Breaking
loading...
Showing posts with label kesehatan. Show all posts
Showing posts with label kesehatan. Show all posts

Tuesday, July 16, 2019

Redaksi3

Program TMMD ke-105, Kodim 0607/Kota Sukabumi Beri Penyuluhan Kesehatan Jiwa Masyarakat

penyuluhan kesehatan
Masyarakat sangat antusias mengikuti penyuluhan KJM pada TMMD ke-105 oleh Kodim 0607/Kota Sukabumi, Selasa (16/07/2019)
sukabumiNews, LEMBURSITU - Pelaksanaan program non fisik Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-105 yang diprakarsai oleh Kodim 0607/Kota Sukabumi hari ini dilaksanakan melalui penyuluhan Kesehatan Jiwa Masyarakat (KJM). Penyuluhan KJM berlangsung di Puskesmas Cikundul, Jalan Merdeka, Kelurahan Cikundul, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (16/07/2019).

Narasumber kegiatan diketahui seorang ahli kesehatan masyarakat dari Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Indra Permana, SKM. Indra mengupas tuntas perihal kesehatan jiwa masyarakat yang saat ini rentan diderita masyarakat umum dan berpotensi besar merusak psikologi sosial.

"Melalui program TMMD ini, kita ikut serta mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga kesehatan jiwa. Kesehatan jiwa sangat penting untuk dirawat dan diantisipasi agar tidak terkena berbagai penyakit kejiwaan," kata Indra Permana kepada Wartawan di lokasi acara, Selasa (16/07/2019).

Masalah kesehatan jiwa diungkapkan Indra, saat ini sudah sangat krisis dan berpotensi menimpa berbagai kalangan masyarakat secara umum. Namun demikian, Indra menyesalkan, faktanya masih banyak masyarakat kita yang belum menyadari bahaya tersebut. Dia mencontohkan, tindakan kejahatan itu saat ini juga dilakukan oleh kalangan pelajar, mulai dari aksi tawuran hingga berbagai kejahatan luar biasa seperti penyalahgunaan Narkoba.



"Masalah kesehatan jiwa bisa mengenai siapa saja tanpa mengenal batas usia. Bisa dengan stres, depresi, bipolar dan penyakit lainnya yang mengancam keutuhan sosial," jelas Indra.

Terjadinya masalah kesehatan jiwa di masyarakat, lanjut Indra, karena adanya berbagai penyebab yang datang dari lingkungan dan keluarga. Ada pergeseran nilai yang mengakibatkan stres dan terganggunya kepribadian secara umum.

Sementara untuk pencegahannya dikatakan Indra, harus ada kerja sama dari semua stake holder guna terus melakukan penyuluhan kesehatan masyarakat. " kita harus proaktif memberikan informasi tentang penyimpangan prilaku yang terjadi di lingkungan masing-masing dan tidak segan-segan memberikan informasi kepada pihak yang berwenang," pungkasnya.

Sementara itu, Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kodim 0607/Kota Sukabumi yang bertugas sebagai penanggung jawab Satgas TMMD, Kapten Arm. Mahtom Tohari mengungkapkan, pihaknya sangat setuju dengan penjabaran yang diberikan oleh pihak Dinas Kesehatan Kota Sukabumi terkait pentingnya menjaga kesehatan jiwa masyarakat.

"Kami mendukung semua program yang berdampak pada kebaikan masyarakat. Tentunya, kami akan selalu menjadi pendamping bagi semua masyarakat agar tetap berprilaku sehat dan berjiwa sehat," ungkap Kapten Tohari.

Kegiatan yang dilangsungkan di Puskesmas Cikundul ini diikuti oleh 40 warga Kelurahan Cikundul, jajaran Dinkes Kota Sukabumi, Muspika Lembursitu, satgas TMMD dan jajaran Kodim 0607/Kota Sukabumi." Pungkasnya.


Pewarta : Azis. R
Editor : Agus. S
Copyright © SUKABUMINEWS 2019


Monday, June 3, 2019

Redaksi sukabumiNews

Tak Mampu untuk Biaya Operasi Anaknya, Bayi Penderita Virus Hidrocefalus Asal Pamuruyan Ini Kepalanya Semakin Membengkak

Perlu perhatian Khusus dari Pemerintah dan Dermawan terkain kondisi balita 6 bulan Penderita Hidrocefalus dan keluarganya ini

sukabumiNews, CIBADAK - Muhamad Fauzan Renaldi, bayi berisia 6 bulan, asal Kampung Cinyocok Rt. 004/008 Desa Pamuruyan Kecamatan Cibadak Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat ini kondisi kepalanya semakin membesar lantaran mengalami pembekakan akibat terkena Virus Hedrocefalus sejak lahir.

