Breaking
loading...
Showing posts with label dunia-islam. Show all posts
Showing posts with label dunia-islam. Show all posts

Thursday, June 6, 2019

Redaksi sukabumiNews

Muslim di Tunisia, Sudan, dan Nigeri Bersuka Cita Sambut Idul Fitri

Muslim Tunisia sambut Idul Fitri. FOTO: Istimewa. 
sukabumiNews – TRADISI perayaan Idul Fitri umat Islam di berbagai negara sangat beragam. Tradisi tersebut kembali kepada adat, budaya, dan karakter masyarakat di negara tersebut. Tak terkecuali di Tunisa dan Sudan.

Sejak 2012, Tunisia memberlakukan dua hari sebagai hari libur nasional, yakni pada hari pertama dan kedua perayaan Idul Fitri. Muslim Tunisia biasanya akan mulai mempersiapkan Hari Raya beberapa hari sebelumnya. Mereka akan membuat biskuit khusus yang dibagikan kepada teman dan kerabat pada saat Hari Raya.

Pada saat pelaksanaan shalat Idul Fitri, biasanya hanya pria yang akan pergi ke masjid. Sedangkan, wanita ada yang memilih ikut ke masjid atau tinggal di rumah untuk mempersiapkan diri menyambut Hari Raya dengan mempersiapkan pakaian baru dan mainan untuk anak-anak mereka. Pada siang hari akan ada perayaan menari dan musik dan akan banyak hadiah yang dibagikan dalam tradisi ini.

Anggota keluarga akan saling mengunjungi. Biasanya anak-anak menemani ayah mereka untuk mengunjungi bibi, paman, kakek-nenek, dan teman-teman untuk mengucapkan selamat Idul Fitri.

Mereka akan menawarkan minuman dan kue khusus. Sementara itu, wanita akan tinggal di rumah dengan beberapa anak-anak untuk menyambut anggota keluarga yang datang.

Sedangkan, Idul Fitri di Sudan, mengutip laman resmi PBB, dengan 97 persen  populasi adalah Muslim, persiapan Lebaran juga dimulai beberapa hari terakhir pada Ramadhan. Makanan khas hari raya, yaitu kue gula bubuk, bettifour, (biskuit dipanggang).

Anak perempuan dan wanita menghias tangan dan kaki mereka dengan henna dan rumah akan dicat. Malam sebelum Idul Fitri, seluruh penghuni rumah akan mendekorasi rumah dengan perlengkapan yang indah dan baru. Mulai dari sarung bantal, taplak meja, dan lainnya.

Pada saat silaturahim, di rumah akan disediakan cokelat dan permen. Pada siang hari akan diadakan makan siang bersama dengan menu istimewa. Anak-anak diberi hadiah, baik berupa mainan maupun uang. 

Meski sekuler, Nigeria dihuni oleh mayoritas Muslim. Idul Fitri di negara ini dikenal sebagai "Small Sallah." Orang-orang pada umumnya saling menyapa dengan ucapan tradisional: "Barka Da Sallah", yang berarti "Salam dari Sallah" dalam bahasa Hausa.

Muslim melaksanakan shalat Id di lapangan. Pulang shalat akan dilakukan makan bersama dengan menu istimewa. Adapun liburan Hari Raya hanya berlangsung selama dua hari.


Pewarta: ROL

Monday, May 20, 2019

Redaksi sukabumiNews

Ponpes Dzikir Al-Fath Gelar Mukhoyyam Al-Qur'an Priode ke 6 Tingkat SMP dan SLTA

Para Peserta Mukhayyam Al-Qur'an priode ke 6 tingkat SMP dan SLTA saat mendengarkan arahan Pimponpes Dzikir Al-Fath, KH. Fajar Laksana. (Foto: Azis R/sukabumiNews)
-- 
sukabumiNews, GUNUNGPUYUH - Pondok Pesantren (Ponpes) Dzikir Al-Fath yang berada di Jln. Merbabu Perum Gading Kencana Asri Kelurahan Karangtengah Kecamatan Gunung Puyuh, Kota Sukabumi JawaBarat, kembali menggelar Acara Mukhoyyam (perkemahan) Al-Qur'an periode ke-6 tingkat SMPdan SLTA.

Acara yang dilaksanakan mulai Ahad (19/5) hingga Sabtu (25/5/2109) ini digelar di Aula Syekh Quro Pondok Pesantren tersebut.

Penanggung Jawab Acara Dede Setiawan, SE, MM. mengatakan, Mukhoyyam Al-Qur'an ini diperuntukan untuk Santri Baru tingkat SMP dan SLTA sebagai Adaptasi guna membiasakan diri dengan seperangkat peraturan Pesantren selama seminggu.

