Breaking
Showing posts with label peristiwa. Show all posts
Showing posts with label peristiwa. Show all posts

Wednesday, February 20, 2019

Redaksi sukabumiNews

Tiga Tewas dalam Kebakaran Rumah di Cikembar Diduga Bunuh Diri

sukabumiNews, CIKEMBAR – Kasus kebakaran yang terjadi di Kampung Sukasirna, Kecamatan Cikembar Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat ternyata diduga merupakan aksi bunuh diri salah seorang korban yang diketahui bernama Jamaludin. Dugaan tersebut terungkap setelah Polisi melakukan penyelidikan.

"Setelah kami memintai keterangan dari sejumlah saksi, terungkap Jamal warga Desa/Kecamatan Cikembar itu nekat mengakhiri hidupnya dan mengajak istri serta anak tirinya dengan cara membakar diri di dalam rumah karena terlilit utang," kata Kanit Reskrim Polsek Cikembar Iptu Deni Miharja kepada wartawan, Rabu, (20/2).

Informasi yang dihimpun, kronologis kejadian tersebut berawal saat almarhum Jamal pulang ke rumahnya sekitar pukul 01.00 WIB pada Rabu, (20/2), namun sekitar pukul 02.00 WIB terjadilah aksi bunuh diri yang dilakukan Jamal.

Bahkan istrinya, Iis (30) dan anak tirinya, Rahayu (10) disekap di dalam kamar. Kemudian pelaku menyiramkan bensin di rumahnya dan langsung membakar diri. Korban Iis dan Rahayu yang disekap di dalam kamar tidak bisa melarikan diri dan ikut tewas dalam peristiwa nahas tersebut.

"Hingga kini kami masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan barang bukti kasus kebakaran yang dipicu aksi bunuh diri tersebut. Untuk jenazah korban akan diotopsi untuk mengungkap kasus ini," tambah Deni, seperti dikutip dari laman ANTARA.
Sementara, Ketua RT setempat yang sekaligus merupakan ayah angkat korban, Jajun mengatakan sebelum kejadian, Iis memang kerap mengeluh bahwa suaminya banyak utang di daerah asal, yakni Depok, Jabar.

Bahkan, keberadaan Jamal pun sempat ditolak keluarga karena terlalu banyak masalah sehingga keluarganya khawatir ikut terlibat. Untuk pulang ke Depok pun almarhum takut karena masalahnya itu.

"Kerugian akibat kebakaran ini tidak hanya rumah saja tetapi dua unit motor, barang-barang dan surat tanah saya pun semuanya masih ada di rumah itu ikut terbakar. Tapi, beruntung anak kandung saya, Desi (29) yang menginap di rumah itu berhasil menyelamatkan diri lewat pintu belakang," katanya.

Sementara, Koordinator Pusat Pengendalian dan Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Pusdalops BPBD) Kabupaten Sukabumi Daeng Sutisna mengatakan akibat kejadian itu kerugian mencapai Rp100 juta. Saat kejadian rumah tersebut ada tujuh jiwa, empat lainnya berhasil selamat. [Azis R/Ant]

Tuesday, February 19, 2019

Redaksi sukabumiNews

Belum Dapat Kesepakatan, Puluhan Buruh Korban PHP PT SCG Lanjutkan Aksinya

Aksi unjuk rasa yang dilakukan puluhan buruh yang merasa terkena harapan palsu (PHP) dari PT SCG pada Rabu (18/2/2019) kemarin ternya masih berlanjut.
sukabumiNews, GUNUNGGURUH – Aksi unjuk rasa yang dilakukan puluhan buruh yang merasa terkena harapan palsu (PHP) dari PT SCG pada Rabu (18/2/2019) kemarin ternya masih berlanjut. Hingga berita ini diturunkan mereka masih melakukan unjuk rasa dengan menggelar aksi duduk bersama di halaman depan luar pagar perusahaan milik Kerajaan Thailand itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, para pengunjuk rasa yang dimotori oleh Federasi Kehutanan Industri Umum Perkayuan Pertanian dan Perkebunan, Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (F Hukatan KSBSI) ini menuntut agar perusahaan milik Kerajaan Thailand ini mengangkat buruh menjadi karyawan tetap dan menghapuskan sistem kontrak.

