Breaking
loading...
Showing posts with label longsor. Show all posts
Showing posts with label longsor. Show all posts

Tuesday, May 7, 2019

Redaksi sukabumiNews

Lagi, Rumah Warga di Caringin Hampir Ambruk Tertimpa Longsoran Tanah

sukabumiNews, CARINGIN - Akibat intensitas hujan yang mengguyur Sukabumi dalam sepekan terakhir ini bencana demi bencana terus bertambah, banjir dan longsor kerap menjadi isu musibah yang terjadi lantaran cuaca yang kurang bersahabat ini.

Seperti yang terjadi di daerah lain di wilayah Sukabumi belakangan ini, rumah Cep Aripfin warga Kampung Pamuruyan Rt. O02/001 Desa Ciseupan Kecamatan Caringin Kabupaten Sukabumi Jawa Barat juga terkena imbas longsoran tanah.

Peristiwa yang menimpa rumah Cep Aripin terjadi pada Senin (6/5/19) malam, sekitar pukul 20.30 Wib.

Camat Caringin Syarifudin Rachmat mengatakan pihaknya akan mengusulkan untuk memperbaiki rumah korban. Akan tetapi karena saat ini kondisinya masih sangat rawan maka pihknya hanya bisa melakukan relokasi dengan keterbatasan pihak pemdes.

Namun demikian lanjut Syarifudin, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Desa dan BPBD untuk mengajukan supaya segera membantu dan menangani pembersihan

“Sementara karena saat ini Kecamatan Caringin tidak mempunyai anggaran untuk menanganinya jadi kita menunggu dari BPBD Kabupaten Sukabumi,” terang Syarifudin, Selasa (7/5/2019).

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Meski demikian akibat kejadian ini kerugian ditaksir mencapai Rp10 juta rupiah. Demi kenyamanan keluarga korman, Cep Arifin beserta anak dan istrinya kini diungsikan ke rumah saudaranya, karena rumahnya saat ini tidak bisa dihuni.

Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Monday, May 6, 2019

Redaksi sukabumiNews

Rumah Warga di Nagrak Ambruk akibat Diguyur Hujan Semalam

 Kondisi Rumah Dedi Awaludin (35) yang Rusak akibat tertimpa reruntuhan tanah.
-- 
sukabumiNews, NAGRAK – Akibat curah hujan disertai angin kecang yang cukup tinggi mengguyur wilayah Kecamatan Nagrak Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rumah Dedi Awaludin (35) salah satu warga Kampung Cipetir Rt. 02/14 kecamatan yang sama mengalami rusak berat.

Rusaknya rumah Dedi Awaludin lantaran tertimpa longsoran tanah jalan yang berada di atasnya. Beruntung pada saat kejadian korban bersama istri dan anaknya sedang berkunjung ke rumah saudaranya ke daerah Jampang.

Peristiwa itu terjadi pada Ahad (5/5/219) sekira pukul 22.31 WIB semalam,

"Kami bersama aparatur Desa Nagrak Utara yang sedang melaksanakan piket, langsung meluncur ke lokasi kejadian serta melakukan koordinasi dengan BPBD dan Muspika Nagrak," jelas Miki Relawan P2BK Nagrak kepada sukabumiNews melalui WhatsApp.

Miky mengatakan, Untuk sementara ini Dia hanya bisa berupaya untuk menyelamatkan barang-barang perabotan rumah tangga milik korban.

Saat itu Miki juga menghimbau kepada warga masyarakat agar waspada dikala hujan deras mengguyur wilayah Nagrak terutama yang bertempat tinggal di zona rawan longsor.

Akibat insiden ini korban ditaksir mengalami kerugian sebesar Rp40 juta. Hingga berita ini ditayangkan korban masih di ungsikan di rumah saudaranya di Jampang. “Untuk perkembangan informasi selanjutnya akan dilakukan update secara berkala apabila terdapat laporan tambahan," imbuh Miky.

Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Tuesday, April 30, 2019

Redaksi sukabumiNews

Dua Rumah di Lembursitu, Hampir Jatuh Tegerus Longsor

Dua rumah berlantai dua milik Ajat (51) dan Ahmad (60) yang berdiri tepat di atas tebing Sungai Cipelang Gede setinggi kira-kira 15 meter dan lebar sekira 20 meter yang beralamat di Kp. Warungkalapa RT. 001/001 Kelurahan Lembursitu Kecamatan Lembursitu Kota Sukabumi, Jawa Barat itu hampir jatuh tergerus tanah longsor yang terjadi pada Selasa (30/4/19), sekitar pukul 03.00 WIB pagi hari.
Dua rumah berlantai dua milik Ajat (51) dan Ahmad (60) yang berada tepat di atas tebing Sungai Cipelang Gede rawan hampir terbawa longsor. (Foto: Azis R./sukabumiNews)
-----
sukabumiNews, LEMBIRSITU - Cuaca Ekstrim yang dirasakan dalam dua pekan ini disinyalir banyak menimbulkan Bencana dimana-mana, tak terkecuali di wilayah Sukabumi, seperti musibah banjir dan longsor yang terjadi di pelosok-pelosok wilayah Kabupaten Sukabumi belakangan ini.

