Breaking
Showing posts with label peristiwa. Show all posts
Showing posts with label peristiwa. Show all posts

Tuesday, April 23, 2019

Redaksi sukabumiNews

Dua Pria Tewas, Satu Selamat Saat Menggali Sumur Tua

sukabumiNews, CIBADAK - Tiga pria asal Kp. Salamanjah Rt. 003/011 Desa Karangtengah Kecamatan Cibadak Kabupaten Sukabumi terperangkap di dalam sumur tua yang berada di kampung tersebut. Tiga pria itu bernama Andi (30), Anwari (27), dan Ade Yusuf (35).

Akibat insiden ini, dua dari tiga orang yakni Andi (30) dan Anwari (27) dinyatakan tewas di dalam sumur tua yang diduga mengeluarkan gas beracun itu. Namun seorang korban diantaranya yaitu Ade Yusuf (35) dapat segera diselamatkan oleh warga. Kini korban bernama Ade tengah menjalani perawatan di RSUD Sekarwangi Cibadak, Kabupaten Sukabumi.

Ade Yusuf menceritakan, kejadian berawal ketika Ia bersama dua orang rekannya hendak menggali sumur. Saat itu Ade merasa pusing setelah dua kali naik turun sumur dan meminta tolong temanya untuk meneruskankan pekerjaannya.

"Saya sempat memperingati Andi untuk berhati-hati saat mereka hendak melanjutkan pekerjaan, karena saya juga merasa pusing setelah masuk kedalam sumur itu," kata Ade kepada wartawan saat sedang menjalani perawatan di RSUD Sekarwangi, Selasa (23/4/2019).

Ade menjelaskan, ketika itu Andi terlihat baik-baik saja setelah satu kali naik turun sumur dalam proses penggalian sumur. Akan tetapi, jelas Ade, setelah kedua kali rekannya turun, Andi sudah tidak menyahut saat Ade memanggilnya.

"Karena khawatir terhadap Andi yang tidak kunjung menjawab, saya berteriak untuk meminta tolong, lalu datanglah Anwari dan mencoba masuk kedalam sumur untuk  memeriksanya, namun setelah sekitar 15 menit Anwari pun tidak menyahut ketika saya memanggilnya," papar Ade.

Ade menambahkan, dengan kondisi masih pusing dan panik Ia kemudian memanggil-manggil kedua orang tersebut sambil meminta pertolongan warga sekitar. Namun karena kelelahan akhirnya Ade pun pingsan. "Saya panik, memanggil-manggil Andi dan Anwari, setelah itu saya tidak ingat apa yang terjadi selanjutnya," ucap Dia.

Sementara itu Kasi Sarana dan Prasarana, Pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Sukabumi, Yudi Darmawan menduga adanya gas beracun didalam sumur yang menyebabkan dua orang tersebut meninggal. "Kemungkinan karena sudah lama tertutup, diduga ada gas beracun didalamnya,"ungkap Yudi.

Yudi menambahkan, untuk mengeluarkan korban, pihaknya mengerahkan satu tim resque damkar dilengkapi dengan peralatan resque untuk mengeluarkan korban yang terjebak di dalam sumur tua itu.

"Kurang lebih satu jam kita bisa menanganinya, namun kedua korban tidak bisa terselamatkan, mayat korban masih diperiksa untuk mengetahui penyebab pasti kematianya.” Pungkas Yudi.


Pewarta: Karim R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Monday, April 22, 2019

Redaksi sukabumiNews

Diduga Keracunan Makanan Hajatan, Puluhan Warga Perbawati Dilarikan ke Rumah Sakit

Sebagian warga korban keracunan dilarikan ke RS R Syamsudin SH Kota Sukabumi. (Foto: dok. Azis R/sukabumiNews).
-----
sukabumiNews, SUKABUMI - Sebanyak 45 warga di Kampung Baruroke, RT. 02 RW. 02, Desa Perbawati, Kecamatan Sukabum, Kabupaten Sukabumi, mengalami keracunan setelah menyantap hidangan di salah satu hajatan warga pada Sabtu (20/4/209) pekan lalu.

Sekretaris Camat Kecamatan Sukabumi, Nunung Nurhayati mengatakan, dampak dari keracunan tersebut mulai dirasakan oleh warga pada hari Minggu (22/4) sehari setelah menyantap hidangan hajatan di kampung tersebut.

"Gejala yang dirasakan oleh warga berupa mual, sakit perut dan diare, hampir semua kondisinya seperti itu," kata Nunung, kepada sukabumiNews, Senin (22/4/19).

Nunung mengungkapkan, awalnya hanya sekitar 31 orang yang dilaporkan ke pihak Kecamatan, namun kemudian korban bertambah menjadi 46 orang dengan gejala serupa. Akan tetapi tambah Nunung, keadian tersebut sudah ditangani oleh pihak Puskesmas terdekat.

