Breaking
Showing posts with label dunia-islam. Show all posts
Showing posts with label dunia-islam. Show all posts

Tuesday, April 16, 2019

Redaksi sukabumiNews

Wali Kota dan Ribuan Masyarakat Sukabumi Hadiri Peringatan Isra Miraj di Cibeureum

Ribuan Masyarakat menghadiri Peringatan Isra Mi'raj yang dilaksanakan di Kp. Cibungur Kec. Cibeureum Kota Sukabumi, Senin (15/4/2019). [Foto: dok. Rudi S]
sukabumiNews, CIBEUREUM - Ribuan jamaah dari berbagai kalangan masyarakat dan LSM di Kota dan Kabupaten Sukabumi menghadiri acara peringatan Isra Mi'raj. Acara keagamaan yang rutin dilaksanakan oleh ummat Islam Indonesia pada umumnya itu dilaksanakan di salah satu tempat di Jalan Limusnunggal, Kp. Cibungur Rt 001/002, Kecamatan Ciberuem, Kota Sukabumi, Senin (15/04/19) malam.

Hadir pada kesempatan tersebut Wali Kota Sukabumi H. Achmad Fahmi, Ketua Laskar Fhisabillah Abi Kholil, Muspika Ciberuem, Ketua DPP Gempar Ustd Ece Algifari, Perwakilan Kapolres Sukabumi Kota, Komando DPP Goib Sukabumi Mulyana, para Tokoh Ulama dan para Santri Sukabumi.

Dalam sambutannya Ahmad Fahmi menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas antusias para jamaah serta masyarakat dalam menghadiri peringatan Isra Mi'raj ini. Melalui kegiatan ini Fahmi juga berpesan kepada semua umat akan pentingkanya perbaikan akhlak dan meningkaan kualitas ibadah.

"Berkenaan dengan pelaksanaan peringatan Isra’dan Mi’raj ini hendaklah kita dapat terus memperbaiki diri kita untuk menjadi insan yang lebih baik, terutama dalam memperbaiki tata cara beribadah dan iman kita kepada Allah SWT," ajak Walikota yang akrab disapa Kang Fahmi ini.

Pada kesempatan itu Kang Fahmi juga mengatakan bahwa Isra’dan Mi’raj merupakan peristiwa penting bagi umat Islam serta banyak hal yang bisa di petik pelajaran dari peringatan tersebut, sehingga peringatan Isra dan Mi’raj yang diperingati setiap tahun ini bukan hanya dijadikan sebagai kegiatan serimonial.

"Tetapi sebaiknya dijadikan ajang untuk lebih mengokohkan keimanan dan tali silaturahmi. Apalagi pada 17 April 2019 semua rakyat Indonesia akan melaksanakan Pemilu, memilih Anggota DPR, memilih Pemimpin RI yang terbaik," katanya.

Oleh karena itu Fahmi mengajak kepada hadirin untuk menyukseskan Pesta Demokrasi dengan tertib dan aman.

Sementara itu Ketua Laskar Fhisabillah Abi Kholil, pada sambutannya menyampaikan bahwa pelaksanaan acara peringatan Isra Mi'raj ini murni digagas oleh Pemuda Laskar Fisabilillah, Tokoh Ulama beserta warga Cibungur.

"Kami warga Cibungur selalu kompak dalam kegiatan positif keagamaan, dan alhamdulilah setiap tahun selalu semarak karena di hadiri oleh para Tokoh Ulama Besar Sukabumi dan bahkan luar Sukabumi," ungkap Abi Kholil.

Masih di tempat dan kesempatan yang sama, Komando Laskar DPP Goib Sukabumi, Mulyana menyampaikan harapan supaya peringatan Isra dan Mi'raj ini bisa dijadikan kesempatan untuk meningkatan sepirituan dan kecerdasan diri dalam kehidupan berbangsa dan bernegara demi terwujudnya masyarakat yang berakhlak mulia.

"Peringatan Isra Mi'raj ini juga untuk menigkatkan Syiar Islam ukhuwah islamiyah. Dan melalui peringatan Isra Mir’aj Nabi Besar Muhammad SAW, Mari kita tingkatkan kualitas ibadah sholat untuk mencegah perbuatan keji," ajaknya.[KR2*]


Rudi Samsidi
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Monday, April 15, 2019

Redaksi sukabumiNews

Islam akan Jadi Agama Mayoritas Rusia, ini Penyebabnya

Wisatawan mengunjungi Masjid Qolsharif, di Kremlin abad ke-16, atau benteng, salah satu situs warisan dunia UNESCO selama Piala Dunia 2018 sepak bola di Kazan, Rusia, Jumat, 29 Juni 2018. (Foto: Istimewa)
Islam akan menggeser Kristen Ortodoks mayoritas di Rusia.

sukabumiNews, RUSIA – Islam di Rusia adalah agama terbesar kedua setelah Kristen Ortodoks, yakni sekitar 21 - 28 juta penduduk atau 15 - 20 persen dari sekitar 142 juta penduduk. Sejumlah studi bahkan memprediksikan populasi umat Muslim di Rusia akan terus meningkat hingga 30 persen dalam satu tahun saja. Apakah yang menjadi faktor perkembangan pesat Islam di Rusia? 

