Breaking
loading...
Showing posts with label pol PP. Show all posts
Showing posts with label pol PP. Show all posts

Tuesday, May 14, 2019

Redaksi sukabumiNews

SatPol PP Kota Sukabumi Geledah Toko Distributor Petasan Beserta Perizinannya

Foto : SatPol PP Kota Sukabumi saat memeriksa Toko Distributor Petasan di wilayahnya, Selasa (14/5/2019).
-- 
sukabumiNews, CIKOLE - Satuan Polisi Pamong Praja (SatPol PP) Kota Sukabumi melakukan pemeriksaan izin distributor petasan (bahan peledak) dan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) di sejumlah toko di Kota Sukabumi, Selasa (14/5/2019) Operai berlangsung mulai pukul 09:00 Wib hingga pukul 12:00 Wib.

Kepala Bidang Penegak Peraturan daerah, Satpolpp Kota Sukabumi, Ajat Sudrajat mengatakan, operasi tersebut sesuai dengan Undang - Undang No. 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah, PP No. 16 Tahun 2018 Tentang Satpol PP, Permendagri No. 54 Tahun 2011 Tentang SOP Satpol PP.

"Selain itu kegiatan ini juga bertujuan dalam rangka menjalankan Perda No. 2 Tahun 2004 Tentang Ketertiban Umum, Perda No. 7 Tahun 2014 Tentang PPNS dan Perwal No. 11 Tahun 2013 Tentang Tertib Ramadhan, serta Perwal No. 46 Tahun 2016 Tentang Sotk Satpol PP Kota Sukabumi," jelas Ajat kepada wartawan usai kegiatan berlangsung.

Ajat mengungkapkan, pemeriksaan (siksa) izin distributor petasan dilakukan di tiga toko Kota Sukabumi, yaitu Toko Samudra yang terletak di Jalan Ahmad Yani No.256C, Toko sinar Abadi Jalan Statsiun Timur no 74A serta di Toko Rizky Jaya Jalan Statsiun Timur, Kota Sukabumi.

"Dari ketiga toko tersebut, dua diantaranya sudah memiliki izin dari Direktorat Intelkam Polda Jabar, sedangkan untuk satu sisanya yaitu Toko Rizky Jaya belum bisa memperlihatkan izin karena saat kegiatan pemilik toko tidak ada ditempat," sebut Ajat.

Ajat menjelaskan, Riksa izin distributor petasan ini bertujuan untuk mengantisipasi terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, karena izin tersebut berhubungan dengan layak atau tidaknya toko tersebut mendistribusikan petasan yang berkaitan dengan faktor keamanannya. Selain itu pihaknya pun melakukan pemeriksaan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) diketiga toko tersebut.

"Kegiatan tersebut akan dilakukan secara berkala, dan jika ditemukan ada toko yang terbukti tidak memiliki izin, kami akan koordinasikan dengan Polresta Sukabumi Kota untuk segera ditindak,"tegasnya Ajat"


Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Thursday, March 28, 2019

Redaksi sukabumiNews

Soal Penataan PKL dan Trotoar di Pasar Cisaat, Ketua Latas: Dinas Terkait Hamburkan Biaya

Sejumlah pengguna jalan trotoar di sepanjang jalan menuju Pasar Semi Modern (PSM) Cisaat, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi merasa geram. Pasalnya jalan trotoar yang sedianya berfungsi untuk kenyamanan pejalan kaki, kini beralih pungsi menjadi lapak sejumlah pedagang sayuran, meski sudah jelas tertera larangan bahwa trotoar tidak diperbolehkan digunakan untuk berdagang.
sukabumiNews, CISAAT - Sejumlah pengguna jalan trotoar di sepanjang jalan menuju Pasar Semi Modern (PSM) Cisaat, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi merasa geram. Pasalnya jalan trotoar yang sedianya berfungsi untuk kenyamanan pejalan kaki, kini beralih pungsi menjadi lapak sejumlah pedagang sayuran, meski sudah jelas tertera larangan bahwa trotoar tidak diperbolehkan digunakan untuk berdagang.

"Saya dan pengguna jalan trotoar lainya, sudah bertahun-tahun merasa kesal oleh pemilik lapak yang seenak jidat menggunakan trotoar sebagai lapak untuk berdagang. Pemerintah tentunya membangun jalan trotoar itu untuk pejalan kaki, kenapa disini hak pengguna jalan jadi terampas oleh pedagang sayuran maupun padagang lainya ," kesal Asep Black (38) warga Kampung Kaum Rt 03/07, Kecamataan Cisaat, kepada sukabumiNews.net, Rabu (27/03/19).

Asep merasa, ini harus ada upaya penertiban secara tegas dari Instansi terkait (Satpol PP Kabupaten Sukabumi, red) untuk memberikan kenyamanan kepada para penguna jalan supaya tidak ada kesan dibiarkan menjamur.

"Secara aturan, kondisi jalan trotoar di PSM Cisaat bisa beralih pungsi menjadi lapak pedagang sayuran, pedagang lainya dan bangunan Reklame maupun lainya, itu sudah melanggar aturan, jangan sampai ada pembiaran dari itansi yang berwenang. Saya berharap, kondisi ini segera di tata dan ditertibkan," ucapnya.
          
Sementara itu, Ketua Lembaga Analisa dan Transparansi Anggaran Sukabumi (Latas), Febriansyah mengomentari bahwa pengguna jalan trotoar perlu di berikan haknya. “Kalo ini dibiarkan,  buat apa di bangun trotoar,” tegasnya

Febriansyah menganggap pembangunan trotoar di Jalan Kaum PSM Cisaat oleh Dinas Perdagangan atau Dinas PU, terkesan menghambur-hamburkan uang negara. Pasalnya lahan jalan terotor, sudah jelas,' telah berahli pungsi dan di kuasai oleh para pedagang kali lima (PKL).

"Padahal semula Pemkab, melalui Dinas terkait membangun Pasar Semi Modern dengan Trotoarnya itu untuk meciptakan suasa pasar yang nyaman dan nyaman untuk masyrakat maupun pedagang. Namun sayangnya setelah selesai ditata, kini para PKL makin menjamur," ucapnya.

Melihat kondisi seperti itu Febriansyah menilai, Program penaatan PSM untuk meminimalisir maraknya PKL oleh Pemkab ternyata gagal dan terkesan menghambur-hamburkan biaya saja. Sedangkan tambah dia, biaya penaatan PKL dan pembangunan Trotoar disana sangat besar hingga mencapai ratusan juta rupiah bahkan miliaran.

"Kalau memang sekarang disepanjang ruas jalan itu dipenuhi PKL lagi, berarti Pemkab memalui itansi terkait, jelas-jelas telah membuang anggaran Cuma-cuma," ucap Febri.

Untuk itu, Febri, meminta agar Pemkab bisa mencarikan solusi sebagai bentuk pertanggungjawaban selaku pengguna anggaran. Jangan sampai  lanjut Febri, kondisi ini mengganggu keselamatan jiwa pejalan kaki.


Pewarta : Rudi Samsidi
Editor: AM
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
close
close