Reni Damayanti (23) Ibunda Muhamad Fauzan menuturkan, awalnya, saat usia anaknya masih berusia 8 bulan di dalam kandungan dilakukan ultrasonografi (USG), dengan maksud ingin mengetahui kondisi kesehatan Janin Bayi. Dari hasil USG itu Dokter memberikan diagnosa bahwa anak Ia (sang bayi) dinyatakan ada kelainan berupa cairan.

"Begitu Muhamad Fauzan Renaldi lahir dalam usia kandungan cukup normal yaitu 9 bulan, saya melihat dibagian kepalanya sudah nampak adanya benjolan-benjolan," jelas Reni kepada sukabimiNews senin (3/6/2019).

Adapan menurut Reni ayah Muhamad Fauzan dalam kesehariannya sebagai pekerja serabutan, yang terkadang mendapatkan pekerjaan, terkadang tidak.

Pernah ayahnya mendapatkan pekerjaan di Proyek peternakan Ayam tak jauh dari rumahnya, namun hasilnya tidak mencukupi untuk membiayai pengobatan anaknya yang semakin kini semakin mengkhawatirkan.

“Kami selau berupaya untuk kesembuhan anak saya, ia pun sudah saya bawa ke rumah sakit di Cibadak untuk dilakukan perawatan, selama satu minggu satu kali dengan menggunakan KIS (Kartu Indonesia Sehat),” ungkap Reni.

Hanya saja, tutur Reni, pihak rumah sakit hanya memberinya obat batuk dan panas. “Padahal hingga saat ini kondisi anak saya kepalanya semakin hari semakin membesar,” tambahnya.

Memang, tambah Reni lagi, Spesialis Dokter yang bertugas di RS Kartika dan RS Sekarwangi menyarankan agar anaknya segera dilakukan Operasi di bagian kepala lantaran di bagian kepala Muhamad Fauzan Renaldi  mengalami kelebihan cairan.

“Akan tetapi karena saya merasa tidak mampuh untuk membiayai operasi anak saya, sampai sekarang saya belum bisa memenuhi saran dokter terebut,” keluh Reni sambil meneteskan airmata.

Reni berharap agar anaknya lekas sembuh sehat seperti halnya anak -anak yang lain. Reni juga sangat berharap adanya bantuan dan dukungan Pemerintah, baik pemerintah Daerah maupun Pusat atau para relawan, untuk segera bisa mengatasi kondisi yang di derita anaknya.


Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Sunday, June 2, 2019

Redaksi sukabumiNews

Orangtua Riyan, Bocah Penderita Atresia ini Merasa di PHP Pemkot Sukabumi

Nasib malang yang di alami Riyan Maulana (4), warga Kp. Pangkalan Rt. 001/007 Kelurahan Jaya Mekar Kecamatan Baros, Kota Sukabumi, Jawa Barat, hingga kini kondisinya masih sangat memprihatinkan.

sukabumiNews, BAROS – Riyan yang merupakan anak ketiga dari pasangan Dedi Setiawan (55) dan Euis Sumarni (31) ini tak mampu bermain layaknya anak-anak lain seusianya. Jangankan bermain untuk berjalan pun Riyan harus mengesot karena kedua kakinya tidak normal.

Derita bocah tanpa Lubang Anus, alat kelamin dan Tulang Punggung Bengkok (Atesia) ini bertambah saat dirinya mendapat Harapan Palsu alias kena PHP.

Hal itu diungkapkan Dedi Setiawan, orang tua kandung Riyan kepada sukabumiNews saat ditemui di rumahnya pada Minggu (2/6/2019).

Menurut Dedi, Riyan sebelumnya memang sudah mendapat bantuan medis dari Pemkot melalui Dinas Kesehatan Kota Sukabumi dengan memberikan rujukan ke RS Hasan Sadikin Bandung menggunakan kartu dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang di bayarkan oleh Pemkot untuk di lakukan Operasi di bagian organ tubuhnya pada bulan Desember 2018 tahun lalu.

"Saat itu Periksaan dilakukan dan ditangani oleh Dr. Tri, spesialis tulang di RS Hasan Sadikin Bandung dengan tahapan pemeriksaan Tromboson, USG, dan Cek darah,” kenang Dedi.

Namun lanjut Dedi pemeriksaan tersendat dan hingga kini masih belum ada tindakan lebih lanjut lantaran keterbatasan ekonomi pihak keluarga.

Dedi beserta keluarganya berharap ada kepastian yang jelas dari Pemerintah, khususnya Pemkot Sukabumi untuk membantu menindak lanjuti proses selanjutnya demi mempercepat bagi penanganan Operasi anaknya, Riyan.