"Ini sebagai bentuk latihan Santri Baru dalam membiasakan diri dengan peraturan Pesantren,” jelas Dede Setiawan kepada sukabumiNews, Senin (20/5/2019).

Adapun tambah Dede, pesertanya saat ini datang dari berbagai daerah seperti Sukabumi, Jakarta, Tangerang, Tasik, dan daerah lain di Jawa Barat, bakan ada juga peserta yang datang dari luar provinsi.

Dijelaskan Dede, legiatan tersusun secara spesifik selama 24 jam sebagai evaluasi setiap harinya. Dia juga menambahkan bahwa Mukhoyyam Al-Qur'an ini berbeda dengan yang lain karena ter'integrasi antara kegiatan indoor dan outdoor.

"Yang membedakan kegiatan Mukhoyyam Al-Qur'an di Pesantren Dzikir Al-Fath dengan yang lain adalah Susunan Pencapaian Target yang jelas, ditambah acara out door seperti Ngaos On The Street, Arabic and English Fun Games serta latihan keterampilan bela diri Silat," terangnya.

Sementara itu Pimpinan Ponpes Dzikir Al-Fath KH. Fajar Laksana menyambut baik kedatangan Peserta Mukhoyyam Al-Qur'an periode keenam tersebut dengan mempersiapkan pembiasaan-pembiasaan Ala Pesantren melalui metode Seven Habits For Islamic Character Building (Tujuh Kebiasaan dalam Membangun Akhlak yang Mulia).

"Kami menyambut baik kedatangan Peserta Mukhoyyam Al-Qur'an ini, karena mereka merupakan Agent of Change yang akan kami bina dan didik dengan Tujuh Kebiasaan dalam membangun akhlak mulia melalui rumus 4S2T1D, yakni Sholat, Shaum, Shodakoh, Sholawat, Tadarrus, Tafakkur, dan Dzikrullah,” ucapnya.


Pewarta: Azis R.
Editor: AM
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Sunday, May 19, 2019

Redaksi sukabumiNews

Ratusan Santriwati Pondok Modern Assalam Sukabumi Ikuti Buka Bersama dengan Segenap Dewan Guru

Alumnus Cum Laude dari Universitas Al-Ahgaff Yaman Ust. Muhammad Idris, Lc., saat berceramah di hadapan lebih dari 800 Santriwati dan Segenap Dewan Guru menjelang dilaksanakannya Buka Puasa Bersama di Aula Ponpes Modern Assalam, Ahad (19/5/2019). Foto: Isman Safa
-- 
sukabumiNews, WARUNGKIARA - Ratusan Santriwati bersama Dewan Guru Pondok Pensantren (Ponpes) Modern Assalam Mengegelar Iftor Shoimil Jama'i (Buka Bersama) di Gedung Alua Ponpes Jln. Pelabuhan II Km 29 Kp. Sukaraharja Desa Sukaharja Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (18/5/2019).

"Pondok Pesantren Modern Assalam yang merupakan Salah satu Pondok Alumni Darussalam Gontor Ponorogo melaksanakan acara rutin di Bulan Suci Ramadhan yaitu Buka Puasa Bersama guna mempererat tali persaudaraan antara Santri dan Segenap Dewan Guru," ujar Pimpinan Pondok Modern Assalam Ust. Encep Hadiana, S.Pdi, M.Si.,.kepada sukabumiNews di sela-sela acara.

Pimpinan Ponpes Modern Assalam itu juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada Segenap Panitia yang telah berupaya menyelenggarakan Acara tersebut.

"Kami sangat berterima kasih kepada Segenap Panitia yang telah mensukseskan acara Buka Bersama yang dihadiri oleh lebih dari 800 Santriwati dan Segenap Dewan Guru," ungkapnya.

Selain mendoakan para Muaqif (Pewakaf) yang telah memperjuangkan berdirinya Assalam sebagai wujud nyata dalam mengisi Kemerdekaan Indonesia, Ust. Encep juga menghimbau kepada seluruh kader untuk tetap meneruskan perjuangan Pendiri Pondok dalam rangka mencerdaskan kehidupan anak bangsa.

"Berdirinya Pondok ini tidak terlepas dari perjuangan Muaqif Pondok dalam memperjuangkan Eksistensinya di Dunia Pendidikan. Maka, sepatutnya kita mendoakan mereka yang telah mengorbankan harta, tenaga bahkan nyawa untuk mewujudkan pondok yang saat ini kita nikmati Bersama,” jelas Ust. Encep.