Dosen Program Studi Rusia di Universitas Indonesia (UI), Ahmad Fahrurodji menjelaskan mengapa Islam di Rusia akan terus tumbuh. Fahrurodji pernah kuliah di Lomonosov Moscow State University dari 1997 sampai 2000. Selama tiga tahun itu, Fahruroji telah mengamati perkembangan umat Islam di Rusia.

Menurut dia, umat Islam Rusia yang memilih untuk melahirkan banyak anak akan berpengaruh pada populasi umat Islam. "Kalau orang Rusia yang non-Muslim kan cenderung punya anak satu. Tapi kalau orang Muslim itu punya anak tiga sampai empat sehingga cenderung akan naik populasinya," kata Fahruroji, dikutip ROL . 

Sayangnya, sampai saat ini masyarakat Indonesia masih banyak yang terbuai dengan nostalgia masa lalu bahwa Rusia adalah negara sosialis dan berideologi komunis. Padahal, spirit dan semangat baru dalam kebangkitan Islam di Rusia telah berlangsung sejak setidaknya dua dasawarsa terakhir. 

Fahruroji mengatakan, secara kuantitatif perkembangan jumlah masjid dan organisasi-organisasi keislaman telah berkembang sangat pesat di Rusia.

Jika pada masa kepemimpinan Joseph Stalin pada 1937 jumlah masjid di seluruh Rusia terdapat kurang dari 100 buah, pada tahun 1995 jumlahnya telah mencapai 5.000 masjid.

Jumlah organisasi keislaman selama kurang dari satu dasawarsa sejak runtuhnya Uni Soviet (1991-1999) juga mengalami peningkatan dari 870 menjadi 3.000 organisasi.

"Organisasi-organisasi ini menjadi faktor penggerak kehidupan beragama secara kualitatif, dengan menyelenggarakan pendidikan-pendidikan keislaman, pendirian madrasah bagi generasi muda Islam," kata Fahruroji.

Ribuan umat muslim di Rusia melaksanakan Shalat Idul Adha 1436 H di Masjid Agung Moskow atau Moskovskiy Soborniy Mecet, Kamis (24/9). [Foto: dok. Istimewa]


Sejak diberlakukannya undang-undang tentang Kebebasan Berkeyakinan tahun 1990 (masih pada era Uni Soviet), aktivitas keagamaan di Rusia pun mengalami peningkatan dramatis.

 "Agama yang sebelumnya dipersepsi sebagai unsur destruktif bagi bangunan sosialis-komunis, justru digandrungi masyarakat, khususnya kaum muda," jelas Fahruroji.

Saat ini setidaknya 60 dari 100 orang yang mengaku beragama adalah mereka yang berusia produktif dan 10 hingga 15 orang di antaranya adalah beragama Islam. Menurut Fahruroji, kaum muslim Rusia kini telah mengambil langkah penting untuk menyiapkan kader-kader mubalighnya. 

Mereka membuat program kerjasama pendidikan dengan negara-negara muslim seperti Mesir, Arab Saudi, Turki, Qatar, dan Suriah. Langkah konkretnya berupa pengiriman para guru agama untuk memperdalam Islam di negara-negara tersebut. Belum lama ini pemerintah Rusia juga memfasilitasi berdirinya Universitas Islam pertama di negeri itu. 

"Dari sekitar 100 etnis yang ada di wilayah Rusia, ada sekitar 40 etnis yang secara tradisional menganut islam sebagai agama mereka," ungkap Fahruroji.[]


Sumber: ROL

Monday, April 8, 2019

Redaksi sukabumiNews

Lagi, Belasan Sipil di Idlib Tewas dalam Serangan Rezim Asad

sukabumiNews, IDLIB – Sebelas warga sipil tewas dan 40 lainnya luka-luka dalam serangan roket oleh pasukan rezim Nushairiyah pimpinan Bashar Asad dan milisi Syiah yang didukung Iran di provinsi Idlib, menurut pernyataan White Helmets.

Serangan itu menargetkan kota Maaret Al-Nu’man, Saraqib dan Kafranbel serta desa-desa Maaret Horma, Tal Mannas dan Al-Nayrab, ujar sumber seperti dilansir Anadolu, Ahad (7/4/2019)

Serangan juga dilaporkan terjadi di kota Kafr Zita, Al Hwaiz, Hawija, Al-Sharia, dan Qalaat Al-Madiq yang terletak di dataran Al-Ghab di provinsi Hama.

