Breaking
Showing posts with label RS Hermina. Show all posts
Showing posts with label RS Hermina. Show all posts

Saturday, August 24, 2019

Redaksi3

Ini Respon RS Hermina terhadap Keluhan Keluarga Pasien Asal Cireunghas

front office RS Hermina
sukabumiNews, SUKARAJA - Manajemen RS. Hermina Sukabumi merespon positif keluhan warga asal Cireunghas Linawati (34) terkait pelayanan tim medis saat menangani pengobatan dan operasi usus buntu untuk anaknya F (12). Manajemen RS. Hermina menyebut, masalah yang terjadi hanya miskomukasi.

"Kami merespon positif semua keluhan pasien. Tapi perlu diketahui, untuk masalah prosedur pengobatan dan operasi itu ada mekanismenya. Masalah yang terjadi hanya miskomunikasi," kata Dewi Puji Astuti, Humas RS. Hermina kepada sukabumiNews melalui sellulernya, Sabtu (24/08/2019).

Saat ini, lanjut Dewi, pasien bernama F sudah ditangani dengan baik dan masih harus menjalani serangkaian pengobatan di RS. Hermina setelah menjalani proses operasi besar. Keluarga F tutur Dewi, harus bersabar untuk menunggu hasil Lab dari Bandung. Nantinya, Sambung Dewi, hasil Lab akan menjadi dasar penentu bakteri apa yang menggerogoti luka di tubuh F, sehingga F bisa diberikan obat yang sesuai dengan kadar penyakitnya.

"Masalah seperti ini cukup sering terjadi dan kami dapati tidak hanya usus buntu, tapi ada juga yang melahirkan. Pertama dokter akan mengambil sumber penyakitnya, lalu dianalisis, selanjutnya baru diberikan obat. Saat ini, F kita tangani dengan penuh kehati-hatian," jelas Dewi.

Sementara di waktu terpisah dalam pertemuannya dengan sukabumiNews, dr. Hilman Ruhyat, Manajer RS. Hermina mengungkapkan, bahwa pihak Manajemen selalu membuka ruang untuk mengakomodir keluhan-keluahan pasien. Baginya, keluhan itu tidak hanya yang bersifat pengobatan saja, masalah administrasi pun pihaknya bisa membantu. Asalkan, kata Dia, tetap menempuh prosedur yang disyaratkan.

"Terkait masalah pasien F, kami masih belum bisa menyimpulkan hasil luka nya karena masih menunggu hasil Lab. Untuk masalah keluhan lain, kami bisa bantu ringankan tapi tetap harus menempuh prosedur," ungkap dr. Hilman.

Diberitakan sebelumnya, RS. Hermina Sukabumi dinilai tidak profesional oleh keluarga Linawati karena dianggap gagal dalam menjalankan operasi anaknya yang terkena usus buntu, sehingga harus dilakukan operasi kedua kalinya pada (21/08/2019) lalu. Lina juga menyesalkan, lantaran dengan kejadian itu, pihaknya harus membayar kembali uang untuk operasi sebesar Rp.7 juta ditambah dengan biaya-biaya lain selama menunggu hasil Lab dari Bandung.


BACA:
Warga Cireunghas Mengeluh, Pelayanan RS Hermina Sukabumi Tidak Profesional


Pewarta: Azis R.
Editor: Agus Setiawan
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Thursday, August 22, 2019

Redaksi3

Warga Cireunghas Mengeluh, Pelayanan RS Hermina Sukabumi Tidak Profesional

kecewa
F (12) bersama ayah (kanan) dan ibu kandungnya (berdiri) merasa kecewa dengan pelayanan RS. Hermina Sukabumi.  
sukabumiNews, SUKARAJA - Warga asal Kp. Pojok RT 01, RW 01, Desa Cireunghas, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, Linawati (34) mengeluhkan pelayanan RS. Hermina Sukabumi yang dinilai tidak profesional dalam menangani penyakit anaknya berinisial F (12).

"Saya membayar cash biaya operasi lalu Rp.9 juta. Bukannya sembuh, penyakit anak saya malah semakin parah,” ungkap Linawati (34) kepada sukabumiNews ditemui di RS. Hermina Sukabumi di Jl. Cibeureum Sukaraja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, Rabu (21/08/2019) petang.

Sebelumnya, F, oleh dokter RS. Hermina Sukabumi didiagnosis menderita usus buntu dan harus segera dilakukan operasi.

“Hari ini, anak Saya dinyatakan harus dioperasi kembali karena ada cairan nanah yang harus dibuang, biayanya Rp.7 juta. Padahal waktu itu, diagnosisnya jelas dan hanya cukup dioperasi satu kali," jelas Linawati.

Kepada sukabumiNews Linawati menceritakan kronologi kejadian hingga mengakibatkan F harus dioperasi kembali dengan biaya yang tidak murah.

Menurut Lina, pada Kamis minggu lalu, anaknya diperiksa oleh dokter bernama Azmi dan langsung dinyatakan menderita usus buntu sehingga harus dioperasi.

Waktu itu, tutur Lina, sebagai Ibu pasien, dirinya disuruh membayar biaya operasi sebesar Rp.9 juta, namun setelah syarat administrasi itu dipenuhi, anaknya tak kunjung mendapat penanganan hingga berjam-jam.

Melihat kejadian itu, keluarga besar Lina tidak terima dengan pelayanan pihak rumah sakit dan lansung marah-marah sehingga membuat pihak manajemen RS. Hermina menegur para staf yang menangani F di ruang operasi. Tak lama kemudian, tim dokter langsung menangani proses operasi F.

"Pelayanannya tidak baik padahal kita sudah bayar. Sepulang dari sana (RS. Hermina), anak saya terus menerus merasakan sakit dan sulit tidur. Kata dokter yang pertama cukup operasi, tapi kenapa anak saya harus dioperasi kembali karena ada infeksi yang belum sembuh?," keluh Lina seraya merasa dipermainkan oleh dokter pada pelayanan RS. Hermina Sukabumi.

biaya rumah sakit
Sementara, total biaya operasi dan obat yang telah dikeluarkan oleh Lina sudah mencapai Rp.17 jutaan. “Rinciannya, Rp.15 juta untuk biaya operasi dan sisanya pembelian obat,” terang Lina.

Dihubungi terpisah melalui sellulernya, staf informasi RS. Hermina, BM mengatakan, pihaknya tidak berkapasitas menjawab konfirmasi sukabumiNews, namun akan menyambungkan terlebih dahulu kepada pihak manajemen. Hingga berita ini ditayangkan, pihak RS. Hermina masih belum memberikan klarifikasi.

Dan hingga berita ini ditayangkan, pihak RS. Hermina juga dikabarkan masih belum menangani F secara serius lantaran keluarga F belum bisa memenuhi biaya sebesar Rp.7 juta untuk membuang cairan nanah yang terdapat pada F.


BACA Juga:
Ini Respon RS Hermina terhadap Keluhan Keluarga Pasien Asal Cireunghas


Pewarta : Azis R
Editor : Agus Setiawan
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
close
close
close