Ustad Encep juga berpesan kepada seluruh kader-kader umat agar tidak bosan untuk tetap berbuat baik dengan cara meneruskan perjuangkan para Pendiri Pondok dalam mencerdaskan anak bangsa dan membesarkan nama Almamater dimanapun dan kapanpun para santrinya berada.

Hadir dalam acara buka puasa bersama tersebut seorang Alumnus Cum Laude dari Universitas Al-Ahgaff Yaman Ust. Muhammad Idris, Lc., sebagai Pembicara Tunggal. Dalam kesempatan pidatonya Ia menyampaikan tentang nikmat Allah SWT yang saat ini semua orang dapat merasakannya yakni nikmat melaksanakan Ibadah Puasa di Bulan Suci Ramadhan.

"Saat ini kita sedang merasakan Salah satu nikmat Allah SWT yang merupakan Rukun Islam ke 3 yakni Puasa. Maka sebagai seorang Mu'min sudah seharusnya mengetahui maksud dan tujuan daripada puasa tersebut. Maka dengan pengetahuan serta tujuan kita melaksanakan Puasa, semoga akan lebih menguatkan niat serta mujahadah kita dalam belajar dan meneruskan perjuangan para pendiri Pondok Modern Assalam ini,”.papar Muhammad Idris, Lc Alumnus Al-Ahgaff Yaman, mengakhiri pidatonya.


Pewarta: Isman Frie R Syafa
Editor: AM
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Friday, May 17, 2019

Redaksi sukabumiNews

Melalui Jumling, Kapolsek Cireunghas Ajak Warga Tingkatkan Kamtibmas

Foto: Kapolsek Cireunghas, IPTU Eriyanto, SH. saat jumling di Masjid Firqotulhuda Alqadiri, Jum'at (17/5).
-- 
sukabumiNews, CIREUNGHAS - Jajaran Polsek Cireunghas, Resor Sukabumi Kota tidak pernah bosan menyampaikan pesan kamtibmas kepada masyarakat melalui program Jum'at Keliling (Jumling).

Untuk kesempatan ini,  Jajaran Polsek Cireunghas melakukan kegiatan jumling yang bertempat di Masjid Firqotulhuda Alqadiri Kampung Cimapag,  Desa Cireunghas, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jum'at (17/05/2019).

"Kegiatan jumling ini adalah kegiatan rutinitas anggota Polsek Cireunghas setiap hari jumat yang bertujuan untuk memberikan pelayanan dan mendekatkan diri kepada warga masyarakat yang ada di wilayah hukum Polsek Cireunghas," kata Kapolsek Cireunghas, IPTU Eriyanto, SH. kepada sukabumiNews.

Eriyanto pun menyampaikan beberapa himbauan Kamtibmas kepada masyarakat diantaranya, penekanan peredaran bebas petasan (mercon), serta antisipasi perang sarung dikalangan remaja. 

"Selain ajang silaturahmi, kegiatan Jumling ini juga salah satu upaya untuk mengajak masyarakat agar dapat menjaga kondusifitas sehingga tidak mudah terhasut oleh informasi yang belum tentu benar," ujarnya.

Kehadiran Anggota Polri khususnya Polsek Cireunghas ditengah masyarakat, diharapkan dapat mendekatkan dan meningkatkan tali silaturrahmi dengan masyarakat serta sebaliknya, masyarakat bisa mendukung tugas-tugas Polri untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif.


Pewarta: Rio Bagja Gumilar
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Wednesday, May 15, 2019

Redaksi sukabumiNews

Penyanyi Asal Sukabumi Agus Yusof Ekspos Penderitaan Palestina Lewat Lagu Religi

FOTO: Agus Yusof saat merilis  album Penawar Rindu. (Dok. Istimewa/M. Fadhli/sukabumiNews)
-- 
sukabumiNews, PADANG – Konflik antara Palestina dan Israel yang telah memakan korban jiwa dengan luka parah dan terhitung jumlahnya, membuat Agus Yusof terketuk untuk menuangkannya lewat lagu Qul Yaa Adzim. Lagu ini merupakan salah satu lagu pada album Penawar Rindu yang resmi dirilisnya pada Sabtu 11 Mei 2019 di salah satu Hotel di Batam dalam acara Buka Puasa bersama untuk solidaritas Palestina.

Lagu yang berjudul Qul Yaa Adzim isinya tentang kesedihan yang pasti menimpa semua orang kecuali orang-orang yang senantiasa mengingat Allah, sekaligus memberi dukungan moril kepada saudara-saudara se-iman yang terkena konflik di negara-negara islam seperi Palestina, Uighur (China), serta Rohingya (Myanmar). Semoga lagu ini menginpirasi dan kita yang berada di Tanahair semakin bersyukur dan lebih peduli,” jelas Agus Yusof, saat diwawancarai sukabumiNews, Rabu (15/5/2019).