Se-iring dengan hal tersebut, BPBD Kota Sukabumi terus berupaya memberikan saran dan arahan kepada warga yang tinggal di daerah rawan bencana longsor agar selalu waspada. Bila perlu, warga dianjurkan untuk melakukan evakuasi sejak dini, seperti terhadap kedua pemilik rumah yang saat ini dikhawatirkan terkena musibah terbawa arus longsor.

Dua rumah berlantai dua milik Ajat (51) dan rumha Ahmad (60) yang berdiri tepat di atas tebing Sungai Cipelang Gede setinggi kira-kira 15 meter dan lebar sekira 20 meter yang beralamat di Kp. Warungkalapa RT. 001/001 Kelurahan Lembursitu Kecamatan Lembursitu Kota Sukabumi, Jawa Barat itu hampir jatuh tergerus tanah longsor yang terjadi pada Selasa (30/4/19), sekitar pukul 03.00 WIB pagi hari.

“Saat ini BPBD Kota Sukabumi telah memberikan saran dan arahan agar melakukan evakuasi terhadap kedua Kepala Keluarga (KK) untuk mengosongkan rumahnya dengan segera, sebab dilokasi tebing sungai yang longsor masih terdengar suara tanah dan material yang berjatuhan," ungkap Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD kota Sukabumi Zulkarnain Barhami kepada sukabumiNews, Selasa, siang.

"Saat ini kita sudah memasang police line dan terpal serta melakukan musyawarah dengan pihak Kelurahan, Babinsa Polsek dalam melakukan upaya cepat tanggap penanganan," jelas Zulkarnain.

Dia juga menghimbau agar masyarakat tetap waspada dalam menghadapi cuaca yang ekstrim ini. “Bilamana terjadi bencana diwilayahnya diharap warga langsung memberikan kabar kepada petugas kami." Tuturnya/



Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Wednesday, April 24, 2019

Redaksi sukabumiNews

Dua Kampung Terdampak Banjir, Belasan Warga Terpaksa Diungsikan

sukabumiNews, CICANTAYAN – Disebabkan oleh hujang lebat yang mengguyur Wilayah Kecamatan Cicantayan Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, pada Selasa, 23 April 2019, mulai pukul 21:00 WIB sampai pukul 23:30 WIB semalam, dua kampung di Desa Cijalingan Kecamatan Cicantayan terdampak banjir, sementara satu kampung lain di wilayah desa yang sama terdampak longsor.

Adapun dua kampung yang terkena banjir tersebut yaitu Kp. Cisande Rt.06/03 dan Kp. Cijalingan Rt.98/03. Sementara musibah longsor menimpa Kp. Parungbaliung Desa Cijalingan Kecamatan Cicantayan. Akibat musibah ini, belasan warga terpaksa harus diungsikan.

Sementara, musibah longsor terjadi di kampung lainnya yaitu Kp. Parung Baliung   dan longsor. Akibatnya, belasan warga yang terdampak banjir dan longsor di kampung tersebut harus diungsikan.

Camat Cicantayan, Sendi Apriadi mengatakan, banjir pertama terjadi di Kampung Cisande RT.06, RW.03, Desa Cijalingan. Kedajian ini diakibatkan oleh derasnya hujan yang menyebabkan dinding sungai sepanjang 7 meter jebol,sehingga airnya meluap dan merendam beberapa rumah warga.

"Luapan air tersebut menyebabkan dua rumah warga terendam dengan ketinggian air lebih kurang 0,5 meter, selain itu 10 kolam penangkaran ikan milik warga ikut terdampak," kata Sendi kepada awak media,Rabu (25/4/2019).

Sendi mengungkapkan, longsor juga terjadi di Kampung Cijalingan RT.08, RW.03, Desa Cijalingan pada pukul 23:30 WIB, yang menimpa salah satu rumah milik warga yang berukuran 20x7 meter, selain itu satu rumah warga lainya terancam longsor susulan.

"Dari dua peristiwa tersebut sedikitnya tiga Kepala Keluarga yang berisi 17 jiwa harus mengungsi ke tempat yang aman, selain beresiko bencana susulan, rumah mereka pun tidak bisa dihuni untuk sementara karena ada beberapa kerusakan," jelas Dia.

Sendi juga menjelaskan bahwa peristiwa tersebut sudah ditangani sejak bencana terjadi dan masih berlanjut sampai hari ini, Rabu (24/4/2019) yang melibatkan pihak Kecamatan, Pihak Desa yang di pimpin langsung oleh Kades Cijalingan, Didin Jamaluddin , BPBD, Dinsos serta Pramuka peduli Cicantayan.

