Breaking
loading...
Showing posts with label Kabupaten Sukabumi. Show all posts
Showing posts with label Kabupaten Sukabumi. Show all posts

Friday, August 23, 2019

Redaktur sukabumiNews.net

Laga Kedua Grup C Liga 3 Kasta 1 Jabar, Pertandingan Bintang Timur FC VS Benpica FC Berlangsung Sengit

Bintan Timur FC
sukabumiNews, CISAAT - Bintang Timur FC yang menjadi kebanggan Kabupaten Sukabumi berhasil menguasai lapangan di menit-menit babak pertama pada laga kedua grup C Liga 3 Kasta 1 Jabar, dan membuat sang lawan Benpica FC Karawang sempat kewalahan.

Pertandingan laga kedua di kasta liga tiga yang digelar di stadion sepakbola Korpri di Cisaat, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (22/08/2019) sore hari tadi berlangsung sangat sengit.

Pada menit awal pertandingan kick-of tim kesebelasan besutan Endang S Fredy ini berhasil menguasai lapangan hijau. Namun, karena pertahanan dari Benpica FC cukup kuat, beberapa peluang emas BT FC berhasil digagalkan oleh pemain belakang Benpica FC Karawang. Tendang-tendangan yang mengarah ke arah gawang Benfica FC berhasil ditepis penjaga gawang Ahmad Saebani. Hingga pluit akhir babak pertama ditiup, kedudukan masih bertahan imbang.

Keadaan terlihat masih berlangsung imbang sampai babak kedua hampir berakhir. Kedua tim berjuang keras untuk merebut tiga poin dari pertandingan tersebut. Saat menit ke 72 tiba, pertahanan BT FC mulai longgar dan nyaris hilang keseimbangan karena pemain belakang BT FC Muhammad Haekal berbuat kesalahan hingga dikeluarkan wasit dari lapangan.

Kenyataan pahit itu dimanfaatkan baik oleh pemain belakang Benpica FC, Barsah Alamsah yang memiliki nomor punggung 4. Alamsah akhirnya berhasil menjebol jaring penjaga gawang Ahmad Faiz pada menit ke-82 melalui tendangan bebas.

Tidak lama setelah gol pertama Benpica PC Karawang, pada menit ke-89, Benpica kembali berhasil menyarangkan bola pada gawang BT FC melalui tendangan kapten Dian Taufik Hidayat hingga kedudukan berakhir menjadi 0-2. Sampai peluit panjang babak kedua ditiupkan wasit, kedudukan berakhir 0-2 dan kemenangan untuk Benpica FC Karawang.

Menyikapi keadaan yang di luar dugaan, Pelatih Bintang Timur FC Endang S Fredi menyatakam, hasil pertandingan kali ini di luar prediksinya. Sebelumnya, kata Dia, Timnya sangat optimistis bisa mencuri tiga point' dari Benpica FC Karawang. Namun ternyata, dewi portuna lebih berpihak kepada Benpica FC. Meski demikian, Dia tidak lantas berkecil hati lantaran masih tersisa empat pertandingan untuk putaran pertama.

"Peluang meraup poin untuk Bintang Timur FC masih besar. Meskipun kita baru mengantongi satu poin, kita akan buktikan kemenangan pada pertandingan laga tandang berikutnya melawan BM Cibinong di lapang Persikabo pada tanggal 27 Agustus mendatang," pungkasnya optimis.

BACA Juga:


Pewarta: Azis R
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Wednesday, August 21, 2019

Redaksi3

Wabub Adjo Sambut Kepulangan Jemaah Haji 2019 Penuh Syukur


Wabup Adjo Sardjono
sukabumiNews, CIKEMBAR – Wakil Bupati Sukabumi, H. Adjo Sardjono menyambut penuh syukur atas kepulangan ratusan jamaah haji kloter 15 yang tiba di Sukabumi hari ini, Rabu 21 Agustus 2019. Penyambutan kepulangan jemaah haji 2019 sesi pertama itu, dilaksanakan di Asrama Pusbangdai Cikembang, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (21/08/2019).

"Alhamdulillah, kepulangan jemaah haji kloter 15 berjalan lancar dan mereka kembali dalam keadaan sehat wal afiat. Kami sangat bersyukur melihatnya. Semoga perjalanan ibadah mereka menjadi mabrur," ungkap H. Adjo kepada Wartawan saat menyambut kepulangan ratusan jemaah haji kloter 15 di Pusbangdai Cikembang.

H. Adjo juga menuturkan, dalam perjalanan ibadah di mekkah, ada beberapa jamah haji yang meninggal dunia di sana. Namun, kata Dia, pihak keluarga masing-masing sudah mengikhlaskan.

