Breaking
loading...
Showing posts with label cikembar. Show all posts
Showing posts with label cikembar. Show all posts

Friday, June 14, 2019

Redaksi sukabumiNews

Geger, Seorang Satpam Tewas Gantung Diri di Cikembar

Korban tergantung di dahan sebuah pohon (kiti). Korban saat ditolong untuk diturunkan oleh aparat dibantu oleh warga. (foto: Azis R/sukabumiNews)   
sukabumiNews, CIKEMBAR – Geger, seorang pria ditemukan tewas tergantung di ketinggian lebih kurang 1 meter di dahan sebuah pohon dengan leher terjerat seutas tali tambang. Peristiwa ini terjadi di Kampung Cilaksana Bojongkembar Kecamatan Cikembar Kabupaten Sukabumi Jawa Barat sekira pukul 07.00 Wib, Jumat (14/6/2019) pagi.

"Sekitar pukul 07.00 Wib pagi tadi kami menerima laporan dari warga telah ditemukan sesosok pria tergantung di pohon, kita langsung meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP). kemudian kami membawa ke puskesmas dahulu untuk memastikan apakah masih bernyawa, dan ada luka lainnya atau tidak," ujar Kapolsek Cikembar, AKP. I. Djubaedi kepada sukabumiNews dikantornya, Jum'at.

AKP. I. Djubaedi mengungkapkan, korban diketahui bernama Eda Afriansyah (45) tahun, warga Kp. Cipanas Cikundul Rw. 006 Kelurahan Cikundul, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi.

Menurut Informasi yang dihimpun, sebelum kerjadian, korban mengalami cekcok (perselisihan) dengan istrinya. Setelahnya, korban pergi ke rumah saudaranya di Kp. Cilaksana, Bojongkembar untuk menghadiri acara syukuran.

“Ke-esokan harinya korban sudah tergantung dengan kondisi tali terjerat di lehernya dengan lidah menjulur," terang AKP. I. Djubaedi.


Kapolsek menjelaskan, menurut warganya korban merupakan sosok yang baik dan mudah bergaul, akrab dengan masyarakat. Selain itu, tambah Kapolsek, dia bekerja sebagai Satpam di tempat pemandian Air Panas Cikundul.

Hingga berita ini ditayangkan, Pihak Polsek Cikembar belum bisa memastikan penyebab pasti dari kejadian ini. Pihak keluarga korban  pun tidak menginginkan untuk dilakukan Otopsi, bahkan saat instri korban dimintai keterangan oleh Aparat Kepolisian, ia malah tidak sadarkan diri.

“Dugaan sementara, korban melakukan gantung diri akibat depresi lantaran tuntutan ekonomi," tutup Kapolsek.


Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Thursday, February 21, 2019

Redaksi sukabumiNews

Peringati HUT ke-32, SMAN 1 Cikembar Gebyar dengan Berbagai Kegiatan

[Iman Sofyani S,pd Kepala Sekolah SMAN 1 Cikembar saat memberikan materi Sains Robotik kepada siswa-siswi SMP Cikembar yang mengikuti kegiatan HUT ke-32, SMAN 1 Cikembar, Rabu (20/2)].
sukabumiNews, CIKEMBAR – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahunnya yang ke-32, SMAN 1 Cikembar Kabupaten Sukabumi menggelar berbagai kegiatan lomba. Diantaranya yaitu Lomba Kreasi Baris Berbaris (LKBB), Sains Ekspo, dan seminar pemateri dari Universitas Surya kencana Cianjur dengan tema penulisan karya tulis ilmiah.

Kegiatan yang diikuti oleh seluruh siswa se wilayah Cikembar mulai dari tingkat SMP hingga SMA ini dilaksanakan di lingkungan kompleks SMAN 1, Jl. Pelabuhan II No.Km. 20, Cikembar, Sukabumi, Jawa Barat, mulai Rabu (20/2) kemarin.

“Untuk hari ini ada tiga agenda yang dilaksanakan diantaranya Lomba Kreasi Baris Berbaris (LKBB), Sains Ekspo yaitu akan memperlihatkan hasil karya ilmiah Siswa-Siswi SMAN 1 Cikembar kepada masyarakat sekitar dan anak-anak tingkat SMP yang berada di wilyah Cikembar,” ujar Kepsek SMAN 1 Cikebar, Iman Sofyani S,pd kepada sukabumiNews.

Yang terakhir, tambah Iman diadakan seminar pemateri dari Universitas Surya kencana Cianjur dengan tema penulisan karya tulis ilmiah.

"Ini adalah hari yang ketiga pelaksanaan kegiatan, dan ini akan berlanjut sampai hari sabtu,” jelasnya. Sementara, lanjut Iman mengenai pelaksanaannya dalam satu hari rata-rata tiga agenda.
[Siswa-siswi SMP selaku peserta pada Kegiatan pada HUT ke-32, SMAN 1 Cikembar]
“Untuk tingkat SMP yang mengikuti Sains Ekspo sekitar 10 sekolah yang ada di Cikembar, dan untuk Lomba Kreasi Baris-Berbaris (LKBB)  jumlah pesertanya membludak  mencapai 80 peserta baik itu dari SMP yang ada di Kabupaten maupun Kota Sukabumi,” jelas Iman.