"Langkah yang sudah dilakukan berupa mengungsikan korban kerumah saudara terdekatnya dan memberikan sumbangan serta selimut untuk warga yang terdampak berikut menyelamatkan barang berharga milik mereka, selain itu kami tengah mempersiapkan besi Bronjong, karung dan batu untuk menangani lokasi yang terdampak agar tidak terjadi bencana susulan." Pungkasnya



Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Thursday, January 3, 2019

Redaksi sukabumiNews

Ridwan Kamil Janji Urus Hidup Hengki dan Farel yang Jadi Yatim Piatu Setelah Longsor di Cisolok

Ridwan Kamil bertemu dengan dua anak yatim piatu korban bencana longsor dan menemui anak kakak beradik, Hengki dan Farel, Rabu (2/1/2018)
[Ridwan Kamil bertemu dengan dua anak yatim piatu korban bencana longsor dan menemui anak kakak beradik, Hengki dan Farel, Rabu (2/1/2018)]
Cisolok, SUKABUMINEWS.net - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengunjungi lokasi bencana longsor di Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Rabu (2/1/2019).

Dalam kunjungan tersebut Ridwan Kamil bertemu dengan dua anak yatim piatu yang menjadi korban bencana longsor.

Kedua anak itu adalah kakak beradik bernama Hengki dan Farel.

"Dua anak itu selamat, karena saat kejadian waktunya Magrib. Dia sedang ngaleut ke masjid. Jadi Allah menyelamatkan kedua anak itu karena mau ngaji dan Salat Magrib," ujar Ridwan Kamil saat ditemui wartawan di Gedung PPPTK, Bandung, seperti dikutip Tribunnews, Kamis (3/1/2019)

Karena tidak berada di rumah, kedua anak itu selamat, tetapi kedua orang tua meninggal terkena bencana longsor.

Kini Hengki dan Farel menjadi anak yatim piatu dan tinggal bersama kakeknya.

"Karena masih usia ini (kecil), saya inisiatif saja di lokasi, saya urusi hidupnya sampai dewasa insya Allah," ujar Ridwan Kamil.

Meski berjanji akan mengurus hidup Hengki dam Farel, Ridwan Kamil belum memastikan apakah akan membawa kedua anak itu ke Bandung atau tidak.

Hengki dan Farel masih tinggal bersama kakeknya, Ridwan Kamil harus bertanya pada keluarga dua anak tersebut.

"Tapi kalau sekolah saya rasa harus pindah karena sekolah yang baik masih banyak," ujarnya.

Sebelumnya, cerita Hengki dan Farel diposting Ridwan Kamil dalam akun pribadi Instagram @ridwankamil.


Dalam postingannya, ia bercerita mengenai Hengki dan Farek yang berhasil lolos dari bencana longsor di Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Senin (31/12/2018).

Dalam postingan itu, Ridwan Kamil juga mengutarakan niat ia dan istrinya, Atalia Praratya, akan mengasuh kedua anak tersebut sampai dewasa.

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Hengki dan Farel Jadi Yatim Piatu Setelah Longsor di Cisolok, Ridwan Kamil Janji Urus Hidup Mereka

Tuesday, January 1, 2019

Redaksi sukabumiNews

Longsor di Cisolok Timbun Puluhan Rumah, 4 Orang Meninggal Dunia

BPBD Kabupaten Sukabumi bersama TNI, Polri, Basarnas, aparat setempat, relawan, dan masyarakat bersama melakukan pencarian dan penyelamatan korban.
[BPBD Kabupaten Sukabumi bersama TNI, Polri, Basarnas, aparat setempat, relawan, dan masyarakat bersama melakukan pencarian dan penyelamatan korban.] 
Cisolok, SUKABUMINEWS.net – Bencana longsor kembali terjadi di Sukabumi dan menimbun sekitar 34 rumah di kampung adat yaitu Kampung Cimapag, Desa Sinaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi pada sekitar pukul 17.00 WIB, Senin (31/12/2018).

Empat orang dikabarkan meninggal dunia setelah tertimbun longsor dan 4 korban lainnya masih dalam upaya evakuasi.

''Empat korban lainnya dalam upaya evakuasi namun terkendala cuaca hujan dan gelap karena malam,'' kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulisnya.

Sutopo menjelaskan, tanah longsor itu telah menimbun 34 rumah penduduk di kampong tersebut.

BPBD Kabupaten Sukabumi bersama TNI, Polri, Basarnas, aparat setempat, relawan, dan masyarakat bersama melakukan pencarian dan penyelamatan korban. Pendataan hingga kini masih dilakukan.

“Pendataan untuk memastikan jumlah korban dan rumah tertimbun longsor,” katanya.

Saat ini, kata dia, aliran listrik di lokasi padam dan komunikasi selular juga sulit. Untuk itu, upaya evakuasi akan dilanjutkan Selasa (1/1/2019) pagi.

Akses jalan menuju lokasi longsor jalanan yang terjal, berbatu dan ditambah cuaca hujan rintik menyulitkan tim untuk melakukan evakuasi. Posko BNPB terus memantau penanganan bencana dan berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Sukabumi dan BPBD Provinsi Jawa Barat.

[Pewarta: Azis R].
Editor: Red.
close
close
close