Selain itu pada demo yang dilakukannya kemarin, mereka juga meminta agar perusahaan tersebut mempekerjakan kembali para buruh yang terkena PHK sebelah pihak serta menolak PHK massal.
Sementara, hasil dari pergerakan aksinya kemarin, mereka telah dipertemukan dengan pihak yang mewakili PT. SCG yang ditengahi oleh Kepolisian Sektor Gunung Guruh dan Polda Jabar.

Akan tetapi menurut Nendar Ketua F Hukatan KSBSI hingga kini masih belum menemui titik terang. Oleh karena itu kata Nendar, pihaknya akan melanjutkan aksinya kembali, besok sekitar pukul 10.00 wib dengan melibatkan pihak Outsourching.

"Apabila pihak perusahaan bertele-tele, maka kami tak akan segan untuk mendirikan tenda-tenda serta kita akan tegaskan bahwa pada saat mogok kerja itu tidak boleh digantikan. Maka secara otomatis pasti akan ada penjegalan untuk buruh dari perusahaan lain diarea kerja tertentu yang biasa dikerjakan oleh para buruh yang sedang mogok," jelas Nendar.

Dia menambahkan bahwa pada Kamis pekan ini pihaknya akan membawa persoalan ini kepada Bupati Sukabumi di pendopo. Mengingat persoalan ini sudah terlalu berlarut-larut, kami juga akan mendatangi Kedutaan Besar Negara Thailand yang berada di Jakarta,” tegasnya.


Terkait jumlah yang menjadi korban PHK sepihak ini Nendar mengungkapkan, seluruhnya berjumlah 160 orang. Masing-masing adalah buruh dari PT. Mandala Kurnia Abadi sebanyak 92 orang, PT. Lina Jaya Persada 51 orang, PT. Ratu Buana Indonesia 6 orang, dan dari PT. Matrix Mitra Sentosa sebanyak 11 orang.



“Dari jumlah sebanyak itu, baru buruh eks PT. Mandala yang sudah diselesaikan yaitu sebanyak 92 orang,” jelasnya.


[Pewarta: Azis R.]
Editor: Red.
Copyright: sukabumiNews

Thursday, January 31, 2019

Redaksi sukabumiNews

Eks Redaktur iNews.id Dianiaya Oknum Pengurus DPC Partai Gerindra


Hadi menceritakan, pemukulan terjadi di Kantor DPC Gerindra Kabupaten Sukabumi di Jalan Ahmad Sanusi, Ciseureuh, Kabupaten Sukabumi, sekitar pukul 14.30 WIB, Kamis (31/1/2019).
sukabumiNews, GUNUNGPUYUH - Muhammad Saiful Hadi, eks redaktur iNews.id mengalami lebam di kelopak mata sebelah kiri dan robek di tangan sebelah kiri. Tidak hanya itu, pipi, kepala, kuping sebelah kanan, serta bagian rahang pun mengalami luka. Diduga, Hadi telah dipukuli oleh oknum pengurus DPC Gerindra Kabupaten Sukabumi.

Hadi menceritakan, pemukulan terjadi di Kantor DPC Gerindra Kabupaten Sukabumi di Jalan KH. Ahmad Sanusi, Ciseureuh, Kabupaten Sukabumi, sekitar pukul 14.30 WIB, Kamis (31/1/2019).

Kejadian bermula saat korban mengantar rekannya mendatangi Kantor DPC Gerindra untuk menghadiri rapat Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu). Saat itu, Yuda Sukmagara, Ketua DPC Gerindra Kabupaten Sukabumi meminta Hadi dan rekannya masuk ke ruangannya.

“Yuda meminta klarifikasi soal acara Hayu Wirausaha bersama Sandiaga Uno di Gedung Juang 45 Sukabumi pada tanggal 18 Januari 2019 lalu. Saya kebetulan jadi panitia. Padahal panitia sudah memberikan klarifikasi pada tanggal 19 Januari,” beber Hadi.

