GpOpGSGpGUdlGSM0GpG9BUGlTA==
Breaking
news

UNICEF: Sedikitnya 20 Anak Sudan Tewas pada Bulan Januari 2026

UNICEF memperingatkan bahwa "jutaan anak di Sudan membutuhkan bantuan penyelamatan jiwa, perlindungan, dan pemulihan layanan dasar"
Ukuran huruf
Print 0
UNICEF memperingatkan bahwa "jutaan anak di Sudan membutuhkan bantuan penyelamatan jiwa, perlindungan, dan pemulihan layanan dasar".  (Foto/ Reuters)

Istambul (SUKABUMINEWS.net) – Setidaknya 20 anak-anak Sudan meninggal pada bulan Januari. Sebagian besar di wilayah Kordofan dan Darfur di Sudan barat, kata Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) pada hari Jum’at, seperti dilaporkan Anadolu Agency.

Kematian tersebut terungkap dalam sebuah laporan yang diterbitkan oleh badan anak-anak PBB yang meneliti situasi anak-anak di seluruh wilayah tersebut, termasuk Sudan.

Badan tersebut memperingatkan bahwa "jutaan anak di Sudan membutuhkan bantuan penyelamatan jiwa, perlindungan, dan pemulihan layanan dasar" karena pertempuran terus menghancurkan sebagian besar wilayah negara itu.

UNICEF mengatakan kelaparan telah dikonfirmasi di Al Fasher di Darfur Utara serta di Kadugli di Kordofan, dengan hampir 20 daerah lain berisiko mengalami nasib yang sama.

Dari 18 negara bagian di Sudan, pasukan paramiliter Rapid Support Forces (RSF) mengendalikan kelima negara bagian di wilayah Darfur di Sudan barat, kecuali sebagian wilayah Darfur Utara yang tetap berada di bawah kendali militer.

Tentara Sudan menguasai sebagian besar dari 13 negara bagian yang tersisa di selatan, utara, timur, dan tengah negara itu, termasuk ibu kota, Khartoum.

Konflik antara tentara Sudan dan RSF meletus pada April 2023 dan telah merenggut ribuan nyawa serta menyebabkan jutaan orang mengungsi. (Red*)

Ikuti dan dapatkan juga update berita pilihan dari sukabumiNews setiap hari di Channel WahatsApp, Telegram dan GoogleNews.

COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2026.
Rekomendasi
Berikutnya

0Komentar

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Redaksi sukabumiNews
Tautan berhasil disalin