman.

Prabowo bersama rombongan kembali terbang menggunakan pesawat yang sama saat bertolak menuju Brunei. Kabar penerbangan ke Dubai itu turut dibenarkan oleh Kasubag Humas Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenkumham, Sam Fernando.

Terkait kepergian tersebut, Wakil Ketua Umum Partai Geringra, Ferry Juliantono justru mengaku tidak tahu kalau pimpinannya pergi keluar negeri.

"Saya belum tahu. Kalau kemarin kan ke Solo yah. Tapi kalau hari ini ke luar negeri saya tidak tahu," terang Ferry saat dikonfirmasi.

Sementara itu DPP Partai Gerinda yang juga Anggota Juru Debat Prabowo Sandi, Ahmad Riza Patria mengaku belum bisa memastikan kapan ketua umumnya akan kembali ke Jakarta.

"Biasanya tidak terlalu lama di luar negeri. Ya lebih [dari dua hari] lah kalau ke Dubai karena jauh. Kecuali kalau di Bangkok, Thailand bisa 1-2 hari," katanya saat dihubungi, Selasa (28/5/2019).

Riza juga menyebut bahwa Prabowo pergi ke Dubai karena ada urusan bisnis untuk bertemu dengan kolega-kolega dekatnya. Hal ini dilakukan karena selama kampanye Pilpres 2019, Ketua Umum Partai Gerindra tersebut tidak punya waktu luang untuk bertemu kolega dan temannya.

Selain itu, pasangan Sandiaga Uno tersebut juga dijadwalkan melakukan cek kesehatan di Dubai. Cek kesehatan tersebut, terang Riza, bukan karena Prabowo sedang sakit, melainkan cek rutin yang biasa dilakukan. "Periksa kesehatan rajin, bagus kok, kesehatan prima. Prabowo itu kan disiplin menjaga kesehatan, mantan tentara, hidupnya displin dan tertip," papar Riza.

3. Austria    

Usai dikabarkan terbang ke Dubai, muncul obrolan di media massa kalau pesawat yang mengangkut Prabowo itu melanjutkan penerbangan ke Austria.

Misalnya seperti akun @bungdp25 yang menulis, "Om @kurawa bahas Prabowo terbang ke Dubai dan Austria dong."


Hal ini juga dapat dibuktikan berdasarkan pantauan Bisnis.com pada situs pelacakan penerbangan seluruh dunia secara real time, AirNav RadarBox. Dalam situs itu memuat nomor penerbangan AXY2810 yang menunjukkan pesawat Embraer 190/Lineage 1000 dengan nomor registrasi 9H-NYC melakukan penerbangan dari Dubai menuju Vienna.


Namun seorang warganet melempar dugaan bahwa pendaratan pesawat Prabowo di Austria terpaksa. "Karena pesawat sudah berbelok menuju Swiss (warna kuning), tiba-tiba tajam ke kanan dan berhenti di Austria (merah)," tulis akun @CumaSiBudi.

Sampai berita ini diturunkan belum dapat dipastikan apa tujuan sebenarnya Prabowo melakukan penerbangan baik ke Dubai ataupun ke Austria.


Pewarta: Bisnis.com 

Monday, May 20, 2019

Redaksi sukabumiNews

Jelang 22 Mei, Ini Hasil Pilpres 2019 Pleno KPU di 32 Provinsi Jokowi vs Prabowo, Tersisa 2 Provinsi

Rapat pleno KPU (Foto: Danang Triatmojo/Tribunnews.com)
-- 
sukabumiNews, JAKARTA – Berita terbaru hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 atau rekapitulasi penghitungan perolehan suara Pilpres 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang menyajikan perolehan suara pasangan 01 Joko Widodo-Maruf Amin dan pasangan 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno bisa anda simak di sini.

Berita terbaru hasil Pilpres 2019 ini merupakan rangkuman dari rekapitulasi penghitungan perolehan suara tingkat nasional oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Proses rekapitulasi penghitungan perolehan suara tingkat nasional dimulai pada Jumat (10/5/2019) lalu dan masih terus berjalan hingga saat ini.

Hingga berita ini diturunkan pada Senin malam, di tingkat nasional, KPU telah menyelesaikan rekapitulasi di 32 provinsi.

