Breaking
Showing posts with label Kabupaten Sukabumi. Show all posts
Showing posts with label Kabupaten Sukabumi. Show all posts

Wednesday, January 30, 2019

Redaksi sukabumiNews

Anggota Bhayangkari Cabang Sukabumi Lakukan Kunker Ke Ranting dan Kunjungi PT. Daehan Global

sukabumiNews, CIBADAK –  Anggota Bhayangkari Cabang Sukabumi melaksanakan kunjungan kerja (kunker) ke pengurus ranting. Dipimpin langsung ketuanya Nyonya Angelia Nasriadi, kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara pengurus Cabang dengan Ranting agar saling dekat, kenal satu sama lainnya.

“Manakala ada sesuatu hal yang memang harus di koordinasikan dari pengurus Ranting kepada Pengurus Cabang, maka dengan mereka tidak merasa canggung untuk menyampaikannya.”.

Demikian dikatakan Ketua Bhayangkari Cabang Sukabumi Nyonya Angelia Nasriadi kepada sukabumiNews saat kegiatan ‘Tatap Muka Ketua Bhayangkari Cabang Sukabumi Dalam Rangka Kunjungan Kerja ke Pengurus Bhayangkari Cabang Cibadak’, di Cibadak Kabupaten Sukabumi, Rabu (30/1/2019).


Angelia Nasriadi menuturkan, sebagai pengurus Bhayangkari sekaligus menjadi Istri seorang Polisi, tentunya menjadi sorotan dari semua kalangan. “Selain itu juga saya memberikan himbauan kepada Ibu-Ibu Bhayangkari,  karena di tahun 2019 ini kita akan menghadapi pemilihan umum atau menyelenggarakan pesta Demokrasi yaitu Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden,” tutur dia.

Ketua Bhayangkari Cabang Sukabumi yang juga selaku istri Kapolres Sukabumi itu juga menghimbau kepada pengurus beserta anggotanya, walau pun selaku Ibu Bhayangkari mereka mempunyai hak pilih, namun harus tetap menjaga jangan sampai hak pilih ini menjadi masalah. “Dan bisa mempergunakan hak pilih sesuai dengan hati nurani tanpa terprovokasi,” tegas Angelia Narsadi..

Ibu Kapolres Sukabumi ini juga menjelaskan bahwa sebelum mengunjung Bhayangkari Ranting Cibadak pihaknya terlebih dahulu berkunjung ke Ranting Warungkiara yang kemudian melanjutkan kunjungannya ke pabrik PT.Daehan Global Indonesia yang ada di Cibadak.


Kunjungan ke pabrik garmen seperti ini dilakukan Istri Bhayangkari untuk menambah edukasi. Dan Bhayangkari Cabang Sukabumi mempunyai program yang dikoordinatori oleh seksi kebudayaan.

“Kita melakukan edukasi wisata pabrik seperti Shiltrick karena ibu-ibu Bhayangkari ingin melihat bagamaimana proses mekanisme cara pembuatannya,” jelas Angelia.

Apalagi menurutnya, di pabrik ini memproduksi salah satu Brand yang lumayan ternama di Mall.  “Yang secara kebetulan Pabriknya berada di Sukabumi, sehingga kita ingin mengunjunginya," imbuhnya.


Dilain pihak HRD Pabrik PT. Daihan Global Haris dan Asep selaku Bawahan Mr. Chang mengapresiasi kunjungan para Istri Bhayangkari Cabang Sukabumi ke pabrinya. Bahkan Haris mengucapkan terima kasih kepada Ketua Bhyangkari Cabang Sukabumi Nyonya Angelia Nasriadi yang sudah berkunjung ke Pabrik PT. Daihan Global ini.

Semoga kita senantiasa bisa bekerjasama dengan baik dengan Kepolisian khususnya Polisi Lalu Lintas yang sudah melaksanakan tugasnya mengatur lalu lintas dengan baik,” kata Haris.

[Pewarta: Azis. R]
Editor: Red
Redaksi sukabumiNews

Kecamatan Kalapanunggal Gelar Musrenbang 2019

sukabumiNews, KALAPANUNGGAL – Untuk mengevaluasi program-program yang sudah dilaksanakan oleh setiap desa dan untuk meyampaikan apa yang sekiranya harus di sampaikan kepada pihak kecamatan, juga sebaliknya dari masing-masing desa kepada kecamatan dan Muspika, Kecamatan Kalapanunggal menggelar kegiatan Musrenbang 2019.

