Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Friday, June 12, 2020

Red1

PC IMM Sukabumi Raya Pertanyakan New Normal, Efektifkah?

sukabumiNews.net, KOTA SUKABUMI – Pemerintah Kota Sukabumi saat ini sedang mempersiapkan untuk menuju normal baru (New Normal), meski dalam prakteknya belum mendapat persetujuan dari Pemerintahan Pusat.

Inilah yang menjadi topik bahasan pada Diskusi Online dengan tema “New Normal, Efektifkah di Kota Sukabumi?” oleh Pengurus Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiah (IMM) Sukabumi Raya pada Kamis (11/6/2020), kemarin.

"Memang pada faktanya memulai kehidupan baru harus di laksanakan agar kembalinya normalitas kegiatan yang seharusnya, sehingga pemerintah daerah menyiapkan gugus tugas pengamanan, penanganan edukasi pada masyarakat memulai membuka sektor perekonomian dan yang lainnya," ujar Ketua PC IMM Sukabumi Raya, Ranti, dalam press release yang diterima sukabumiNews, Jum'at (12/6/2020).

Dalam kajian ini, terang Ranti, audience mempertanyakan siap atau tidaknya kota sukabumi untuk proses New Normal. Bagaimana pemerintah mempersiapkan segala sesuatunya, dan adakah kebijakan menyoal biaya akademik atau pendidikan mengingat sektor perekonomian merosot drastis.

“Pada kesempatan ini walikota menyampaikan siap jika disertai kerjasama yang baik dengan semua element,” ungkap Ranti.

Meski begitu lajut Ranti, untuk bantuan biaya pendidikan pemerintahan daerah menyampaikan ada bantuan SPP untuk tingkat sekolah dasar dan Sekolah menengah atas yang khusus kota sukabumi, sedangkan untuk SMA dan PTN dan PTS di bantu oleh pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Kami PC IMM Sukabumi Raya mengambil sikap, berbicara menyoal pandemi memang begitu pekik, bahwasanya banyak sektor yang harus di perhatikan di dalamnya, menyoal aspek kebijakan pemerintah yang sudah menysesuaikan dengan kebutuhan masyrakat, kebijakan pendidikan sudahkan di sesuaikan dengan latar belakang pelajar tidak merata geografisnya," jelasnya.

Tak hanya itu tambah Ranti, Tenaga medis, Apartur Pemerintah POLRI, TNI, petani dan nelayan yang seyogyanya terus melayani kepentingan hal layak umum,namum pandemi ini hanya dinilai banyak kalangan merupakan kepentingan politik global, dan masyarakat diprank penguasa.

"Kami harap setiap kebiajakan yang diambil oleh setiap pemangku kebijakan di peruntukan untuk kepentingan masyarakat bukan golongan, bukan untuk image yang baik, harus disertai validitas data yang tepat dan sesuai untuk masyarakat," tandas Ranti.

Dalam hal ini, sambung Ranti, seyogyanya pemerintah melibatkan semua unsur dan elemen masyarakat untuk memberikan edukasi akan pentingnya menjaga kesehatan.

“Kami akan terus mengawal kebijakan pemerintah khususnya Sukabumi yang saya cintai. Tolong beri masyarakat kebijakan yang terbaik diberlakukan atau tidaknya New Normal. Tolong jangan jadikan kami sebagai kelinci percobaan untuk para penguasa yang mempunyai kekuasaan," tegas Ranti.

Turut dalam Diskusi Online ini Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fachmi, S.Ag., M.M.Pd., (sektor pemerintahan), Ketua PPNI Kota Sukabumi Irawan Donismaya, M.Kep., (Sektor Kesehatan), serta Dekan Fakultas FKIP UMMI Sistiana Widyariani,M.Pd., (sektor Pendidikan).

Dlam kesempatan ini ketiga pemateri memaparkan pandangan dan solusi konkrit dari sektornya masing-masing.

Pewarta : Azis Ramdhani
Editor : AM.
COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2020
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Komentari

close