Breaking
Showing posts with label Bupati Sukabumi. Show all posts
Showing posts with label Bupati Sukabumi. Show all posts

Friday, April 12, 2019

Redaksi sukabumiNews

Jokowi Berkunjung ke Kabupaten Sukabumi, DEEP: Bupati Tak ‘Becus’ Tertibkan OPD

Siswa salah satu SD Negri di Sukabumi digiring oleh sekolahnya untuk menyambut Presiden Jokowi sambil mengenakan atribut Capres-Cawapres nomor urut 01, Kamis (11/4/2019).
sukabumiNews, SUKABUMI - Koordinator Divisi Hukum dan Advokasi Democracy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP) Kabupaten Sukabumi, Rajib Rivaldi memandang, Bupati Sukabumi tidak becus (bisa,red) menertibkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD)-nya. Anggapan ini mengemuka saat DEEP menggelar Press realis di salah satu Cafe di jln. Siliwangi Kota Sukabumi terkait Kehadiran Presiden Joko Widodo di Kabupaten Sukabumi pada Kamis 11 April 2019, kemarin.

Menurut Rajib, Kehadirannya di Kabupaten Sukabumi kemarin banyak mengundang reaksi dan tanda Tanya. Pasalnya ada beredar surat yang dikeluarkan oleh dua OPD di Kabupaten Sukabumi yaitu Dinas Perhubungan dan Kecamatan Cibadak.

Kepala Dishub Ir. Lukman Sudrajat melalui surat No. 551.2/1852/B.Lalin/2019 menghimbau kepada perusahan-perusahan yang berada di wilayah Kabupaten Sukabumi agar menghentikan sementara operasional kendaraan angkutan barang dari jam 06:00 s/d 18:00 dikarenakan Presiden melaksanakan kunjungan kerja ke PT Daihan Global yang berada di Kecamatan Cibadak dan Pusbangdai yang berada di Kecamatan Cikembar.

Di sisi lain Camat Cibadak juga menerbitkan surat No. 300/33-Trantib yang ditujukan kepada Kepala Sekolah SD sampai SMA sederajat yang berada di jalur yang dilewati oleh Presiden RI untuk melibatkan guru dan murid dalam penyambutan.

“Faktanya, beberapa foto di media sosial yang menggambarkan adanya murid SD sederajat yang pakaiannya tertempel stiker Joko Widodo – Ma’ruf Amin sebagai Capres dan Cawapres. Sementara kegiatan Jokowi yang bertempat di Pusbangdai juga dipenuhi dengan atribut kampanye, bahkan Bupati Sukabumi, Marwan Hamami menggunakan baju dengan tulisan yang menunjukan dukungan ke Calon tertentu,” jelas Rajib kepada sukabumiNews di Sukabumi, Jum’at (12/4/2019).

Rajib menuturkan, dengan beredarnya surat dari dua instansi diatas, maka DEEP Kabupaten Sukabumi memandang perlu untuk meminta klarifikasi dari yang bersangkutan.

“Merujuk kepada surat dimaksud, bentuk kegiatan Jokowi yang sebenarnya apakah Kunjungan Kerja atau Kampanye. Jika kehadiran Jokowi adalah kunjungan kerja, mengapa ada simbol-simbol capres cawapres?” Tanya Rajib seraya menambahkan, “jika kegiatan ini adalah kampanye, apakah Bupati Sukabumi mengajukan cuti? Lantas mengapa murid-murid SD sederajat ditempelkan stiker Joko Widodo – Ma’ruf Amin?”

“Oleh karenanya Bawaslu Kabupaten Sukabumi harus menindak dan memanggil pihak-pihak terkait." Tegasnya.


Pewarta: Azis R.
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Tuesday, March 26, 2019

Redaksi sukabumiNews

Horee! Bupati Sukabumi akan Bangun Stadion di 47 Kecamatan

sukabumiNews, CISAAT - Bupati Sukabumi Marwan Hamami berencana akan membangun Stadion di 47 Kecamatan di Kabupaten Sukabumi. 

Hal itu disampaikan Marwan kepada sukabumiNews usai melantik pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) masa bhakti 2019-2024, di Gelanggang Olahraga (GOR) Cisaat Kabupaten Sukabumi, Selasa (26/3/2019).

BCA: Pengurus KONI Kabupaten SukabumiDilantik Bupati Marwan

Pada kesempatan tersebut Marwan mengatakan akan mendorong kemajuan olahraga melalui KONI di Kabupaten Sukabumi. 

