Breaking
loading...
Showing posts with label info-lalin. Show all posts
Showing posts with label info-lalin. Show all posts

Thursday, March 14, 2019

Redaksi sukabumiNews

Dishub Kabupaten Sukabumi akan Bangun Halte Bernilai Ratusan Juta Rupiah di Cibadak

Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukabumi, berencana akan membangun 4 unit Halte pemberhentian penumpang di sejumlah kawasan di Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi
sukabumiNews, CIBADAK – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukabumi, berencana akan membangun 4 unit Halte pemberhentian penumpang di sejumlah kawasan di Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Wacananya pembangunan Halte tersebut akan dikerjakan mulai Mei 2019.

Kepala Bidang Teknik Prasarana Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukabumi Uus Firdaus kepada sukabumiNews,net menginformasikan, titik lokasi rencana pembangunan 4 halte ini diantranya didepan SMPN 2 Cibadak, RSUD Sekarwangi, SMPN 3 Cibadak dan Taman Kota Karangtengah Cibadak.

"Rencana pembangunan 4 unit halte tersebut, merupakan hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Cibadak dengan Pagu Indikatif Kecamatan (PIK) tahun anggaran 2019," ujar Uus Firdaus, Rabu (13/03/19).

Adapun tambah Uus, pembangunan 4 Halte tersebut diperkirakan akan menyerap anggaran senilai Rp170 juta dari PIK 2019.

Uus menilai, usulan dan rencana pembangunan 4 Halte tersebut sangat penting kususnya bagi para pelajar dan masyarakat umum (penumpang mobil angkutan, red) bagi keselamatan dan kenyamanan dalam menunggu kendaraan.

Sementara itu Camat Cibadak Lesto Rosadi ketika di konpirmasi melalu pesan Whatsappnya membenarkan adanya rencana pembangunan 4 halte bagi penumpang kendaraan di wilayahnya. Bahkan kata dia rencana tersebut sudah masuk dalam Musrenbang.

"Ya, semoga pembangunan 4 Halte itu bisa segera terealisasi dan tanpa ada hambatan,” kata dia, seraya menambahkan, “ini sangat bermanfaat besar untuk masyarakat umum, kususnya para pelajar dengan arus volume kendaraan yang begitu padat."


[Pewarta: Rudi Samsidi]
Editor: Red
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Tuesday, June 12, 2018

Redaksi sukabumiNews

Tol Cikarang Utama Padat, Dialihkan ke Cikarang Barat

[Ilustrasi antrean kendaraan di Gerbang Tol Cikarang Utama. (Antara Foto/Hafidz Mubarak A)]
sukabumiNews.net, JAKARTA - Polda Metro Jaya melakukan rekayasa pengalihan arus ke Cikarang Barat untuk mengatasi kepadatan lalu lintas di Gerbang Tol Cikarang Utama pada Selasa (12/6) malam.

"21:28 Situasi Lalin di GT. Cikarang Utama padat petugas lakukan rekayasa pengalihan arus ke Cikarang Barat," demikian pernyataan Polda Metro melalui akun Twitter resmi mereka, seperti dikutip dari CNN Indonesia.

Melalui unggahan tersebut, Polda Metro juga menginformasikan bahwa pintu tol Cikarang Utama akan kembali dibuka jika kepadatan sudah terurai.


Sebelumnya, Polda Metro Jaya melaporkan bahwa situasi di Gerbang Tol Cikarang Utama mulai padat sejak pukul 21.12 WIB dengan antrean kendaraan hingga 3 kilometer.

Situasi lalu lintas Tol Jakarta Cikampek Km 27 mengarah Gerbang Tol Cikarang juga padat merayap imbas peningkatan volume kendaraan.

Masih mengarah ke Cikarang, lalu lintas di Tol Jakarta Cikampek Km 17 Bekasi Timur juga dilaporkan padat merayap.

Sementara itu, lalu lintas di Tol Jakarta Cikampek Km 09 yang mengarah ke Bekasi juga dilaporkan padat merayap sejak pukul 21.00 WIB. (sn/cnn)
Redaksi sukabumiNews

Kapolres Ingatkan Pengguna Jalur Cikidang untuk Berhati-hati

AKBP Nasriadi
[AKBP Nasriadi]
sukabumiNews.net, PALABUHANRATU - Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi mengingatkan para pengguna jalan yang akan masuk Jalur Cikidang selama musim libur Lebaran untuk selalu waspada dan meningkatkan kehati-hatian. Jalur yang sering disebut jalur tengkorak ini sering memakan korban kecelakaan lalu lintas karena medannya berkelok-kelok serta curam.

"Ketika akan melewati Jalur Cikidang, pengemudi harus lebih berhati-hati. Kami ingatkan jalur ini dikhususkan untuk mobil pribadi. Banyak kelokan dan jalan yang curam," kata Kapolres kepada wartawan, beberapa waktu belum lama ini.

Jalur Cikidang merupakan jalan alternatif dari arah Cibadak menuju Palabuhanratu. Semua kendaraan pribadi yang akan melalui Jalur Cikidang, lanjut dia, harus dalam kondisi stabil dengan muatan yang tidak berlebihan. Untuk bus, termasuk bus pariwisata, tidak dianjurkan melewati Jalur Cikidang.

"Bus sebaiknya masuk dari Cibadak lewat Cikembar untuk sampai di Palabuhanratu," tambahnya.

Bagi para sopir mobil pribadi maupun angkutan mudik, AKBP Nasriadi mengimbau untuk mentaati peraturan dan memperhatikan kondisi tubuh. Jika merasa lelah atau ngantuk, ujar dia, sebaiknya para sopir beristirahat di tempat yang aman seperti posko yang disediakan Polres Sukabumi.