Camat Kalapanunggal, Ade Kusnadi S, IP,  M,SI usai acara kepada Sukabuminews mengatakan bahwa pihaknya sudah mengadakan rapat koordinasi untuk bulan Januari 2019.  Rapat koordinasi Musrenbang ini digelar di Aula Kecamatan Kalapanunggal pada Senin 29 Januari 2019.

Selain itu ada satu materi yang kita bahas mengenai peran Musrenbang. Dan Rencananya kita agak mengadakan kegiatan Musrenbang sesuai jadwal Pemerintah Kabupaten Sukabumi dari tanggal 11 samapai dengan 15 Februari 2019,” tambah Ade.

Oleh karena itu menurut Ade, sebelum acara Musrenbang ini digelar, pihaknya harus mempersiapkan terlebih dahulu supaya pada saat pelaksanaan Musrembang tingkat kecamatan nanti jangan sampai belum mempersiapkan usulan-usulan,  profosal-profosal berikut dengan utusan dari masing-masing desa

Alhamdulilah acara persiapan Musrenbang ini tujuh dari perwakilan Kepala Desa hadir, termasuk SKPD Muspika,” imbuhnya.

Ade juga mengatakan bahwa Musrenbang ini adalah amanat Undang-Undang tentang Sistem Pembangunan Nasional. Dia juga menghimbai dan berharap kepada semua desa mulai dari tingkat Dusun agar setiap tahunnya melaksanakan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat di bawahnya.

Dari tingkat dusun diskala prioritaskan, kemudian di bawa ke tingkat Kecamatan. Intinya mereka harus bisa merencanakan, menggali potensi maupun masalah dari setiap desa, lalu di tuangkan kedalam bentuk profosal untuk diberikan kepada tingkat jenjang yang lebih tinggi lagi. "pungkas Camat.

Hadir pada acara tersebut perwakilan dari Kepala Kepolisian Sektor Kalapanunggal Resor Sukabumi jawa Barat, Koramil, para kepala UPTD dan Ka BPTBD, para Kades dan Staf, para pendamping Desa, dan Tokoh Masyarakat.

[Pewarta: Azis. R]
Editor: Red.

Thursday, January 24, 2019

Redaksi sukabumiNews

Wow, Lahan Pasar Terminal Cikembang Dua Kali Di-SPHkan

bahwa tanah lahan terminal Cikembang ini sudah dua kali di-Surat Pengakuan Hak (SPH) kan.
[Tanah Lahan pasar TerminalCikembang pasca kebakaran. (foto dukumen: Azis R/SN)]
sukabumiNews, CIKEMBAR – Ada yang menarik, saat perwakilan dari warga yang melalukan musyawarah  terkait pemberitaan yang berjudul ‘Warga Saling Klaim Lahan Tanah Kios Terminal Cikembang PascaKebakaran’. Pasalnya dalam musayawarah itu terungkap bahwa tanah lahan pasar terminal Cikembang ini sudah dua kali dibuatkan Surat Pengakuan Hak (SPH).

Pertama, SPH dikeluarkan pada tahun 2010,  dan kedua pada saat over alih dari Cikembang Raya ke Bogorindo pada tahun 2012. Bahkan pada SPH yang dikeluarkan kedua kalinya itu ukuran luas tanah ditambah dengan memasukan lahan terminal.

Hal itu diungkapkan Atik Suwandi, mantan BPD sekaligus selaku juru biacar dari 23 orang yang mendatangi Kantor Desa Cikembang untuk menyelesaikan permasalahan terkait luas dan status kepemilikan tanah pasar yang terbakar beberapa waktu lalu kepada sukabumiNews usai melakukan musyawarah di di kantor Desa Cimanggu Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Kamis (24/1/2019).
Ketika di konfirmasi, orang yang mengaku pemilik SPH tanah terminal dimaksud, yang identitasnya minta dirahasiahkan menceritakan kepada sukabumiNews mengenai kronologi 2 kali di-SPHkannya lahan tersebut. Sebut saja IN (47).

Menurut IN, dahulu lahan ini dimiliki oleh Keluarga H. Tubagus Cecep,  pada tahun 2007 lahan ini dibeli oleh keluarga Ayah IN (alm). “Setelah kita beli ditahun 2012 lahan ini dijual ke Bogorindo sebagian kita jual dan sebagian kita buat lahan untuk dijadikan terminal,” ungkap IN.