Dari jumlah rekapitulasi yang telah selesai, Jokowi-Maruf menang di 20 provinsi.

Sedangkan Prabowo-Sandi menguasai 12 provinsi.

Dua belas provinsi tempat Prabowo-Sandi menang yakni di Kalimantan Selatan, Aceh, Bengkulu, Sumatera Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Jambi, NTB, Banten, Sumatera Barat, Jawa Barat dan Sulawesi Selatan.

KPU masih menyisakan 2 provinsi tersisa.

Wilayah tersisa itu meliputi Papua, dan Maluku.

Rencananya, sisa provinsi dan PPLN yang belum selesai, akan dirampungkan seluruhnya Senin (20/5) ini.

Bila seluruh tingkatan rampung, selanjutnya KPU RI bisa langsung mengumumkan pemenang hasil rekap Pemilu 2019 pada hari yang sama.

"Bisa (diumumkan). Kalau hari ini yang diumumkan itu hasil perolehan suaranya," kata Ketua KPU RI Arief Budiman di kantornya, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (20/5/2019) seperti dikutip dari Tribunnews.com.

Berikut rincian hasil Pilpres 2019 rekapitulasi Pleno KPU tingkat nasional di 32 provinsi hingga Senin:

1. Bali

Jokowi-Maruf: 2.351.057 atau 91,68 persen.

Prabowo-Sandi: 213.415 suara atau 8,32 persen.

Selisih suara di antara keduanya mencapai 2.137.642 atau 83,36 persen.

2. Kepulauan Bangka Belitung

Jokowi-Ma'ruf berhasil mengungguli Prabowo-Sandi.

Jokowi-Ma'ruf mendapat 495.729 suara, sedangkan Prabowo-Sandiaga meraih 288.235 suara.

Kedua kandidat Pilpres 2019 terpaut selisih suara yang cukup besar, yaitu 207.494 suara.

Presiden Jokowi meninjau langsung olahraga Paralayang di Desa Wisata Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, Bali, Jumat (17/5/2019).

3. Kalimantan Utara

Berdasarkan rekapitulasi penghitungan suara hasil Pilpres 2019 tingkat nasional Provinsi Kalimantan Utara, Jokowi-Ma'ruf unggul dari Prabowo-Sandi.

Jokowi-Ma'ruf mendapatkan 248.239 suara, sedangkan Prabowo-Sandi memperoleh 106.162.

4. Kalimantan Tengah

Jokowi-Ma'ruf unggul dari pasangan Prabowo-Sandi berdasar rekapitulasi penghitungan suara hasil Pilpres 2019 di Provinsi Kalimantan Tengah.

Jokowi-Maruf memperoleh 830.948 suara.

Sementara, Prabowo-Sandi mendapat 537.138 suara.

Atas perolehan tersebut selisih suara Jokowi-Maruf dengan Prabowo-Sandi terpaut 293.810 suara.

5. Gorontalo

Berdasarkan rekapitulasi tingkat nasional KPU RI, di Provinsi Gorontalo, Jokowi-Maaruf menang tipis atas Prabowo-Sandi.
Jokowi-Maruf memperoleh suara sebanyak 369.803, sedangkan Prabowo-Sandi 345.129 suara.

Dari angka tersebut, selisih suara sebesar 24.674 suara.

6. Bengkulu

Prabowo-Sandi unggul atas Jokowi-Maruf dengan selisih tipis sebesar 2.511 suara di Bengkulu.

Jokowi-Ma'ruf mendapatkan 583.488 suara, sedangkan Prabowo-Sandi 585.999 suara.

"Nomor urut 01, 583.488 suara. Nomor urut 02, 585.999 suara," kata Ketua KPUD Bengkulu, Irwan Saputra membacakan rekap di Kantor KPU RI, Minggu (12/5/2019).

7. Kalimantan Selatan

Berdasar hasil rapat pleno rekapitulasi penghitungan dan perolehan suara tingkat nasional dalam negeri dan penetapan hasil Pilpres 2019, Prabowo-Sandi memperoleh 1.470.163 suara atau 64,09 persen.

