Breaking
loading...
Showing posts with label nyalindung. Show all posts
Showing posts with label nyalindung. Show all posts

Monday, May 20, 2019

Redaksi sukabumiNews

Sebuah Rumah di Nyalindung Ludes Terbakar Saat Ditinggal Pemiliknya

sukabumiNews, NYALINDUNG Sebuah rumah di Kampung Nyalindung Kampas  RT 03/02 Desa Nyalindung Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, ludes dilalap si jago merah pada Senin (20/5/2019) sekira pukul 10.00 Wib.

"Saat kejadian, pemilik rumah yaitu Gandi sekeluarga sedang ke luar rumah," kata saksi mata Asep.

Pantauan sukabumiNews di tempat kejadian, warga berhamburan membantu memadamkan api. Dengan alat seadanya seperti ember dan baskom, bahkan ada yang menggunakan panci, mereka berupaya memadamkan api agar tidak merembet ke rumah tetangga sebelahnya.

“Namun lantaran cuasa sedang panas dan bangunan terbuat dari kayu dan bilik bambo, dengan cepat api melalap rumah Gandi hingga tak bersisa, tambah Asep.

Kebakaran diduga akibat adanya pertemuan arus pendek listrik. "Sepertinya korslet listriknya," tutur Asep.

Tida ada korban jiwa dalam insiden ini lantaran saat kejadian berlangsung, Gandi si pemilik rumah beserta keluarganya tiak berada di tempat. Namun demikian akibat kejadian tersebut kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.


Pewarta: Jaka S
Editor: AM
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Wednesday, May 15, 2019

Redaksi sukabumiNews

MUI dan BAZ Kecamatan Nyalindung Gelar Sosoialisasi Mengenai ZIS

sukabumiNews, NYLINDUNG – Badan Amil Zakat (BAZ) Kecamatan Nyalindung didampingi MUI Kecamatan tersebut menggelar sosialisasi Aakat fitrah dan Infak Sadaqah (ZIS) dihadapan para pengurus dewan kemakmuran masjid (DKM) se-wilayah Desa Sukamaju. Sosialisasi digelar di Aula Desa Sukamaju Kecamatan Nyalindung pada Rabu (15/ 05/2019).

Pengurus BAZ Kecamatan Nyalindung, Enjan mengungkapkan, masih banyak warga masyarakat yang mengeluarkan zakatnya secara langsung kepada orang yang menurut dirinya pakir atau miskin. Padahal menurut Enjan, agama dan juga pemerintah sudah mengatur dan membuat undang-undang mengenai tata cara atau sistem pengeluaran zakat.

“Disana disebutkan apabila seseorang ingin mengeluarkan zakat, baik mengenai zakat pitrah maupun zakat mal atau harta juga infak dan sedekah, maka sebaiknya disalurkan melalui Unit Pengelola Zakat (UPZ) yang ada di masing-masing lingkungan nya, karena harta yang dikeluarkanya itu ada sebagian hak dari delapan asnaf,” terang Enjan dalam sambutannya.

“Oleh karenanya sengaja sosialisasi ini digelar supaya masyarakat lebih paham dalam sistem mengeluarkan zakat,” jelasnya pria yang akrab disapa Kang Acay di hadapan para DKM se-wilayah Desa Sukamaju itu.

Adapun lanjut Kang Acay, mengenai sistem pendayagunaan zakat fitrah dan infak, BAZNAS Kabupaten Sukabumi sudah membuat ketentuan, dimana ditingkat UPZ DKM sebesar 83,5 % dengan pengalokasian sebagai berikut;

1. fakir miskin 62,5 %
2. amilin  6,5 %
3. sabilillah  15 %

“Kemudian 16,5% nya disetor ke UPZ Desa, Baz Kecamatan, atau Baznas Kabupaten,” jelas Enjang.

