Breaking
Showing posts with label KPPS. Show all posts
Showing posts with label KPPS. Show all posts

Sunday, April 28, 2019

Redaksi sukabumiNews

Duka Petugas KPPS

Indra Indrawan, Anggota KPPS TPS 12 Desa Karangtengah, Cibadak saat menjalani perawatan di salah satu RSUD.
-----
Lagi, Seorang Anggota KPPS di Karang Tengah Meninggal Dunia


sukabumiNews, CIBADAK - Indra Indrawan (34), warga Kp. Pasir Sireum RT.001/001 Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menghembuskan nafas terahkir saat menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Cibadak pada Ahad (28/4/19) sekira pukul 18:00 WIB.

Indra Indrawan adalah salah satu Anggota Komisi Pemilihan Pemungutan Suara (KPPS) di TPS 12 Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak pada Pemilu Serentak 17 April 2019. Dia diduga meninggal akibat kelelahan saat melaksanakan tugas sebagai KPPS yang selama beberapa hari  terus menerus dikerjakannya.

"Dia di kenal gigih tampa kenal lelah dalam menjalankan tugasnya," ungkap Gerry Imam Sutrisno, Kepala Desa Karangtengah kepada wartawan.


Gerry menjelaskan, Indra Indrawan (alm, red) sempat mendapatkan perawatan intensiv dirumah sakit, akan tetapi nyawanya tidak terselamatkan.


"Semoga amal ibadah almarhum di terima di sisi Yang Maha Kuasa, dan semoga pula pihak keluarga yang di tinggalkan di beri ketabahan dalam menghadapi musibah ini," ucap Gerry seraya menambahkan, "kami dari pemerintah Desa Karangtengah ikut berbelasungkawa atas kepergian korban."


Sementara itu, Komisioner KPU Kabupaten Sukabumi, Meri Sariningsih ketika dihubungi sukabumiNews menyampaikan duka yang mendalam atas meninggalnya Pejuang Demokrasi ini.


"Semoga Alm Indra Indrawan diampuni segala dosanya dan bagi keluarga yang ditinggalkan agar diberikan ketabahan." ucap Meri, Senin (28/4/2019).


Meri mengungkapkan, sampai saat ini tercatat sudah 7 orang petugas KPPS di Sukabumi yang gugur dalam menjalankan bertugasnya.



Pewarta: Azis R.



Editor: AM.
Copyright © CUKABUMINEWS 2019

Thursday, April 25, 2019

Redaksi sukabumiNews

Petugas KPPS Meninggal di Pemilu Serentak Tembus 225 Orang

Ilustrasi petugas mengawal jalannya pemilu serentak. KPU mencatat 225 petugas KPPS meninggal dunia selama bertugas. (ANTARA FOTO/Irfan Anshori)
-----
sukabumiNews, JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencatat jumlah petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia pada penyelenggaraan Pemilu 2019 bertambah menjadi 225 orang. Jumlah korban itu didasarkan pada data yang masuk ke KPU per Kamis (25/4) hingga pukul 18.00 WIB.

Komisioner KPU, Viryan menyatakan angka itu melonjak naik dari jumlah sebelummya yang berjumlah 144 orang yang tercatat pada Rabu (24/4).

"Data hingga pukul 18.00 WIB sebanyak 225 petugas KPPS wafat dalam bertugas," kata Viryan saat dihubungi wartawan, Kamis (25/4).

Selain itu, Viryan turut merinci petugas KPPS yang turut mengalami sakit dengan jumlah 1.470 orang. Sehingga, total keseluruhan antara petugas yang meninggal dan sakit sebanyak 1.695 orang.

"Jumlah petugas yang sakit sampai saat ini berjumlah 1.470 sehingga keseluruhan totalnya saat ini 1.695," kata dia, seperti dikutip sukabumiNews dari CNN Indonesia.

Terpisah, Komisioner KPU, Wahyu Setiawan menegaskan bahwa pemerintah tak akan abai dan bertanggungjawab untuk mengulurkan bantuan bagi keluarga korban. "Udah nanti negara yang bertanggung jawab," kata dia.