Kerena, jelas Dedi, dengan belum adanya kepastian, kapan akan dilakukan proses operasi, secara tidak langsung biaya yang dikeluarkan untuk mengurus segala kebutuhan Rian sebelum dilakukan operasi, cukup besar. Pasalnya, pihak keluarga harus pulang balik menju Bandung – Sukabumi.

"Sudah 6 kali kami pulang balik ke RS Hasan Sadikin Bandung. Bagi kami, biaya tersebut sudah cukup besar. Sedangkan untuk membeli pampers saja kami sudah kelabakan," tuturnya.

Dilain pihak Dedi mengaku, bebannya sedilit berkurang tatkala keberadaannya di Bandung telah disediakan rumah singgah oleh Pemkot Sukabumi.

Dedi juga juga tidak menampik kebaikan Polresta Sukabumi beserta jajara Ibu Bhayangkari yang sebelumnya pernah menyempatkan diri untuk menengok Riyan.

Keluarga berharap kepada siapapun, terlebih kepada pemerintah untuk membentu demi mempercepat proses operasi anaknya dengan tidak adanya alasan harus menunggu nomor urut antrian mengingat kondisi Rian semakin kini semakin sangat mengkhawatirkan.


Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Wednesday, May 22, 2019

Redaksi sukabumiNews

Rais, Bocah Penderita Tumor Lidah Dapat Santuna dari Hardholiend Community Since (HCS) 2005

Ketua Umum HCS 2005 bersama Ketua HCS Kota Sukabumi dan Kab. Sukabumi, Rio Rusdianto dan Parli Kurnia saat memberikan Bantun kepada Siti Ibunda M. Rais. [Foto: Azis R./sukabumiNews]
sukabumiNews, CURUGKEMBAR - Hardholiend Community Since (HCS) 2005 mendatangi rumah kediaman M. Rais Pratama Rijik demi menjenguk Bocah 8 Tahun yang menderita Tumor Lidah di kampung Mekarwangi Rt. 001/004 Desa Tanjungsari Kecamatan Curugkembar Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, Rabu (22/5/2019).

"Alhamdulilah dengan adanya tayangan pemberitaan tentang M. Rais, rekan-rekan HCS 2005 merasa terketuk hati untuk membantu meringankan biaya ananda kita yang menderita Tumor Lidah," tulis Ketua Umum HCS 2005 Dendi Apsal, melalui pesan whatsApp yang diterima sukabumiNews.

Ketum HCS 2005 menginformasikan bahwa Ia bersama Ketua HCS 2005 Kota dan Kabupaten Sukabumi mendatangi rumah Rais sebagai bentuk kepedulian pihaknya terhadap Ananda Rais, sekaligus menyumbangkan uang sekedar untuk meringankan beban biaya yang dibutuhkannya.


“Semoga bantuan yang kita berikan bisa bermanfaat untuk menambantu biaya pengobatannya,” tutur Dendi.

"Seandainya orang tua Ananda Rais dan keluarga memberi izin untuk membantu kesembuhannya dengan cara berobat jalan, maka Ketua HCS Kota Sukabumi Rio Rusdianto, alias Kempez dan Parli Kurnia alias Cumink, Ketua Kabupaten Sukabumi beserta jajarannya akan bersedia melakukannya," ungkap Dendi..

Dendi berharap semoga dengan kedatangannya ke rumah Rais dan terus mengabarkan penderitaannya di medsos akan banyak para dermawan yang tersentuh hatinya untuk ikut membantu biaya pengobatan M. Rais.

Sementara itu, Rais, melalui ibunya, Siti menyampaikan rasa terimakasih kepada HCS 2005 yang telah membantunya. "Somoga Allah SWT memberikan balasan yang lebih atas perhatian HCS kepada Saya, khususnya kepada Rais," ungap Siti, haru..

Rais beserta keluarga juga berharap akan kepedulian yang lain terutama pemerintah agar bisa membantu mengobati penyakit yang dideritanya.

Foto: Ibunda Rais, Siti saat berbincang dengan ketua HCS 2005
Foto: Rais Mohon uluran tangan para Dermawan


Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Saturday, May 18, 2019

Redaksi sukabumiNews

Bocah 8 Tahun Penderita Tumor Lidah Asal Curugkembar Ini Butuh Uluran Pemerintah

Butuh uluran masyarakat terutama pemeritah untuk membantu meringankan biaya penyembuhan bagi penyakit yang diderita bocar berusia 8 tahun, anak dari pasangan Juheri (59) dan Siti (47) warga yang berasal dari kampung Mekar Wangi Rt. 001/004 Desa Tanjungsari, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat ini ini lantaran keluarganya termasuk keluarga kurang mampu.
sukabumiNews, CURUGKEMBAR - M. Rais Pratama Rijik (8) Bocah penderita Tumor Lidah, kondisinya saat ini sangat mengkhawatirkan. Pasalnya, penyakit kangker lidah yang dideritanya semakin hari kian membesar.

