Breaking
Showing posts with label kabarduka. Show all posts
Showing posts with label kabarduka. Show all posts

Thursday, September 12, 2019

Redaksi sukabumiNews

Sebelum Wafat, BJ Habibie Pernah Ungkapkan Jika Ia Takut 'Mati'

sukabumiNews - PRESIDEN ke-3 RI, Bacharuddin Jusuf Habibie atau biasa dikenal dengan nama BJ Habibie, meninggal dunia (wafat) pada Rabu (11/9/2019) sekira pukul 18.05 WIB.

BJ Habibie meninggal dunia akibat penyakit yang ia derita di RSPAD Gatot Soebroto di usia 83 tahun.

Diketahui, BJ Habibie telah menjalani perawatan intensif di rumah sakit sejak 1 September 2019.

Rencananya, Almarhum BJ Habibie akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, tepat di samping makam Ibu Ainun.

Kabar wafatnya BJ Habibie ini disampaikan langsung oleh putranya, Thareq Kemal Habibie.

Seperti yang dikatakan Thareq, BJ Habibie menghembuskan napas terakhirnya akibat faktor usia, sehingga sejumlah organ tubuhnya mengalami degenerasi.

Sebelum meninggal dunia, BJ Habibie sempat mengungkapkan jika ia pernah takut 'mati'.

Hal tersebut diungkapkan pria dengan nama Rudi ini di acara Mata Najwa, yang ketika itu masih berada di stasiun MetroTV pada 2016 silam.

Awalnya, sang pembawa acara, Najwa Shihab, menanyakan pernyataan Habibie yang menyebutkan tentang cinta Illahi.

"Tadi Pak Habibie menyebutkan, cinta Illahi itu ketika, bahkan maut pun tidak dapat memisahkan. Pak Habibie masih setiap Jumat masih selalu ziarah ke makam Ibu Ainun," tanya Najwa Shihab.

Mendengarkan pertanyaan tersebut, Habibie pun mengaku jika dirinya tiap malam selalu membaca Surah Yasin dan Tahlil yang diperuntukkan kepada istrinya dan ibunya.

"Ya, ya, dan tiap malam saya selalu baca Yasin dan Tahlil untuk ibu yang melahirkan saya dan Ibu Ainun. Tiap malam, tiap hari," ungkap Habibie waktu itu.

Setelah itu, Habibie pun menceritakan ketika dirinya masih muda, pernah mengungkapkan jika ia takut 'mati'.

Ia pun menceritakan ketika dirinya mulai sakit-sakitan dan di operasi, Presiden ke-3 RI ini pun mengaku jika sangat takut dengan kematian.

Hal itu dikarenakan Habibie takut jika dirinya meninggal dunia, siapa yang akan menjaga istrinya, Ainun.

"Dulu waktu saya muda, terus jadi tua, agak sakit-sakitan, di operasi, saya takut sekali kalau saya mati," ujar Habibie.

"Takutnya, karena saya bertanya, kalau saya tiada lagi, siapa yang jaga Ainun? Siapa yang kawani dia? Tentunya ada Leila, ada yang lain, tapi harus ada 24 jam, who? saya gabisa jawab itu," ungkap Habibie.

"Karena saya tidak bisa jawab itu, saya takut sekali kalau saya mau mati," ujarnya sambil tersenyum.

Setelah mendengar pernyataan Habibie, Najwa Shihab pun menekankan kembali perkataan sang Presiden ke-3 RI ini.

"Takut mati waktu itu?" tanya Najwa Shihab.

"Waktu itu," jawab Habibie.

Habibie pun kembali mengatakan jika sekarang ia meninggal dunia, dirinya sudah tidak takut 'mati' seperti yang diungkapkan di awal.

"Kalau sekarang tidak, karena Ainun di dimensi yang lain, saya tahu dia di kavling nomor 121, di Kalibata, Taman Makam Pahlawan," ujar Habibie.

Setelah itu, Habibie pun mengaku jika ia sudah memesan kavling tepat di sebelah makam Ainun, sang istri tercintanya.