Laporan awal mengatakan korban tewas berjumlah 3 orang.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan mitranya dari Rusia Vladimir Putin sepakat pada September lalu untuk mengubah Idlib menjadi zona de-eskalasi di mana tindakan agresi akan sangat dilarang. Namun kesepakatan tersebut seperti tidak berarti karena serangan selalu terjadi dan warga sipil yang paling dirugikan.


Sumber: arrahmah.com

Saturday, March 30, 2019

Redaksi sukabumiNews

Pengajian Lailatul Ijtima, Bupati Ajak Tingkatkan Keimanan dan Silaturahmi

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi  terus berupaya dan mendorong seluruh masyarakat untuk lebih meningkatkan persatuan dan tali silaturahmi sesama umat beragama, serta terus lebih mendalami pengamalan ajaran ukuwah Islamah, sesuai yang di ajarkan kitab suci Al-quran.
sukabumiNews, CIKOLE - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi  terus berupaya dan mendorong seluruh masyarakat untuk lebih meningkatkan persatuan dan tali silaturahmi sesama umat beragama, serta terus lebih mendalami pengamalan ajaran ukuwah Islamah, sesuai yang di ajarkan kitab suci Al-quran.

Demikian diungkapkan Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami dalam Pengajian Umum Lailatul Ijtima dan peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhamad Swt, di Gedung Pendopo Bupati Sukabum, Jalan Raya A Yani, Kecamatan Cikole, belum lama ini.

Hadiri pada agenda rutinan Lailatul Ijtima dan peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhamad SWT, Tahun 1440 Hijriah 2019, selain Bupati Sukabumi H.Marwan Hamami, Wakil Bupati H.Adjo Sarjono, Kabag Keagaman H.Unang, Ketua Baznas H.Ruyani, Unsur TNI/Polri, TNI, Intasi Pemerintahan, Tokoh Ulama Pesantren, Organisasi, Para Santri, dan Perwakilan MUI di 47 Kecamatan juga hadir pada kesempatan tersebut.

"Melalui kegiatan rutinan pengajian Lailatul Ijtima dan Isra Mi'raj Nabi Muhamad  ini, saya mengajak kepada masyarakat Sukabumi untuk sungguh-sungguh meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, demi terwujudnya Kabupaten Sukabumi yang religius dan mandiri menuju Sukabumi berkembang dari semua sisi Keagamaan, dan lebih baik," ujar.Marwan.

Bupati menambahkan, dengan adanya kegiatan rutinan keagaman, maka pintu keberkahan yang ada khususnya didalam diri umat dan masyarakat di Kabupaten Sukabumi akan terbuka lebar dan berkah menuju Sukabumi Religius dan Mandiri.

"Pengajian Umum Lailatul Ijtima, adalah bentuk kewajiba Pemkab Sukabumi yang religius serta mandiri menuju Sukabumi Yang Lebih Baik,"katanya.

Hal ini juga lanjut Marwan didukung kebijakan-kebijakan ke arah religius dan kemandirian umat sesuai Instruksi Bupati Nomor 1 tahun 2016 tentang pemungutan zakat, infak dan shodaqoh penyedia barang dan jasa.

"Kegiatan seperti ini, bagian dari peraturan Bupati Nomor 35 tahun 2016 tentang pengelolaan infak, sedekah dan dana sosial keagamaan lainnya berbasis masyarakat yang berahlak, karimah," jelasnya.

Di akhir sambutannya Marwan menghimbau kepada seluruh yang hadir untuk menjaga dan terus memelihara sinergitas diantara Ulama dengan Umaro, serta masyarakat untuk terwujudnya persatuan dan kesatuan umat beragama.

"Saya mengajak kepada semua masyrakat sukabumi, untuk terus lebih meningkatkan silaturahmi dengan Para Ulama dan Umaro, masyatakat, pemerintah, dan lainya," imbuhnya.

Pewarta: Rudi Samsidi
Editor: AM
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Monday, March 18, 2019

Redaksi sukabumiNews

Pelaku Teror Masjid Christchurch Akan Diadli Tanpa Pengacara

sukabumiNews, NEW ZEALAND -- Brenton Tarrant, pelaku teror penembakan di masjid di Christchurch, Selandia Baru, akan diadli tanpa pengacara.

"Dia ingin mewakili diri sendiri dalam kasus ini," ujar pengacara yang sebelumnya diutus pengadilan untuk mendampingi Tarrant, Richard Peters, kepada AFP, Senin (18/3).

Peters kemudian memastikan bahwa Tarrant "sangat rasional" untuk menghadiri persidangan tanpa pendampingan pengacara.