Sedangkan Jokowi-Ma'ruf memperoleh 823.939 suara 35,91 persen.

8. Kalimantan Barat

Rekapitulasi penghitungan suara hasil Pilpres 2019 tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) telah rampung, Jumat (10/5/2019) malam.

Hasilnya, Joko-Ma’ruf unggul di Kalbar dengan memperoleh 1.709.896 suara.

Sementara Prabowo-Sandi meraih 1.263.757 suara.

9. Sulawesi Barat

Berdasarkan rekapitulasi penghitungan suara hasil Pilpres 2019 untuk Sulawesi Barat, Jokowi-Ma'ruf mendapat suara 475.312 atau 64,32 persen.

Sementara Prabowo-Sandi mendapat 263.620 suara atau 28,64 persen.

10. DIY Yogyakarta

Jokowi-Ma'ruf menyapu bersih kemenangan di lima kabupaten/kota DI Yogyakarta dengan memperoleh 1.655.174 suara atau 69,03 persen.

Sementara Prabowo-Sandi memperoleh 742.481 suara atau 30,97 persen.

11. Kalimantan Timur

Berdasar rekapitulasi penghitungan suara hasil Pilpres 2019 untuk Kalimantan Timur, Jokowi-Ma'ruf unggul atas Prabowo-Sandi.

Hasil tersebut disahkan komisioner KPU RI, Viryan Aziz di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (13/5/2019).

Jokowi-Ma'ruf mendapat suara 1.094.845, sedangkan Prabowo-Sandi mendapat 870.443 suara.

12. Lampung

Dikutip dari Kompas.com, berdasarkan hasil rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara tingkat nasional Senin (13/5/2019), Jokowi-Ma'ruf mendapatkan suara 2.853.585, sementara Prabowo-Sandi mendapat 1.955.689 suara.

Selisih suara di antara keduanya mencapai 897.896.

13. Maluku Utara

Berdasarkan rekapitulasi tingkat nasional, Jokowi-Ma’ruf Amin meraih 310.548 suara di Provinsi Maluku Utara.

Sedangkan pasangan Prabowo-Sandi meraih 344.823 atau selisih 34.275 suara.

14. Sulawesi Utara

Dikutip dari Kompas.com, KPU RI menyelesaikan rapat pleno rekapitulasi nasional hasil penghitungan suara Pilpres 2019 di Provinsi Sulawesi Utara, Senin (13/5/2019).

Hasilnya, Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin unggul atas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Berdasarkan rekapitulasi Jokowi berhasil meraup 1.220.524 suara. Sedangkan Prabowo mendapatkan 359.685 suara.

15. Jambi

Dikutip dari Kompas.com, berdasarkan hasil rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara di kantor KPU RI Selasa (14/5/2019), Jokowi-Ma'ruf mendapat 859.833 suara.

Sementara, Prabowo-Sandi mendapat 1.203.025 suara.

Selisih suara di antara keduanya mencapai 343.202 suara.

16. Sulawesi Tengah

Dari hasil rekapitulasi KPU Provinsi Sulawesi Tengah, Jokowi-Maruf unggul dengan raihan suara sebanyak 914.588 suara.

Sementara Prabowo-Sandi meraih 706.654 suara.

17. Jawa Timur

Berdasrkan rekapitulasi penghitungan suara hasil Pilpres 2019 oleh KPU, Jokowi-Ma'ruf berhasil meraup 16.231.668 suara atau 65,7 persen di Jawa Timur.

Sementara Prabowo-Sandi hanya mendapat 8.441.247 dengan persentase 34,3 persen.

18. Nusa Tenggara Timur

Jokowi-Ma'ruf kembali menang telak di Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan meraih suara sebanyak 2.368.982.

Sementara Prabowo-Sandi meraih 305.587 suara di NTT.

19. Sumatera Selatan

Dari rekapitulasi penghitungan suara hasil Pilpres 2019 di Sumatera Selatan, Prabowo-Sandi sukses meraih 2.877.781 suara.

Sementara Jokowi-Ma'ruf mendapat 1.942.987 suara.

20. Sulawesi Tenggara

Dikutip dari Kompas.com, berdasarkan hasil rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara untuk provinsi Sulawesi Tenggara, Rabu (15/5/2019), Prabowo-Sandiaga unggul dengan mendapat 842.117 suara.