Pada musim libur Lebaran nanti, Polres Sukabumi tetap memberlakukan larangan membawa penumpang di mobil bak terbuka. Selain menyalahi aturan, penggunaan mobil bak terbuka untuk penumpang dapat menungundang kecelakaan karena jalan menuju tempat wisata, khususnya di Palabuhanratu banyak titik-titik berbahaya.

"Untuk pengunjung pantai harus memperhatikan tanda bendera yang dikibarkan di pinggir laut. Kalau benderanya merah, itu artinya tidak boleh berenang. Bendera kuning, boleh berenang. Jika benderanya merah dan kuning, bisa boleh atau tidak berenang tergantung cuaca," jelas AKBP Nasriadi. (*)

Pewarta: M Ridwan.
Editor Red.

Saturday, June 2, 2018

Redaksi sukabumiNews

Jelang Idulfitri 1439 H, Polres Sukabumi Kota Gelar Rakor Lintas Sektoral Operasi Ketupat Lodaya 2018

[Jelang Idulfitri 1439 H, Polres Sukabumi Kota Gelar Rakor Lintas Sektoral Operasi Ketupat Lodaya 2018 di Ruang Rapat Polres Sukabumi Kota]
sukabumiNews.net SUKABUMI - Mengantisipasi trouble sport menjelang arus mudik dan arus balik lebaran Idul-Fitri 1439 H/2018 M, Polres Sukabumi Kota telah menetapkan rekayasa lalulintas jalur pusat kota satu arah. Rekayasa lalu lintas dilakukan guna  mengantisipasi penumpukan kendaraan terutama saat sore hari.

Kapolres sukabumi kota  AKBP  Sustayo  Purnomo Condro mengatakan, kepadatan arus kendaraan pada H-10 lebaran Idul-Fitri sudah terjadi di Kota Sukabumi. “Rata-rata didominasi kendaraan pribadi dan truk besar di  beberpa jalur,”ujarnya kepada wartawan usai Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Ketupat Lodaya 2018 Polres Sukabumi Kota, dalam rangka pengamanan Idul-Fitri 1439 H, bertempat di ruang pertemuan Aula Polres Sukabumi Kota, belum lama ini.

Sedangkan untuk jalur terpadat, kata Kapolres, pihaknya akan mengalihkan arus lalulintas  menjadi satu arah seperti di pintu masuk dari arah Cianjur yakni jalur Sukalarang dan jalur dari arah Cibadak  menuju cisaat sukabumi.

Selain pengaman oleh kepolisian, Polres pun menurut Sustayo, mendapat bantuan personil pengamanan dari personil TNI Kodim 0607 Sukabumi, Bantalyon infanteri 310 dan juga satuan dinas pemerintah Kota Sukabumi. “Adapaun titik rawan kemacetan dan rawan kejahatan, kepolisian resor kota sukabumi mendirikan posko kemananan di lima titik dan personil baik bersenjata lengkap maupun petugas tidak berseragam,” katanya.

Dijelaskan Kapolres, salah satu penyebab kemacetan yakni angkutan kendaraan besar seperti truk tronton. Oleh sebab itu pihaknya akan mengacu pada dinas perhubungan provinsi jawa barat serta akan berkoordinasi dengan Dinas perhubungan Sukabumi. “Dan guna menghindari kemacetan pada H- 3 lebaran nanti, truk besar tidak boleh beroperasi,” tandas Kapolres.

Pewarta: U. Her
Editor: Red.

Wednesday, February 7, 2018

Redaksi sukabumiNews

Polisi Akan Tindak Tegas Pengendara yang Melanggar Jalur Khusus

sukabumiNews, JAKARTA - Dinas Perhubungan DKI kini sudah membuat jalur khusus untuk sepeda motor di sepanjang Jalan MH Thamrin - Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Kebijakan itu di terapkan menyusul keputusan Mahkamah Agung yang membatalkan Pergub Nomor 141 tahun 2015 tentang pembatasan lalu lintas sepeda motor.

"Bagi pemotor yang tidak melewati jalur tersebut artinya sudah melanggar hukum," ujar Kasubdit Pembinaan dan Penegakan Hukum (Bin Gakkum) Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto saat di konfirmasi di Jakarta belum lama ini.

Oleh karenya, lanjut Budiyanto, mulai Senin (5/2) polisi akan menindak tegas dengan sanksi tilang terhadap pengendara yang melanggar jalur khusus tersebut mulai senin (5/2).

“Apalagi jalur khusus warna kuning yang berada di lajur paling kiri ini sudah di sosialisasikan selama sepekan, yakni sejak Senin (29/1) lalu,” jelas dia.

Di katakan Budiyanto, bagi pemotor yang melenggar aturan tersebut akan di kenakan sanksi tilang berdasarkan pasal 287 ayat 1 jo pasal 106 ayat 4 huruf a & b undang undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan (LLAJ). “Yakni, pelnggar dapat di pidana dengan kurungan dua bulan atau denda paling banyak 500 ribu,” terang dia.

Sementara jelas Budiyanto, pembatasan jalur sepeda motor tersebut sebelumnya sudah di terapkan pada era kepemimpinan Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) berdasarkan Peraturan Gubernur (pergub) no 195 tahun 2014 tentang pembatasan lalu lintas sepeda motor. Namun lanjut dia, kini sepeda motor bisa melewati jalan MH Thamrin dan Medan Merdeka Barat setelah adanya putusan MA NOMOR 57 P/HUM/2017.

Reporter: Didi Muryadi.
Editor: A Malik AS.
close
close