"Sejak hari Minggu peristiwa tersebut sudah ditangani langsung, bahkan Dr Elis dari Puskesmas Karawang sudah melakukan penanganan dengan cara mengunjungi satu persatu korban keracunan ke rumahnya masing-masing, namun ada juga beberapa orang yang harus di rawat di RSUD Bunut, dan sampai saat ini masih ada satu orang lagi yang dirawat, tapi kondisinya sudah membaik," ungkapnya

Lebih jauh Nunung mengungkapkan, makanan dari pesta hajatan tersebut berasal dari salah satu perusahaan catering yang beralamat di Kampung Jeruk Nyelap, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi. Tapi belum diketahui secara pasti jenis hidangan apa yang mengakibatkan keracunan tersebut terjadi.

"Saat ini kita masih memonitoring, karena dikhawatirkan akan ada lagi penambahan korban, dan Dr Elis pun hingga kini masih terus melakukan pemantauan di Desa Perbawati," imbuhnya.


Pewarta : Azis. R
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Sunday, April 21, 2019

Redaksi sukabumiNews

Gudang Pengolahan Limbah Kain Hangus Terbakar, Pengusaha Rugi Rp1 Milyar

sukabumiNews, GUNUNGGURUH - Sebuah gudang pengolahan limbah kain di Kampung Ciburial RT60/11, Desa/Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi ludes terbakar pada Ahad (21/4/2019) sekira pukul 2:45 WIB dini hari. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Meski demikian, akibat insiden ini Pengusaha diperkkirakan mengalami kerugian sebesar Rp 1 milyar.
sukabumiNews, GUNUNGGURUH - Sebuah gudang pengolahan limbah kain di Kampung Ciburial RT60/11, Desa/Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi ludes terbakar pada Ahad (21/4/2019) sekira pukul 2:45 WIB dini hari. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Meski demikian, akibat insiden ini Pengusaha diperkkirakan mengalami kerugian sebesar Rp 1 milyar.

Komandan pos damkar Cisaat, Kasdi mengatakan, kebakaran bersumber dari sebuah mobil pick up yang terparkir di dalam gudang milik Dadang Karmana yang menyebabkan api merambat ke bangunan gudang dan menghanguskan 83,72 persen isi gudang pengolahan.

"Akibat peristiwa tersebut sebuah mesin penggilingan yang diperkirakan bernilai Rp 600 juta habis terbakar. Selain itu sebuah mobil pick up merk Mitsubishi juga hangus," kata Kasdi kepada Wartawan, di kantor Damkar Cisaat,  Ahad (21/4/219).

Kasdi menjelaskan, kebakaran tersebut cukup besar dan pihak pemadam kebakaran sempat mengalami kesulitan untuk memadamkanya, sebanyak empat unit mobil damkar dari beberapa pos dikerahkan untuk menanganinya.

"Butuh waktu lebih dari lima jam untuk bisa memadamkanya, karena terkendala oleh akses jalan yang sempit sehingga mobil pemadam tidak bisa menjangkau titik api, selain itu sumber air yang jauh juga menghambat pemadaman, namun hal itu bisa disiasati dengan menyambungkan beberapa selang dan api bisa dipadamkan pada pukul 09:30 WIB," jelas Kasdi.

Kasdi juga mengungkapkan, tidak banyak isi gudang yang bisa diselamatkan dari kebakaran tersebut, bahkan bangunan yang tersisa hanya sekitar 16,28 persen. Dia menambahkan, peristiwa ini menambah sederetan jumlah kebakaran di tahun 2019.

"Sampai saat ini sepanjang tahun 2019 kebakaran di Gunungguruh merupakan peristiwa yang ke enam yang berhasil ditangani yang sebelumnya terjadi pada sebuah rumah Caleg di Gunung Jaya, Kabupaten Sukabumi,"pungkasnya


Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Diduga Akibat Kecapekan, Anggota Panwascam Cireunghas Terserang Stroke Saat Merekap Hasil Pemilu 2019

Ade Kartiwa(45), Staff Divisi Panwascam Cireunghas, Kabupaten Sukabumi terkena serangan stroke saat merekap hasil Pemilihan Umum (PEMILU) 2019. Dia diduga terkena serangan Stroke beberapa hari lalu karena kecapekan. Namun kondisi Ade kini sudah mulai membaik.
sukabumiNews, CIREUNGHAS – Ade Kartiwa(45), Staff Divisi Panwascam Cireunghas, Kabupaten Sukabumi terkena serangan stroke saat merekap hasil Pemilihan Umum (PEMILU) 2019. Dia diduga mengalami serangan Stroke beberapa hari lalu karena kecapekan. Namun kondisi Ade kini sudah mulai membaik.

