Breaking
loading...
Showing posts with label cianjur. Show all posts
Showing posts with label cianjur. Show all posts

Sunday, June 23, 2019

Redaksi sukabumiNews

Puluhan Warga Cianjur Mengalami Keracunan Ikan Pindang, 2 Orang Lainnya Meninggal Dunia

sukabumiNews, CIANJUR – Puluhan warga Desa Jayagiri, Kecamatan Sindangbarang, Cianjur, Jawa Barat mengalami keracunan dan dua orang lainnya meninggal dunia usai menyantap ikan pindang yang dibeli saat acara perpisahan dan kenaikan kelas.

Seorang korban keracunan makanan yang dirawat di Puskesmas Sindangbarang, Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (22/6/2019). Ada 70 orang yang dirawat dan 50 diantaranya diperbolehkan pulang. (ANTARA FOTO)
Tercatat 70 warga Desa Jayagiri, Kecamatan Sindangbarang, menjalani perawatan di puskesmas setempat setelah mengkonsumsi ikan pindang yang mereka beli di halaman SDN Ciseureuh saat ada acara perpisahan.

"Dua orang diantaranya meninggal dunia dan beberapa orang harus dirawat secara intensif di Puskesmas dan di rumah. Keracunan massal tersebut pertama kali diketahui setelah beberapa orang warga mengeluhkan pusing, mual dan muntah-muntah," kata Kapolsek Sindangbarang AKP Nandang, Sabtu, (22/6/2019), dikutip dari laman ANTARA.

Ia menjelaskan, awalnya warga menduga hal tersebut karena kondisi tubuh yang berubah akibat cuaca yang memasuki peralihan musim, namun jumlahnya terus bertambah, hingga sore tercatat 20 orang masih menjalani perawatan intensif di Puskemas setempat.

Sedangkan dua orang warga meninggal akibat keracunan makanan yaitu Ahmad Sadili (56) dan Rindi (11) yang sempat dibawa ke Puskesmas, namun nyawanya tidak tertolong.

"Penyebab keracunan diduga dari ikan pindang yang dijual pedagang keliling saat acara perpisahan sekolah SDN Ciseureuh di Desa Jayagiri," katanya.

Sementara beberapa orang korban mengeluhkan hal yang sama, merasakan pusing, mual-mual dan muntah selang beberapa saat setelah mengkonsumsi ikan pindang.

"Sekitar setengah jam setelah mengkonsumsi ikan pindang, tiba-tiba kepala menjadi pusing, perut mual-mual dan muntah. Perut seperti dikuras, sehingga kami membawa anak dan istri yang mengalami keracunan ke Puskesmas," kata Iman keluarga korban keracunan.


Pewarta: Antara
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Saturday, June 1, 2019

Redaksi sukabumiNews

Plt Bupati Cianjur Imbau Pemegang Kunci Mobil Dinas Tak Bawa Mobil Dinas-nya Buat Mudik

Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman
-- 
sukabumiNews, CIANJUR - Plt Bupati Cianjur Herman Suherman mengimbau kepada segenap aparatur sipil negara yang memegang kunci mobil dinas supaya tidak menggunakan kendaraan dinasnya untuk mudik ke kampung halamannya masing-masing.

Herman mengatakan, ada ratusan lebih kendaraan dinas yang saat ini pengelolaan dan perawatannya dibebankan kepada ASN yang memegang kunci tersebut.

"Sesuai dengan surat edaran dari pusat, kami juga telah mengimbau dan membuat surat edaran kepada masing-masing dinas agar tak menggunakan kendaraan dinasnya untuk mudik," ujar Herman, Sabtu (1/5/2019).

Herman mengatakan, saat tak digunakan mudik, kendaraan dinas dititipkan atau disimpan di tempat yang aman untuk menjaga dari hal yang tak diinginkan.

Herman berharap perayaan Idulfitri di Kabupaten Cianjur khususnya berjalan tertib dan aman. Selain telah berkoordinasi dengan forum komunikasi pimpinan daerah, pihaknya juga telah melakukan beragam persiapan dan tindakan preventif seperti melakukan sidak ke Pasar Induk dan melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan umum angkutan lebaran di wilayah Kabupaten Cianjur.

