Breaking
Showing posts with label PDIP. Show all posts
Showing posts with label PDIP. Show all posts

Monday, September 2, 2019

Redaktur

Usai Dilantik, Politisi PDIP Kota Sukabumi Akui Masih Banyak "PR" Belum Diselesaikan

Sekretaris DPC PDIP Kota Sukabumi Gagan Rahman
Anggota DPRD Kota Sukabumi dan Sekretaris Jenderal DPC PDIP Kota sukabumi Gagan Rachman Suparman S, Sos bersama Isteri dan Keluarga, berfoto usai dilantik, Senin (2/9/2019) | FOTO: Azis R/sukabumiNews.  
sukabumiNews, GUNUNGPUYUH – Politisi yang juga sekaligus menjabat sebagai sekretaris Jenderal DPC PDIP Kota Sukabumi, Gagan Rachman Suparman, S. Sos., yang akrab disapa Bah Gagan mengaku, masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus diperhatikan dan dituntaslan oleh DPRD Kota Sukabumi. Dia menyebut, pembangunan infrastruktur, penertiban wilayah dan soal revitalisasi fungsi pasar masih belum tuntas pengerjaannya.

Pernyataan Bah Gagan itu disampaikan kepada sukabumiNews sesaat setelah acara pelantikan di Gedung Anton Soedjarwo Stukpa Polri, Bhayangkara, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, Senin (02/09/2019).

BACA Juga: 35 Anggota DPRD Kota Sukabumi 2019 Resmi Dilantik

"Masih banyak PR yang harus kita kerjakan. Terlebih bagi kami yang pernah menjabat di sini (DPRD Kota Sukabumi) untuk melanjutkan kembali program-program yang belum kelar terkait pembangunan dan penataan wilayah di Kota Sukabumi," ungkap Bah Gagan.

DPC PDIP Kota Sukabumi, lanjut Dia, saat ini memiliki 4 kursi padahal sebelumnya ada 6 kursi. Terkait penurunan itu, Dia menegaskan akan bekerja keras membesarkan PDIP di Kota Sukabumi agar bisa semaksimal mungkin mengabdi kepada masyarakat. "Kita tetap semangat dan akan semaksimal mungkin mengabdi kepada warga Kota Sukabumi," tegasnya.

Terkait aksi yang akan digelar oleh Mahasiswa Se-Kota Sukabumi pasca pelantikan anggota DPRD terpilih, Bah Gagan bepesan agar para mahasiswa itu, selalu tertib dan bijak dalam menyampaikan berbagai persoalan di panggung orasi.

"Tindakan mereka dilindungi undang-undang. Kita sangat mendukung aksi mereka, namun tetap harus berjalan tertib dan bijak," ujar Bah Gagan menutup komunikasi dengan sukabumiNews.

BACA Juga:
Liga Mahasiswa Gelar Aksi Demo Kritisi Kinerja DPRD Kota Sukabumi


Pewarta: Azis R.
Editor: Agus Setiawan.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Saturday, May 11, 2019

Redaksi sukabumiNews

PDIP Tuding KPU Gelembungkan Suara untuk PKS

sukabumiNews, BEKASI – Dugaan penggelembungan suara DPR RI untuk Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang dilakukan secara terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) saat Rekapitulasi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) untuk 4 kecamatan di Kabupaten Bekasi, disinyalir diamankan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bekasi.

Pasalnya, Komisioner KPU yang diduga berafiliasi dengan Caleg DPR RI dari PKS selalu membela PPK Cibitung, PPK Cikarang Barat, PPK Babelan dan terakhir PPK Tambun Selatan, untuk tidak membuka kotak suara.

Pasalnya, data C1-Salinan DPR RI milik saksi PDI Perjuangan saat Rekapitulasi di PPK ada ratusan TPS untuk 1 Kecamatan tidak sinkron dengan DAA-1 (Desa) yang sudah diinput PPK. Sehingga saat mengajukan keberatan untuk bongkar kotak suara, namun ditolak oleh KPU dan PPK.