Hadi menuturkan, Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Sukabumi itu naik pitam dan menuduh panitia kegiatan mengusir anak buahnya yang menggunakan Seragam Partai Gerindra saat acara Wirausaha bareng Sandiaga Uno.

Padahal menurut Hadi, panitia sudah menjelaskan jika fasilitas yang digunakan acara Sandiaga Uno merupakan fasilitas pemerintah. Izinnya bukan untuk kampanye. Jadi kami mengikuti arahan Panwaslu dan KPU untuk mensterilkan atribut kampanye saat acara,” tuturnya.

Hadi menjelaskan, saat itu dirinya dilempar asbak oleh Ketua DPC Gerindra Kabupaten Sukabumi itu namun tidak kena. Tak lama kemudian, ungkap Hadi, anak buahnya langsung menginjak kakinya eks redaktur iNews.id itu.

“Kejadiannya lebih dari satu menit. Teman saya juga berteriak dan berusaha melerai supaya mereka berhenti tapi tidak digubris lalu memukuli saya. Tidak menyangka mereka bertindak seperti itu, ucap Hadi.

Atas insiden yang menimpanya, Hadi langsung melaporkan kejadian ini ke Mapolres Sukabumi Kota. Dan saat berita ini dimuat, Hadi baru saja keluar dari Mapolres Sukabumi Kota usai melaporkan kejadian yang dialaminya beberapa saat lalu.

[Pewarta: Azis. R]
Editor: Red.

Thursday, January 24, 2019

Redaksi sukabumiNews

Wow, Lahan Pasar Terminal Cikembang Dua Kali Di-SPHkan

bahwa tanah lahan terminal Cikembang ini sudah dua kali di-Surat Pengakuan Hak (SPH) kan.
[Tanah Lahan pasar TerminalCikembang pasca kebakaran. (foto dukumen: Azis R/SN)]
sukabumiNews, CIKEMBAR – Ada yang menarik, saat perwakilan dari warga yang melalukan musyawarah  terkait pemberitaan yang berjudul ‘Warga Saling Klaim Lahan Tanah Kios Terminal Cikembang PascaKebakaran’. Pasalnya dalam musayawarah itu terungkap bahwa tanah lahan pasar terminal Cikembang ini sudah dua kali dibuatkan Surat Pengakuan Hak (SPH).

Pertama, SPH dikeluarkan pada tahun 2010,  dan kedua pada saat over alih dari Cikembang Raya ke Bogorindo pada tahun 2012. Bahkan pada SPH yang dikeluarkan kedua kalinya itu ukuran luas tanah ditambah dengan memasukan lahan terminal.

Hal itu diungkapkan Atik Suwandi, mantan BPD sekaligus selaku juru biacar dari 23 orang yang mendatangi Kantor Desa Cikembang untuk menyelesaikan permasalahan terkait luas dan status kepemilikan tanah pasar yang terbakar beberapa waktu lalu kepada sukabumiNews usai melakukan musyawarah di di kantor Desa Cimanggu Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Kamis (24/1/2019).
Ketika di konfirmasi, orang yang mengaku pemilik SPH tanah terminal dimaksud, yang identitasnya minta dirahasiahkan menceritakan kepada sukabumiNews mengenai kronologi 2 kali di-SPHkannya lahan tersebut. Sebut saja IN (47).

Menurut IN, dahulu lahan ini dimiliki oleh Keluarga H. Tubagus Cecep,  pada tahun 2007 lahan ini dibeli oleh keluarga Ayah IN (alm). “Setelah kita beli ditahun 2012 lahan ini dijual ke Bogorindo sebagian kita jual dan sebagian kita buat lahan untuk dijadikan terminal,” ungkap IN.

IN melanjutkan, Sebelum beralih ke pihaknya secara legal aspek dan legal formal dari sisi pertanahan itu sendiri, lahan itu pernah masuk ke Cikembang raya. “Ketika itu mereka mengklaim bahwa terminal itu secara fisikli seolah-olah milik Dinas Perhubungan Kabupasaten Sukabumi, bahkan pernah juga pemerintah terlibat disana,” tuturnya.

