Breaking
loading...
Showing posts with label lintas-media. Show all posts
Showing posts with label lintas-media. Show all posts

Tuesday, August 13, 2019

Redaksi sukabumiNews

JPU Sebut Terdakwa Kerusuhan 22 Mei Dijanjikan Uang Rp50 Ribu

sidang kasus kerusuhan 21-22 Mei
Suasana sidang perdana kasus kerusuhan 21-22 Mei di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Selasa (13/8/2019) (ANTARA/Shofi Ayudiana)  
sukabumiNews, JAKARTA - Jaksa Penuntut Umum dalam dakwaaannya pada persidangan perdana kasus kerusuhan 22 Mei mengungkapkan bahwa beberapa terdakwa dijanjikan uang senilai Rp50 ribu untuk melakukan penyerangan terhadap Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

"Bahwa terdakwa Ardiansyah mendapat perintah dari Rusdi Munir dan Habib Muhammad Abdurrohman untuk melakukan penyerangan terhadap Kantor Bawaslu karena tidak puas dengan hasil Pemilu 2019, dan terdakwa Ardiansyah akan mendapatkan uang Rp50 ribu," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Anggia Yusran saat sidang perdana kasus kerusuhan 22 Mei di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Selasa.

Selain Ardiansyah, terdakwa atas nama Dian Masyhur juga sempat dijanjikan akan diberi uang Rp50 ribu untuk ikut demo di depan Kantor Bawaslu.

Sementara itu, sembilan terdakwa lainnya hanya ikut-ikutan melakukan demonstrasi di depan kantor Bawaslu meskipun tidak dijanjikan uang.

Sebelum sampai di Bawaslu, para terdakwa sempat melihat kerumunan massa yang sedang melakukan kerusuhan di jalan layangSlipi Jaya Petamburan, Jakarta Barat, kemudian ikut serta merusuh dengan melemparkan batu dan pembakaran.

"Para terdakwa melemparkan batu, petasan, kayu, ada yang membakar ban, serta merusak pos polisi di Slipi. Juga mengucapkan kata umpatan yang ditujukkan ke polisi," ujar JPU.

Aparat kepolisian sempat memberikan himbauan agar massa membubarkan diri, namun kerumunan malah melakukan provokasi dan bentrok dengan polisi sehingga polisi pun melemparkan gas air mata.

Menurut Jaksa, aksi di sepanjang Jalan Petamburan, Jakarta Barat, terjadi mulai pukul 01.00 WIB hingga 11.00 WIB.

Para terdakwa dijerat pasal berlapis. Dalam dakwan kesatu diancam Pasal 187 ke-1 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, kedua, Pasal 214 ayat (1) KUHP, ketiga Pasal 170 ayat (1) KUHP, keempat, Pasal 211 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, kelima, Pasal 358 ke-1 KUHP, keenam, Pasal 212 juncto  Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, ketujuh, Pasal 216 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan kedelapan, Pasal 218 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Pengadilan Negeri Jakarta Barat menggelar sidang terhadap 84 tersangka kasus kerusuhan 22 Mei 2019 pada Selasa. Sidang perdana ini dibagi ke dalam beberapa sidang di beberapa ruangan berbeda, dengan agenda mendengarkan dakwaan jaksa.

Majelis hakim PN Jakarta Barat membagi perkara menjadi 21 perkara, salah satunya dengan nomor perkara 1284/Pid.B/2019/PN Jkt.Brt

Perkara tersebut melibatkan 11 terdakwa. Mereka adalah Ardiansyah, Alfi Syukra, Dian Masyhur, Dimas Aditya, Wahyudin, Ahmad Irfan, Nur Fauzi Sambudi, Said Zulsultan, Rahmat Alwi, Arfal Maulana, dan Zamahsari.


Pewarta: ANTARA
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Penembak di Masjid Norwegia Tolak Mengaku Bersalah

Philip Manshaus
Philip Manshaus (21 tahun), tersangka pelaku serangan terhadap masjid Al-Noor Islamic Centre di pinggiran Oslo, Norwegia tampil di pengadilan Oslo, Senin (12/8). [FOTO: dok. Istimewa]
Pengacara pria yang diduga melepas tembakan dalam masjid di Norwegia mengatakan, kliennya tidak mau bekerja sama dengan penyelidik. Tersangka pelaku penembakan itu, Philip Manshaus, usia 21 tahun, hadir di pengadilan hari Senin (12/8) untuk menghadapi tuduhan percobaan pembunuhan dan pembunuhan.

sukabumiNews, OSLO, NORWEGIA – Pengacara Philip Manshaus mengatakan bahwa kliennya tidak mau bekerja sama dengan penyelidik.