Kepsek menambahkan, sebagai langkah awal, tahun kemarin pihaknya sudah mengadakan sosialisasi dan akan dilanjutkan dengan eksibisi. Pihaknya juga mempunyai rencana akan mengadakan perlombaan dalam bidang Robotika.

Sebelum sekolah lain, kita akan lebih awal mengadakan perlombaan Robotika di sekolah. Sebagai langkah pertama di sekolah di bentuk Ekscool Robotika dan minat siswa-siswi pun sangat antusias,” kata Iman Sofyani

Tak hanya itu, berbagai Prestasi yang di raih SMAN 1 Cikembar sangat banyak dan yang paling menonjol salah satunya dalam bidang Pencak Silat,  Bulutangkis, Atletik. Untuk kategori seni, SMAN 1 Cikembar merajai dengan grup teaternya yang cukeup terkenal yaitu Teater Sajiwa.

“Teater ini sudah menjadi juara di tingkat Provinsi. Setiap tahun bila ada kegiatan perlombaan di wilayah Sukabumi Alhamdulilah kita selalu menjuarainya,” akunya.

Pada kesempatan yang sama, R. Mas Dimas P Ketua Osis SMAN 1 Cikembar mengungkapkan rasa syukurnya atas pelaksanaan kegiatan yang sampai di hari yang ketiga ini masih berjalan dengan lancar, meski menurutnya walau pun ada beberapa kegiatan yang harus di tambah atau pun di kurangi sangatlah wajar dalam suatu kegiatan.

Mas Dimas juga berpesan, semoga Smarsi All Fiesta 2019 tahun ini menjadi cerminan dan dijadikan contoh oleh sekolah lain. “Kegiatan Smarsi harus Gebyar seperti ini, loh,” ungkapnya.

“Dan saya berharap kepada adik-adik kelas saya, kepanitiaan Smarsi ini ditahun depan bisa lebih baik serta lebih gebyar, semarak, meriah dan jenjang untuk perlombaan lebih diperbanyak," tutupnya.

[Pewarta: Azis. R]
Editor: Red
COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2019

Wednesday, February 20, 2019

Redaksi sukabumiNews

Tiga Tewas dalam Kebakaran Rumah di Cikembar Diduga Bunuh Diri

sukabumiNews, CIKEMBAR – Kasus kebakaran yang terjadi di Kampung Sukasirna, Kecamatan Cikembar Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat ternyata diduga merupakan aksi bunuh diri salah seorang korban yang diketahui bernama Jamaludin. Dugaan tersebut terungkap setelah Polisi melakukan penyelidikan.

"Setelah kami memintai keterangan dari sejumlah saksi, terungkap Jamal warga Desa/Kecamatan Cikembar itu nekat mengakhiri hidupnya dan mengajak istri serta anak tirinya dengan cara membakar diri di dalam rumah karena terlilit utang," kata Kanit Reskrim Polsek Cikembar Iptu Deni Miharja kepada wartawan, Rabu, (20/2).

Informasi yang dihimpun, kronologis kejadian tersebut berawal saat almarhum Jamal pulang ke rumahnya sekitar pukul 01.00 WIB pada Rabu, (20/2), namun sekitar pukul 02.00 WIB terjadilah aksi bunuh diri yang dilakukan Jamal.

Bahkan istrinya, Iis (30) dan anak tirinya, Rahayu (10) disekap di dalam kamar. Kemudian pelaku menyiramkan bensin di rumahnya dan langsung membakar diri. Korban Iis dan Rahayu yang disekap di dalam kamar tidak bisa melarikan diri dan ikut tewas dalam peristiwa nahas tersebut.

"Hingga kini kami masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan barang bukti kasus kebakaran yang dipicu aksi bunuh diri tersebut. Untuk jenazah korban akan diotopsi untuk mengungkap kasus ini," tambah Deni, seperti dikutip dari laman ANTARA.
Sementara, Ketua RT setempat yang sekaligus merupakan ayah angkat korban, Jajun mengatakan sebelum kejadian, Iis memang kerap mengeluh bahwa suaminya banyak utang di daerah asal, yakni Depok, Jabar.

Bahkan, keberadaan Jamal pun sempat ditolak keluarga karena terlalu banyak masalah sehingga keluarganya khawatir ikut terlibat. Untuk pulang ke Depok pun almarhum takut karena masalahnya itu.

"Kerugian akibat kebakaran ini tidak hanya rumah saja tetapi dua unit motor, barang-barang dan surat tanah saya pun semuanya masih ada di rumah itu ikut terbakar. Tapi, beruntung anak kandung saya, Desi (29) yang menginap di rumah itu berhasil menyelamatkan diri lewat pintu belakang," katanya.

Sementara, Koordinator Pusat Pengendalian dan Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Pusdalops BPBD) Kabupaten Sukabumi Daeng Sutisna mengatakan akibat kejadian itu kerugian mencapai Rp100 juta. Saat kejadian rumah tersebut ada tujuh jiwa, empat lainnya berhasil selamat. [Azis R/Ant]
close
close
close