Sementara itu ketua MUI Kecamatan Nyalindung H. Abbas, MM yang juga hadir dalam kesempatan tersebut pada sambutannya menjelaskan, dari 16,5% yang disetor oleh UPZ DKM ke UPZ Desa sampai UPZ Kabupaten itu akan disampaikan kepada para pejuang agama yang disebut sabilillah dan ibnu sabil.

“Jadi sodara-sodara jangan khawatir terhadap UPZ, Baz Kecamatan, dan juga Baz Kabupaten tidak amanah,” tegas H Abbas mengahiri sambutannya.


Pewarta: Ikin S.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Terkena Sabetan Kapak, Kaki Encep Nyaris Terputus

sukabumiNews, NYALINDUNG – Encep (54), warga Kp. Cinyumput Rt 003/004 Desa Sukamaju Kecamatan Nyalindung Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, mengalami patah tulang dibagian kaki kiri lantaran terkena sabetan kapak saat sedang membelah kayu bakar di kebun miliknya pada Senin (13/5/2019).

Menurut keterangan dari Asep (57) tetangga korban, sebelum kejadian, Encep pernah datang menemuinya bertujuan meminjam kapak yang akan digunakan untuk memotong dan membelah kayu. Sementara, kata Asep, kapak yang dipinjamkannya baru saja telah di asahnya.  “Setelah saya kasih, Encep lantas pergi menuju kebun,” tuturnya kepada sukabumiNews.

Kurang dari satu jam, jelas Asep, tiba tiba terdengar suara teriakan meminta tolong. “Saya pun langsung lari menuju tempat dimana suara itu terdengar. Saat tiba di tempat kejadian, alangkah ngeri saya melihat Encep karena kaki kiri Encep hampir putus,”ungkap Asep.

Asep langsung merangkul korban sambil menangis kerena melihat peristiwa yang menimpa tetangganya itu.
Setelah di tempatkan di posisi yang sedikit aman, Asep bergegas pulang dengan tujuan meminta bantuan tetangga lain untuk menolong dan membawa pulang korban ke rumahnya.

“Saat itu Encep oleh keluarnya lansung dilarikan ke ruma sakit untuk dirawat lebih lanjut,” terang Asep.

Hingga berita ini ditayangkan, korban masih dalam peroses penangan dokter.


Pewarta: Ikin S.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Friday, April 26, 2019

Redaksi sukabumiNews

Pasca Pergeseran Tanah di Nyalindung, Sekda Iyos akan Terjunkan Tim Ahli Geologi

Sekda Kabupaten Sukabumi, Iyos Somatri saat mengunjungi lokasi bencana, Jum’at, 26 April 2019. (Foto: dok. Azis R./sukabumiNews)
-----
sukabumiNews, NYALINDUNG – Pasca pergeseran tanah yang terjadi di Kp. Gunungbatu Rt. 01,02,03 /09 Desa Kertaangsana Kecamatan Nyalindung Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sekda Kabupaten Sukabumi, Iyos Somatri mengunjungi lokasi bencana dan mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas bencana yang menimpa warga Kp. Gunungbatu tersebut, Jum’at (26/4/2019).
Dalam nesempatan itu Sekda menghimbau kepada warga masyarakat yang terkena dampak, agar selalu waspada serta berdo'a menghadapi musibah ini. “Warga juga jangan terlalu khawatir karena pemkab Sukabumi akan cepat tanggap untuk membantu warganya,” kata Iyos.
Lebih jauh Iyos mengatakan pihaknya akan segera menerjunkan tim ahli Geologi ke lokasi untuk memastikan status bencana yang terjadi. "Saya berpesan kepada warga agar mengikuti arahan-arahan yang telah disampaikan oleh tim relawan mau pun petugas BPBD Kabupaten Sukabumi," tambahnya.

Ditempat yang sama Kades Kertaangsan Agus Sudrajat menjelaskan, pihaknya sudah menerima bantuan dari pemerintah, para donatur dan yang lainnya berupa fasilitas, obat-obatan, makanan, air bersih dan uang.