“Dia menggunakan haknya untuk tidak diinterogasi,” kata pengacara itu, Senin. “Dia (Philip Manshaus) mengaku tidak bersalah.”

Manshaus muncul di pengadilan hari Senin untuk menghadapi tuduhan percobaan pembunuhan dan pembunuhan terkait serangan Sabtu lalu di luar ibukota, Oslo. Wajah dan lehernya penuh goresan dan hitam memar pada kedua matanya.

Dilansir laman VOA, Hanya ada tiga orang di Pusat Islam atau Islamic Center al-Noor itu ketika Manshaus memasuki tempat ibadah pada Sabtu (10/8) lalu itu. Dia mulai menembaki dua pria, tetapi seorang pria lain, Mohammad Rafiq, usia 65 tahun, purnawirawan perwira Angkatan Udara Pakistan, mampu mengatasi penembak itu.

Rafiq mengatakan kepada kantor berita Reuters dalam wawancara video, ketika dia berhasil menundukkan penembak itu, "pistol dan senapannya jatuh." Rafiq, yang semula usianya dilaporkan keliru, 75 tahun, hanya menderita luka ringan.

Ketua pengurus masjid itu, Irfan Mushtaq, memasuki masjid tidak lama setelah penembakan. Dia mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa dia melihat "salah seorang jemaah masjid kami duduk di atas pelaku penembakan."

Penembakan di masjid itu dinyatakan sebagai upaya serangan teror. Wakil inspektur kepolisian Oslo, Rune Skjold mengatakan hari Minggu, polisi telah mendapati bukti "pandangan ekstremis sayap kanan" dan dugaan permusuhan terhadap imigran.

"Kami dapat menyimpulkan bahwa tersangka mempunyai pandangan ekstremis sayap kanan, dan terkait dengan apa yang telah dia lakukan, jelas menimbulkan ketakutan di kalangan masyarakat. Berdasarkan pada pandangan yang ia ungkapkan secara online, berarti kami dengan aman dapat mengatakan bahwa kami sedang menyelidiki upaya terorisme," kata Skjold, dilutip dari VOA, Selasa (13/8/2019).

Tidak ada yang terluka atau terbunuh di masjid itu, tetapi beberapa jam kemudian polisi menemukan mayat perempuan saudara tiri penembak di lokasi lain. Skjold mengatakan orang-orang di masjid menunjukkan "keberanian besar."

"Tidak diragukan bahwa tanggapan cepat dan tegas dari orang-orang di dalam masjid menghentikan penyerang itu dan mencegah akibatnya lebih lanjut," kata Skjold. "Mencoba menundukkan orang bersenjata selalu berbahaya," kata wakil inspektur polisi itu.


Pewarta: PS/KA
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Thursday, August 1, 2019

Redaksi sukabumiNews

Jokowi Undang Pengurus PBB ke Istana, Yusril: Enggak Bicara Kabinet

yusril
Yusril Ihza Mahendra bersama puluhan kader PBB bertemu Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta. | FOTO: detikcom*  
sukabumiNews, JAKARTA - Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (1/8/2019). pertemuan tersebut berlangsung tertutup untuk awak media.

Yusril mengatakan, ia datang bersama 45 orang DPP PBB dan DPW PBB. Salah satu tujuan pertemuan tersebut kata dia, adalah silaturahim usai Pemilu 2019.

Dalam pertemuan itu, Jokowi kata Yusril, sempat menyampaikan terima kasih atas dukungan PBB di Pilpres, termasuk saat sidang sengketa perselisihan hasil pemilu (PHPU) di MK. Diketahui, Yusril merupakan Ketua Kuasa Hukum Jokowi saat sidang sengketa Pilpres.