"Jajaran dari Disperindag telah melakukan operasi pasar murah untuk menstabilkan harga, jajaran dishub bekerjasama dengan kepolisian telah melakukan kegiatan pemeriksaan kendaraan angkutan lebaran," kata Herman.

Herman juga mengajak warga menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing menjelang hari raya dan setelah hari raya.


Pewarta: Tribun/Siti Cjr
Editor: Red.

Friday, May 24, 2019

Redaksi sukabumiNews

Istri Ketua KPU Cianjur Disekap oleh Dua Orang Tak Dikenal

Foto: Yanti, istri Ketua KPU Cianjur, Jawa Barat terlihat syok setelah menjadi korban penyekapan di rumahanya, Kamis (23/05/2019) malam (KOMPAS.com/FIRMAN TAUFIQURRAHMAN)
-- 
sukabumiNews, CIANJUR – Istri Ketua Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Cianjur, Hilman Wahyudi, disekap oleh dua orang tak dikenal, Kamis (23/5/2019) malam di rumahnya di Kampung Karangtengah, RT 002 RW 009, Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Sontak, kasus penyekapan terhadap istri Ketua Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Cianjur, Hilman Wahyudi ini menjadi perhatian publik.

Dadan Bunyamin (39), warga setempat yang turut menyelamatkan korban menuturkan, ia mendapati korban sedang terikat di tiang penyangga toren atau penampung air di teras belakang rumah.

Sebelumnya, Dadan yang tengah berjualan mie ayam di pinggir jalan itu mengaku didatangi suami korban untuk meminta bantuan warga.

“Saya dan Pak Hilman dibantu ada tiga warga yang lain lalu datangi lokasi. Saya lewat belakang, sedangkan yang lain lewat depan,” jelasnya.

Tiba di belakang rumah, Dadan mendapati korban tengah terikat di besi penyangga toren di teras belakang, sedangkan kain yang menutup mulut korban terlihat sudah terlepas.

“Saya naik ke tembok tapi belum berani turun khawatir masih ada pelaku di dalam rumah. Tapi Bu Yanti minta saya mengecek anaknya yang ada di dalam rumah,” katanya.

Dadan kemudian mencoba memberanikan diri untuk turun kemudian melepaskan ikatan tangan korban.

“Saat itu saya tidak melihat orang lain (pelaku). Mungkin sudah kabur sebelum warga datang,” ujarnya.

Sementara, Bambang Hendra, saudara korban yang ditemui di rumah korban mengatakan, sengaja datang setelah mendengar kabar adiknya disekap semalam.

“Iya katanya disekap, tapi saya tidak tahu detil kejadiannya karena saya belum bicara banyak dengan adik saya,” katanya singkat kepada wartawan, Jumat (24/5/2019) pagi.

Pantauan Kompas.com di lokasi kejadian, Jumat pagi sendiri terlihat sepi. Pintu dan jendela rumah bercat hijau itu terlihat tertutup.

Sebelumnya, jajaran Polres Cianjur yang menangani kasus tersebut masih melakukan penyelidikan termasuk mendalami motif dari kejadian tersebut.

“Masih kami dalami, jika memang ada perkembangan kami informasikan lagi," kata Kasatreskrim Polres Cianjur AKP Budi Nuryanto kepada wartawan di lokasi kejadian, semalam.

Budi mengatakan, sejauh ini tidak ada dugaan motif yang mengarah pada profesi suami korban sebagai Ketua KPU Cianjur. “Doakan saja cepat terungkap," katanya.


Pewarta: Siti Cjr
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Wednesday, April 10, 2019

Redaksi sukabumiNews

Kasus Korupsi Dana Alokasi Khusus, Eks Bupati Cianjur Segera Disidang

Bupati nonaktif Cianjur Irvan Rivano Muchtar usai menjalani pemeriksaan lanjutan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (10/4). Irvan diperiksa sebagai tersangka untuk melengkapi berkas dalam kasus dugaan suap anggaran pendidikan dari para kepala sekolah di kawasan Cianjur. (merdeka.com/Dwi Narwoko)

sukabumiNews, JAKARTA – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merampungkan berkas perkara mantan Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar (IRM) yang merupakan tersangka kasus dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan Kabupaten Cianjur Tahun Anggaran 2018.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah menyampaikan, selain Irvan Rivano, berkas perkara tiga tersangka lainnya yakni, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur Cecep Sobandi, Kepala Bidang SMP di Dinas Pendidikan di Kabupaten Cianjur Rosidin, dan Kakak Ipar Bupati Cianjur bernama Tubagus Cepy Sethiady, juga telah beres alias P21.