“Yang anehnya lagi Komisioner KPU Kabupaten Bekasi hendak mengintervensi untuk tidak membuka kotak suara DPR RI, saat Pleno Rekapitulasi di PPK Tambun Selatan,” kata kader PDI Perjuangan, Munan Supriyanto kepada wartawan.

Munan mengungkapkan, usai ada kesepakatan dengan para saksi, Panwascam, dan PPK Tambun Selatan. Namun, tiba-tiba seolah membisikkan Ketua PPK, Sahil untuk menyerahkan Rekapitulasi agar dilakukan KPU Kabupaten Bekasi, hal itu terlihat saat komisioner hadir di tempat rekapitulasi PPK.

Munan yang menyaksikan langsung saat Pleno Rekapitulasi di PPK Tambun Selatan, akhirnya membuktikan dugaan adanya penggelembungan suara untuk PKS di TPS 03 Desa Mangunjaya. Karena, PPK dan PPS Mangunjaya tidak bisa membuktikan C1-Hologram dan C1 Plano Hologram yang tidak ada didalam kotak suara.

“Untuk membuktikan adanya dugaan kecurangan, akhirnya saksi PDI Perjuangan dengan saksi partai lain hingga PPK serta Panwascam membongkar 5 kotak suara. Dan 1 TPS tidak ada C1-Plano dan C1-Hologram,” ucap Munan.

“Kecurigaan kita menjadi besar adanya pengelembungan suara, karena data otentik selain surat suara yang sudah dicoblos tidak ada. Akhirnya ditunda tanpa hitung surat suara yang sudah dicoblos,” tuturnya.

Sekadar diketahui, Pasal 505 Undang-undang Pemilihan Umum Tahun 2017 disebutkan, Anggota KPU, KPU Provinsi, KPU Kabupaten/Kota, PPK, dan PPS yang karena kelalaiannya mengakibatkan hilang atau berubahnya berita acara rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara dan/atau sertifikat rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun dan denda paling banyak Rp12.000.000,00 (dua belas juta rupiah).

BACA Juga: Kejahatan Partai Politik Pemilu 2019


Pewarta: Okezone.com

Sunday, April 7, 2019

Redaksi sukabumiNews

UU Berbau Islam Selalu Ditolak PDIP, Ini Bantahan Ribka Tjiptaning

sukabumiNews, CISAAT – Belakangan ini, kita sering mendengar berita bahwa Undang-Undang (UU) atau pun Rancangan Undang-Undang (RUU) yang berbau Islam selalu ditolak oleh Partai Demokrai Indonesia Perjuangan (PDIP), dari UU Pendidikan, UU Ekonomi Syariah, UU Jaminan Produk Halal untuk Obat dan Makanan, sampai UU Pornografi pun ditolaknya. Padahal, terkait pornografi, semua umat beragama apapun di Indonesia, tentu tidak akan ada yang mau menerima.

Baru-baru ini juga kita dengar bahwa Fraksi PDIP di DPR RI tidak mendukung adanya Rencana Undang Undang (RUU) Pesantren dan Pedidikan Agama untuk disahkan menjadi Undang Undang.

Terkait hal ini Anggota DPR RI yang juga Ketua Bidang Sosial dan Penanggulangan Bencana Partai Demokrasi Perjuangan (PDIP), Dr. Ribka Tjiptaning menyangkal jika Fraksinya di DPR RI tidak mendukung adanya Rencana Undang Undang (RUU) Pesantren dan Pedidikan Agama untuk disahkan menjadi Undang Undang.

Bahkan ia menegaskan, jika ada yang menyatakan bahwa selaku Politisi PDIP, ia beserta partainnya menolak Undang-Undang Pendidikan Agama dan Pondok Pesantren itu, tidak benar.

