Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Monday, September 14, 2020

Redaksi sukabumiNews

Pasien Corona Nyaris Penuh di RS Covid Jakarta, Satgas Minta Warga Tetap Tenang

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. (Foto: dok Humas BNPB/Danung Arifin)

Diprediksi, RS rujukan Covid-19 bakal penuh pekan depan jika tak segera ada solusi.

sukabumiNews.net, JAKARTA – Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengingatkan agar masyarakat tidak panik menghadapi pandemi Covid-19. Kepanikan menurutnya justru akan melemahkan daya tahan tubuh.

Doni memang mengonfirmasi kabar mengenai rumah sakit di Jakarta yang nyaris kehabisan ruangan untuk pasien Covid-19. Dalam prediksi Pemprov DKI Jakarta, RS rujukan Covid-19 bakal penuh pekan depan jika tak segera ada solusi. Namun hal ini dipandang Doni jangan jadi penyebab kepanikan.

"Kalau terjadi kepanikan ini akan membuat imunitas tubuh kita menurun. Orang yang imunitasnya rendah akan dengan mudah terpapar Covid-19 karena daya tahan tubuhnya berkurang," kata Doni dalam konferensi pers yang digelar secara virtual di Graha BNPB pada Ahad (13/9/2020).

Doni menegaskan pentingnya koordinasi semua komponen di bidang kesehatan guna mengatasi Covid-19. Masyarakat pun bisa terlibat aktif dengan menaati protokol kesehatan. "Semua orang berpotensi terpapar Covid-19, jadi harus waspada bukan 1-2 jam tapi 24 jam," ucap Doni.

Doni juga mengajak masyarakat saling mengeratkan tangan membantu satu sama lain pada momen semacam ini. Tak lupa, ia berpesan agar saling menguatkan mental dan fisik demi kesehatan diri. "Kita harus saling mendukung, saling bersinergi, saling membantu memberikan informasi yang menimbulkan semangat," ujar Doni.

Diketahui, jumlah penderita Covid-19 di Indonesia hingga 13 September mencapai 218 ribu orang.

Artikel ini telah Tayang di Republika.co.id dengan Judul “RS Covid Nyaris Penuh di Jakarta, Satgas Minta Warga Tenang

COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2020
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

close