Padahal sambung IN lagi, segala kewajiban yang melekat atas lahan tanah tersebut pembayaran pajaknya telah dipenuhi oleh dia. “Kemudian dari pada itu kenapa Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Sukabumi menerbitkan sertifikat tanah atas nama saya,” pungkas IN.


[Pewarta: Azis R]
Editor: Red
Redaksi sukabumiNews

Warga Saling Klaim Lahan Tanah Kios Terminal Cikembang Pasca Kebakaran

Warga, Saling Klaim Lahan Tanah Kios Terminal Cikembang Pasca Kebakaran
[Atik Suwadi selaku juru biacar dari 23 orang bersama rekan lainnya tengah menyampaikan ktidak puasannya di kantor Desa Cimanggu Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Rabu 24 Januari 2019.]
sukabumiNews, CIKEMBAR – Menindak lanjuti adanya saling klaim atas status kepemilikan tanah pasca terjadinya insiden kebakaran kios di terminal Cikembang beberapa waktu lalu, 23 orang pemilik kios dari 13 kios yang terbakar, diwakili oleh Atik Suwadi selaku juru biacar dari 23 orang itu mendatangi Kantor Desa Cimanggu untuk menyelesaikan permasalahan terkait luas dan status kepemilikan tanah pasar tersebut.

Pasalnya, Status tanah terminal Cikembang selama ini di klaim oleh IN (initial), seseorang yang memiliki sertifikat luas seluas 9005 meter. “Ini yang tercantum di sertifikat,” jelas Atik Suwandi kepada sukabumiNews usai melakukan musyawarah di kantor Desa Cimanggu Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Rabu 24 Januari 2019.


Atik yang juga mantan BPD Cikembang itu menuturkan, sebenarnya yang dipersoalkan pihaknya bukanlah mengenai jumlah luas semua itu, tetapi mengenai persoalkan area tanah di terminal Cikembang yang mereka tempati yang luasnya sekitar 4000 meter dan sudah hangus terbakar.

“Desebabkan Pemerintah Desa tidak bisa menjelaskan, maka kami semua sepakat untuk bermusyawarah,” Atik. Adapun jelas Atik, permasalahan yang dimusyawarahkan pihknya, selain terkait permasalahan status tanah, juga terkait keinginan pihaknya untuk membangun sendiri kios yang sudah terbakar serta membentuk tim pencara fakta untuk mengusut penyebab terjadinya kebakaran itu.

BACA: Wow, Lahan Pasar Terminal Cikembang Dua Kali Di-SPHkan

Dalam hal ini Atik Suwandi sendiri ditunjuk menjadi perwakilan mewakili ke-23 orang untuk berbicara dan lain sebagainya.

“Memang kios yang terbakar itu ada 13. Sementara jumlah orangnya ada 23 orang dan para pemilik kios sudah menetapi selama 18 tahun,” jelas dia. Dia menambahkan, terkait hal ini dirinya sudah membuat susunan berita acara sebagai dasar pertimbangan untuk mengajukan dan telah diberikan kepada  semua pihak termasuk kepada Kapolsek Cikembar.

Intinya kita ingin membangun sendiri kios diatas lahan terbakar diterminal Cikembang, sebab kalau bangunan kios itu dibangun oleh pihak yang mengklaim, dikhawatirkan harganya mahal, lalu bisa saya diusir karena tidak bisa membayar,” tegas Mantan BPD itu.

Dilain pihak,  Camat Cikembar, Tamtam Alamsyah saat diminta kejelasan terkait permasalahan ini memaparkan, tujuan utamanya adalah bagaimana para pedagang kios ini bisa melakukan aktifitas untuk berjualan di kios terminal Cikembang sebab pasca insiden terbakarnya pasar tersebut mereka lama tidak berjualan.

“Tetapi diskusi barusan mengembang bahwa para pedagang mempertanyakan masalah status tanah. Kita juga merasa kesulitan untuk mengatakan betul apa tidaknya sebab kita bukan pengambil keputusan,” kata Tamtam.

“Harapan kita, akan menawarkan beberapa opsi terbaik kepada semua pihak. Kalau dalam kurun satu bulan mereka tidak ada titik terang maka akan kita undang kembali untuk melakukan musyawarah secara mufakat dan jalan terbaik untuk semua pihak,” Imbuhnya.