Selain itu, Agus Sudrajat juga mengatakan bahwa areal yang terkena dampak dari bencana ini sebanyak 26 hektar lahan sawah gagal panen, lahan pemukiman dan 24 hektar lahan kebun.

"Kami sangat berterima kasih dan bersyukur kepada semua yang telah menyalurkan bantuan dan uluran tangan yang telah di berikan kepada warga kami yang terkena bencana." Imbuh Kades.


Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

60 Rumah Ambruk, 125 Lainnya Terancam Rusak Akibat Pergeseran Tanah di Nyalindung

sukabumiNews, NYALINDUNG – Tercatat sejumlah 60 rumah ambruk dan 125 lainnya terancam rusak akibat bencana pergeseran tanah di wilayah Kampung Gunungbatu Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jum’at (26/4) petang.

Warga yang terkena musibah diungsikan ke mesjid dan mushola setempat yang aman dari dampak bencana.

Data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi menyebutkan jumlah rumah di Kampung Gunungbatu berjumlah 109 unit yang dihuni 109 kepala keluarga dengan 352 jiwa.

"Sebagai langkah pencegahan kami sudah menyiapakan lokasi pengungsian di tempat yang aman. Kami sudah mendirikan tenda pleton dan tenda familiy serta fasilitas lainnya," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sukabumi, Maman Suherman kepada wartawan di lokasi bencana.

Dengan adanya peristiwa ini beberapa Ormas Kepemudaan seperti GPI, FKPPI dan Pemuda Bulan Bintang, ikut turun membantu masyarakat dalam penanganan bencana. "Ini perlu penanganan serius dari semua pihak, terutama Pemerintah Daerah. Ini bisa masuk kategori bencana nasional," ujar Pengurus FKPPI Jajat Sudarjat, kepada sukabumiNews di lokasi pengungsian.

Sementara, salah seorang korban yang rumahnya ikut Ambruk, Reswita measa khawatir akan kondisinya saat ini. “Kami khawatir dengan anak-anak yang masih kecil karena kami sudah tidak lagi punya tempat tinggal." Keluh Reswita.


Pewarta: Jaka S.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Monday, April 8, 2019

Redaksi sukabumiNews

PPS Desa Sukamaju, Resmi Lantik 13 Ketua KPPS

sukabumiNews, NYALINDUNG - Demi kelancara pelaksanaan pemungutan suara pada Pesta Demokrasi yang akan diselenggarakan tanggal 17 April 2019 mendatang, Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Sukamaju melantik sekaligus memberikan bimbingan tehnik kepada13 ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di wilayah Desa tersebut.

Pelantikan yang disaksikan Panwaslu Kecamatan Nyalindung, Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Bhabinkamtibmas, dan Babinsa dan Kades Sukamaju itu di laksanakan di Aula Kantor Desa Sukamaju Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Ahad (7/4/2019).

Ketua PPS, Eji Ramdani, S.Ag kepada KPPS pada kesempatan tersebut menekankan agar dalam kinerjanya selalu waspada dan teliti terhadap para calon pemilih dari mulai pemilih tetap sampai pemilih tambahan.

“Kami selaku PPS yang ditunjuk untuk menjadi panitia pemungutan suara pada pemilu sekarang ingin bekerja lebih baik lagi, jangan sampai data yang sudah meninggal dunia, yang pindah domisili, masih terdaftar di wilayah kami, bahkan jenis kelamin pun terkadang tertukar,” pesan Eji.

Sementara itu Ketua PPK, Entang juga menekankan hal yang sama. Bahkan ia menegaskan, disamping KPPS harus bekerja dengan baik, juga hati-hati jangan sekali-kali mengarahkan kepada calon pemilih ke salah satu calon yang akan dipilih, karena itu bertentangan dengan Undang Undang Pemilu.

“Jika ditemukan ada salah satu anggota, baik PPK, PPS, maupun KPPS, yang mengarahkan atau mengajak kepada salah seorang calon pemilih, maka akan berhadapah dengan hukum atau undang undang pemilu yang berlaku,” tandasnya.


Pewarta: Ikin S.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
close
close