"Alhamdulillah tadi kami menengok ke RS Hermina kondisinya mulai membaik karena sudah dapat berinteraksi dengan kami walaupun baru bisa ngomong Iya," kata Bidang Hukum Pelanggaran dan Penindakan ( HPP) Panwascam Cireungas, Heri Iskandar, kepada wartawan melalui pesan Whatsapp, Ahad (21/4/2109).

Heri Menjelaskan, kronologi kejadian bermula ketika Ade Kartiwa bersama anggota Panwascam yang lainnya sedang merekap hasil Pemilu. Saat itu Ade tiba-tiba terdiam dan tidak bisa bicara. Melihat kondisi seperti itu Ade langsung dilarikan ke salah satu rumah sakit di sukabumi oleh anggota Panwascam lainnya sekitar Pukul 21.30 WIB.

"Mungkin terlalu kecapekan, karena kami bekerja siang dan malam sehingga kondisi kesehatan tidak setabil dan hasil pemeriksaan Rumah sakit mengatakan bahwa beliau terkena serangan stroke," ujarnya.

Hingga saat ini Ade masih menjalani perwatan di salah satu Rumah Sakit di Kota Sukabumi guna untuk pemulihan.


Pewarta: Rio Bagja Gumilar.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Friday, April 19, 2019

Redaksi sukabumiNews

Tanggul Talud Jebol, Perum Cemerlang Digenangi Air

sukabumiNews, WARUDOYONG – Akibat curah hujan yang cukup deras mengguyur Wilayah Kota Sukabumi dan sekitarnya dari mulai ba’da Shalat Jum’at (19/4/19) hingga menjelang sore hari, tanggul saluran air talud yang berada di Perum Cemerlang Rt. 01/04 Kelurahan Sukakarya Kecamatan Warudoyong Kota Sukabumi, Jebol karena tidak bisa menahan arus air yang mengalir deras.

"Sekitar Tujuh Rumah Warga Perum Cemerlang di genangi air terdampak jebolnya talud saluran air tersebut," ungkap Kepala Seksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kasi BPBD) Kota Sukabumi kepada awak media.

Petugas BPBD Kota Sukabumi, dibantu warga sedang melakukan penyedotan air untuk mengurangi air akibat banjir. 
Zulkarnain Barhami menjelaskan, petugas BPBD Kota Sukabumi saat ini sedang melakukan penanganan dengan mengerahkan lima personil Armada dan Alat penyedot serta alat-alat lain sebagai pendukungnya.

“Untuk mengantisipasi agar luapan air berkurang, kini petugas BPBD tengah melakukan menyedot air dan membersihkan material di sekitar lokasi,” jelas Zulkarnain.

Ditambahnya Zulkarnain, pihknya juga sudah melakukan koordinasi dengan pihak lain untuk mengantisifasi berbagai kemungkinan akibat jebolnya tanggul saluran air talud tersebut.


Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Thursday, April 11, 2019

Redaksi sukabumiNews

Rumah Caleg Partai Perindo Hangus Terbakar

sukabumiNews, CISAAT - Rumah Deri Heryadi, Calon Anggota Legislatip dari partai Perindo no urut 2 Dapil 4 Kabupaten Sukabumi di Kampung Cicadas, RT 30/06, Desa Gunungjaya Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi dilalap si jago merah pada Kamis (11/4/19).

Wakil Komandan (Wadan) Pos Damkar Cisaat, Didi Satibi mengatakan, peristiwa terjadi sekitar pukul 14. 00 wib dan rumah dalam keadaan kosong, karena pemiliknya sedang melakukan masa kampanye 01 di PLUT Cikembang Kabupaten Sukabumi.

"Penyebab kebakaran belum bisa diketahui karena saat itu seluruh penghuni rumah yang berjumlah empat orang tengah melakukan Kampanye," ungkap Didi kepada sukabumiNews.net ditempat kejadian.

“Untuk sementara diduga peristiwa ini diakibatkan oleh hubungan pendek arus listrik, kerugian ditaksir 200 juta," katanya.

Ditambahkan Didi, dalam menangani peristiwa kebakaran ini pihak Damkar Kabupaten Sukabumi setidaknya mengerahkan dua unit kendaraan damkar. Namun untuk mengantisipasi kejadian tidaklah mudah karena terkendala oleh akses jalan.

"Posisi rumah terdapat di dalam sebuah gang dan jalanya cukup sempit sehingga mobil damkar tidak bisa menjangkau. Tapi Alhamdulillah akhirnya api bisa dipadamkan setelah disiasati dengan menyambungkan selang air," terang Didi.

Akibat insiden ini selain rumah, sejumlah barang-barang di dalamnya juga hangus terbakar dan tidak banyak yang bisa diselamatkan termasuk termasuk sepeda motor dan beberapa mesin jahit milik korban.


Pewarta: Azis R.
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
close
close