IN melanjutkan, Sebelum beralih ke pihaknya secara legal aspek dan legal formal dari sisi pertanahan itu sendiri, lahan itu pernah masuk ke Cikembang raya. “Ketika itu mereka mengklaim bahwa terminal itu secara fisikli seolah-olah milik Dinas Perhubungan Kabupasaten Sukabumi, bahkan pernah juga pemerintah terlibat disana,” tuturnya.

Padahal sambung IN lagi, segala kewajiban yang melekat atas lahan tanah tersebut pembayaran pajaknya telah dipenuhi oleh dia. “Kemudian dari pada itu kenapa Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Sukabumi menerbitkan sertifikat tanah atas nama saya,” pungkas IN.


[Pewarta: Azis R]
Editor: Red

Wednesday, January 23, 2019

Redaksi sukabumiNews

Kepengurusan Kowasi Korwil Pajampangan Resmi Dikukuhkan

Sekurangnya 35 Insan Pers yang berada di wilayah Selatan Sukabumi hadir pada kesempatan yang dilaksanakan di salah satu tempat di wilayah Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Selasa (22/1/2019) itu.
sukabumiNews, SURADE – Menindaklanjuti hasil Musyawarah Besar Kowasi (Mubes Kowasi) yang dilaksanakan pada saat menjelang akhir tahun 2018, tepatnya  tanggal 29 Desember 2018 lalu di Karangtengah Cibadak Kabupaten Sukabumi, Dewan Pimpinan Pusat Komunitas Wartawan Sukabumi (DPP Kowasi) secara resmi mengukuhkan kepengurusan Korwil Kowasi Pajampangan masa bakti 2019-2022.

Sekurangnya 35 Insan Pers yang berada di wilayah Selatan Sukabumi hadir pada kesempatan yang dilaksanakan di salah satu tempat di wilayah Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Selasa (22/1/2019) itu.

"Saya titip Kowasi untuk wilayah Pajampangan supaya meneruskan arah dan Porsi yang benar dalam menjalin kemitraan dengan masyarakat dan Birokrasi Pemerintah juga Swasta yang ada di wilayah Pajampangan," kata Ketua Umum Kowasi, Suyudi dihadapan para insan pers.

Himbauan yang sama diungkapkan Sekjen Kowasi Pusat, Heri Setiawan. Ia juga menyampaikan agar Kowasi selalu terdepan dalam menjalankan tugas Jurnalistik di wilayah selatan.

Sementara itu Korwil Kowasi Pajampangan masa bakti 2019-2022, M. Irawan Dansek kepada sukabumiNews menuturkan bahwa pihaknya akan selalu solid dan patuh kepada program yang disampaikan oleh pengurus pusat dalam menjalin tali sikaturahmi yang lebih harmonis dan berkesinambungan.

Pada kesempatan tersebut juga dijalin kemitraan antara Kowasi dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Peduli Hukum dan Ham (PHH) Kabupaten Sukabumi sebagai Lembaga Bantuan Hukum Kowasi.

Nugraha, SH. Ketua LBH PHH menyambut baik kehadiran Kowasi dengan menjalin kemitraan beserta lembaga yang dipimpinnya. " Insya Allah kami akan membantu perlindungan secara hukum kepada anggota Kowasi dalam menjalankan Profesi Jurnalis dengan catatan harus menjunjung UU Pers No.40 tahun 1999 dan UU ITE", tukas Nugraha, SH.


[Pewarta: Karim R]
Editor: Red.

Tuesday, January 15, 2019

Redaksi sukabumiNews

Ketua HNSI Kabupaten Sukabumi Minta pada Pemerintah agar Nelayan Tidak Dimarjinalkan

Di hadapan Cak Imin, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Sukabumi Asep JK meminta kepada pemerintah agar Nelayan tidak dimarjinalkan seperti ada kejadian pada nelayan yang tersandung kasus.
[Di hadapan Cak Imin, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Sukabumi Asep JK meminta kepada pemerintah agar Nelayan tidak dimarjinalkan]
sukabumiNews, KADUDAMPIT – Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Sukabumi Asep JK meminta kepada pemerintah agar Nelayan tidak dimarjinalkan seperti ada kejadian pada nelayan yang tersandung kasus.