"Hari ini dilakukan penyerahan tersangka dan barang bukti ke penuntutan," tutur Febri di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (10/4/2019), dikutip dari Liputan6.com.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) memiliki waktu 14 hari kerja untuk membereskan surat dakwaan Irvan Rivano dan tiga tersangka lainnya itu.

"Rencana sidang akan dilakukan di Bandung," jelas dia.

Sejauh ini, lanjut Febri, sudah ada 51 saksi yang diperiksa untuk keempat tersangka. Masing-masing tersangka sendiri telah diperiksa sebanyak dua kali.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ade Barkah. Pemanggilan terkait dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan Kabupaten Cianjur Tahun Anggaran 2018 yang melibatkan bupati nonaktif Cianjur Irvan Rivano Muchtar (IRM).

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyampaikan, Ade Barkah diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Irvan. "Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka IRM," tutur Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Senin (1/4/2019).

Febri belum menjelaskan kaitannya Ade Barkah dengan kasus tersebut. Diduga, Wakil Ketua DPRD Jawa Barat itu mengetahui kronologis atau konstruksi perkara ini.

Selain Ade Barkah, penyidik KPK juga memanggil saksi lainnya yakni, Sekretaris Bupati, Deny Nugraha; supir di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cianjur, Dadang Danul Huda; pihak swasta, Dede Juhaesih; dan notaris, Intan Rubyati Dewi.


Sumber:  Liputan6.com

Saturday, March 2, 2019

Redaksi sukabumiNews

Paskibraka SMPN 1 Kota Sukabumi Optimis Raih Prestasi di Kejuaraan Tingkat Jabar

sukabumiNews, CIKOLE – Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) asal Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Kota Sukabumi begitu optimis meraih prestasi pada lomba Paskibraka tingkat Jawa Barat yang akan di gelar di SMAN 1 Cianjur.

Optimisme mereka dibuktikan dengan semangat dan kekompakan ketigapuluh dua (32) anggota Paskibraka tersebut mulai dari persiapan selama tiga minggu berlatih, dibawah binaan Ujang Mulyana dan Abdul Mutholik selaku pelatih, hingga keberangkatannya hari ini, Sabtu (2/3/2019).

“Latihan dilakukan setiap selesai Kegiatan Belajar Mengajar (KBM),” kata Abdul Mutholik, salah satu pelatih utama Paskibraka di SMPN 1 itu, saat di temui Sukabuminews disela-sela pelepasan ke32 anggotanya menuju tempat perlombaan di SMAN 1 Cianjur.

Memang menurut Abdul, para Paskibraka di SMPN 1 selalu di didik untuk selalu konsisten menjaga sikap, semangat, dan kekompak, dalam satu ikatan kebersamaan dan rasa nasionalisme sejak dini.

Pelatih Utama Paskibraka itu juga mengatakan, hal yang paling utama dalam membentuk karakter yang tangguh bagi para anggota Paskibraka yaitu dengan menanamkan rasa kedisiplinan sejak dini. “Ketika kedisiplinan sudah tumbuh, maka karakter seorang Paskibraka yang sesungguhnya akan muncul dan menyatu dengan jiwa dan raganya,” jelasnya.

Dia juga mengatakan bahwa semua harus ditanamkan terlebih dahulu sejak dini agar karakter seorang Paskibraka sejati bisa menyatu dan tetap ada dalam sanubarinya sampai kapanpun.