Sedangkan Jokowi-Ma'ruf mendapat 555.664 suara. Selisih di antara keduanya mencapai 286.453 suara.

21. Aceh

Di Aceh, pasangan Prabowo-Sandi unggul atas Jokowi-Maruf.

Berdasarkan hasil rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara, Prabowo-Sandiaga mendapatkan suara 2.400.746.

Sedangkan Jokowi-Ma'ruf mendapat 404.188 suara.

22. Nusa Tenggara Barat (NTB)

Prabowo-Sandi juga menang di NTB.

Berdasarkan hasil rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara, Prabowo-Sandiaga mendapat suara 2.011.319.

Sedangkan Jokowi-Ma'ruf mendapat 951.242 suara.

Selisih suara di antara keduanya mencapai 1.050.077.

23. Banten

Di Banten, Prabowo-Sandi unggul atas Jokowi Maruf.

Berdasarkan hasil rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara, Prabowo-Sandiaga mendapat suara 4.059.514.

Sedangkan Jokowi-Ma'ruf mendapat 2.537.524 suara.

Selisih suara di antara keduanya mencapai 1.521.990.

24. Kepulauan Riau

Jokowi-Ma'ruf menang tipis atas paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Berdasarkan hasil rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara, Jokowi-Ma'ruf mendapat suara 550.692.

Sedangkan Prabowo-Sandi mendapat 465.511 suara.

Selisih suara di antara keduanya mencapai 85.181.

25. Jateng

Joko Widodo-Ma'ruf Amin menang telak atas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Berdasarkan hasil rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara, Jokowi-Ma'ruf mendapat suara 16.825.511 atau 77,29 persen.

Sedangkan Prabowo-Sandi mendapat 4.944.447 suara atau 22,71 persen.

Perolehan suara yang didapat Jokowi-Ma'ruf hampir empat kali lipat dari perolehan suara Prabowo-Sandi.

Selisih suara di antara keduanya mencapai 11.881.064.

26. Sumatera Barat

Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menang telak atas paslon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Berdasarkan hasil rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara, Prabowo-Sandiaga mendapat 2.488.733 suara.

Angka itu terpaut jauh dari Jokowi-Ma'ruf yang hanya mendapat 407.761 suara.

Selisih di antara keduanya mencapai 2.080.972 suara.

27. Jawa Barat

Prabowo-Sandi menang telak di Jawa Barat.

Berdasarkan hasil rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara, Prabowo-Sandi mendapat suara 16.077.446.

Sedangkan Jokowi-Ma'ruf mendapat 10.750.568 suara.

Selisih suara di antara keduanya mencapai 5.326.878.

28. DKI Jakarta

Berdasarkan hasil rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara, Jokowi-Ma'ruf mendapatkan 3.279.547 suara.

Sementara itu, Prabowo-Sandi mendapatkan 3.066.137 suara. Selisih suara di antara keduanya 213.410

29. Papua Barat

Berdasarkan hasil rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara, Jokowi-Ma'ruf mendapat suara 508.997.

Sedangkan Prabowo-Sandi mendapat 128.732 suara. Selisih suara di antara keduanya mencapai 380.265.

30. Sulawesi Selatan

Di Sulawesi Selatan, Prabowo-Sandi mengungguli pasangan Jokowi-Ma'ruf.

Berdasarkan hasil rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara, Jokowi-Ma'ruf mendapatkan 2.117.591 suara, sedangkan Prabowo-Sandiaga mendapatkan 2.809.393 suara.

31. Riau

Berdasarkan hasil rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara, Prabowo-Sandi mendapat suara 1.975.287.

Sedangkan Jokowi-Ma'ruf mendapat 1.248.713 suara. Selisih suara di antara keduanya mencapai 726.574.

Jokowi-Maruf unggul atas Prabowo-Sandi.

Berdasar rekapitulasi KPU, Jokowi-Maruf memperoleh 3.936.515 suara, sedangkan Prabowo-Sandiaga memperoleh 3.587.786 suara.


Pewarta: Tribunnews
close
close
close