Asep juga mengungkapkan, pihaknya merasa keberatan dan menyesalkan adanya Peraturan Menteri (Permen) KP No. 56/Permen-KP/2016 tentang Larangan Penangkapan dan atau Pengeluaran Lobster, Kepiting, dan Rajungan dari Indonesia yang dianggapnya sangat merugikan nelayan kecil.
“Dengan adanya Permen tersebut banyak sekali Nelayan yang ditangkap. Kalo ‘permen’ dari warung itu sangatlah manis. Akan tetapi Permen dari Susi Pujdiastuti sangat pahit bagi para Nelayan, karena dengan Permen itu banyak sekali Nelayan yang ditangkap.” ucapnya sedikit canda.

Hal tersebut di ucapkan Asep JK dihadapan Cak Imin bertempat di Cafe Rengganis Priuk Kadudampit saat kunjungan Ketua Umum PKB bersama Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo itu ke wilayah Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin (14/01/2019).

Asep juga mengatakan bahwa nelayan tidak membutuhkan naik pangkat, mereka hanya menginginkan penghidupannya tidak di usik.

“Kami dari rukun nelayan atau kepanjangan tangan dari nelayan hanya nelayan kecil yang mencari nafkah untuk menghudupi anak dan istri. Kalo memang kita tidak boleh menangkap Lobster kasih dong solusinya. Terus kenapa hanya kami yang ditangkap sementara para pengepul dan pengusaha lainnya tidak ditangkap,” keluh Asep.

Ketua HNSI Kabupaten Sukabumi itu membeberkan ketidak puasannya terhadap sikap pemerintah yang selama ini dianggap tidak memihak kepada masyarakat kecil.

“Itu kan ada bea cukainya, ekportir, bibit Lobsternya sudah berada di Singapura,  Vietnam dan lainnya kenapa tidak ditangkap. Dimana letak keadilannya untuk Nelayan kecil,” tambah Asep.

Asep juga mengungkapkan bahwa  pihknya sudah berjuang selama 2 tahun sampai harus datang ke Senayan ke Komisi IV dengan di dampingi oleh Pak Danil. Saat itu, beber Asep, dari Senayan memberikan harapan seperti yang dikatakan Pak Muhaimin Iskandar bahwa tidak akan ada penangkapan lagi terhadap nelayan.

“Tapi buktinya sampai hari ini masih terjadi penangkapan kepada para Nelayan,” tandas Ketua HNSI Kabupaten Sukabumi itu mengakhiri ucapannya.

[Pewarta: Azis. R]
Editor: Red.

Friday, January 11, 2019

Redaksi Sukabuminews

Nandi, Remaja Desa Bojingsari Penyandang Tuna Netra dengan Multitalenta

Nandi (30) remaja penyandang tunanetra yang memiliki multi talenta, warga kp. Karikil RT.03/01, Desa Bojongsari Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat ini sungguh luar biasa.
Nyalindung, SUKABUMINEWS.net – Nandi (30) remaja penyandang tunanetra yang memiliki multitalenta, warga kp. Karikil RT.03/01, Desa Bojongsari Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat ini sungguh luar biasa.

Keahlian yang dihasilkan dari belajarnya secara otodidak dalam bidang elektronik dan kelistrikan, ternyata tidak sia-sia.

Salah satu kreatifitas hasil rancangannya sendiri yang sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar adalah sebuah mikser.

"Tidak hanya itu, bahkan Nandi mampu membuat studio radio amatir," ungkap Jajat Sudrajat, salah seorang warga yang bangga dengan kreatifitas Nandi kepada sukabumiNews, belum lama ini.

Sebagian dari hasil kreatifitasnya, sebuah micer yang d rancang dan di rakit sendiri.

Jajat juga menjelaskan bahwa keahlian Nandi mulai diketahui sejak dia berusia 25 thn. "Nandi memang mengalami tuna netra sejak lahir, “ sambung Jajat.

Meski dia hidup sendirian karena ibunya (almh) telah meninggalkannya sejak dia lahir, jelas Jajat, kemudian ayahnya juga sudah tidak bersamannya lagi karena telah menikah kembali dan tinggal jauh dari kampung halaman dimana Nandi tinggal sekarang.

Sementara saudaranya sendiri juga, tambah Jajat, tidak tinggal di dekatnya. “Akan tetapi Nandi tetap semangat berkreatifitas," terang Jajat.

“Sayang, keahliannya belum terekspos dan mendapatkan perhatian dari pemerintah setempat,” tambah Jajat.

"Kalau saja ada bantuan untuk mengembangkan bisnis dari hasil kreatifitasnya, mungkin ini akan menjadi aset yang sangat luar bisa," pungkasnya.

[Pewarta: Isep S]
Editor: Red.
close
close