"Di kavling nomor 120, kosong, tempat saya nanti," ujar Habibie.

Najwa Shihab pun sampai heran dengan kesiapan Habibie yang sudah memesan kavling di sebelah Ainun.

"Pak Habibie bahkan sudah menyiapkan kavling di samping...?," tanya Najwa Shihab.

Mendengarkan pertanyaan Najwa Shihab, Habibie dengan tegas jika ia tidak mau kalau dirinya nanti meninggal dunia dan tidak dimakamkan di sebelah Ainun.

"Ya saya buat persyaratan, tidak mau istri saya dimakamkan di Taman Pahlawan, kavling itu kalau saya tidak disebelahnya. Kalau enggak, gausah. Itu persyaratan mutlak," tegas Habibie.

Najwa Shihab kembali bertanya jika sekarang Habibie dijemput ajal, apakah ketakutan akan kematian masih menyelimuti.

Dengan tegas, Habibie pun menjawab jika sekarang ia sudah tidak lagi takut dengan kematian.

Sambil berkelakar, Habibie mengungkapkan jika dirinya sekarang meninggal dunia, bukan hanya ibunya saja yang menjemput, melainkan juga istrinya.

"Jika dulu Pak Habibie takut mati, sekarang?," tanya Najwa Shihab.

"Sekarang tidak, karena kalau misalnya saya mati, saya tidak takut. Karena kalau andai kata saya sampai waktunya dipanggil masuk ke dalam dimensi dalam keadaan Ainun, ya saya tahu yang akan menemui saya pertama bukan ibu saya saja dan keluarga, tapi Ainun sudah 'hei, kamu sekarang di sini yaa?'," ujar Habibie diiringi tawa dan tepuk tangan penonton.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Sebelum Meninggal Dunia, BJ Habibie Pernah Ungkapkan Jika Ia Takut 'Mati'


Editor: Red.
COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2019

Thursday, July 18, 2019

Redaksi sukabumiNews

Ratusan Santri dan Alumni Turut Shalati Kepsek MTs Ibadurrahman Tegallega

shalat jenazah
KH. Fatullah Mansur (berdiri, kanan) memberikan pesan kepada jama'ah usai memimpin shalat jenazah*  
sukabumiNews, LEMBURSITU - Yayasan Lembaga Pendidikan (YLPI) Ibadurrahman, Tegallega, Lembursitu, Sukabumi, Jawa Barat, berduka. Pasalnya salah satu dari guru, sekaligus kepala sekolah Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang bernaung di dalam yayasan tersebut, yaitu H. Sofyan, meningal dunia lantaran sakit.

H. Sofyan meninggal di kediamannya Jl. Kompleks YLPI Ibadurrahman pada Rabu, 17/7/2019 malam, usai menjalani perawatan intensif selama lebih dari tiga bulan, dan dimakamkan di kompleks pemakaman Kp. Nangerang kelurahan Lembursitu, Kota Sukabumi, Rabu (18/7/2019) sekira pukul 10.00 Wib, siang.

Pengasuh YLPI Ibadurrahman, KH. Fatullah Mansur mengatakan, Almarhum telah mengabdi pada yayasan selama lebih kurang 30 tahun.

"Saya berpesan kepada keluarga dan anak cucu almarhum agar terus menjaga persaudaraan yang kuat, saling kasih sayang," ucapnya dalam pesan yang disampaikan usai menjadi Imam shalat jenazah.

Ratusan massa yang terdiri dari santri, alumni, dan masyarakat setempat turut menyolati jenazah almarhum H. Sofyan yang dilaksanakan di Masjid Ibadurrahman di lingkungan komplek yayasan tersebut, Kamis (18/7).

KH. Fatullah Mansur, juga berpesan kepada keluarga almarhum untuk meneruskan perjuangannya. Selain kepada keluarga, pengasuh yayasan yang lebih akrab disapa Abah Fatah itu juga berpesan kepada masyarakat agar tidak henti-henti memberi dorongan terhadap perkembangan yayasan.