Butuh uluran masyarakat terutama pemeritah untuk membantu meringankan biaya penyembuhan bagi penyakit yang diderita bocar berusia 8 tahun, anak dari pasangan Juheri (59) dan Siti (47) warga yang berasal dari kampung Mekar Wangi Rt. 001/004 Desa Tanjungsari, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat ini ini lantaran keluarganya termasuk keluarga kurang mampu.

Siti, Ibunda Rais mengatakan, penyakit yang diderita anaknya berawal ketika Rais merasakan gatal-gatal di bagian lidah lalu di bawanya berobat ke Puskesmas terdekat. “Ini dilakukan sekitar tanggal 15/11/2018 lalu,” terang Siti kepada sukabumiNews, Sabtu (18/5/2019).

"Dalam kurun satu bulan sepulangnya berobat dari puskesmas, penyakit Rais tak kunjung sembuh yang ada semakin parah dan Rais sudah pernah dibawa ke tiga Rumah Sakit (RS), yaitu RS. Syamsudin, SH (Bunut), RS. Hermina dan RS. Hasan Sadikin Bandung dengan menggunakan Kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kelas III yang berbayar premi bulanannya," ungkap Siti.

Siti juga mengaku, Juheri (59) sebagai suaminya adalah seorang buruh tani yang berpenghasilan pas-pasan. Oleh karenanya disebabkan keterbatasan ekonomi, untuk mengobati penyakit yang diderita anaknya, Siti menggunakan Kartu BPJS Kesehatan Kelas III yang berbayar perbulan, “karena selama ini keluarga kami belum mendapatkan Kartu Indonesia Sehat yang diberikan oleh  Pemerintah bagi Masyarakat tidak mampu secara Gratis,” jelas nya.

Siti berharap Agar Pemerintah Kabupaten Sukabumi memberikan bantuan untuk pengobatan Rais dan menginginkan Kartu BPJS yang ia miliki di rubah menjadi BPJS Non bayar atau Gratis.


Pewarta: Azis. R
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Thursday, May 16, 2019

Redaksi sukabumiNews

Memperihatinkan, Penderita Tumor Ganas Ini Butuh Bantuan Biaya untuk Perwatan Intensif

Relawan Sawadah saat berkunjung ke rumah Aep, penderita tumor ganas.
-- 
sukabumiNews, CIDAHU - Dua minggu lebih, Aep (38) warga kampung Manglid RT.005/007 Desa Cidahu Kecamatan Cidahu  Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, terbujur kaku, lemah tak berdaya.

Bapak dari empat orang anak ini hanya bisa berbaring pasrah di tempat tidur di rumahnya lantaran penyakit tumor yang bersarang di rahangnya.

"Jangankan bisa makan, setetes air pun sudah sangat susah untuk di telannya." ungkap Reno salah satu Relawan Sawadah kepada sukabumiNews saat Ia berkunjung ke rumahnya, Kamis (16/5/2019).

Dikatakan Reno, sebelumnya, keluarga Aep pernah menjalani perawatan medis di rumah sakit dengan berbekal kartu KIS ( Kartu Indonesia Sehat) yang diberikan oleh Pemerintah. Namun kata Reno, karena tak mampu untuk menanggung tambahan biaya, ahkirnya pihak kelurga memutuskan untuk kembali merawatnya di rumah.

"Saat ini kondisi pak Aep saat ini sangat memperihatikan, tumor rahang yang ada pada dirinya sudah pecah, dan butuh pertolongan medis secepatnya," jelas Reno.

Oleh sebab itu tutur Reno, Ia  bersama-sama Relawan Sawadah berinisiatif untuk mengumpulkan donasi buat membantu biaya pengobatan Aep. Tak hanya itu, bahkan saat ini Reno bersama Relawan Sawadahnya sedang membantu proses kepemilikan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) untuk Pak Aep.

"Kami mohon bantuan dari masyarakat dan juga pemerintah untuk membantu meringankan beban pak Aep dengan memberikan donasi baik langsung maupun tidak langsung," harap Reno.

"Kami juga menyediakan rekening untuk menyalurkan bantuan tidak langsung melalui Rek. BCA no: 1290224353 a/n Erwan Rusmawan," imbuhnya.

Reno juga berharap, semoga ada donatur yang terketuk hatinya untuk membantu meringankan beban keluarga pak Aep.


Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
close
close
close