Selain itu Marwan juga meminta supaya KONI melakukan pencarian bakat dari tingkat SD dan Madrasah, karena pemerintah daerah akan memiliki 47 stadion di setiap kecamatan agar olahraga di Kabupaten Sukabumi semakin maju.

"Pengurus KONI harus segera melakukan konsilidasi internal, membenahi, dan memfasilitasi cabang-cabang olahraga yang mempunyai harapan untuk berprestasi dan melakukan pencarian bakat di SD dan Madrasah," pitanya.

Di tempat sama, Brigjend Ahmad Saefudin selaku Ketua KONI Jawa Barat mengapresiasi ketegasan Sirojudin yang meminta Bupati Sukabumi untuk membantu seluruh program KONI agar dapat terealisasi. Karena menurutnya semua harus berjalan beriringan dan saling membantu.

"Pengurus KONI yang baru harus bekerja lebih baik dan tulus,” tegas Brigjen Ahmad Saefudin.


Pewarta : Azis. R
Editor: AM
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Pengurus KONI Kabupaten Sukabumi Dilantik Bupati Marwan

sukabumiNews, CISAAT - Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami melantik Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sukabumi di Gelanggang Olahraga (GOR) Cisaat pada Selasa (26/3/2019).


"Kepengurusan Koni Kabupaten Sukabumi hari ini lebih di dominasi oleh Generasi Muda. Ini adalah suatu langkah yang sangat baik dan sudah saatnya tongkat estafeta kepengurusan diberikan kepada kaum muda," ucap Marwan kepada sukabumiNews.net di acara pelantikan.

Lebih lanjut Marwan mengatakan KONI hari ini diharap akan memberikan nuansa baru karena Ketua Koni yang baru dinakodai oleh seorang muda yaitu Sirodjudin, SE.

"Demi menyongsong pola pembinaan yang tidak mudah tentunya mereka harus mempunyai pemikiran dan senantiasa mencermati, mengkaji dan mengevaluasi hasil-hasil yang sudah dilakukan oleh kepengurusan KONI sebelumnya," kata Marwan.

Pada kesempatan tersebut, Marwan juga berwacana akan membangun Stadion di 47 Kecamatan di Kabupaten Sukabumi.

BACA: Horee! Bupati Sukabumi akan Bangun Stadion di 47 Kecamatan

Sementara itu Ketua KONI Kabupaten Sukabumi yang baru saja dilantik, Sirodjudin SE kepada sukabumiNews mengungkapkan rasa bangga atas support yang diberikan oleh oleh para Ketua Cabang Olahraga (Cabor) KONI, para Atlit, Pemda Kabupaten Sukabumi,  Pemprov Jabar dan TNI/Polri sehingga ia bisa menjadi Ketua KONI.

Disinggung mengenai target, Sirodjudin mengatakan, pada Pekan Olahraga (PON) yang akan datang KONI Kabupaten Sukabumi menargetkan 10 besar.

"Target tersebut sudah di cita-citakan oleh KONI Kabupten Sukabumi terdahulu untuk menoreh prestasi masuk di urutan10 besar," jelasnya.

"Sebagai langkah awal kita akan melakukan pembenahan di kepengurusan KONI dan melakukan pembinaan khususnya untuk para Atlit usia muda, mengadakan kompetisi dan menyeleksi mulai dari wilayah yang terjangkau hingga wilayah yang tidak terjangkau," tambahnya.

Sirojudin juga berjanji akan menjembatani para atlit yang sudah membawa nama baik daerahnya untuk memfasilitasi pola asuh kepada perusahaan besar yang ada di Sukabumi sesuai arahan Bupati Sukabumi, Marwan Hamami.


Pewarta : Azis. R
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Friday, March 22, 2019

Redaksi sukabumiNews

Bisa Jawab Rukun Iman dan Rukun Islam, Siswa SMAN 1 Jampang Tengah Ini Dapat Hadiah Motor dari Bupati Sukabumi

sukabumiNews, CISAAT - Agus Mulyana, Siswa SMAN 1 Jampangtengah terlihat bangga dan bahagia. Pasalnya ia beserta teman-temannya tidak menyangka bahwa dirinya akan mendapat hadiah sepeda motor dari Bupati Sukabumi, H Marwan Hamami saat kunjungan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Prof, Dr Muhadjir Effendy MAP pada acara Gebyar Pendididikan dan Kebudayaan Kabupaten Sukabumi di Gelanggang Olahraga Cisaat, Jum’at (22/03).