Pewarta: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Saturday, June 1, 2019

Redaksi sukabumiNews

Ani Yudhoyono Akan Dimakamkan Secara Militer di Taman Makam Pahlawan Kalibata

SBY menemani Ani Yudhoyono saat dirawat di RS NUH Singapura.
-- 

sukabumiNews, JAKARTA – Istri Presiden ke 6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Kristiani Herrawati atau yang akrab disapa Ani Yudhoyono meninggal di RS NUH Singapura.

Ani meninggal pada pukul 11.50 waktu Singapura. Jenazah rencananya akan dimakamkan dalam upacara militer di Taman Makam Pahlawan, Kalibata, ba’da duhur besok, Ahad (2/6)

Ani semasa hidupnya adalah pemegang Bintang Jasa Adipradana karena dianggap berjasa mendampingi Presiden RI selama tujuh tahun. Penghargaan itu diberikan oleh SBY semasa menjabat sebagai presiden pada 2011 silam.

Selain Ani, pada 2011 silam juga ada tiga orang yang memperoleh Bintang Jasa Adipradana, yaitu Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid (istri presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid) Taufiq Kiemas (suami presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri), dan Yang Dipertuan Agung Malaysia Sultan Mizan Zaenal Abidin.

Ani Yudhoyono meninggal dunia pada Sabtu (1/6) siang di Singapura. (REUTERS/Feline Lim)
Selamat Jalan Bu Ani


Pewarta: Didi Muryadi
Editor Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Thursday, May 23, 2019

Redaksi sukabumiNews

Ini Wasiat Ustaz Arifin Ilham Sebelum Meninggal Dunia

Jenazah akan dimakamkan di Gunung Sindur 

Foto dok: Instagram.com/yuni_syahla_aceh
-- 
sukabumiNews, BOGOR - Ketua Yayasan Az-Zikra Khotib Kholil mengungkapkan sesuai wasiat almarhum, jenazah Ustaz Muhammad Arifin Ilham dua kali disalatkan di dua lokasi berbeda ketika tiba di Bogor, Jawa Barat.

"Beliau beramanat ingin disalatkan di Az-Zikra Sentul, setelah itu disalatkan juga di Az-Zikra Gunung Sindur, lalu dimakamkan di sana (Gunung Sindur)," ujar dia dikutip dari Antara, Kamis (23/5).

1. Jenazah akan dibawa dari Penang pagi hari

Foto dok: Instagram.com/yuni_syahla_aceh
-- 
Menurut Khotib, jenazah Pimpinan Majelis Az-Zikra itu akan diberangkatkan dari Penang, Malaysia, pagi hari, sehingga diperkirakan akan tiba di Bogor Kamis siang.

"Persiapan sebagaimana biasa. Penyambutan oleh santri menggunakan zikir-zikirnya Beliau," kata dia.

2. Ustaz Arifin dibawa ke Penang dua hari jelang Pemilu 2019

Foto dok: Instagram.com/yuni_syahla_aceh
-- 
Kholil mengatakan, Ustaz Arifin berangkat ke Penang, Malaysia pada 15 April 2019, atau dua hari menjelang Pemilu 2019. Almarhum menjalani pengobatan di salah satu rumah sakit Penang lantaran menderita kanker kelenjar getah bening.

3. Ustaz Arifin sempat melewati masa kritisnya

Foto dok: Instagram.com/yuni_syahla_aceh
-- 
Kholil menjelaskan Ustaz Arifin sempat melewati masa kritisnya setelah masuk ruang Intensive Care Unit (ICU) pada Selasa (21/5) dini hari.

Namun, kondisi Ustadz Arifin kembali kritis sejak Rabu sore. Kemudian mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu malam.

BACA: Kabar Duka, Selamat Jalan Ustaz Arifin Ilham


Pewarta: IDN
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Kabar Duka, Selamat Jalan Ustaz Arifin Ilham

Ustadz Arifin Ilham. FOTO: Istimewa
-- 
Innalillahi wainnaa lillahi rojiun. Kabar duka datang dari pemuka agama Tanah Air yakni ustaz Arifin Ilham yang tutup usia tadi malam, Rabu (22/5/2019).

