Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Saturday, March 7, 2020

Azis Ramdhani

Uu Ruzhanul Ulum : Senjata Tradisional Kujang Memiliki Filosofi Gambarkan Kekayaan Jabar

sukabumiNews.net, KOTA SUKABUMI - Wakil Gubernur Jawa Barat ( Wagub Jabar) Uu Ruzhanul Ulum mengatakan bahwa senjata tradisional Sunda Kujang memiliki filosofi yang menggambarkan kekayaan Jabar. Kujang pun menjadi lambang dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar.

Hal ini dikatakan Uu Ruzhanul Umum saat meresmikan Seminar Pameran Kujang dan Usaha Pelayanan Jasa Alat Mesin Pertanian (UPJA) serta Gerakan Santri Tani (Santani) Millenial wilayah Jabar Juara, di Pondok Pesantren Dzikir Al Fath Kota Sukabumi, Sabtu (7/3/2020) Siang.

"Bicara kujang artinya bicara Jabar dan bicara pemprov dan pemda kabupaten/kota. Kami yakin kegiatan ini akan membangkitkan semangat orang Sunda dan rasa kepemilikan terhadap kujang," kata Kang Uu (sapaan akrab Wagup Jabar).

Kujang juga kata Kang Uu, merupakan filosofi orang Sunda, yang mempunya makna duniawi dan ukhrawi (akhirat), sangat luar bisa untuk membangkitkan semangat Jabar.

“Mudah-mudahan dengan kegiatan ini, masyarakat paham dan melaksanakan apa makna yang terkandung dalam kujang," tambah Kang Uu yang juga dianggap sebagai Panglima Santri Jabar itu.

Pada kesempatan tersebut Kang Uu juga mendeklarasikan Gerakan Santri Tani Millenial (Santani) Jabar Juara bersama 35 orang Santani Pondok Pesantren (Ponpes) Dzikir Al Fath berusia 17-20 tahun.

Dalam hal ini Kang Uu mengatakan, pertanian menjadi sektor yang cocok bagi santri untuk meningkatkan ekonominya di pesantren saat menjadi seorang kyai. Karena menurutnya, satu-satunya yang paling cocok dan strategis dalam memenuhi kebutuhan ekonomi kyai adalah petani. “Tidak menggangu waktu, mengajar lantaran yang namanya kiai harus ada di pesantren,” sambungnya.

Kang Uu juga sangat mendorong Santani, termasuk juga OPOP (One Pesantren One Product) dengan bahan baku pertanian untuk dijual, sehingga Santani bisa berkontribusi dalam kemajuan pertanian Jabar.

Sementara itu, Pendiri Museum Prabu Siliwangi KH. Fajar Laksana mengatakan bahwa Kujang adalah warisan senjata pusaka budaya Sunda yang patut dilestarikan dan dipelihara.

“Semoga Senjata Pusaka Kujang bisa menjadi jati diri Orang Sunda yang bermartabat tinggi serta menjadi warisan budaya dunia,” ujarnya.

Pimpinan Pondok Pesanten Dzikir Al-Fath tersebut juga menjelaskan bahwa peluang di era ekonomi gital sangatlah besar, maka dengan ini, sambung dia, momentum tersebut merupakan tantangan untuk membangkitan dan mengembangkan generasi muda melalui gerakan Santani Millenial.

"Pesantren adalah sebuah lembaga Pendidikan, melalui santri-santri, sudah seharusnya menjadi penjawab kegelisahan petani dan menjadi salah satu yang sangat berpotensi untuk menciptakan regenerasi petani cerdas. Melalui Program Santani Milenial ini, kita dorong santri-santri untuk terjun ke pertanian," pungkasnya.

Pewarta : Gilang R
Editor : Azis R/Red*
COPYRIGHT © SUKABUMININEWS 2020
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

close