Sementara itu, pembina Paskibra pada SMPN 1, Ujang Mulyana menuturkan, berbagai upaya penggodokan yang dilakukan pada anggota binaannya saat ini telah dirasakan hasilnya. Dimana di setiap perlombaan yang diadakan, baik di tingkat kota-kabupaten, provinsi, maupun tingkat nasional, anggota binaannya selalu meraih juara terbaik.
 "Pada tahun 2018, tepatnya pada 4 Februari, Paskibraka kita telah mengukir prestasi dengan meraih piala penghargaan sebagai Juara 1 terbaik tingakat Jawa Barat.,” ungkapnya.

Saat itu kejuaraan diselenggarakan di Sekolah Islam Al-Farhan di Desa/Kecamatan Kadudampit, dan diikuti ratusan paskibraka dari berbagai sekolah di Jawa Barat.

“Tentunya hal ini sangat membanggakan karena bisa membawa nama baik sekolah dan Kota Sukabumi,” tambah Ujang Mulyana.

Dikelaskan Ujang bahwa anggota Paskibraka yang dkirimnya hari ini dibagi dua regu. “Kami sebagi pembina sangat optimis, dengan semangat yang berkobar, akan memberikan hasil yang membanggakan," tukasnya.


[Pewarta: Azis. R]
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Thursday, January 3, 2019

Redaksi sukabumiNews

Korupsi Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar, KPK Periksa Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten

Kepala Dinas Pendidikan Cianjur Cecep Sobandi keluar menggunakan rompi tahanan usai memjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Kamis (13/12/2018). KPK resmi menahan empat orang tersangka terkait OTT di Cianjur yang diantaranya Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar, Kepala Dinas Pendidikan Cianjur Cecep Sobandi, Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Cianjur Rosidin, dan Kakak Ipar Bupati Cianjur Tubagus Cepy Sethiady dan mengamankan barang bukti Rp 1,5 miliar terkait gratifikasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan Kabupaten Cianjur TA 2018. TEIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
[Kepala Dinas Pendidikan Cianjur Cecep Sobandi keluar menggunakan rompi tahanan usai memjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Kamis (13/12/2018). KPK resmi menahan empat orang tersangka terkait OTT di Cianjur yang diantaranya Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar, Kepala Dinas Pendidikan Cianjur Cecep Sobandi, Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Cianjur Rosidin, dan Kakak Ipar Bupati Cianjur Tubagus Cepy Sethiady dan mengamankan barang bukti Rp 1,5 miliar terkait gratifikasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan Kabupaten Cianjur TA 2018. Foto: Tribunnews/Irwan Rismawan]
Cianjur, SUKABUMINEWS.net – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal memeriksa Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemerintah Kabupaten Cianjur Cecep Sobandi.

Cecep merupakan salah satu tersangka kasus dugaan korupsi terkait Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan Cianjur Tahun 2018. Namun kali ini ia akan menjalani pemeriksaan sebagai saksi.

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka IRM (Irvan Rivano Muchtar)," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Rabu (2/1/2019), dikutip dari tribunnews.

Selain Cecep, Kakak Ipar Bupati Cianjur bernama Tubagus Cepy Sethiady juga turut menjadi terperiksa. Ia bakal diperiksa sebagai saksi untuk tersangka yang sama.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan.

Irvan diduga memotong dana untuk pembangunan fasilitas sekolah yang ada di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Selain Irvan, KPK juga menetapkan tiga orang lainnya sebagai tersangka.

Mereka adalah Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur Cecep Sobandi, Kepala Bidang SMP di Dinas Pendidikan di Kabupaten Cianjur Rosidin, dan Kakak Ipar Bupati Cianjur bernama Tubagus Cepy Sethiady.

Irvan bersama sejumlah pihak diduga telah memotong pembayaran DAK Pendidikan Kabupaten Cianjur tahun 2018 sebesar 14,5 persen dari total Rp46,8 miliar.

Padahal, anggaran tersebut akan digunakan untuk membangun fasilitas pendidikan di 140 SMP di Kabupaten Cianjur. Beberapa di antaranya untuk pembangunan ruang kelas dan laboratorium.

Pemotongan dana tersebut diambil dari DAK Pendidikan yang telah dialokasikan kepada sekitar 140 sekolah di Kabupaten Cianjur. (sn/tribun)
close
close
close