"Ada yang meninggal waktu menunaikan ibadah di sana. Kita do'akan dan ikhlaskan kepergiaan mereka agar mendapatkan keridhoan Allah SWT untuk mendapatkan Surga-Nya,"tutur H. Adjo Sardjono.

H. Adjo juga mengatakan pembinaan bagi para jamaah haji baru kembali ke daerahnya. Mereka kata Dia, nantinya akan menjadi warga binaan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI). Karena menurut H. Adjo, pembinaan para haji harus dilakukan guna menjaga kemabrurannya.

"Mereka nantinya akan dibina oleh IPHI dan akan dijaga kesehatannya. Jadi, nanti kalau ada yang sakit bisa langsung mendatangani Puskesmas di wilayah masing-masing," papar Wabub Adjo.

Sementara Kepala Kemenag Kabupaten Sukabumi, Drs. H. Abas Resmana, M. Si. mengungkapkan, kepulangan kloter haji ke-15 berjumlah 404 jemaah. Mereka kata Dia, dalam keadaan baik dan dipastikan langsung kembali ke rumahnya masing-masing.

"Kami bersyukur kepada Allah SWT atas dilancarkannya kepulangan para jemaah haji hari ini. Semoga mereka menjadi haji yang mabrur dan penuh berkah berkah," ungkapnya.

BACA Juga:
Kepala Kemenag Kabupaten Sukabumi Sebut Pelepasan Jemah Calhaj Kloter 59 Paling Produktif


Pewarta : Azis R
Editor : Agus Setiawan
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Monday, August 19, 2019

Redaksi3

Pertandingan Liga 3 Jabar, Bintang Timur FC Sukabumi VS Depok United Berakhir Draw


pertandingan sepak bola
sukabumiNews, CISAAT - Pertandingan Sepak Bola Laga perdana Liga 3 Kasta 1 Jawa Barat antara Club Bintang Timur FC Kabupaten Sukabumi melawan Club Depok United yang bermain di Stadion Korpri Cisaat Kabupaten Sukabumi Jawa Barat berlangsung seru, Senin (19/8/2019).

Di menit awal pada pertadingan laga perdana, Tim sepakbola yang menjadi kebanggaan Kabupaten Sukabumi, anak-anak asuhan Endang S Fredy ini berhasil melakukan manuver serangan kick-off dan menguasai lapangan, hingga pada menit ke 40 babak pertama, akhirnya tendangan keras dari Ardiansyah Aldo diluar kotak penalty berhasil merobek gawang Depok United.

Sekors menjadi 1 – 0 untuk Club Bintang Timur FC. Kedudukan tidak berubah hingga akhir babak pertama.

Pada 45 menit kedua, pertarungan semakin sengit, skuad asuhan Zulhandikar Batubara, Depok United mulai menemukan kepercayaan diri, hingga pada akhirnya dimenit ke-51 Gilang Pramudia berhasil membalas kekalahan hingga posisi imbang 1-1.

Namun keberadaan skors tersebut tidak berlangsung lama. Pada menit ke 76, Bintang Timur FC melalui tendangan bebas Ardiansyah Aldo kembali berhasil melayangkan si kulit bundar ke gawang Depok United hingga kedudukan berubah menjadi 2-1 untuk kemenangan Kesebelasan Kabupaten Sukabumi.

Menjelang menit akhir, tempo permainan dari kedua tim semakin panas, wasit mengeluarkan sejumlah kartu kuning bagi kedua tim, dan akhirnya pada menit ke 86, kesebelasan Depok United melalui tendangan bebas Ryan Maulana kembali berhasil membobol gawang yang dijaga ketat Yuda Hermawan hingga kedudukan kembali imbang menjadi 2-2.

Hingga akhir pertandingan wasit meniup peluit panjang kedudukan masih tetap tidak berubah dengan hasil imbang 2-2.

Tim Bintang Timur FC
Pelatih dan pemain Bintang Timur FC


Pewarta: Azis R.
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Friday, August 16, 2019

Redaksi3

Warga Tegaldatar Lengkong Alami Krisis Air Bersih

krisis air
Seorang ibu rela berjalan ratusan meter demi mendapatkan air (kiri). Sementara seorang warga lain sedang menuangkan sedikit demi sedikit air sungai ke jerigen untuk dikumpulkannya kembali di rumah (tengah) dan seorang warga yang kedapatan sedang mandi (kanan). [FOTO: Rully/jurnalisme warga]  
sukabumiNews, LENGKONG - Kekeringan di Kabupaten Sukabumi Jawa Barat terlihat semakin parah. Dari 47 kecamatan yang tersebar di Kabupaten Sukabumi, 20 diantaranya mengalami krisis air bersih.