"Pak Jokowi mengatakan terima kasih kepada PBB yang sudah membantu beliau dan juga keaktifan dari kami semua dalam sidang di MK. Alhamdulillah berjalan dengan baik," ujar Yusril di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (1/8/2019).


BACA Juga:
Yusril Resmi Jadi Kuasa Hukum Pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin pada Pilpres 2019

Saat disinggung terkait pembahasan kursi kabinet, Yusril membantahnya. Menurutnya pertemuan sore tadi dengan kepala negara murni silaturahmi.

"Kami enggak bicara mengenai kabinet. Jadi betul-betul ini merupakan sebuah pertemuan silaturahmi saja," kata dia.

Yusril menegaskan partainya akan tetap membantu sepenuh hati kepemimpinan Jokowi lima tahun kedepan.

Kendati demikian, ia mengaku berat hati untuk menyodorkan nama-nama kadernya untuk menduduki jabatan, meski banyak kader PBB yang pantas untuk bergabung di Pemerintahan.

"Lebih baik bersifat pasif saja, terserah kepada presiden. Jadi presiden akan memilih siapa akan menunjuk siapa, ya sudah. Kita tahu di PBB ini ada banyak tokoh-tokoh yang sangat pantas untuk masuk pemerintahan, untuk kabinet maupun jabatan-jabatan yang lain," tandasnya.

BACA Juga:
Jokowi Undang Pengurus PBB ke Istana, Yusril: Enggak Bicara Kabinet


Pewarta: Suaracom
Editor: Red
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Gelar Doa Kebangsaan di Istana, Jokowi Undang Ulama dan Tokoh Ormas

hut ri ke-74
Acara Doa Kebangsaan 74 Tahun Indonesia Merdeka di Istana Merdeka. | FOTO: Suara.com*  
sukabumiNews, JAKARTA - Menjelang peringatan 17 Agustus, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar acara Doa Kebangsaan 74 Tahun Indonesia Merdeka di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (1/8/2019).

Dalam acara tersebut, hadir pula Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ibu Negara Iriana Jokowi, Mufidah Jusuf Kalla, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Ketua Umum Pengurus Besar Dzikir Hubbul Wathon KH Mustofa Aqil Siradj.

Kemudian hadir pula Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar, Ketua Dewan Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW) Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie.

Hadir pula Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Yogyakarta KH Ahmad Muwafiq alias Gus Muwafiq, Ketua Umum Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam (SI ) Indonesia Hamdan Zoelva, pengasuh Pondok Pesantren Tahfidz Daarul Quran Ketapang Ustaz Yusuf Mansur, dan ulama serta masyarakat lainnya.

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Alquran dan zikir yang dipimpin oleh Gus Muwafiq.

Dalam sambutannya, Ketua Umum Pengurus Besar Dzikir Hubbul Wathon KH Mustofa Aqil Siradj mengatakan acara ini juga dihadiri pimpinan ormas dan tokoh lintas agama.

"Doa kebangsaan Dihadiri pimpinan berbagai ormas, pemuka lintas agama dan masyarakat karena ini zikir kebangsaan," ujar Musthofa.

Tak hanya itu, ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendukung pemerintahan Jokowi dan JK dan dilanjutkan dengan pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Kami mendukung pemerintahan Indonesia yang dipimpin pak jokowi dan pak Jusuf Kalla yang insyaallah akan diteruskan Pak Jokowi dan KH Ma'ruf Amin," tandasnya.

BACA Juga:
Jokowi Undang Pengurus PBB ke Istana, Yusril: Enggak Bicara Kabinet


Pewarta: Suaracom
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Friday, July 26, 2019

Redaksi sukabumiNews

Tersangka Korupsi Pilkada Kota Bogor Sebut Ada Panglima di Belakangnya

korupsi
sukabumiNews, BOGOR - MH alias Mar Hendro, tersangka korupsi dana Pilkada 2018 di tubuh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor mulai membuka tabir praktik haram yang dia lakukan.

Dia mengaku hanya bersama tersangka pertama yang sudah lebih dulu ditahan, HA, melakukan tindak terlarang tersebut. Namun, ada pihak lain termasuk otak di belakangnya yang dia sebut ‘Panglima’.

Menurut MH, praktik korupsi yang menelan kerugian hingga Rp 400 juta lebih itu bermuara pada perintah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sebagai Pengguna Anggaran (PA) dan ‘Panglima’.

