Breaking
loading...
Showing posts with label panwaslu. Show all posts
Showing posts with label panwaslu. Show all posts

Sunday, April 14, 2019

Redaksi sukabumiNews

Panwas Dilaporkan, Bukti Jokowi dan TKN Ingin Buang Badan

sukabumiNews, JAKARTA – Tim Kampanye Nasional (TKN) baru-baru ini melaporkan Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kuala Lumpur, Malaysia, Yazza Azzahra Ulyana ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP) terkait dengan surat suara tercoblos di Malaysia.

Namun demikian, tindakan pelaporan tersebut justru dianggap sebagai upaya ‘buang badan’ lantaran kasus itu dianggap berkaitan dengan petahana.

“Sudah jelaslah bahwa kejadian pencoblosan kertas suara Pilpres dan caleg di Malaysia hanya bisa dilakukan oleh petahana. Karena seperti kita ketahui bersama bahwa semua kebutuhan pemilihan seperti kertas suara, tinta dan lain-lain semua disimpan di gedung Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI),” kata Kordinator Pusat Komunitas Relawan Sadar (Korsa), Amirullah Hidayat, Sabtu (13/4), seperti dikutip RMOL.

Ia meminta kepada DKPP tak memproses laporan dari TKN lantaran hal itu dinilai sebagai upaya pengalihan isu semata.

Menurutnya, kecurangan di Malaysia tersusun secara terstruktur, sistemik, dan masif.

“Bagaiman kertas suara bisa keluar dari Gedung KBRI jika tidak ada yang mengeluarkan? Rakyat tidak bodoh atas semua permainan ini. Petahana sudah gelap mata karena tidak dapat kepercayaan lagi dari rakyatnya,” ujar kader Muhammadiyah ini.

Oleh karenanya, ia meminta kepada KPU, Bawaslu, dan Kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut. Sebab ia menduga ada banyak pihak yang terlibat dalam kecurangan pemilu di Malaysia.

“Karena kita yakin Duta Besar untuk Malaysia Rusdi Kirana terlibat dalam permainan ini. Kita juga yakin permainan tidak sendiri dilakukan oleh Dubes saja, pasti ada kekuatan besar yang terlibat,” tandasnya.


Sumber: RMOL

Wednesday, April 10, 2019

Redaksi sukabumiNews

Pandangan Masyarakat “Akan Memilih Jika Ada Uang”, Panwaslucam Purabaya Khawatir

sukabumiNews, PURABAYA – Anggota Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwaslucam) Purabaya Asep Awaludin mengaku gelisahan menjelang diselenggarakannya Pemilu Serentak 17 April 2019 mendatang. Pasalnya, Banyak masyarakat yang berfikir dan menyatakan “akan memilih jika ada uang”.

Kekhawatiran ini diungkapkan Asep saat mengisi Acara Pelatihan Saksi Peserta Pemilu Tahun 2019 se-Kecamatan Purabaya yang di gelar di Aula SMK Al-Ittihad, Purabaya, Kabupaten Sukabumi, Rabu (10/4/2019).

Pelatihan Saksi yang diikuti oleh lebih dari sekitar 100 orang dari saksi partai peserta pemilu 2019 ini dihadiri oleh Panwaslucam, Camat dan Muspika kecamatan Purabaya.

Menurut Asep, rusaknya pemikiran masyarakat dalam menentukan pilihan ini salah satunya disebabkan kondisi ekonomi yang begitu buruk sejak Negara didominasi oleh partai yang hanya mementingkan kepentingan pribadi ketimbang kepentingan rakyat, bangsa dan Negara.

"Bayangkan sekarang di masyarakat mulai viral, bahwa katanya, masyarakat sekarang sudah pintar. Akan memilih kalau ada uangnya," sesal Asep kepada sukabumiNews di lokasi Bimtek.

Pandangan seperti ini disikapi oleh Peserta Bimtek yang juga Ketua Dewan Pimpinan Anak Cabang Partai Bulan Bintang (DPAC PBB) Kecamatan Purabaya, Jaka Susila.

Menurut jaka, masyarakat harus cerdas dan membuat gerakan tolak Politik Uang.

"Harus membuat gerakan tolak politik uang. Kami selaku kader dari satu-satunya Partai yang memiliki Asas Islam tidak rela jika masyarakat menjadi sakit jiwanya oleh karena pemikiran picik tersebut," tegas Jaka.


Pewarta: Ikin S.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
close
close
close