Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Monday, March 2, 2020

Red1

Santri Tani Millenial Diharapkan Ganti Peranan Petani Garap Lahan Pertanian

Ponpes Dzikir Al-Fath
sukabumiNews.net, GUNUNG PUYUH - Ponpes Dzikir Al Fath bekerjasama dengan Balai Latihan Kerja membentuk Santri Tani Millenial (Santani) di Kota Sukabumi. Melalui latihan kerja ini diharapan mereka dapat mengganti peran para petani yang sudah mulai beranjak usia sepuh.

Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi mengatakan, kehadiran santri tidak hanya menjadi regenerasi ratusan petani yang kini beranjak usia sepuh. Tapi kehadirannya juga diharpakan bisa mengantisipasi kelangkaan buruh tani yang kini sulit diperoleh.

"Kehadirannya dapat menjawab keresahan warga pemilik lahan pertanian, yang setiap musim panen kesulitan mendapatkan pengolah lahannya," kata Achmad Fahmi, belum lama ini.

Achmad Fahmi menambahkan, kendati lahan pertanian kian mengusut, akan tetapi, Pemkot melalui program Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) akan mempertahankan lahan pertanian hingga mencapai 2 persen dari seluruh luas wilayah Kota Sukabumi.

Sementara lahan pertanian produktif yang terdapat di Wilayah Kota Sukabumi itu jelas Fahmi, tersebar di kawasan sentra lahan pertanian yang ada di wilayah Bacile, yaitu di tiga wilayah yang meliputi Kecamatan Baros, Cibeureum dan Kecamatan Lembursitu.

"Kehadiran santri dapat membantu program pemerintah untuk mempertahankan lahan pertanian yang produktif. Apalagi melalui program LP2B, lahan lahan produktif wajib dipertahankan dan tidak diperkenankan untuk berubah fungsi," sambungnya.

Keberadaan lLP2B kata Fahmi, aman dari dampak perkembangan dan pembangunan.

Untuk mempertahankan lahan seluas 321 dari 1.484 hektar supaya tidak beralih fungsi menjadi pemukiman dan lahan-lahan lain selain lahan pertanian terang Fahmi, maka dilakukanlah pengetatan perijinan.

"Memang alih fungsi lahan di tengah perkembangan perkotaan ini tidak bisa dipungkiri dan dihindari. Tapi optimis, dengan partisipasi seluruh stake holders alih fungsi dapat diantisipasi dan dikurangi," katanya.

Dijelaskan Achmad Fahmi bahwa alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan non pertanian ini merupakan dampak pesatnya perkembangan dan pembangunan, sekaligus sebagai salah satu penyebab utama terjadinya penurunan produksi padi di Kota Sukabumi.

"Tapi LP2B yang luasnya mencapai 321 hektar, sangat aman dari dampak perkembangan dan pembangunan karena lokasinya jauh dari jalan raya. Dengan demikian, alih fungsi lahan pada LP2B tidak terjadi," katanya.

Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesanten Dzikir Al-Fath, Fajar Laksana mengatakan peluang di era ekonomi gital menjawab tantangan untuk membangkitan dan mengembangkan generasi muda melalui gerakan Santri Tani Millenial (STM).

"Pesantren melalui santri-santri sudah seharusnya menjadi penjawab kegelisahan petani dan menjadi salah satu yang sangat berpotensi untuk menciptakan regenerasi petani melalui Program Santri Tani Millenial (STM) ini, kita dorong santri-santri untuk terjun ke pertanian," kata Pimpinan Ponpes Dzikir Al Fath, KH. Fajar Laksana.

Pewarta : Gilang R
Editor : Azis R/Red*
COPYRIGHT © SUKABUMININEWS 2020
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Komentari

close