Adalah Rully Nurdiansyah, salah satu tokoh pemuda asal Tegaldatar Desa Neglasari, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi, kepada sukabumiNews menuturkan, akibat kekeringan yang melanda, warga setempat hanya bisa pasrah. Anggota BPD yang berada di Kp. Tegaldatar RW 05 dusun III yang diharapkan bisa membantu membawa aspirasi warga, kata Rully, tidak satupun yang dapat bergerak.

“Tidak ada usaha untuk mengajukan keberadaan ini kepada pihak terkait terutama kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD). Sedangkan keluhan warga harus di tindaklanjuti oleh para pemimpin desa setempat," ujar Rully, melalui Selulernya, Jum'at (16/8/2019).

Rully juga mengungkapkan, warga di Kp. Tegaldatar, RT 19/5, terpaksa menggunakan air sungai Cikaso Cikaler untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti mencuci, mandi, bahkan untuk kebutuhan masak sekali pun.

Sejak dua bulan terakhir, tutur Dia, warga di kampung tersebut setiap harinya rela berjalan ratusan meter menuju Sungai Cikaso untuk sekedar mengambil air.

“Setiap pagi dan sore, warga disini selalu berjalan ke sungai Cikaso untuk mencuci dan mandi. Bahkan, warga juga terpaksa harus membuat lobang di pinggiran sungai untuk menampung resapan air yang kian kini kian berkurang. Setelah terkumpul, warga mengambilnya untuk kebutuhan memasak dan minum,” papar Rully.

Dia menambahkan, ada sekitar 140 Kepala Keluarga (KK) dari 450 jiwa, setiap harinya mengambil air di sungai yang juga keberadaannya sudah kering tersebut. Air yang sudah diambil warga, tambah dia lagi, sebelum dikonsumsi, mereka tamping dalam jerigen atau toren. Kemudian digunakan untuk keperluan mandi, cuci dan memasak.

“Saat ini hampir 90 persen warga disini menggantungkan diri untuk mencukupi kebutuhan air sehari-harinya ke sungai Cikaso. Ya kalau warga mampu sih, bisa beli air isi ulang. Tetapi bagi warga yang tak punya uang, terpaksa pakai air selokan yang diendapkannya terlebih dahulu,” imbuhnya.

Rully mengaku, keberadaan seperti ini sudah sudah berulang kali dilaporkannya kepada pemerintah Desa Neglasari. Namun, kata Rully, entah alasan apa hingga saat ini belum juga ada respon. “Kami berharap pemerintah dapat segera memberikan bantuan air bersih atau membangun sumur bor di lokasi perkampungan ini. Sehingga, saat musim kemarau warga tidak mengalami krisis air bersih seperti sekarang,” harapnya.

Menyikapi kondisi seperti, Camat Lengkong, Agung Budiman mengaku belum mengetahui secara pasti mengenai kondisi warganya yang memanfaatkan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari. Sebab kata dia, sampai detik ini pihaknya belum mendapat laporan secara resmi dari pemerintah desa setempat.

“Kalau musim kemarau, pasti banyak warga yang mengalami krisis air bersih. Namun bagi warga yang memanfaatkan air sungai untuk kebutuhan memasak dan minum, saya baru mengetahui sekarang. Terlebih lagi, saya baru dua pekan bertugas disini,” kilahnya.

Kendati demikian, pihaknya akan mengintruksikan kepada petugas untuk meninjau lokasi perkampungan tersebut. Camat akan meminta kepada pemerintah desa untuk segera membuatkan surat permohonan bantuan air bersih. “Nanti, akan kami tindak lanjuti kepada BPBD agar dapat bantuan air bersih,” tutupnya.


Pewarta : Azis R
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Thursday, August 15, 2019

Redaktur sukabumiNews.net

F-Hukatan KSBSI Tegaskan SCG Tak Berhak Berhentikan Pekerja Outsourcing

F-Hukatan KSBSI
sukabumiNews, LEMBURSITU - Federasi Kehutanan Industri Umum Perkayuan, Pertanian dan Perkebunan, Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (F-Hukatan KSBSI) menegaskan bahwa pihak PT. Siam Cement Group (SCG) tidak berhak melakukan tindakan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada 74 karyawan yang menjadi pekerja Outsourcing di perusahaan mitra SCG.

"Yang berhak mengambil tindakan PHK seharusnya perusahaan pemberi jasa bukan perusahaan pengguna jasa. Selain itu, harus jelas duduk perkaranya ketika perusahaan akan melakukan PHK, ada mekanismenya," terang ketua 
F-Hukatan KSBSI, Nendar kepada sukabumiNews sesaat setelah melakukan dengar pendapat (hearing) di Kantor Disnakertrans Kabupaten Sukabumi, jln LEMBURSITU Kota Sukabumi Jawa Barat, Kamis (15/08/2019).

