Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Sunday, November 15, 2020

Red1

Harga Ikan Asin di Pasaran Meroket, Sejumlah Pedagang Merugi

Penjual Ikan Asin di Pasar Ramayana saat berbincang-bincang dengan wartawan sukabumiNews, Ahad (15/11/2020)  

sukabumiNews.net, KOTA SUKABUMI – Sejumlah pedagang Ikan Asin di Pasar Ramayana yang terletak di jalan Tipar Gede Kecamatan Citamiang Kota Sukabumi sepi pembeli. Akibatnya, para pedagang jenis ikan tersebut banyak yang merugi.

 

Sepinya para pembeli ikan asin ini diduga lantaran meroketnya harga beli dari pemasok, sehingga pedagang eceran di pasar turut menaikkannya dengan harga jual yang cukup tinggi.

 

"Meroketnya harga beberapa ikan asin disebabkan tersendatnya pengiriman dari Jakarta ke Sukabumi, karena di DKI Jakarta masih dalam penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Covid-19," kata Penjual Ikan Asin di Pasar Ramayana Ayi (55) kepada sukabumiNews, Ahad (15/11/2020).

 

Ayi menyebut, beberapa jenis Ikan Asin yang harganya meroket yaitu Ikan teri jengki, ikan asin sepat, dan ikan cumi. Selain itu, tambah Ayi, jenis ikan asin teri jengki dan ikan asin sepat itu diimport dari Negara Vietnam dan Thailand ke Jakarta, yang kemudian di jual ke Sukabumi.

 

"Untuk harga ikan teri jengki per kilo gram (kg) awalnya Rp 80 ribu. Kini harganya menjadi Rp 100 ribu/kg, sedangkan ikan sepat dari Rp 100 ribu menjadi Rp 140 ribu/kg," jelasnya.

 

Para penjual ikan asin ini berharap, wabah pandemi virus corona segera berlalu, sehingga jualan pun bisa lancar dan normal kembali seperti sedia kala.

 

“Sekarang ini ikan asin banyak yang membusuk karena tidak terjual sehingga kami merugi akibat sepi pembeli," keluhnya.


BACA Juga: Sepi Pembeli, Puluhan Pedagang di Pasar Surade Dipastikan Gulung Tikar

 

Pewarta: Azis R/TNR

Editor: Red

COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2020

Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Komentari

close