Wahyu Setiawan. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Sementara itu, Sekretaris Jenderal KPU Arif Rahman Hakim menyebut pihaknya masih menunggu besaran santunan untuk keluarga korban petugas KPPS yang meninggal dunia dan sakit dari Kementerian Keuangan.

Ia mengatakan alokasi dana santunan bagi keluarga korban akan diberikan dari optimalisasi anggaran KPU. Arif menyatakan Kemenkeu akan membeberkan nominal besaran santunan yang akan diterima keluarga korban pada pekan ini.

"Pembayaran menggunakan optimalisasi anggaran KPU. Kami dijanjikan minggu ini," kata Arif.

Jatuh korban dalam pemilu serentak tahun ini sebelumnya juga direspons Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD. Ia mengamini pemilu serentak membuat durasi kerja KPPS menjadi bertambah.

Mahfud menyebut hal itu berdampak pada petugas KPPS kelelahan hingga jatuh sakit dan meninggal dunia. "Harus ditinjau lagi yang dimaksud pemilu serentak itu apa sih? Apakah harus harinya sama? Atau petugas lapangan harus sama sehingga tidak bisa berbagi beban? Atau bagaimana? Itu kita evaluasi lagi," tutur dia.

Seperti diketahui, korban meninggal dunia tak hanya dari petugas KPPS. Bawaslu mencatat turut meninggal dunia 33 anggota panitia pengawas pemilu (panwaslu) di sejumlah daerah. Sementara dari pihak kepolisian, Polri mengonfirmasi 16 personel juga meninggal dunia, didominasi faktor kelelahan.[]

Thursday, April 18, 2019

Redaksi sukabumiNews

Ketua KPPS Desa Parungseah: Ada Perbedaan antara Pemilu 2019 dengan Pemilu Tahun Sebelumnya

Ketua KPPS TPS 13, Karim Ruspiandi, SE (kedua dari kanan) saat menunjukkan data yang harus di infut kepada anggotanya. (Foro: dok. Azis R.)

sukabumiNews, SUKABUMI - Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April 2019 di TPS 13 Desa Parungseah Kecamatan dan Kabupaten Sukabumi yang dilaksanakan di ruang SDN 1 Parungseah pada Rabu 17 April 2019 tersebut berlangsung sangat lancar.

"Dari mulai pelaksanan pencoblosan pukul 07.30 WIB hingga berakhir tepat pukul 13.00 WIB, penghitungan suara secara global berjalan aman dan lancar," ujar Ketua KPPS TPS 13, Karim Ruspian SE kepada sukabumiNews.

Menurut Karim, hal ini berkat ilmu dan pengalaman yang didapatkan para penyenyelenggara pemilu di Desa Parungseah dari Bimbingan Teknis (Bimtek) yang sebelumnya dilaksanakan di Balai Desa tersebut, termasuk Bimtek para saksi dari semua Partai peserta Pemilu 2019.

Karim menambahkan, jumlah DPT di TPS 13 sebanyak 213 orang, tapi yang menggunakan hak pilih sebanyak 204 orang. "Untuk Daftar Pemilih Khusus (DPK) sejumlah 20 orang, dan Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) sebanyak 2 orang," jelas Karim. 

Ketua KPPS itu juga mengungkapkan, ada perbedaan antara Pemilu tahun 2019 dengan Pemilu sebelumnya. "Sekarang ini PPS seolah melayani KPPS, karena  kebutuhan logistik di antar dan di jemput. Pada Bimtek pun petugas PPS pernah mendatangi calon anggota KPPS ke rumahnya untuk memberikan arahan tentang juklak dan juknis Pemilu 17 April 2019," ungkapnya. 

Dilain Pihak Akmal Billy Ghaza (17) salah seorang pemilih pemula merasa bangga bisa mengikuti Pemilu pada tanggal 17 April 2019 ini karena dapat menggunakan hak pilih untuk memberikan dukungan kepada salah satu calon yang dibanggakannya.

"Saya berharap dengan adanya Pemilu ini akan berdampak kepada perubahan yang diharapkan oleh rakyat dan untuk rakyat Indonesia ke arah yang lebih baik, adil, makmur dan sejahtera," tukasnya.



Pewarta : Azis. R
close
close
close