"Kami dan teman teman disuruh oleh guru untuk mengikuti kegiatan bapak Menteri,  banyak anak sekolah yang dapat doorprize, namun pas giliran pak Bupati yang memberikan pertanyaan Rukun Iman dan rukun islam, saya mengangkat tangan, dari ribuan siswa lainnya, alhamdulillah Pak Bupati menunjuk saya, langsung saya lari kedepan dan membacakan rukun Iman dan Islam, dan akhirnya dapat motor ini" terangnya seperti dikutip Diskominfo Persandian Kabupaten Sukabumi.

Agus yang tinggal di Kampung Gunung Hanjuang RT 21 RW 06 Desa Sindang Resmi Kecamatan Jampang Tengah mengaku bangga dan bahagia atas apa yang di dapatkannya.

"Bersukur banget hari ini saya dapat motor, semoga pak Bupati sehat terus, amin," ungkapnya.

Agus mengaku akan memanfaatkan motornya untuk pergi kesekolah dan segera mengurus Surat Ijin mengemudi kendaraan ke Polres setempat. (Red/*)

Thursday, March 21, 2019

Redaksi sukabumiNews

Belasan Kades Deklarasi Dukung Capres-Cawapres 01, Bupati Sukabumi: Itu Sah-Sah Saja

sukabumiNews, CISAAT - Mencuatnya video deklarasi dukungan para Kepala Desa (Kades) aktif di Kabupaten Sukabumi kepada Paslon Persiden dan Wakil Presiden no urut 1 yang dibuat oleh belasan Kades di Kecamatan Warungkiara dan Bantar gadung, Kabupaten Sukabumi mendapatkan sorotan dari sejumlah pihak.

Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami menegaskan, keberadaan Kades itu tidak terlepas dari dorongan Partai Politik untuk bisa berdiri menjadi Kades, meskipun, dalam Undang-undang tidak di perbolehkan berkencimpung di dalam Politik.

"Tapi saya yakin mereka (Kades) adalah para kader-kader Politik, dan kalo hari ini video tersebut diyakinkan diluar tugas dinas mereka, itu sah-sah saja," ucap Marwan di sela-sela acara Musrembang RKPD Kabupaten Sukabumi 2020 yang dilaksanakan di Gedung Olah Raga (GOR) Cisaat, Kamis (21/03/19).

BACA: Viral, Belasan Kades Aktif di Kabupaten Sukabumi Deklarasikan Diri Dukung Jokowi-Amin

Marwam menegaskan, memang secara pisikologis sebagai pimpinan seharuanya mereka normatif dalam mendukung Paslon mana saja. "Akan tetapi, ini saya nilai sebagai pertanggungjawaban sebagai kader," tambahnya.

Marwan mengaku, Sebagi kepanjangan tangan partai politik, yang dalam hal ini selaku ketua partai Marwan juga memiliki pemikiran yang sama. "Akan tetapi sebagi Ketua Partai harus bisa menyesuaikan waktu, dan saya nilai ini sah-sah saja. Meski dalam satu minggu, misalkan melakukan kampanye politik, siapa yang mau ngomong, asal itu diluar waktu tugas sebagai Kepala Daerah," kata dia.

Terkecuali, lanjut Marwan, orang yang tidak boleh ikut berpolitik diantranya ASN, mulai dari Camat, Kepala Dinas dan Kabid-kabidnya yang berstatus ASN.

"Makanya, bila ada ASN yang pulgar dalam berpolitik, dengan sengaja menonjolkan, dengan mengacungkan atau bentuk apapun itu, baru silahkan boleh di sikapi," jelas Bupati yang juga sebagai Ketua Partai Golkar Kabupaten Sukabumi itu.

Sekedar diketahui, Dalam Undang-Undang (UU No 6 tahun 2014 -red) atau pasal yang mengatur yakni pada pasal 29 yang menjelaskan para Kades dilarang berpolitik apalagi menjadi pengurus suatu parpol.

Kepala Desa maupun Lembaga Hukum, Itansi Pemerintahan yang ikut serta dan/atau terlibat dalam kampanye Pemilu dengan membuat keputusan yang menguntungkan atau merugikan salah satu peserta Pemilu dalam masa kampanye dapat dikenai sanksi administratif berupa teguran lisan dan/atau teguran tertulis, serta sanksi pidana berupa pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan denda paling banyak Rp 12 juta.