Dai kondang yang dikenal dengan majelis zikir ini meninggal dunia di usia 49 tahun. Kabar ini langsung diberikan oleh sang sahabat yakni Abdullah Gymnastiar atau yang akrab disapa Aa Gym melalui pesan singkat.

"Innaalillahi wainnaa ilaihi roji'uun. Telah wafat guru, sahabat kita, Ustad Arifin Ilham," kata Aa Gym dalam pesan singkat dikutip dari CNBC, Rabu malam (22/5/2019).

Pengasuh Pondok Pesantren Az-Zikra itu meninggal dunia di Penang, Malaysia pada pukul 23.20 waktu setempar. Almarhum meninggal dunia saat sedang dirawat di rumah sakit karena penyakit kanker kelenjar getah bening dan kanker nasofaring.

Seperti diketahui sebelumnya, Arifin Ilham sempat beberapa kali dikabarkan telah meninggal dunia. Namun kini ustaz tersebut telah benar-benar sudah menghadap Sang Khalik. Rencananya, jenazah almarhum akan dimakamkan di kompleks Pesantren Az-zikra, Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat.

"insyaAllah secepatnya Abi dipulangkan dari Malaysia dan dimakamkan di pesantren Az-zikra Gunung Sindur Bogor. Sekiranya jika ada salah kata atau perbuatan dari abi, mohon dibuka permintaan maaf sebesar besarnya. Ya Allah, jika ini yang terbaik, kami ikhlas ya Allah, kami ridho ya Allah," kata Alvin Faiz putra Arifin Ilham melalui akun Instagramnya.

Selamat jalan ustaz Arifin Ilham.

BACA Juga: Ini Wasiat Ustaz Arifin Ilham Sebelum Meninggal Dunia 


Pewarta: Red.

Sunday, April 28, 2019

Redaksi sukabumiNews

Duka Petugas KPPS

Indra Indrawan, Anggota KPPS TPS 12 Desa Karangtengah, Cibadak saat menjalani perawatan di salah satu RSUD.
-----
Lagi, Seorang Anggota KPPS di Karang Tengah Meninggal Dunia


sukabumiNews, CIBADAK - Indra Indrawan (34), warga Kp. Pasir Sireum RT.001/001 Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menghembuskan nafas terahkir saat menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Cibadak pada Ahad (28/4/19) sekira pukul 18:00 WIB.

Indra Indrawan adalah salah satu Anggota Komisi Pemilihan Pemungutan Suara (KPPS) di TPS 12 Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak pada Pemilu Serentak 17 April 2019. Dia diduga meninggal akibat kelelahan saat melaksanakan tugas sebagai KPPS yang selama beberapa hari  terus menerus dikerjakannya.

"Dia di kenal gigih tampa kenal lelah dalam menjalankan tugasnya," ungkap Gerry Imam Sutrisno, Kepala Desa Karangtengah kepada wartawan.


Gerry menjelaskan, Indra Indrawan (alm, red) sempat mendapatkan perawatan intensiv dirumah sakit, akan tetapi nyawanya tidak terselamatkan.


"Semoga amal ibadah almarhum di terima di sisi Yang Maha Kuasa, dan semoga pula pihak keluarga yang di tinggalkan di beri ketabahan dalam menghadapi musibah ini," ucap Gerry seraya menambahkan, "kami dari pemerintah Desa Karangtengah ikut berbelasungkawa atas kepergian korban."


Sementara itu, Komisioner KPU Kabupaten Sukabumi, Meri Sariningsih ketika dihubungi sukabumiNews menyampaikan duka yang mendalam atas meninggalnya Pejuang Demokrasi ini.


"Semoga Alm Indra Indrawan diampuni segala dosanya dan bagi keluarga yang ditinggalkan agar diberikan ketabahan." ucap Meri, Senin (28/4/2019).


Meri mengungkapkan, sampai saat ini tercatat sudah 7 orang petugas KPPS di Sukabumi yang gugur dalam menjalankan bertugasnya.



Pewarta: Azis R.



Editor: AM.
Copyright © CUKABUMINEWS 2019
close
close
close