Jadi,  tegas Nendar, SCG telah keliru dalam mengambil keputusannya itu.
Ketua F-Hukatan KSBSI Nendar Supriatna
Ketua Federasi Kehutanan Industri Umum Perkayuan, Pertanian dan Perkebunan, Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (F-Hukatan KSBSI), Nendar Supriatna saat diwawancarai usai melakukan audiensi.  
Nendar menjelaskan, duduk persoalan yang membuat para pekerja resah, berawal dari sikap dan kebijakan kesewenang-wenangan manajemen PT. SCG yang berani memunculkan 74 nama pekerja Outsourcing sebagai daftar penerima PHK, tanpa melalui mekanisme dan prosedur yang jelas.

Nendar menyebut, pihak pertama yang harus bertanggung jawab adalah oknum HRD PT. SCG lantaran dinilai telah bertindak di luar kepatutan.


Oknum HRD itu, kata Nendar, diduga telah membuat data palsu terkait daftar 74 pekerja yang diklaim memiliki catatan kinerja tidak baik.

"Padahal setelah dicek, dari data finger print, absensi dan slip gaji, para pekerja itu dalam keadaan baik dan bertanggung jawab menjalankan kewajibannya saat bekerja di perusahaan itu," bebernya.

Melihat bukti tersebut, Nendar menyimpulkan bahwa tidak ada data pelanggaran yang dilakukan pekerja. Bahkan berdasarkan bukti diatas, dia mengatakan bahwa apa yang telah dituduhkan kepada para pekerja adalah fitnah.


"Makanya, tadi sore kami minta difasilitasi oleh pihak Disnakertrans agar bisa beraudensi langsung dengan pihak direksi Semen Jawa. Hasilnya, perwakilan perusahaan tidak memiliki kapasitas menjawab tuntutan kami, jadi kami masih akan menunggu keputusannya hingga beberapa hari ke depan," pungkas Nendar.



Pewarta : Azis R
Editor : Agus Setiawan
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Saturday, August 10, 2019

Redaksi sukabumiNews

DPC SPI Lakukan Audiensi Sekaitan dengan Lahan Pertanian HGU yang Digarap oleh Para Petani di Kabupaten Sukabumi

DPC SPI dan Bupati Sukabumi
Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami, (ketiga dari kiri, depan) merespon positif pendampingan DPC SPI yang disampaikan melaui Ketua DPC SPI Kabupaten Sukabumi, Rozak Daud (berdiri di samping kiri Bupati). FOTO: dok. Istimewa*  
sukabumiNews, WARUDOYONG – Pengurus Dewan Pimpinan Cabang Serikat Petani Indonesia (DPC SPI) Kabupaten Sukabumi melakukan Audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Sukabumi terkait beberapa hal sehubungan dengan lahan pertanian HGU yang digarap oleh para petani di Sukabumi.

Persoalan tersebut disampaikan Rozak Daud selaku perwakikan Pengurus DPC SPI saat diterima Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami di Pendopo Kabupaten Sukabumi yang berlokasi di Kelurahan Nyomplong, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, Jawa Barat, belumlama ini.

"Kami menyampaikan beberapa hal terkait agraria dilahan perkebunan yang di garap oleh para petani, masalah HGU ada 17 titik, yang didampingi oleh DPC SPI ada 4 prioritas HGU, Harapan kedepan persoalan yang sihadapi petani bisa ada solusinya" jelas Rozak

Mananggapi persoalan tersebut, Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami merespon potitif masukan, sekaligus usulan yang disampaikan oleh pengurus Dewan Pimpinan Cabang Serikat Petani Indonesia (DPC SPI) Kabupaten Sukabumi itu.

Menurutnya, persoalan tersebut menjadi prioritas pendampingan dari DPC SPI dalam menyelesaikan persoalan antara petani dengan pihak perkebunan.

Marwan Hamami menyatakan bahwa reformasi agraria telah menjadi perhatian dari Presiden khususnya permasalahan pertanian. Kendati demikian tutur Marwan, pada prosesnya harus sesauai dengan peraturan.

"Persoalan administrasi harus sesuai peraturan, perubahan perubahan HGU juga harus diperhatikan sehingga dibutuhkan komunikasi epektif dari BPN," katanya.

Bupati juga berharap melalui komunikasi yang baik persoalan lahan yang digarap oleh masyarakat secepatnya bisa diselesaikan.

Hadir mendampingi Bupati, Asisten Sekda Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Kadis Pertanian, Kadis Pertanahan dan Tata Ruang, Kadisnakertrans, Kasatpol PP, Kepala Badan Kesbangpol, Kabag KPI, Kabag Humas Protokol Administrasi, Kabag Tapem serta Kabid Kominfo.


Pewarta: Nanan S.
Editor: AM
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
close
close
close