“Saya tergantung PPK. Semua perintah PPK sama ‘panglima’. PPK- lah yang lebih tahu, saya menjalankan perintah saja. Tergantung dari ‘panglima’ juga,” kata MH, seperti dikutip dari Metropolitan.

Namun, dia masih enggan menyebut siapa sosok panglima yang dimaksud. MH mengaku nantinya bakal buka-bukaan ke mana uang haram tersebut mengalir. “Saya akan buka. Yang lebih tahu ya PPK dan pengguna anggaran. Inisial ‘Panglima’ saya enggak komentar dulu,” ujarnya.

Sebelumnya, setelah sebulan lamanya buron, Kejari Kota Bogor akhirnya berhasil meringkus MH, oknum anggota Satpol PP Kota Bogor tersangka korupsi dana Pilkada 2018 Kota Bogor, Kamis (25/7). MH ditangkap di tempat persembunyiannya di daerah Gunungsindur, Kabupaten Bogor.

MH tiba di kantor Kejari Kota Bogor sekitar pukul 16:10 WIB dikawal penyidik dengan tangan terborgol. “MH ditangkap ditempat persembunyiannya di wilayah Gunungsindur, Kabupaten Bogor,” ujar Kasi Pidsus Kejari Kota Bogor, Rade Setya Nainggolan.


Pewarta: Sinwan
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Kejari Bogor Tangkap Tersangka Korupsi Anggaran KPU

korupsi anggaran
sukabumiNews, BOGOR - Kejaksaan Negeri Kota Bogor menangkap MH, tersangka kasus korupsi kegiatan fiktif anggaran Pemilihan Wali Kota Bogor tahun 2018 pada Komisi Pemilihan Umum Kota Bogor, Kamis, 25 Juli 2019. MH sempat masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) setelah Kejari menetapkan dua tersangka dalam kasus korupsi yang merugikan negara senilai Rp 470 juta tersebut.

Tersangka lainnya yakni MA (mantan bendahara KPU Kota Bogor) sudah lebih dahulu ditahan sejak ditetapkan sebagai tersangka, 21 Juni 2019 lalu.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Kota Bogor Rade Satia Nainggolan mengatakan, MH ditangkap di rumahnya di Jalan Cidokom, Gunung Sindur sekitar pukul 16.00 WIB. Peranan MH dalam kegiatan fiktif anggaran Pilwalkot Bogor adalah sebagai ketua kelompok kerja unit pelayanan lelang.

Penangkapan MH terjadi setelah ia menjadi DPO selama kurang lebih tiga minggu. Dalam kurun waktu tersebut, Kejari Kota Bogor terus melakukan pengintaian, karena MH diketahui sempat meninggalkan Bogor dan pergi ke Boyolali.

“Pada saat penangkapan, saat itu juga kita telah melakukan penyitaan rumah dan bangunan. Perkiraan kami nilai asetnya mencapai Rp 250 juta,” ujar Rade Satia seusai melakukan pemeriksaan terhadap MH di Kantor Kejari Kota Bogor, Kamis malam, seperti dikutip dari PR.

Setelah diamankan, MH  hanya menjalani pemeriksaan singkat. Rade menyebutkan, pemeriksaan hanya dilakukan sebentar lantaran tersangka belum didampingi pengacara. MH sendiri langsung diantarkan ke Lembaga Permasyarakatan Paledang untuk menjalani masa penahanan sementara.

“Nanti kami akan periksa lagi, dan akan kami dalami nama-nama yang disebutkan oleh MH. Kalau dia menyebutkan nama lain, dan keterangan saksi menguatkan, tentu yang disebutkan ini akan kami periksa juga, tetapi kalau enggak ada saksi ya nihil semua,” ucap Rade.

Terkait ke mana aliran anggaran kegiatan fiktif, Rade belum dapat menjelaskan. Menurut  Rade, setelah ditahan, Kejari Kota Bogor akan memperdalam dalam berita acara pemeriksaan (BAP). “Dia belum menjelaskan ke arah situ belum, tadi dia enggak banyak bicara, dia bilang takut, tapi dia tahu kalau sudah jadi DPO,” ujar Rade.


Pewarta: PR/SN
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
close
close
close