BACA Juga: Menanggapi Dugaan Pelanggaran Kampanye oleh Para Kades dan Oknum Jaksa, Bawaslu Sukabumi Diminta TegakkanAturan dan Sanksi Tanpa Pandang Bulu


Pewarta : Rudi Samsidi
Editor: AM
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Monday, February 25, 2019

Redaksi sukabumiNews

Buruh Korban PHP PT SCG Akhirnya Temui Bupati Sukabumi

Ketua Federasi Kehutanan Industri Umum Perkayuan Pertanian dan Perkebunan, Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (F Hukatan KSBSI), Nendar Supriatna mengatakan, hal ini dilakukan karena janji-janji dari pihak perusahaan selalu “ngaret” (molor), bahkan tidak kunjung ditepati.
sukabumiNews, GUNUNGGURUH – Setelah malakukan rentetan kegiatan Aksi Demonstrasi hingga pemasangan tenda di luar pagar pintu masuk pabrik PT. Sement Siam Group (SCG) selama hampir 2 hari, Senin hingga Selasa (18-19 Februari 2019) lalu dan tidak juga menghasilkan kesepakatan, buruh korban PHK pabrik yang beralamat di Jalan Pelabuhan II KM. 11, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Gunungguruh, Sukabumi tersebut akhirnya menemui Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami, belum lama ini.

Ketua Federasi Kehutanan Industri Umum Perkayuan Pertanian dan Perkebunan, Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (F Hukatan KSBSI), Nendar Supriatna mengatakan, hal ini dilakukan karena janji-janji dari pihak perusahaan selalu “ngaret” (molor), bahkan tidak kunjung ditepati.

“Para buruh sudah terlalu banyak bersabar dengan keadaan dan kondisi saat ini,” ungkapnya kepada sukabumiNews, Senin (25/2).
"Dari sejak awal Januari, baru satu perusahaan yang sudah mulai ada titik terang, itupun perjanjiannya “ngaret” terus. Pertama tanggal 6 Februari, mundur tanggal 15, sekarang di undur kembali menjadi tanggal 1 maret 2019. Itupun perjanjiannya tidak tertulis. Pihak perusahaan berjanji akan memperkerjakan pada tanggal 1 Maret 2019. Sementara sisanya sampai hari ini belum jelas bagaimana nasibnya,” terang Nendar.



Dia menambahkan, yang paling ia soroti adalah persoalan PT. Lina Jaya Persada yang berganti nama jadi PT. Harpati Anggun Perkasa. “Bagaimana tidak, seluruh anggota dan pengurus serikat di babad habis,” katanya.

Oleh karenanya Ketua F Hukatan KSBSI yang memiliki anggota sebanyak 160 orang dan terbagi dari 4 perusahaan rekanan PT. Sement Siam Group (SCG) itu meminta kepada Pemda Kabupaten Sukabumi agar menekan PT. Sement Siam Group (SCG) untuk ikut bertanggung jawab, karena menurut Nendar, dari sisi regulasinya jelas.

“Pihak perusahaan outsourcing yang belum mendapatkan tanda bukti pelaporan ke Disnakertrans Kabupaten Sukabumi, ko bisa beroperasi?,” tanyanya. Sementara menurut Nendar, salah satu persyaratnya bisa beroprasinya perusahaan itu harus memiliki tanda bukti pelaporan.

Sementara itu, terkait hasil pertemuannya dengan Bupati Sukabumi di Pendopo, pada Jumat (22/2) lalu Nendar mengatakan, pada prinsipnya Bupati mendukung penuh perjuangan para buruh dan meminta pihak PT. Sement Siam Group (SCG) untuk tidak lepas tangan dari persoalan yang saat ini terjadi.

“Bupati juga meminta agar Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi supaya lebih mendorong agar persoalan yang dialami  para Buruh bisa secepatnya tuntas,” jelasnya.

Nendar menuturkan, apabila sampai pada tanggal 1 Maret 2019 persoalan ini tidak tuntas, maka Bupati pun mempersilahkan F HUKATAN KSBSI untuk datang kembali menemuinya. “Dan Bupati Sukabumi akan melayangkan surat langsung ke PT. SCG yang berada ditingkat pusat,” tuturnya.


[Pewarta: Azis. R]
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
close
close