Agus Yusof menuturkan, sangat banyak hal yang bisa dilakukan untuk membantu para korban di wilayah konflik. Dalam hal ini Agus mengajak kepada semua untuk  sama-sama menyisihkan sebagian harta yang sudah Allah berikan dengan berbagi kepada mereka. “Ini cara yang paling mudah untuk kita berbagi,” ucap Agus.

Dia menyebut, selain lagu Qul Yaa Adzim, pada album Penawar Rindu juga terdapat lagu yang berjudul; Purnama Terindah, Thalama Asyku, Penawar Rindu, Yaa Tawwab, Hunul Khatimah, Sepohon Kayu, dan Istighfar. Album ini sudah tersedia di IslamicTunes dan digital music store lainnya.

“Lagu-lagu terbaru saya ini saya tulis sendiri, aransemen musiknya digarap oleh Keny Saputra, arranger yang sudah memenangkan berbagai Perlombaan. Di antaranya Juara 1 Gitaris Yamaha 2018 Tingkat Nasional, dan memdapatkan hadiah tour ke Jepang bersama Andra Ramadhan,” tambah Agus.

Agus Yusof, Penyanyi  Nasyid Indonesia. 
Dikatakan Agus, tujuan dia untuk bernasyid adalah supaya lebih mendekatkan diri kepada Allah dan lebih mengenal Rasulullah, serta belajar untuk lebih mencintainya. Karena, hemat Agus, semua hadir di dunia ini adalah karena Allah dan Rasulnya.  Adapun tambah Dia lagi, pesan khusus dari syair lagu ini adalah agar syi’ar islam semakin semarak, “karena lagu-lagu saya juga ada yang berpesan pada umat muslim dunia,” imbuhnya.

Dalam lagu yang dirilisnya, Agus memadukan bahasa Arab dan Indonesia. “Insya Allah dalam waktu dekat kita akan buat video klip Qul Yaa Adzim.  Agar lebih mengena, kita akan buat versi sulih bahasanya, baik inggris  juga Indonesia. Untuk arransemen kita buat senyaman mungkin, easy listening, dengan sentuhan gitar latin yang menyejukkan hati. Perpaduan musik Arab dan Melayu, juga sentuhan jazz,” beber musisi nasyid asal Sukabumi dari Kota Bandung yang saat ini aktif berdakwah di Kepulauan Riau itu.

Agus Yusof berharap dengan merilis lagu-lagu nasyid semoga semakin terjalin silaturrahmi antar ummat. Dan semoga pula, harap Agus, Syi’ar islam semakin melebar luas. “Tidak hanya di kalangan penggiat majelis ilmu saja, tetapi bisa masuk ke kalangan milenial, dan bahkan saudara-saudara yang berbeda agama agar mereka tahu bahwa islam itu agama yang damai, mencintai kedamaian, indah dan tentunya  rahmatan lil aalamiin,” pungkas Agus Yusof.


Pewarta: M. Fadhli
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Saturday, May 11, 2019

Redaksi sukabumiNews

Warga Gaza Gelar Shalat Jenazah untuk Korban Pembantaian Israel

FOTO: dok. Istimewa.
sukabumiNews, GAZA - Ratusan warga Palestina menggelar soal jenazah pertama pada hari Sabtu ini untuk seorang pemuda, yang menjadi syahid oleh tembakan Israel selama aksi protes anti-pendudukan di Jalur Gaza sehari sebelumnya.

Para pelayat menguburkan jasad Abdullah Abdul Aal, 24, di kota Rafah di Jalur Gaza selatan di tengah teriakan menuntut pertanggungjawaban Israel atas pelanggarannya terhadap para demonstran Palestina.

Setidaknya 30 warga Palestina lainnya terluka oleh tembakan tentara Israel dalam protes Jumat di dekat zona penyangga Gaza dengan Israel, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.

Sejak unjuk rasa Gaza dimulai pada Maret tahun lalu, hampir 270 demonstran telah mati syahid - dan ribuan lainnya terluka - oleh pasukan Israel yang dikerahkan di dekat zona penyangga.

Para demonstran menuntut hak para pengungsi Palestina untuk kembali ke rumah mereka di Palestina bersejarah yang menjadi tujuan mereka pada tahun 1948 untuk membuka jalan bagi negara baru Israel.

Mereka juga menuntut diakhirinya blokade 12 tahun Israel di Jalur Gaza, yang telah memusnahkan ekonomi daerah kantong pantai dan merampas sekitar dua juta penduduk dari banyak komoditas pokok.


Pewarta: fq/voa-islam
close
close
close