[Pewarta: Azis R]
Editor: Red.

Tuesday, January 22, 2019

Redaksi sukabumiNews

Kedatangan Mantu Presiden Jokowi untuk Meresmikan Perumahan Program Nawacita Sukabumi Sejahtera Satu Disambut Banjir dan Lumpur

Kedatangan mantu presiden Jokowi, Bobby Nasution ke Kabupaten Sukabumi, untuk meresmikan Perumahan yang berlokasi di Wilayah Kp. Cioray Desa Bojongraharja Kecamatan Cikembar Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, disambut hujan deras disertai banjir dan lumpur, Senin (2/1/2019).
sukabumiNews, CIKEMBAR – Rencana kedatangan mantu presiden Joko Widodo (Jokowi), Bobby Nasution ke Kabupaten Sukabumi, untuk meresmikan Perumahan yang berlokasi di Wilayah Kp. Cioray Desa Bojongraharja Kecamatan Cikembar Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, disambut hujan deras disertai banjir dan lumpur, Senin (2/1/2019).

Sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi dan Muspika Cikembar hadir dalam acara peresmian tersebut.

Penyambutan kehadiran Bobby untuk melaksanakan peletakan batu pertama pada pembangunan perumahan program Nawacita Sukabumi Sejahtera Satu yang semula dijadwalkan di lokasi Venue yang berukuran 12 X 15 Meter yang menampung tamu undangan sekitar 500 orang itu dipindahkan ke Aula Desa Bojongraharja karena lahan lokasi Vanue tersebut digenangi air dan lumpur.

“Dikarenakan intensitas curah hujan semakin besar maka acara pun di pindahkan ke Aula Desa. Bojongraharja, " ungkap Ketua Panitia EO Muhammad Fadil kepada sukabumiNews.

Terkait peruntukan perumahan yang akan dibangun dan diresmikan oleh mantu presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut, Asda II Dodi Hadiat Soemantri, Finance Leadership Development Program (PFLDP) fasiliras likuiditas pendirian perumahan, dikonfirmasi di tempat terpisah mengatakan, perumahan ini diprioritaskan untuk masyarakat yang mempunyai penghasilan rendah diangka maksimum Rp4 juta.

“Perumahan ini menurut kita relatif baik karena bisa terjangkau untuk kalangan masyarakat kebawah,” kata Dodi Hadiat.

Akan tetapi Lanjut Dodi, ada persyaratan tertentu yang mungkin nanti oleh pihak Bank BTPN selaku bank yang memfasilitasinya akan di terapkan. “Ini adalah salah satu program Pemerintah Pusat dan Anggarannya pun kalo tidak salah hampir mengucurkan 60 Triliun se-indonesia,” jelasnya.


Sementara itu Bobby Nasuton yang tiba kemudian, kepada sukabumiNews menuturkan rencana kedatangan dia ke Sukabumi ini. Menurutnya, pada tahap pertama ia akan mengawali pembangunan dengan membangun sekitar 500 unit perumahan diatas luas tanah 15 hektar, dari total 1500 unit diatas total luas tanah 30 hektar.

“Selain kita membatu program Pemerintah Pusat,  ini sudah menjadi Visi Misi Nawacita. Target kita 1,5 tahun untuk melaksanakan pembangunan perumahan sebanyak 500 unit, dengan DP Rp500 ribu,” kata Bobby.

“Akad sudah disubsidi sesuai dengan regulasi dari kementrian PUPR dan kita menjalin kerjasama dengan pihak Bank BTN yang sudah ditunjuk oleh pemerintah,” tambahnya.

“Harapan kita mudah-mudahan saja bukan hanya Developer kita yang membangun (PFLDP), tapi banyak yang mengikuti jejak kita dan mendukung Program dari Pemerintah Pusat ini,” tutup dia.

Di akhir kunjungannya, Bobby memberikan santunan kepada 115 orang yatim piatu secara simbolis.

[Pewarta: Azis. R]
Editor: Red.
close
close