Breaking
loading...
Showing posts with label Curug Sawer. Show all posts
Showing posts with label Curug Sawer. Show all posts

Sunday, March 10, 2019

Redaksi sukabumiNews

Menteri Luhut Dorong Pembangunan Jalan Tol dan Bandara di Sukabumi Dipercepat

sukabumiNews, KADUDAMPIT – Untuk mempercepat dan memperlancar perjalanan supaya dapat lebih diakses oleh para wisatawan, terutama wisatawan mancanegara yang berkunjung dan Haiking ke Sukabumi, Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mendorong Bupati Sukabumi Marwan Hamami supaya Infrastruktur Jalan Tol dan Bandara di Sukabumi segera jadi.

Pesan itu disampaikan Luhut kepada Marwan, saat Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman itu meresmikan Jembatan Gantung Situ Gunung yang berada di Kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) di Kecamatan Kadudampit Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, Sabtu (9/3/19).

"Infrastruktur Jalan Tol dan Bandara di Sukabumi harus segera jadi Pak Bupati, sebab kalau Wisatan Internasional datang ke Sukabumi untuk berwisata dan Haiking akan lebih cepat tidak memakan waktu yang sangat jauh," kata Luhut kepada Bupati Marwan yang saat itu hadir mendampinginya.

Menko Luhut menjelaskan berbagai upaya pemerintah mengenai pembangunan infrastruktur pendukung yang sudah dan sedang dilaksanakan, diantaranya pembangunan jalan tol yang menghubungkan berbagai wilayah di kabupaten terluas di Jawa Barat itu dengan provinsi lain.

“Program jalan tol Ciawi-Sukabumi itu sudah 21 tahun mangkrak. Sekarang tahap 1 sudah selesai dan akan terus dikejar, karena Presiden mau supaya dapat diselesaikan tahun 2021. Itu jalan tol harus jadi sampai ke Pelabuhan Ratu dan juga nanti ke Cianjur sehingga betul-betul daerah ini menjadi kawasan yang bagus," ucapnya.

“Saya dorong betul lapangan terbang yang di Sukabumi itu supaya selesai tahun ini. Dan ini bukan bicara akan-akan. Ini sudah kita mulai,” jelasnya.

Mengenai Jembatan yang diresmikannya Luhut mengapresiasi pemasangan kontruksi jembatan gantung ini mengingat bentangan tali gayuran jembatan yang terbuat dari kawat baja yang sangat kokoh dan tidak bertumpu kepada Pepohonan yang berada disekitarnya.

Jembatan gantung terpanjang se-Asia Tenggara ini memiliki panjang 240 meter dengan lebar 2 meter di atas ketinggian 150 meter.

Di akhir peresmiannya, Luhut berpesan kepada Dede dan Marwan selaku Pengelola Objek Wisata Suspension Brige dan Curug Sawer agar senantiasa menjaga kelestarian alam. “Jangan merusak kawasan ini,” pesan Luhut kepada pengelola.


[Pewarta: Azis.R]
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Tuesday, December 25, 2018

Redaksi sukabumiNews

Jembatan Gantung Situ Gunung dan Curug Sawer Sukabumi Jadi Pilihan Alternatip untuk Liburan Akhir Tahun

[Firman (24) wisatawan lokal asal Depok (kiri) saat mengunjungi Jembatan Gantung Situ Gunung, sementara wisata lainnya (kanan) tengah menikmati indahnya duduk di atas jembatan (foto: Azis R/SN)]
Kadudampit, SUKABUMINEWS.net – Jembatan Gantung Situ Gunung dan Curug Sawer yang terletak di kaki Gunung Taman Nasional Gede Pangrango Sukabumi  dapat menjadi pilihan alternatip bagi wisatawan yang ingin menikmati liburan akhir tahun.

“Berlibur ke tempat ini, wisatawan dapat menikmati indahnya pemandangan di atas ketinggian Jembatan dengan sedikit rasa ketir, tagjub dibarengi rasa deg-dengan, namun bakal ketagihan,” ungkap Yanti (20), salah seorang wisatawan asal Bandung kepada sukabumiNews, Senin (24/12/2018).

“Bagi yang belum pernah pasti bakal penasaran,” kata Yanti.

Perlu diketahui bahwa keberadaan Jembatan Gantung Situ Gunung terletak di atas jurang yang memiliki ketinggian 150 meter dengan panjang 240 meter dan lebar 2 meter.

“Rugi jika kita belum mencobanya,” ujar Yanti lagi sambil tersenyum.

Memang, jembatan penghubung antara Situ Gunung dan Curug Sawer ini sebelumnya sempat menjadi buah bibir dan dinobatkan sebagai Jembatan Gantung terpanjang di Indonesia.

Wajar jika jembatan sebagi salah satu tempat wisata di wilayah Kecamatan Kadudampit Kabupaten Sukabumi Jawa Barat ini banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah yang ingin menyaksikannya.

Dengan biaya sebesar Rp50.000,00/orang (untuk dewasa) dan Rp25.000,00 untuk anak-anak dan manula, pengunjung sudah dapat menikmati indahnya wahana alam secara alami, bukan buatan.

Hal ini dirasakan juga oleh salah satu wisatawan lokal asal Depok, Firman (24). Dia  datang ke tempat tersebut bersama keluarganya. “Gak rugi jauh-jauh dari Depok ke Sukabumi, sekedar untuk menikmati liburan ke Jembatan Gantung Situ Gunung ini,” kata Firman.

“Saat melintasi jembatan, perasaannya takut banget, tapi setelah selesai melintasi, gila, pokoknya amazing luar biasa bikin ketagihan deh,” lirihnya sambil tertawa.

Bagi para pengunjung ke tempat ini, Tim Pengelola Jembatan juga menyediakan berbagai fasillitas seperti Mushola, Restauran, Auning Pentas Seni dan Budaya. Selain itu pengunjung juga dapat menikmati makanan khas Sunda seperti Kulub Sampe (ubi rebus) dan rebus pisang secara gratis, dengan ditemani berbagai suara burung hutan dan monyet yang bergelantungan di atas rindangnya pepohonan.

[Pewarta: Azis. R]
Editor: Red.
close
close
close