Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Thursday, October 22, 2020

Redaksi sukabumiNews

Dituduh Membeli Vellfire, Muhammad Sanusi Md Nor akan Ajukan Gugatan Pencemaran Nama Baik

Menteri Besar Kedah Muhammad Sanusi Md Nor. (Foto: Dok. Istimewa/Astro Awani)  

sukabumiNews.net, ALOR SETAR – Menteri Besar Kedah Muhammad Sanusi Md Nor akan mengajukan gugatan pencemaran nama baik terhadap dua pemimpin oposisi yang mengklaim dia membeli kendaraan untuk penggunaan pribadi.

 

Kedua pemimpin oposisi tersebut adalah Anggota Parlemen Pokok Sena Datuk Mahfuz Omar dan Anggota Majelis Negara Bagian Pengakalan Kundor Dr Ismail Salleh.

 

Muhammad Sanusi juga melakukan tindakan serupa terhadap dua orang lainnya yang namanya tidak disebutkan.

 

Menurut Muhammad Sanusi, pembelian kendaraan tersebut dilakukan oleh Komite Akuisisi Aset Syarikat Air Darul Aman (SADA) secara internal dan dilakukan sesuai dengan batas pengeluaran yang ditetapkan.

 

Bakan, Muhammad Sanusi paham bahwa pembelian kendaraan tersebut dilakukan atas kerja sama jajaran Direksi dan pejabat senior SADA.

 

"Saya telah menunjuk beberapa pengacara untuk memulai proses gugatan pencemaran nama baik terhadap beberapa pemimpin oposisi sehubungan dengan tuduhan saya membeli mobil Vellfire,” ucap Muhammad Sanusi dalam jumpa pers di Wisma Darul Aman, Kamis (22/10/2020).


BACA Juga: Pengadilan Banding Tolak Kasasi Musa Aman dan 32 ADUN Terkait Pembubaran Sabah DUN

 

"Saya sudah melihat beberapa postingan dan juga (Live) postingan Facebook langsung dari tokoh oposisi dengan hiu dan ikan teri ... semua ini akan masuk dalam daftar yang akan saya tentukan," lanjutnya.

 

Sebelumnya, pada pagi harinya, Komisi Anti Korupsi Malaysia (MACC) Kedah mengunjungi Markas SADA untuk memeriksa dokumen pembelian kendaraan terkait dan bertemu dengan manajemen perusahaan utilitas untuk informasi lebih lanjut.

 

Muhammad Sanusi yang juga Ketua Umum SADA mengatakan, kendaraan serba guna (MPV) yang baru dibeli itu kini berada di Kantor Pusat SADA.

 

Perusahaan utilitas juga membeli berbagai aset seperti truk tangki dan pompa air untuk penggunaan operasional.

 

Penjelasan tersebut, kata Menteri Besar, perlu dilakukan karena ada tuduhan tak berdasar yang dilemparkan kepadanya terkait dugaan kepemilikan kendaraan tersebut.

 

"Saya dituduh membawa Toyota Vellfire ini di tol pada pukul 2.30 pagi, padahal saya belum pernah melihat dan mengendarainya sampai sekarang.

 

“Saya hanya menggunakan dua kendaraan dinas, yakni Volvo S90 dan Mercedez S320 yang sebelumnya dibeli mantan Menteri Besar Datuk Seri Mukhriz Mahathir,” jelasnya.

 

Kendaraan MPV mewah tersebut kabarnya telah dibeli SADA dengan harga RM345.000 dan memiliki spesifikasi tertinggi.


BACA Juga: Tegas, Warga Negara dengan Lebih dari 150.000 Kasus Positif COVID-19 Dilarang Masuk Malaysia

 

Pewarta: Astro Awani

Editor: Red.

COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2020
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Komentari

close