"Dia sangat rasional dan memperlihatkan bahwa dia tak memiliki disabilitas mental. Dia tampak mengerti apa yang terjadi," tutur Peters.

Peters menyampaikan pernyataan ini setelah Tarrant menghadiri sidang pembacaan dakwaan pada Sabtu (16/3) lalu.

Brenton Tarrant, pelaku teror penembakan di masjid di Christchurch, Selandia Baru, akan diadli tanpa pengacara. (Mark Mitchell/New Zealand Herald/Pool via Reuters)
Dalam sidang tersebut, Tarrant dijatuhi satu dakwaan pembunuhan atas aksinya di Masjid Al Noor dan Masjid Linwood pada Jumat pekan lalu yang secara keseluruhan merenggut 50 nyawa dan melukai 50 orang lainnya.

Pengadilan tak memberikan kesempatan bagi Tarrant untuk bebas dengan jaminan. Ia diwajibkan hadir dalam persidangan lanjutan pada 5 April mendatang.

Tarrant mengakui dirinya sendiri sebagai penganut supremasi kulit putih. Dia menyiarkan aksi penembakannya secara langsung di Facebook.

Pria itu juga sempat mengunggah sejumlah pernyataan rasis dan manifesto di akun Twitter pribadinya sebelum beraksi.

Dia merupakan warga Australia yang diketahui tumbuh besar di Grafton. Tarrant kerap berpergian ke luar negeri selama satu dekade terakhir dan menetap di Dunedin, Selandia Baru, dalam beberapa tahun belakangan. (SN/CNN)

Thursday, March 7, 2019

Ust Manatahan

Menolak Makan Daging Babi, 400 Siswa Muslim Dikurung di Ruang Pendingin

[Para Orangtua Dari Siswa Muslim Yang Hilang Usai Menolak Makan Daging Babi. (Foto: RFA)]
Banyak dari siswa miskin ini ditahan oleh pihak berwenang China setelah melakukan protes terhadap perintah yang mengharuskan mereka untuk makan daging babi.

sukabumiNews, CHINA - Sebuah kejadian mengejutkan sekaligus memilukan menimpa 400 siswa Muslim etnis Kazakh di Habahe dan Burqin yang masuk wilayah Xinjiang, China.

Menurut Radio Free Asia (RFA), banyak dari siswa miskin ini ditahan oleh pihak berwenang China, setelah melakukan protes terhadap perintah yang mengharuskan mereka untuk makan daging babi.

Setelah disiksa, keberadaan mereka menjadi misteri karena kementerian pendidikan China tidak mengungkapkan di mana para siswa-siswa ini ditahan.

Kabar menyedihkan tersebut diungkapkan seorang juru bicara aktivis HAM Kazakhstan, Serikjan Bilash.

" Lebih dari 400 siswa etnis Kazakh telah menghilang selama seminggu, dan orang tua mereka tidak tahu keberadaan mereka. Menurut laporan, mereka ditahan karena menolak makan babi. Penolakan itu dianggap melanggar hukum di China," kata Serikjan, dikutip RFA.

Perlakuan Keji
RFA melaporkan bahwa pada tanggal 16 Desember 2018, para siswa itu diduga disekap di sebuah ruang pendingin untuk menyimpan daging babi.

" Ada ruang pendingin untuk daging babi di Burqin. Para siswa dari Habahe itu disekap di situ bersama dengan daging babi," kata RFA.

Habahe sekarang dijaga ketat oleh polisi dan tentara. Orang-orang juga dilarang masuk ke wilayah Habahe dalam beberapa hari terakhir.

Sementara itu, warga Burqin mengatakan bahwa umat Islam di Xinjiang tidak punya pilihan lain dalam menghadapi situasi seperti itu.

" Bagi Muslim Xinjiang, pilihannya melawan sampai titik darah penghabisan atau tertangkap, disiksa dan kemudian dicuci otak oleh pihak berwenang. Tetap saja, kami akhirnya juga mati," kata warga Burqin yang tak disebutkan namanya itu.

Kabar mengejutkan ini muncul menyusul laporan The Independent tentang sekolah khusus yang dikelola pemerintah China untuk warga etnis Uighur dan minoritas Muslim lainnya di Xinjiang.

Menurut The Independent, sekolah khusus itu mirip dengan kamp konsentrasi Nazi di era Perang Dunia II.

Di sekolah khusus itu, warga Muslim dididik ulang secara politik dan diajarkan lagu-lagu nasional bangsa China.

Mereka juga dilaporkan dipaksa melakukan hal-hal yang bertentangan dengan agama Islam, seperti makan babi dan minum alkohol. Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pemerintah China terkait tuduhan yang aangat serius ini. [Red*]


Sumber: Dream.co.id/World of Buzz
close
close