"Aneh-aneh saja pertanyaannya,” ucap Ribka seraya terbahak tertawa ketika diminta tanggapan oleh sukabumiNews terkait isu tersebut, usai menghadiri acara Sosialisasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bersama Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) Cabang Sukabumi di salah satu Gedung di Jl. Lingkar Selatan, Sabtu (6/4/2019).

“Iseng amat sih, hoax itu tidak benar, mau di bilang apa-apa juga tidak apa, ga penting dan tidak usah dilayani," ucap politikus yang sempat menulis buku "Aku Bangga Jadi Anak PKI" itu.

“Bahkan saya yang membuat BLK (Balai Latihan Kerja, red) di enam titik di wilayah Kabupaten Sukabumi untuk Pondok Pesantren seperti di daerah Ciracap, Pabuaran, Gegerbitung, Caringin, Cisolok dan Palabuhanratu,” akunya Ketua Komisi IX DPR RI itu


Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Monday, December 10, 2018

Redaksi sukabumiNews

Caleg DPR RI Dapil Aceh I, Dwi Luhnuari Aktif Gelar Silaturahmi

Dwi Luhnuari Jumwati SE alias Nunuk merupakan Caleg DPR RI dari partai PDIP Nomor Urut 3 untuk Dapil Aceh I yang meliputi dari 15 kabupaten kota, yaitu Pidie Jaya, Pidie, Aceh Besar, Banda Aceh, Sabang, Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Simeleu, Abdya, Aceh Selatan, Singkil, Subullussalam, Aceh Tenggara, dan Gayo Lues.
Gayo Lues (ACEH), SUKABUMINNEWS.net - Calon Legislatif (Caleg) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Dapil Aceh I,  Dwi Luhnuari gencar melakukan silaturahmi. Seperti halnya kali ini, ia melakukan silaturahmi bertemu dengan masyarakat Desa Bengkik Kecamatan Blang Pegayon, Kabupaten Gayo Lues, belum lama ini.

Hadir pada kegiatan silaturahmi tersebut Sekretaris Desa (Sekdes) Gampong, Yusman, Tokoh Pemuda beserta masyarakat sekitar Desa Mengkek .

Terkait kegiatan ini Sekdes Gampong, Yusman menjelaskan, kegiatan silaturrahmi seperti yang dilakukan caleg ini memang sangat bermanfaat. “Selain bisa langsung dekat dengan masyarakat, juga bisa mendengar langsung keluhan- keluhan dari masyarakat, dan kami sangat senang atas kedatangan langsung ke kampung halaman kami," ucap Yusman kepada sukabumiNews di sela-sela acara.

"Dan kita berharap di Gayo Lues ini ada orang yang bisa menciptakan solusi untuk mengurangi angka pengangguran, karna angka pengangguran disini cukup banyak," katanya.

Sementara itu Dwi Luhnuari saat diminta tanggapan mengenai keinginan warga dan tujuan dirinya maju menjadi caleg di Pileg 2019 mengatakan, hal itu sudah menjadi pemikirannya. "Karena tujuan saya maju ke Pileg 2019 diantaranya yaitu untuk meningkatkan sektor ekonomi produktif bagi masyarakat,” kata Dwi.

Selain itu jelas Dwi, layanan kesehatan, pendidikan,serta pengelolaan sumber daya alam juga perlu ditingkatkan. “Tentunya semua itu tidak terlepas dari cita-cita untuk menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman sebagai kultur dari masyarakat Aceh," tambah wanina yang lebih akrab di sapa Nunuk itu.

Dwi Luhnuari Jumwati SE alias Nunuk merupakan Caleg DPR RI dari partai PDIP Nomor Urut 3 untuk Dapil Aceh I yang meliputi dari 15 kabupaten kota, yaitu Pidie Jaya, Pidie, Aceh Besar, Banda Aceh, Sabang, Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Simeleu, Abdya, Aceh Selatan, Singkil, Subullussalam, Aceh Tenggara, dan Gayo Lues.

Pewarta: Amin lingga
Editor: Red.
close
close
close